;

Jaga Momentum Kunjungan Wisman dengan Protokol

Ekonomi Yoga 10 May 2022 Kompas
Jaga Momentum Kunjungan
Wisman dengan Protokol

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari-Maret 2022, sesuai data BPSk, mencapai 74.383 kunjungan. Jumlah ini naik 228,24 % dibanding periode yang sama tahun 2021 sebesar 22.661 kunjungan. Akan tetapi, jumlah itu belum bisa menyaingi jumlah kunjungan pada periode yang sama sebelum pandemi Covid-19. Pada Januari-Maret 2020, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 2,11 juta kunjungan. Pada Januari-Maret 2019 sebanyak 2,96 juta kunjungan dan Januari-Maret 2018 sebanyak 2,94 juta kunjungan. Kepala BPS Margo Yuwono (9/5) mengatakan, sepanjang triwulan I-2022, jumlah kunjungan wisman terbanyak terjadi pada Maret 2022, yaitu 40.790 kunjungan. Kunjungan wisman dalam tren kembali bertumbuh. Namun, kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung tetap menjadi tantangan. Margo memandang, sektor industri pariwisata nasional harus menjadi perhatian bersama pemerintah dan pelaku industri. Jika industri pariwisata bisa kembali pulih seperti sebelum pandemi Covid-19, sektor ini akan membantu mempercepat pemulihan perekonomian nasional

Menparekraf / Kepala Badan Parekraf Sandiaga S Uno mengatakan, berbagai agenda pertemuan, insentif, konvensi/konferensi, dan pameran (MICE) internasional bagian dari acara sampingan presidensi G20 bisa dioptimalkan oleh pelaku industri pariwisata. Selain menggaet kunjungan, agenda seperti itu juga mampu mendongkrak ekonomi pelaku UMKM kreatif. Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia Azril Azahari berpendapat, tren kenaikan jumlah kunjungan wisman perlu dijaga. Namun, pemerintah disarankan tidak mengendurkan protokol kesehatan. Persyaratan wajib vaksin dan tes Covid-19 tetap harus diberlakukan. Hal itu demi menjaga keamanan dan kesehatan warga di dalam negeri. Menurut Azril, daya tarik Indonesia di mata wisman terletak pada keunikan alam dan warisan budaya, ketika memahami apa yang menjadi daya tarik bagi mereka, pemerintah bersama pelaku industri pariwisata bisa fokus menciptakan produk. Misalnya, pariwisata kesehatan berbasis rempah-rempah Indonesia. (Yoga)


Tags :
#Pariwisata
Download Aplikasi Labirin :