Risiko Global dan Local Ancam Pemulihan Ekonomi
Pasca libur Lebaran menjadi pertaruhan bagi Ekonomi Indonesia yang mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Jika kasus Covid-19 terkendal, tak meruyak, ekonomi bisa melaju. Pasalnya, indikator pemulihan ekonomi mulai tampak jelas. Pertama, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 mendekati level sebelum pandemi Covid-19. Kedua, penerimaan pajak juga lebih bergigi ketimbang sebelum pandemi. Indikator ketiga, emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kenaikan laba terus meningkat.
Mudik Lebaran Terbukti Memicu Lonjakan Belanja
Pelonggaran mobilitas masyarakat selama perayaan Ramadan 2022 mulai mengungkit belanja masyarakat. Hasil survei Bank Mandiri menunjukkan, tingkat belanja masyarakat menjelang Idul Fitri tahun 2022 lebih tinggi bila dibandingkan dengan 2021. Berdarkan laporan Mandiri Spending Index (MsI) yang diterima Kontan, Indeks Frekuensi Belanja pada periode puncak Ramadan 2022 tercatat 156,4, atau meningkat ketimbang 137,5 di puncak Ramadan 2021.
April, Inflasi Tertinggi Tiga Tahun Terakhir
Inflasi pada bulan April 2022 diprediksi lebih tinggi dibandingkan dengan bulan - bulan sebelumnya. Jika inflasi Maret sebesar 0,66% secara bulanan, inflasi April diprediksi sekitar 0,80% - 1,08%. Adapun inflasi tahunan berkisar 3,34% - 3,77%.
Rima Prama Artha, kepala ekonom Danareksa Research Institute (DRI) menyebut, pemicu inflasi April 2022 karena ada faktor musiman, Puasa dan Lebaran. Melihat proyeksi tersebut, ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menyebut, ini merupakan pertama kalinya inflasi tahun ke tahun di atas 3% sejak September 2019. Bahkan, ia memperkirakan inflasi pada April 2022 ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Duit Menganggur Pemda di Perbankan Membengkak
Anggaran belanja pemerintah daerah (pemda) yang masih menganggur dan hanya ngendon di rekening perbankan makin tambun. Kementerian Keuangan mencatat, per Maret 2022 dana menganggur milik pemerintah daerah yang tersimpan di bank dan belum dibelanjakan sudah tembus angka Rp 202,35 triliun. Dana menganggur pemda ini naik 11% dibandingkan dengan periode Maret 2021 yang tercatat Rp 182,33 trilun. Bahkan jika dibandingkan dengan periode yang sama 2020 yang sebesar Rp 177,52 triliun malah lebih gede 14%. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Astera Primanto Bhakti mengatakan untuk mengurangi dana pemda yang menumpuk di bank, salah satu upaya pemerintah adalah mempercepat belanja modal minimal 40% dari pagu untuk menyerap produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Pembagian Dividen Jadi Pemanis Bursa
Musim pembagian dividen masih berlanjut. Setidaknya, ada 10 emiten berencana membagi dividen usai libur lebaran. Empat di antaranya menetapkan cum date dividen pada hari ini, Senin (9/5). Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, pembagian dividen akan memberi sentimen positif bagi saham tersebut dalam jangka pendek. Investor bisa memburu saham pembagi dividen, tapi cermati kecenderungan koreksi harga paska periode cum date atau saat ex date.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menambahkan, di musim dividen Mei ini, kemungkinan investor tetap memburu emiten yang membagikan dividen secara rutin. "Jika emiten tersebut dalam lima tahun terakhir, termasuk di masa pandemi, mencatatkan kinerja stabil, maka akan cukup menarik bagi investor, karena ada ekspektasi dividen yang konsisten ke depannya," jelas Ivan.
Pemanis bursa
Tapi Daniel mengingatkan, keputusan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve menaikkan bunga 50 basis poin akan menjadi perhatian pasar. Dampak kenaikan suku bunga The Fed akan terasa dalam jangka menengah panjang.
OLIV Mematok Harga Saham Perdana Rp 100 per Saham
PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk telah menetapkan harga inital public offering (IPO) di Rp 100 per saham. Harga IPO ini merupakan batas bawah dari harga penawaran IPO calon emiten bersandi OLIV ini di kisaran Rp 100 hingga Rp 125 per saham. OLIV berencana menjual 400 juta uni saham ke publik.
Kantong Perbankan Kian Tebal
Industri perbankan Indonesia semakin memperlihatkan kondisi pemulihan kinerja yang tercermin dari laporan laba 15 bank pada kuartal I/2022 yang mencapai Rp43,61 triliun atau tumbuh hingga 45% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Secara rata-rata, capaian laba bersih bank papan atas dengan aset terbesar itu menguasai tak kurang dari 90% total laba bersih setelah pajak di industri bank nasional. Jumlah bank secara keseluruhan sebanyak 107 entitas. Dari 15 bank yang telah menyampaikan kinerja kuartal pertama, hanya ada dua bank yang labanya susut jika dibandingkan dengan kuartal I/2021. Selebihnya, berhasil menorehkan kinerja gemilang. Sebanyak 11 bank membukukan pertumbuhan laba hingga double digit dan dua bank lainnya mencetak pertumbuhan laba single digit.
Kesiapan Arus Balik Lebaran : Permintaan BBM Bisa Naik 58%
PT Pertamina (Persero) memprediksi permintaan bahan bakar minyak atau BBM akan meningkat hingga 58% pada puncak arus balik Lebaran tahun ini.Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan bahwa permintaan BBM mengalami peningkatan yang signifikan sekitar 43% hingga 58% di sepanjang Tol Trans Jawa, Jalur Pantura dan Selatan Jawa saat puncak arus mudik. Kondisi yang sama diperkirakan juga terjadi pada saat puncak arus balik kali ini.“Secara umum stok dan penyaluran BBM saat ini dalam kondisi aman dan berjalan lancar. Pertamina menjamin seluruh layanan BBM, khususnya Solar, Pertalite, Pertamax, dan Avtur dalam kondisi normal,” kata Nicke akhir pekan lalu.
Hubungan Industrial : Pembayaran THR Tahun Ini Lebih Baik
Konfederasi Serikat Pekerja Nasional atau KSPN mencatat pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Pertumbuhan perekonomian nasional dinilai menjadi salah satu penyebab lancarnya pemberian THR tahun ini.Presiden KSPN Ristadi menilai bahwa pemberian THR Keagamaan 2022 lebih baik dari Idul fitri 2021. Tercatat hingga H+2 Lebaran, semua urusan THR anggotanya sudah selesai. Meski begitu, beberapa perusahaan masih harus mencicil pembayaran THR.
Sementara itu, pekerja/buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) mencatat masih ada 20% pembayaran THR yang bermasalah.Ketua Umum KASBI Nining Elitos menyampaikan bahwa pemberian THR belum berjalan maksimal di wilayah Sumatra Selatan, Tangerang, dan Bekasi.
Kuartal I, BRI Salurkan Kredit UKM Rp 21,3 T
Outstanding penyaluran kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk segmen usaha kecil dan menengah (UMK) mencapai Rp 21,3 triliun pada kuartal I-2022. Penyaluran tersebut meningkat 29,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 16,5 triliun. Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Aman Sukriyanto memaparkan bahwa capaian pada awal 2022 sudah menunjukkkan kembali kemasa sebelum pandemi Covid-19 melanda. Perseroanpun semakin optimistis ekonomi kian bergairah lantaran mayoritas kredit diserap oleh sektor-sektor produktif. Selain itu,permintaan kredit meningkat tidak hanya di kota besar tapi juga di daerah-daerah. Sektor-sektor yang berhubungan dengan kebutuhan pokok seperti perdagangan mendominasi penyaluran kredit BRi di segmen kecil dan menengah ini yang presentasenya mencapai 61%. Menurut Aman, capaian positif tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah yang langkah strategisnya tepat dalam menghadapi pandemi. Seperti stimulus ekonomi pemerintah terhadap pelaku UMKM melalui Program Pemulihan Ekonomi (PEN). (Yetede)









