Ketiban Cuan Kalau Libur Lebaran
Arus mudik Lebaran tak hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga memicu sejumlah gairah sektor usaha. Sejumlah agen wisata di Labuan Bajo, NTT, kewalahan mengatasi wisatawan selama libur sampai 8 Mei hari raya Lebaran 2022. "Sejak 27 April sampai 8 Mei, pesanan kapal, kendaraan, dan hotel sudah penuh," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asisoasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Labuan Bajo, Ignas Sarudin, akhir pekan lalu. Ignas mengatakan banyak agen travel terpaksa membatalkan pesanan sejumlah wisatawan yang hendak berwisata ke kawasan wisata super-prioritas itu. Ignas, yang juga mengelola Fantastico Tour, terpaksa menolak permintaan beberapa wisatawan dan menganjurkan mereka berwisata setelah liburan Lebaran. Pengelola Nusa Flores Wisata, Robert Waka, mengatakan, selain kapal dan mobil-mobil yang penuh disewa oleh wisatawan, sejumlah hotel di Labuan Bajo sempat penuh beberapa waktu lalu akibat membludaknya jumlah wisatawan. (Yetede)
Larangan Ekspor Minim Koordinasi
TNI AL mencegah pengiriman 34 kontainer bahan minyak goreng oleh kapal MV Mathu Bhum yang sudah berlayar dari Pelabuhan Belawan, Medan, Sumut. Kapal yang hendak berlayar ke Malaysia itu diminta kembali ke Belawan. Pencegahan pengiriman itu berdasarkan larangan ekspor minyak goreng dan bahannya oleh pemerintah. Di sisi lain, Bea dan Cukai Belawan menyebut bahwa ekspor itu sudah mendapat surat pemberitahuan ekspor barang (PEB) sebelum tanggal efektif pelarangan 28 April 2022. Dengan demikian, ekspor itu seharusnya masih sesuai ketentuan. Kapal tersebut juga disebut berangkat secara resmi dari Pelabuhan Belawan dan mendapat izin dari semua otoritas pelabuhan.
Panglima Komando Armada Republik Indonesia Laksdya TNI Agung Prasetiawan (7/5) mengatakan, TNI AL melakukan operasi khusus untuk mencegah ekspor minyak goreng dan bahan minyak goreng sesuai instruksi KASAL Laksamana Yudo Margono. Larangan ekspor diatur dalam Permendag No 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined Bleached and Deodorized (RBD) Palm Oil, RBD Palm Olein, dan Used Cooking Oil. Menurut Agung, ada beberapa dugaan pelanggaran lain yang ditemukan, yakni nomor seri tiga kontainer yang berisi bahan minyak goreng tidak sesuai dengan nomor seri yang tertulis di surat PEB. ”Selain itu, tanggal perkiraan ekspor yang tertulis di PEB adalah 29 April, 1 Mei, 2 Mei, dan 3 Mei, sedangkan pelaksanaan ekspor pada 4 Mei,” ujarnya.
Donny Muliawan dari Humas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Belawan mengatakan, ekspor RBD palm olein itu sudah mendapat surat pemberitahuan ekspor barang sebelum 28 April. Bea Cukai Belawan tetap mengizinkan ekspor tersebut karena semua persyaratan dipenuhi meskipun ekspor dilakukan setelah 28 April. ”Dalam Pasal 6 Permendag No 22/2022 sudah sangat jelas disebut pengecualian terhadap barang yang sudah mendapat PEB paling lambat 27 April,” katanya. Donny menambahkan, ekspor itu juga mendapat izin dari otoritas pelabuhan. Hingga saat ini tidak ada koordinasi resmi antara TNI AL dan Bea Cukai Belawan terkait penyelidikan kasus tersebut. (Yoga)
Persoalan Keuangan di Balik Kemeriahan Lebaran
Berbagai cara menghimpun dana dilakukan masyarakat guna merayakan kemeriahan Lebaran. Alokasi khusus dan pengelolaan dana sesuai kemampuan menjadi penting agar kegembiraan tak berujung persoalan keuangan. Lebaran identik dengan belanja besar-besaran, mulai dari makanan, pakaian, hingga kegiatan liburan. Kegiatan mempercantik rumah pun menjadi hal tak terlupakan, termasuk mengganti warna cat dinding rumah dan belanja perabot rumah tangga. Di Dusun Dalangan, Sumogawe, Kabupaten Semarang, Jateng, kelompok ibu-ibu PKK melakukan iuran rutin untuk dana Lebaran. Seluruh anggota mengumpulkan dana Rp 20.000 setiap minggu selama 10 bulan. Setelah terkumpul, dana tersebut akan dikembalikan dalam bentuk barang, seperti sembako, makanan ringan, dan daging.Rati (47), pedagang di Salatiga, Jateng, mengaku mengumpulkan dana khusus untuk Lebaran bersama pedagang lain. Setiap bulan dana Rp 20.000-Rp 50.000 dikumpulkan kepada salah seorang dari kelompok yang dipercaya sebagai bendahara. Dana tersebut dikumpulkan rutin secara bulanan selama 10 bulan. Jika Lebaran jatuh pada Mei, iuran mulai dihimpun sejak Juni tahun sebelumnya. Upaya tersebut dilakukan Rati bersama teman-temannya agar tidak kaget saat harus mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk kebutuhan Lebaran.
Kendati demikian, masih terdapat banyak orang yang mengaku tidak mengalokasikan dana khusus untuk Lebaran. Hal tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan saat Lebaran hampir tiba karena tidak ada persiapan yang matang sebelumnya. Bukan tidak mungkin, berutang menjadi jalan yang ditempuh. Lembaga keuangan, baik bank maupun nonperbankan, hingga orang terdekat, menjadi tujuan utama mereka. Bahkan, ada yang melakukan pinjaman online demi ikut serta merayakan kemeriahan Lebaran. Ujung-ujungnya, terjerat utang menjadi buntut cerita setelah semarak Lebaran berakhir. Alokasi dana khusus untuk Lebaran menjadi penting. Apalagi, Lebaran biasanya dibarengi kenaikan harga yang mustahil untuk dihindari. Jika tak memungkinkan untuk menyiapkan dana khusus, Lebaran tetap bisa dirayakan meski dengan dana secukupnya. (Yoga)
PINTU Mencari Talenta Baru
Kehadiran bakat baru untuk menyokong industry mode Tanah Air menjadi sebuah harapan. Untuk menjawab hal ini, Jakarta Fashion & Food Festival (JF3) bersama jenama Lakon Indonesia membangun sebuah program bertajuk PINTU Incubator. Ini merupakan program inkubator mode yang ditujukan bagi para desainer muda dengan potensi mumpuni. Potensi yang baik selama ini terkadang menemui kendala tertentu. Salah satunya pengetahuan, wawasan, dan keterampilan dalam berwirausaha. JF3 dan Lakon Indonesia menggandeng Kedutaan Besar Perancis melalui Institut Francais d’Indonesie (IFI). Lewat kerja sama ini, diharapkan dapat terjadi pertukaran pengetahuan dan informasi yang berguna untuk mengembangkan bisnis mode. Terlebih lagi, para peserta yang berhak mengikuti program ini didorong juga untuk mengajak UMKM dan perajin wastra yang bisa mengangkat budaya Indonesia. ”Jadi, program ini juga sekaligus upaya melestarikan budaya melalui industri mode. Sejalan juga dengan misi dari Lakon Indonesia ataupun JF3, yaitu mendukung para pelaku industri mode dalam mencapai tingkat produktivitas dan kreativitas yang lebih tinggi, terutama bagi para perajin tradisional tersebut,” tutur Founder Lakon Indonesia, Thresia Mareta.
Hal senada disampaikan Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Perancis Charlotte Esnou. Akses untuk menembus pasar global ini dan kemampuan dalam meresponsnya merupakan salah satu target dari program inkubasi mode ini. Dukungan diberikan karena sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu focus yang diperhatikan Pemerintah Perancis di Indonesia. Bagi para desainer dan pelaku bisnis mode yang berminat untuk mengikuti program ini, pendaftaran dibuka sejak 14 April-22 Mei 2022 secara daring lewat situs www.jfff.info dan www.lakonindonesia.com. Program ini juga ter-buka untuk pelajar atau mahasiswa jurusan mode atau yang memiliki minat dan bakat di bidang mode, 20 peserta akan terpilih untuk menjalani program PINTU Incubator di Jakarta. Kemudian, dipilih lagi 10 peserta untuk mempresentasikan karyanya dalam pergelaran JF3 2022 yang akan diselenggarakan September 2022. Dari 10 peserta itu, ditentukan tiga yang terbaik untuk dikirim belajar ke Paris, Perancis, selama tiga minggu hingga satu bulan. ”Dengan dukungan bilateral dari Perancis sebagai pusat mode dunia dan LAKON Indonesia, diharapkan nantinya akan hadir brand-brand baru kebanggaan bangsa, yang memberikan kontribusi terhadap laju sektor ekonomi kreatif, membantu terciptanya lapangan kerja, serta turut melestarikan kekayaan budaya Indonesia,” ujar Chairman JF3 Soegianto Nagaria. (Yoga)
Vale Gandeng Huayou Garap Proyek HPAL Pomala
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bersama dengan Zhejang Hauyou Cobalt Company Limited (Huayou) telah menandatangani perjanjian Kerangka Kerjasama (Framework Cooperation Agreement/FCA) untuk mengembangkan fasilitas pengolahan High-Presure Acid Leaching (HPAL) diPomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. FCA ditandatangani oleh Febriani Eddy dan Bernandus Irmanto, masing-masing sebagai CEO dan CFO PT Vale Xuehua Chen, Pimpinan Huayou pada pekan lalu. Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Deshnee Naido sebagai Presiden Komisaris PT Vale yang berpartisipasi secara virtual. Vale dan Huayou akan menandatangani perjanjian-perjanjian difinitif tidak lebih dari jangka waktu enam bulan setelah penandatanganan FCA ini. "Kami menghargai bahwa mitra kami datang dengan agenda rendah karbon, bukan untuk menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara. FCA ini merupakan bukti keselarasan komitmen keberlanjutan kami yang sangat penting bagi PT Vale," (Yetede)
Ap I Layani 1,59 Juta Penumpang
PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I telah melayani 1,59 juta penumpang pada H-7 hingga H+2 Lebaran atau pada periode 25 April sampai 5 Mei 2022, meningkat 1.955% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang melayani 66.042 penumpang di 15 bandara yang dikelola. Faik Fahmi menyampaikan, pada trafik penerbangan, AP I telah melayani 14.351 pergerakan pesawat dan meningkat 650% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang melayani 2.331 pergerakan pesawat. Begitu pula dengan pergerakan kargo yang mengalami peningkatan sebesar 62% dengan melayani 11.023.134 kg kargo dibanding periode yang sama ditahun sebelumnya yang melayani 8.063.691 kg kargo. "Hal ini membuktikan bahwa permintaan dan minta bepergian para penumpang untuk mudik lebaran tahun 2022 menggunakan transportasi udara cukup tinggi sehingga maskapai memutuskan untuk menambah slot penerbangan yang tidak ada sebelumnya," ujarnya.(Yetede)
Mandiri Proyeksikan Inflasi 4,6% Tahun Ini
Bank Mandiri memproyeksi inflasi Indonesia pada 2022 berpotensi mencapai 4,6% yoy atau lebih tinggi dibandingkan dengan target sasaran Bank Indonesia (BI) dan pemerintah sekitar 2-4% yoy. Bila melihat dari sisi komponen pembentuk inflasi, komponen yang paling besar mendorong inflasi umum pada tahun ini adalah inflasi harga diatur pemerintah atau administered prices. "Karena ada, potensi kemungkinan penyesuian harga diatur pemerintah, seiring wacana peningkatan harga energi bersubsidi seperti harga listrik, LPG 3kg, dan harga pertalite," kata Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman. Lebih lanjut, Faisal memperkirakan inflasi April akan melonjak didorong oleh faktor musiman seperti Ramadhan, meningkatkan inflasi makanan, sandang, transportasi, restoran, dan rekreasi. "Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan meningkat lebih kuat sebesar 0,80% pada 22 April, dibandingkan 0,66% pada 22 Maret 2022," ucapnya.
Serapan Jagung Pada Industri Pangan Masih Rendah
Indonesia masih melakukan impor jagung meski komoditas tersebut bisa ditanam didalam negeri. Alasannya adalah kebutuhan bahan baku jagung oleh industri pangan belum mampu dipenuhi pasokan jagung dalam negeri. Juru Bicara Menteri Perindustrian (Kemenperin) Fabri Hendri Antoni Arif menerangkan, pasokan jagung dalam negeri baru bisa memenuhi kebutuhan industri pangan yang mencapai sekitar 1,2 juta ton,pada 2021 baru bisa dipenuhi dari pasokan dalam negeri sebesar 700 ribu ton. Sedangkan kebutuhan jagung untuk industri pada 2022 diperkirakan meningkat menjadi sekitar 1,5-1,6 juta ton seiring sudah beroperasinya satu investasi industri pati jagung baru didalam negeri. Dia mengungkapkan, masih rendahnya pasokan jagung dalam negeri untuk industri pangan disebabkan sulitnya mendapatkan jagung dengan tingkat kandungan aflatoksin maksimum 50 ppb," jawab Febri dalam keerangan tertulisnya, Jakatam Jumat (6/5)
Memperkuat Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan
Seiring pertumbuhan industri jasa keuangan yang pesat, jenis serta variasi dari produk dan jasa keuangan juga semakin inovatif, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) selalu berupaya meluncurkan produk baru kepada konsumen. Situasi ini membuat dinamika di dalam industri jasa keuangan semakin kompleks. Banyaknya penawaran produk dan jasa keuangan baru itu juga membuat konsumen mengalami information overload. Padahal, tingkat literasi keuangan di Indonesia masih tergolong rendah. Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia (SNLKI) pada 2019 menyatakan, tingkat literasi masyarakat baru 38,03 %, dengan tingkat inklusi 76,19 %. Faktor rendahnya tingkat literasi menjadi penyebab munculnya kasus pengaduan dan sengketa konsumen. Hal ini terjadi karena konsumen memiliki ekspektasi tertentu terhadap produk atau jasa keuangan yang dibeli, tanpa memahami risiko atau komitmen terhadap produk tersebut. Hal tersebut mendorong nasabah untuk menyetujui kontrak perjanjian dengan lembaga jasa keuangan, walaupun belum memahami secara utuh klausul-klausul yang diperjanjikan. Padahal, setiap produk keuangan memiliki karakteristik masing-masing serta membutuhkan komitmen dan pemahaman terhadap produk terkait.
Untuk meningkatkan perlindungan konsumen dan mencegah kerugian di masyarakat yang bisa menurunkan kepercayaan terhadap industri jasa keuangan, diperlukan penguatan pengawasan market conduct. OJK menjelaskan batasan aspek market conduct sebagai perilaku lembaga jasa keuangan dalam mendesain, menyusun dan menyampaikan informasi, menawarkan, membuat perjanjian atas produk dan/atau layanan serta penyelesaian sengketa dan penanganan pengaduan. Pengawasan market conduct ini diharapkan bisa memastikan integritas PUJK dalam menerapkan aspek perlindungan konsumen pada setiap tahapan product life cycle di industri jasa keuangan, yaitu mulai dari perencanaan produk, pemasaran, penjualan dan mekanisme penyelesaian sengketa. Saat ini,terdapat dua regulasi yang mengatur perlindungan konsumen. Pertama, UU No 21//2011 tentang OJK yang mengatur implementasi perlindungan konsumen jasa keuangan di Indonesia dan Peraturan OJK (POJK) No 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan yang mengatur perlindungan konsumen secara teknis. (Yoga)
Tekanan Harga Minyak Mentah Dunia
Dunia, termasuk Indonesia, harus bersiap-siap menghadapi guncangan lebih dahsyat yang diakibatkan lonjakan harga minyak mentah dunia yang kian tak terkendali. Dalam skenario terburuk, sebagai dampak dari kian meluasnya embargo Barat terhadap minyak Rusia, harga minyak mentah diprediksi JP Morgan mencapai 185 USD per barel akhir 2022. Angka ini hampir dua kali lipat dari prediksi rata-rata harga Brent untuk 2022 oleh Energy Information Administration (EIA), sebesar 98 USD per barel. Kendati harga minyak mentah Indonesia (ICP), juga mengalami kenaikan seiring kenaikan harga minyak mentah global, posisi Indonesia sebagai importir neto membuat lonjakan harga minyak dunia juga kian menambah beban APBN dan menekan ekonomi dalam negeri. Subsidi energi dipastikan kian membengkak. Lonjakan harga minyak mentah dunia juga akan memukul Pertamina dan sektor transportasi atau industri yang mengonsumsi BBM non-subsidi, memicu kenaikan harga barang-barang, dan kian menekan daya beli masyarakat. Perhitungan pemerintah, setiap kenaikan 1 USD per barel harga minyak mentah dunia akan membengkakkan subsidi elpiji dalam negeri sekitar Rp 1,47 triliun dan subsidi BBM lebih dari Rp 2,65 triliun. Belum lagi dampak ke subsidi dan kompensasi listrik sebesar Rp 295 miliar, mengingat masih tingginya penggunaan BBM dalam pembangkit listrik.
Dengan harga minyak mentah dunia kini hampir dua kali lipat asumsi APBN 2022 yang 63 USD per barel, Menteri ESDM memperkirakan pembengkakan subsidi energi (belum termasuk listrik) bisa mencapai lebih dari Rp 320 triliun, dari angka yang ditetapkan di APBN 2022 sebesar Rp 134 triliun. Sementara itu, kemampuan fiskal kita terbatas. Pemerintah dipaksa bekerja lebih keras memutar otak untuk membiayai lonjakan subsidi ini dan harus ada yang dikorbankan. Agar target defisit APBN di bawah 3 persen akhir 2023 tak terganggu, pemerintah mungkin akan dipaksa menempuh langkah tak terhindarkan, termasuk penyesuaian harga BBM bersubsidi, realokasi anggaran (infrastruktur), penghematan belanja pegawai/barang, penggunaan dana PEN, dan lain-lain. Naiknya harga minyak juga meningkatkan tekanan inflasi dunia dan menambah ketidakpastian global. The Fed akan dipaksa lebih agresif menjinakkan inflasi dengan menaikkan suku bunga. Ini bisa memicu eksodus modal dari negara berkembang termasuk Indonesia, dan menekan nilai tukar. Situasi ini harus jadi momentum membenahi secara menyeluruh kebijakan menyangkut energi. Termasuk pembenahan harga secara bertahap dan mengakhiri kebijakan subsidi tak tepat sasaran. (Yoga)









