GoTo Siapkan Strategis Percepat Profitabilitas
Perusahaan ekosistem digital PT GoTo Gojek Indonesia Tbk (GOTO) menyiapkan empat strategi bisnis untuk memperkuat pangsa pasar di Tanah Air, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis perseroan secara berkelanjutan dan mempercepat langkah menuju profitabilitas. CEO Group GoTo Andre Soelityo menjelaskan, keempat strategi itu yakni pertama, meningkatkan cross selling antar-platform. Kedua, memaksimalkan strategi hyperlocal pada layanan logistik dan pemenuhan (fulfilment). Ketiga, mengintegrasikan layanan fintech antar-platform secara lebih dalam. Terakhir, meningkatkan layanan value-added (nilai tambah) untuk memberi lebih bagi mitra driver dan merchant. "Perjalanan GoTo baru berlangsung satu tahun, oleh karena itu kami akan mengoptimalkan keunggulan bersaing kami akan mendorong kemajuan dan membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat," jelas Andre pada paparan publik secara virtual, Jumat (10/16). (Yetede)
Luhut: Pemerintah akan Hapus Migor Curah Secara Bertahap
Pemerintah akan menghapus minyak goreng (migor) curah secara bertahap, karena dinilai kurang higenis. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan beberapa kebijakan yang diambil antara pemerintah dengan pengusaha terkait minyak sawit. Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, migor curah akan digantikan dengan migor kemasan. "Kita jadi minta nanti akan secara bertahap tidak ada lagi migor curah karena kurang higienis. Ini yang sekarang kita kerjakan," ujat Luhut. Pafda saat di Bali Menko Luhut pengumpulkan semua penguasa migor. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kebijakan yang diambil antara pemerintah dengan pengusaha. Yang tidak kalah penting pemerintah akan melakukan mekanisme flush out atau program percepatan penyaluran ekspor, dimana pemerintah akan memberikan kesempatan kepada eksportir CPO yang tidak bergabung dibidang Simirah untuk dapat melakukan ekspor. (Yetede)
Kemenhub Pastikan Stasiun Gambir Masih Beroperasi
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan (kemenhub) memastikan Stasiun Gambir masih dioperasikan untuk melayani penumpang kereta api (KA) jarak jauh dan belum dipensiunkan. Diretur Jenderal Perkeretaapian Zulkifli menjelaskan, rencana pemindahan layanan KA jarak jauh ke Stasiun Manggarai menunggu proses pembangunan yang masih berlangsung. " Kami menargetkan 18 jalur yang sudah terbangun saat ini, serta penataan akses sekitar dan area parkir yang masih akan terus dilakukan pengembangan. Adapun layanan KA jarak jauh masih dilayani di Stasiun Gambir hingga pengumuman lebih lanjut," kata Zulkifli. Terkait berita yang beredar mengenai operasional Stasun Gambir, Zulkifli berharap masyarakat dapat melakukan pengecekan informasi kembali kepada jajaran DJKA agar tidak terjadi salah informasi. (Yetede)
Indah Kiat Tebar Dividen Rp 273,54 Miliar
PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) akan membagi dividen tunai sebesar US$ 18,80 juta atau setara Rp273,54 miliar dari laba bersih yang dibukukan pada 2021 senilai US$ 527,08 juta. Kebijakan ini sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jum'at (10/6). "Dividen yang dibagikan adalah sebesar Rp 50 per saham," ungkap INKP dalam keterangan tertulisnya, Jum'at (10/6). Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui agenda perubahan susunan anggota dewan komisaris dan direksi. Terhitung sejak ditutupnya RUPST, berikut susunan pengurus INKP, untuk dewan komisaris, dengan presiden komisaris dijabat oleh Saleh Husein, komisaris ditutup oleh 3 orang yakni Sukirta Mangku Djaja, Kosim Sutiono, dan Andrie Setiawan Yapsir. Adapun komisaris independen juga terdiri atas tiga orang antara lain Pande Putu Raa, Ramelan, dan Rizal Affandi Lukman. (Yetede)
Anggota Komite PC-PEN Dihentikan Akhir 2022
Anggota Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) akan dihentikan pada akhir 2022. Sebab, sejalan dengan pemulihan kondisi pandemi Covid-19, pemerintah akan menggunakan anggaran penanganan krisis global lewat Global Crisis Response Group (GCRG). "Bukan berarti Komite PC-PEN tidak ada kemudian program-program memperkuat daya beli masyarakat, bansos, dan sebagainya tidak ada. Ini tetap akan ada dan jadi program reguler di masing-masing K/L (Kementerian/Lembaga)." ucap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. Mengenai program kartu prakerja, Susi mengatakan, program tersebut sudah berjalan sejak awal 2020. Namun, karena kondisi pandemi Covid-19, pemerintah memutuskan untuk mengubah program tersebut menjadi program semi bansos. (Yetede)
Karena Seniman dan Korporasi Harus Berkolaborasi
"......Apa agamamu? Agamaku air yang membersihkan pertanyaanmu..." Sepenggal puisi karya penyair Philipus Joko Pinurbo (Jokpin) itu dibacakan budayawan dan aktor kawakan, Butet Kertarejasa, dengan dada bergetar. Suaranya yang parau seakan hendak meremukan tongkat stainless yang menopang tubuhnya diatas panggung. "Ini pertanyaan kotor yang harus kita perangi," tegas Butet, usai membacakan potongan sajak berjudul Buku Latihan Tidur tersebut. Ia membacakannya disela-sela makan malam sederhana di sebuah restoran nun jauh di kalimantan sana. Restoran bernama Bontang Kuring itu terletak di tepi Danau Permai yang senyap dan rimbun.
Acara yang berlangsung pada Selasa malam itu dihadiri sekumpulan seniman, wartawan, karyawan PKT. Selain Butet Kertarejasa, sekitar 30 pentolan seniman lain dari berbagai daerah hadir pada acara itu, diantaranya Nasirun (pelukis), Agus Noor (penyair/cerpenis), Jokpin (penyair), Putu Wijaya (pelukis) Jumaldi Alfi (sastrawan), Bambang Heras (pelukis, dan Inggit Putria Marga (penyair). Kehadiran para seniman dari berbagai daerah di PKT tentu saja bukan tanpa alasan "Kami ingin menjadikan industri lebih berbudaya, lebih beradab, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal kepada seluruh stockholders," kata Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi kepada Investor Daily. (Yetede)
Ragu Perbudakan akan Pupus
Ahmad Aditya, pemuda keturunan suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, masih mengingat ketika ia bekerja sebagai kapal penangkapan ikan berbendera Taiwan dan Cina, empat tahun lalu. Pria lajang berusia 25 tahun ini memang tak mendapat perlakuan kekerasan seperti ABK lainnya di kapal tempatnya bekerja. Tapi ia tak menerima bayaran periode 2018 dan 2019. "Gaji saya selama dua tahun senilai Rp71,4 juta tidak dibayar oleh perusahaan agensi di Indonesia," kata Aditya, Jumat, 10 Juni 2022. Saat itu, Aditya bekerja di kapal berbendera asing tersebut bersama 19 ABK lainnya.
Diantara koleganya tersebut, ada yang sempat mendapat perlakuan kasar. Tapi perlakuan itu dianggap tak seberapa dibanding pelaut Indonesia lainnya yang bekerja di kapal berbendera asing. Yang harus kehilangan nyawa. Bedanya, Aditya dan ABK yang berlayar bersamanya tak mendapat gaji. Mereka harus berkali-kali mengadu ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, yang sekarang berganti nama menjadi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. "Sampai sekarang belum ditindak lanjuti," kata Aditya. (Yetede)
Tak Sempurna Perlindungan Pelaut Indonesia
Pegiat buruh migran menilai masih ada sejumlah celah dalam Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penempatan dan Perlindungan Awak Kapal Niaga Migran dan Awak Kapal Perikanan Migran. Misalnya, PP itu belum tegas mengatur perjanjian antar pemerintah (G to G) serta antar perusahaan (B to B) untuk melindungi anak buah kapal (ABK) Indonesia di luar negeri, "Mungkin perlu dipertegas lagi, seberapa dalam G to G dan B to B tersebut," kata Dewan Direksi Migrant Care, Anis Hidayah, Jumat 10 2022. Ia mengatakan harusnya pemerintah mendorong agar perjanjian antar pemerintah bukan sekedar pelengkap. Perjanjian antar-pemerintah tersebut semestinya menjadi pijakan utama dalam penempatan pelaut Indonesia di kapal asing. Anis juga menyoroti mekanisme pemantauan terhadap pelaut Indonesia ketika belum ataupun tengah kerja di kapal berbendera asing. Pemantauan sebelum bekerja tersebut sangat penting karena pemerintah bisa mengukur sejak dini potensi perbudakan ketika para ABK itu bekerja di kapal asing nantinya. (Yetede)
Tahap Akhir Melobi Kreditor
PT Garuda Indonesia Tbk tengah memaksimalkan negosiasi dengan kreditor menjelang pemungutan suara atas proposal perdamaian dan putusan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) pada 20 Juni mendatang. Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan perundingan yang harus dirampungkan oleh manajemennya tinggal sedikit. "semua kooperatif. Cuma memang ada sisa hal-hal kecil yang perlu diketok (diputuskan),"kata dia kepada Tempo, kemarin. Perusahaan saham berkode GIAA ini masih menanggung beban utang Rp139 triliun hingga akhir 2021. Upaya restrukturisasi sangat bergantung pada persetujuan para kreditor, khususnya para penyewa pesawat atau lessor yang memegang 70% klaim utang tersebut. Demi negosiasi, Garuda Indonesia memohon perpanjangan PKPU selama 30 hari, terhitung sejak 30 Mei lalu. Tim Garuda Indonesia pun mengajukan usulan penyelesaian kewajiban usaha melalui arus kas operasional, konversi nilai utang menjadi ekuitas, modifikasi ketentuan pembayaran baru jangka panjang dengan periode tenor tertentu. (Yetede)
Saham Grup Panin Melesat, Valuasinya Mulai Murah
Investor saham-saham emiten Grup Panin, bersorak. Dalam beberapa hari terakhir, terjadi kenaikan signifikan terhadap hampir semua saham yang masuk dalam tentakel bisnis taipan Mu'min Ali Gunawan ini. Hal serupa juga terjadi pada saham-saham Grup Panin lainnya. Misal, saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) melonjak 28,36% ke posisi Rp 86 per saham dari hari sebelumnya. Geliat saham PNBS sudah terlihat sejak Juni lalu saat di tutup di level Rp 67 per saham. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menilai saham Grup Panin terkerek sentimen penjualan saham PNBN milik ANZ. Ini sejatinya niat yang sudah lama direncanakan. "Tema penjualan saham akan menjadi isu paling sensitif untuk saham-saham yang memiliki valuasi yang murah dan fundamental yang bagus. Karena transaksi penjualan saham akan mengacu pada kondisi atau nilai fundamental," terang alfred. Analis RHB Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan, dari segi teknikal, saham-saham Grup Panin sudah jenuh beli. Alhasil, saham-saham ini rawan turun akibat profit taking. "Tapi secara valuasi, saham-saham Grup Panin masih murah. Rata-rata PBV masih di bawah 1," kata Wafi.









