;

Anggota Komite PC-PEN Dihentikan Akhir 2022

Yuniati Turjandini 11 Jun 2022 Investor Daily (H)

Anggota Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) akan dihentikan pada akhir 2022. Sebab, sejalan dengan pemulihan kondisi pandemi Covid-19, pemerintah akan menggunakan anggaran penanganan krisis global lewat Global Crisis Response Group (GCRG). "Bukan berarti Komite PC-PEN tidak ada kemudian program-program  memperkuat daya beli masyarakat, bansos, dan sebagainya tidak ada. Ini tetap akan ada dan jadi program reguler di masing-masing K/L (Kementerian/Lembaga)." ucap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. Mengenai program kartu prakerja, Susi mengatakan, program tersebut sudah berjalan sejak awal 2020. Namun, karena kondisi pandemi Covid-19, pemerintah memutuskan untuk mengubah program tersebut menjadi program semi bansos. (Yetede)

Karena Seniman dan Korporasi Harus Berkolaborasi

Yuniati Turjandini 11 Jun 2022 Investor Daily (H)

"......Apa agamamu? Agamaku air yang membersihkan pertanyaanmu..." Sepenggal puisi karya penyair  Philipus Joko Pinurbo (Jokpin) itu dibacakan budayawan dan aktor kawakan, Butet Kertarejasa, dengan dada bergetar. Suaranya yang parau seakan hendak meremukan tongkat stainless yang menopang tubuhnya  diatas panggung. "Ini pertanyaan kotor yang harus kita perangi," tegas Butet, usai membacakan potongan sajak berjudul Buku Latihan Tidur tersebut. Ia membacakannya disela-sela makan malam sederhana di sebuah restoran  nun jauh di kalimantan sana. Restoran bernama Bontang Kuring  itu terletak di tepi Danau Permai  yang senyap dan rimbun. 

Acara yang berlangsung pada Selasa malam itu dihadiri sekumpulan seniman, wartawan, karyawan PKT. Selain Butet Kertarejasa, sekitar 30 pentolan seniman lain dari berbagai daerah  hadir pada acara itu, diantaranya Nasirun (pelukis), Agus Noor (penyair/cerpenis), Jokpin (penyair), Putu Wijaya (pelukis) Jumaldi Alfi (sastrawan), Bambang Heras (pelukis, dan Inggit Putria Marga (penyair). Kehadiran para seniman dari berbagai daerah di PKT tentu saja bukan tanpa alasan "Kami ingin menjadikan industri lebih berbudaya, lebih beradab, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal kepada seluruh stockholders," kata Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi kepada Investor Daily. (Yetede)

Ragu Perbudakan akan Pupus

Yuniati Turjandini 11 Jun 2022 Tempo (H)

Ahmad Aditya, pemuda keturunan suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, masih mengingat ketika ia bekerja sebagai kapal penangkapan ikan berbendera Taiwan dan Cina, empat tahun lalu. Pria lajang berusia 25 tahun ini memang tak mendapat perlakuan kekerasan seperti ABK lainnya di kapal tempatnya bekerja. Tapi ia tak menerima bayaran periode 2018 dan 2019. "Gaji saya selama dua tahun senilai Rp71,4 juta tidak dibayar oleh perusahaan agensi di Indonesia," kata Aditya, Jumat, 10 Juni 2022. Saat itu, Aditya bekerja di kapal berbendera asing tersebut bersama 19 ABK lainnya. 

Diantara koleganya tersebut, ada yang sempat mendapat perlakuan kasar. Tapi perlakuan itu dianggap tak seberapa dibanding pelaut Indonesia lainnya yang bekerja di kapal berbendera asing. Yang harus kehilangan nyawa. Bedanya, Aditya dan ABK yang berlayar bersamanya tak mendapat gaji. Mereka harus berkali-kali mengadu ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, yang sekarang berganti nama menjadi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. "Sampai sekarang belum ditindak lanjuti," kata Aditya. (Yetede)

Tak Sempurna Perlindungan Pelaut Indonesia

Yuniati Turjandini 11 Jun 2022 Tempo (H)

Pegiat buruh migran menilai masih ada sejumlah celah dalam Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penempatan dan Perlindungan Awak Kapal Niaga Migran dan Awak Kapal Perikanan Migran. Misalnya, PP itu belum tegas mengatur perjanjian antar pemerintah (G to G) serta antar perusahaan (B to B) untuk melindungi anak buah kapal (ABK) Indonesia di luar negeri, "Mungkin perlu dipertegas lagi, seberapa dalam G to G dan B to B tersebut," kata Dewan Direksi Migrant Care, Anis Hidayah, Jumat 10 2022. Ia mengatakan harusnya pemerintah mendorong agar perjanjian antar pemerintah bukan sekedar pelengkap. Perjanjian antar-pemerintah tersebut semestinya menjadi pijakan utama dalam penempatan pelaut Indonesia di kapal asing. Anis juga menyoroti mekanisme pemantauan terhadap pelaut Indonesia ketika belum ataupun tengah kerja di kapal berbendera asing.  Pemantauan sebelum bekerja tersebut sangat penting karena pemerintah bisa mengukur sejak dini potensi perbudakan ketika  para ABK itu bekerja di kapal asing nantinya. (Yetede)

Tahap Akhir Melobi Kreditor

Yuniati Turjandini 11 Jun 2022 Tempo (H)

PT Garuda Indonesia Tbk tengah memaksimalkan negosiasi dengan kreditor menjelang pemungutan suara atas proposal perdamaian dan putusan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) pada 20 Juni mendatang. Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan perundingan yang harus dirampungkan oleh manajemennya tinggal sedikit. "semua kooperatif. Cuma memang ada sisa hal-hal kecil yang perlu diketok (diputuskan),"kata dia kepada Tempo, kemarin. Perusahaan saham berkode GIAA ini masih menanggung beban utang Rp139 triliun hingga akhir 2021. Upaya restrukturisasi sangat bergantung pada persetujuan para kreditor, khususnya para penyewa pesawat atau lessor yang memegang 70% klaim utang tersebut. Demi negosiasi, Garuda Indonesia memohon perpanjangan PKPU selama 30 hari, terhitung sejak 30 Mei lalu. Tim Garuda Indonesia pun mengajukan usulan penyelesaian kewajiban usaha melalui arus kas operasional, konversi nilai utang menjadi ekuitas, modifikasi ketentuan pembayaran baru jangka panjang dengan periode tenor tertentu. (Yetede)

Saham Grup Panin Melesat, Valuasinya Mulai Murah

Hairul Rizal 11 Jun 2022 Kontan

Investor saham-saham emiten Grup Panin, bersorak. Dalam beberapa hari terakhir, terjadi kenaikan signifikan terhadap hampir semua saham yang masuk dalam tentakel bisnis taipan Mu'min Ali Gunawan ini. Hal serupa juga terjadi pada saham-saham Grup Panin lainnya. Misal, saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) melonjak 28,36% ke posisi Rp 86 per saham dari hari sebelumnya. Geliat saham PNBS sudah terlihat sejak Juni lalu saat di tutup di level Rp 67 per saham. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menilai saham Grup Panin terkerek sentimen penjualan saham PNBN milik ANZ. Ini sejatinya niat yang sudah lama direncanakan. "Tema penjualan saham akan menjadi isu paling sensitif untuk saham-saham yang memiliki valuasi yang murah dan fundamental yang bagus. Karena transaksi penjualan saham akan mengacu pada kondisi atau nilai fundamental," terang alfred. Analis RHB Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan, dari segi teknikal, saham-saham Grup Panin sudah jenuh beli. Alhasil, saham-saham ini rawan turun akibat profit taking. "Tapi secara valuasi, saham-saham Grup Panin masih murah. Rata-rata PBV masih di bawah 1," kata Wafi.

Runtuhkan Ego Sektoral untuk Reforma Agraria

Yoga 10 Jun 2022 Kompascom (H)

Reforma agraria yang bertujuan mempersempit ketimpangan penguasaan dan kepemilikan tanah serta meningkatkan akses ekonomi dan kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya berjalan optimal. Selain mencari terobosan, pemerintah juga perlu menanggalkan ego sektoral antar-kementerian dan lembaga yang ditengarai menjadi kendala dalam percepatan pelaksanaan reforma agraria. Dari berbagai program reforma agraria, baru pemberian legalitas tanah rakyat yang berjalan optimal. Sampai saat ini sudah 80,6 juta bidang tanah yang bersertifikat, naik dua kali lipat dari tahun 2015, di mana baru 46 juta dari 126 juta tanah di Indonesia yang bersertifikat. Sementara itu, program lain, seperti redistribusi tanah dan perhutanan sosial, masih belum optimal. Data Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dari target 4,1 juta hektar pelepasan kawasan hutan, baru sekitar 7 persen atau 210.828 hektar yang terealisasi.

Presiden Jokowi mengungkapkan, ego sektoral antar-kementerian menjadi salah satu kendala dalam penyelesaian berbagai persoalan pertanahan. Presiden mencontohkan persoalan penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk suku Bajo di Wakatobi, Sulteng, yang tinggal di atas air. ”Ternyata ributnya antar kementerian. Ndak bisa, Pak, ini haknya KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) juga. Ndak bisa, Pak, ini adalah kawasan hutan lindung karena di sana ada koral, ada terumbu karang, itu hak kami,” ujar Presiden dalam pembukaan pertemuan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Wakatobi, Kamis (9/6). Pertemuan GTRA ini membahas berbagai kendala sekaligus terobosan untuk menyelesaikan persoalan agrarian di Tanah Air.

Ketika dipaksa berkomunikasi, masalah yang tertahan berpuluh tahun akhirnya bisa diselesaikan hanya dalam dua minggu. Oleh karena itu, Presiden meminta semua kementerian/lembaga dan pemda menghentikan ego sektoral demi mengakselerasi reforma agraria. Dalam acara itu, Presiden menyerahkan 525 sertifikat HGB kepada warga Kampung Mola yang sebagian tinggal di atas air. Presiden juga menyerahkan sertifikat atas 10 pulau-pulau terluar kepada Kemenhub dan KKP. Pemberian sertifikat bagi masyarakat pesisir merupakan salah satu program dari reforma agraria. Setelah delapan tahun program itu berjalan, baru kali ini pemerintah berhasil menerbitkan sertifikat untuk wilayah perairan. (Yoga)


BISNIS BAJU BEKAS, Berburu Mode Bermerek lewat ”Thrifting”

Yoga 10 Jun 2022 Kompas (H)

Leoni Aliyah (22) mahasiswi ISI Surakarta berkeliling ke puluhan los penjual pakaian bekas di Pasar Klithikan Notoharjo,  Surakarta, Jateng, Rabu (8/6). Setelah dua jam pilihannya jatuh pada sebuah celana jogger. Setelah mengecek lewat internet, ia memastikan barang itu asli keluaran sebuah merek terkenal asal Amerika Serikat. Awalnya, dijual Rp 125.000. setelah ditawar, akhirnya dapat Rp 85.000. Senang rasanya ujar Leoni seraya tersenyum. Bagi gadis asal Sidoarjo, Jatim, itu, tawar-menawar harga penting dalam berburu pakaian bekas. Keberhasilan membeli pakaian dengan harga murah menjadi kepuasan tambahan, selain mendapat barang bermerek atau berkualitas. Kegiatan berbelanja demi mendapatkan harga barang lebih murah dan barang tidak biasa, seperti selera pasar saat ini atau belakangan ngetren dengan istilah thrift shopping atau thrifting, baru diikuti Leoni dua tahun ini. Semula ia diajak kakak-kakak tingkatnya ke Pasar Notoharjo. Lama-lama, ia ketagihan. Pasar menjadi pilihan utamanya meski festival lapak pakaian bekas juga marak di Surakarta.

Menurut Agustinus Cyto Kurniawan (25), warga Surakarta, sensasi berburu pakaian bekas bermerek lebih menyenangkan dilakukan di pasar. Terkadang, hasilnya berbuah kejutan. Harganya biasanya lebih murah. ”Saya pernah dapat jaket zipper bergaya Jepang. Sampai pernah ditawar orang harga Rp 200.000. Itu dapatnya dari ngawul atau yang sekarang dikenal dengan istilah thrifting,” katanya. Ia ikut menjadi pemburu pakaian bekas setelah duduk di bangku kuliah pada 2015. Barang buruannya adalah jaket dengan model sweater, crewneck, hoodie, dan varsity. Bagi Cyto, pakaian bekas yang dibeli tak harus bermerek. Yang terpenting cocok dengan gaya personalnya, yaitu retro, vintage, atau lawas. ”Soalnya pakaian bekas ini, memang barang-barang lama di luar negeri. Jadi, gayanya pasti lawas. Model klasik begini  aku suka. Di samping harganya miring,” ujarnya. Sejak 2020, Cyto rajin membuat konten media sosial Tiktok. Pada 2021, ia terinspirasi membuat konten berpakaian lawas. Ternyata banyak yang menyukai. Citra lawas pun menjadi identitasnya kini. (Yoga)


Korporasi Sawit Bisa Dijerat Dugaan Monopoli

Yoga 10 Jun 2022 Kompas

Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia Boyamin Saiman, Kamis (9/6) menegaskan, selain tindak pidana korupsi, Kejaksaan Agung juga dapat memperluas penyidikan ekspor minyak sawit mentah beserta turunannya ke dalam dugaan pencucian uang dan  monopoli pasar oleh korporasi. Namun, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi keterlibatan korporasi dalam hal itu. (Yoga)

Target Mengakhiri Kemiskinan Terganggu

Yoga 10 Jun 2022 Kompas

Harapan PBB untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem terganggu. Perang Rusia dan Ukraina, pandemi, serta kerusakan lingkungan meningkatkan penderitaan jutaan orang di dunia. Laporan Platform Respons Krisis Global (GCRP) PBB, Rabu (8/6) di New York  menyebutkan, saat ini sekitar 60 % pekerja memiliki pendapatan riil lebih rendah daripada sebelum pandemi Covid-19. (Yoga)

Pilihan Editor