;

Karena Seniman dan Korporasi Harus Berkolaborasi

Ekonomi Yuniati Turjandini 11 Jun 2022 Investor Daily (H)
Karena Seniman dan Korporasi Harus Berkolaborasi

"......Apa agamamu? Agamaku air yang membersihkan pertanyaanmu..." Sepenggal puisi karya penyair  Philipus Joko Pinurbo (Jokpin) itu dibacakan budayawan dan aktor kawakan, Butet Kertarejasa, dengan dada bergetar. Suaranya yang parau seakan hendak meremukan tongkat stainless yang menopang tubuhnya  diatas panggung. "Ini pertanyaan kotor yang harus kita perangi," tegas Butet, usai membacakan potongan sajak berjudul Buku Latihan Tidur tersebut. Ia membacakannya disela-sela makan malam sederhana di sebuah restoran  nun jauh di kalimantan sana. Restoran bernama Bontang Kuring  itu terletak di tepi Danau Permai  yang senyap dan rimbun. 

Acara yang berlangsung pada Selasa malam itu dihadiri sekumpulan seniman, wartawan, karyawan PKT. Selain Butet Kertarejasa, sekitar 30 pentolan seniman lain dari berbagai daerah  hadir pada acara itu, diantaranya Nasirun (pelukis), Agus Noor (penyair/cerpenis), Jokpin (penyair), Putu Wijaya (pelukis) Jumaldi Alfi (sastrawan), Bambang Heras (pelukis, dan Inggit Putria Marga (penyair). Kehadiran para seniman dari berbagai daerah di PKT tentu saja bukan tanpa alasan "Kami ingin menjadikan industri lebih berbudaya, lebih beradab, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal kepada seluruh stockholders," kata Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi kepada Investor Daily. (Yetede)

Tags :
#Dalam Negeri
Download Aplikasi Labirin :