Tidak Perlu ”FOMO” dalam Berinvestasi
Fear of missing out atau FOMO biasanya dikaitkan dengan kecenderungan orang untuk tidak mau ketinggalan suatu tren karena banyak orang yang melakukannya. Apalagi di media sosial, banyak hal viral yang membuat orang FOMO, termasuk investasi. Selain itu, muncul fenomena pemengaruh (influencer) atau selebgram mempromosikan suatu produk investasi dengan iming-iming imbal hasil tinggi dan risiko rendah. Banyak masyarakat yang terpikat, tanpa pikir panjang dan mengecek legalitas dan logis, langsung menaruh uang pada produk tersebut.
Sekarang jenis investasi makin beragam dan semakin mudah dilakukan, semua transaksi bisa dilakukan secara daring melalui ponsel. Investasi di aset kripto, misalnya, cukup booming di kalangan anak muda dengan untung yang dinilai menggiurkan. Cryptocurrency merupakan mata uang digital yang ada dan digunakan di dunia maya. Namun fluktuasinya sangat tinggi yang artinya berbanding lurus dengan risikonya. OJK tidak melakukan pengawasan dan pengaturan aset kripto, tetapi oleh Bappebti. Fenomena lain yang ramai adalah binary option, yaitu menebak di antara dua pilihan harga emas, saham, atau forex. Dengan kata lain, tidak ada underlying barang yang diperdagangkan mengingat sifatnya hanya untung-untungan dalam menebak harga suatu komoditas sehingga mirip judi. OJK juga menyatakan tak pernah mengeluarkan izin untuk binary option.
Satgas Waspada Investasi yang merupakan kumpulan berbagai otoritas di Indonesia secara periodik mengumumkan produk investasi ilegal serta memblokir situsnya. Walau tak tertutup kemungkinan munculnya modus investasi dengan iming imingi imbal hasil yang besar lainnya. Agar tidak FOMO, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi. Pertama, pahami tujuan investasi. Kedua, informasi dari sumber yang terpercaya. Ketiga, pahami kondisi keuangan pribadi. Gunakan ”uang dingin” atau bukan uang yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, apalagi uang pinjaman. Investasi bukanlah kompetisi tentang siapa yang dapat meraih imbal hasil paling tinggi. Investasi sejatinya lebih pada berkompetisi dengan diri sendiri agar dapat meraih tujuan finansial melalui berbagai instrumen keuangan dan investasi. (Yoga)
Menengok Pabrik Air Zamzam
”Kami menyaring air zamzam dari Kabah di Masjidil Haram lalu mengemasnya dalam botol-botol,” kata Hassan Mahmoud Abu Al-Faraj, Direktur Pelaksana Syarikah al-Zamazemah, di kawasan Zaidi, pinggiran Mekkah, Arab Saudi, Rabu (20/7) malam. Malam itu, Kompas bersama Media Center Haji menengok pabrik pengemasan air zamzam. Lokasinya di pinggiran Mekkah, 15 km dari Masjidil Haram. Bangunan besar itu terdiri atas dua lantai. Sambil berbincang di lantai dua, dari dinding kaca bening, kami melihat pengemasan air zamzam di lantai pertama. Hanya beberapa orang berjaga. Selebihnya dipenuhi mesin-mesin besar. ”Tidak lagi manual, hampir semua proses di sini dikerjakan oleh mesin,” ujar Hassan. Dengan cara kerja itu, pabrik memproduksi 10.000 botol air dalam satu jam.
Pabrik ini mendapat mandate dari Kerajaan Arab Saudi untuk memasok air zamzam bagi jemaah haji. Ini layanan gratis, tidak dijual. Air kemasan dikirim ke hotel-hotel lantas dibagikan kepada semua jemaah. Pada musim haji, pabrik mendistribusikan 1 juta liter air zamzam setiap hari dalam kemasan botol, antara lain berisi 330 mililiter air. Di dinding pabrik tertempel peta lama. Usamah Abdullah Soleh Abduh, Manajer Bagian Kedaruratan dan Keselamatan Syarikah al-Zamazemah, menunjukkan, sumber air zamzam berada di bawah Kabah, tepatnya di dekat maqam Ibrahim. Di bawah lantai ada sumur berkedalaman 30 meter. Di dalamnya ada saluran mata air dari Hijr Ismail dan Bukit Shafa dan Marwa. (Yoga)
Orang Kaya Jangan Pakai BBM Subsidi
Orang-orang kaya pemilik kendaraan mewah diimbau jangan memakai BBM subsidi. Karena itu, pemerintah diminta segera menerapkan kebijakan pembatasan pemakaian BBM subsidi jenis Pertalite dan solar agar tepat sasaran dan menjaga kuotanya tidak cepat habis sebelum tahun 2022 berakhir. "Over qouta masih bisa ditekan bila pemerintah segera menetapkan jenis kendaraan yang berhak membeli Solar subsidi dan Pertalite," kata Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati dalam rapat dengar dengan Komisi VI DPR, belum lama ini. Pembatasan jenis kendaraan yang berhak menggunakan Solar subsidi dan Pertalite akan diatur dalam revisi Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Nanti platform MyPertamina menjadi instrumen penyaluran BBM Solar subsidi dan Pertalite tepat sasaran. (Yetede)
MyPertamina, Demi Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran
Seiring dengan volume produk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang meningkat, PT Pertamina (persero) melaksanakan berbagai upaya untuk menjaga agar besaran kuota penyaluran yang telah ditetapkan Pemerintah tidak terlampaui. Upaya ini salah satunya dilakukan melalui optimalisasi digitalisasi SPBU yakni menggunakan sistem pendaftaran pengguna BBM jenis BBM tertentu dan jenis BBM Khusus Penugasan (JBT-JBKP), melalui platform MyPertamina. Melalui aplikasi ini, segmen pengguna diharapkan dapat dimonitor dengan baik dan penyaluran kedua jenis BBM tersebut menjadi lebih tetap sasaran. Aplikasi ini juga digunakan juga untuk menyalurkan LPG bersubsidi kemasan 3 kg. Layaknya sebuah proyek baru, hal ini tentu saja menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Saat ini, sekitar 85% SPBU di seluruh Indonesia telah tersedia dan terkoneksi dengan MyPertamina. Dari sisi pengguna, MyPertamina telah diunduh sebanyak 23 juta dan pengguna aktifnya mencapai 2,5 juta user per bulan. (Yetede)
Tumbuh 10,3% Outstanding Kredit Juni Capai Rp 6.156 Triliun
Bank Indonesia (BI) mencatat, outstanding penyaluran kredit perbankan mencapai Rp6.156,2 triliun pada Juni 2022, tumbuh 10,3% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan penyaluran kredit pada bulan sebelumnya yang sebesar 8,7% (yoy) atau mencapai Rp 5.996,6 triliun. Peningkatan pertumbuhan kredit terjadi pada golongan debitur korporasi maupun perorangan. Kredit kepada korporasi meningkat 12,5% (yoy) per Juni menjadi Rp3.197,4 triliun, lebih tinggi dari Mei menjadi 9,7% (yoy). Sementara itu kredit kepada perorangan juga tumbuh lebih tinggi dari 9% per Juni 2022 dengan penyaluran kredit Rp2.914,1 triliun. Berdasarkan jenis penggunaan, akselerasi penggunaan kredit pada Juni 2022 terjadi baik pada kredit modal kerja, investasi, maupun konsumsi. Kredit modal kerja, investasi, maupun konsumsi, meningkat 12,6% (yoy) menjadi Rp 2.882,4 triliun pada Juni 2022 lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 10,9% (yoy) Peningkatan kredit modal kerja terjadi pada sektor industri pengolahan, serta sektor keuangan , real estat dan jasa perusahaan. (Yetede)
Perum Bulog Genjot Pemasaran Pangan Daring
Perum bulog meningkatkan pemasaran dan memperluas jangkauan produk pangan komersial ke setiap lapisan masyarakat dengan memanfaatkan pasar daring melalui platform iPanganDotCom. Secara nasional, omzet Bulog dari penjualan pangan daring tersebut mencapai Rp 700 juta setiap bulan atau Rp 8 miliar setiap tahun dan komoditas beras adalah produk yang paling banyak pembelinya. "Platform ini merupakan bentuk respons kami terhadap perkembangan pasar karena pasar sekarang tidak hanya fisik tapi juga e-commerce," kata Awaludin di Gedung Bulog Tambak Aji, Semarang. Bulog memproduksi aneka produk berkualitas unggul dan premium demi merebut pangsa pasar, salah satunya beras dengan berbagai merek. Dan sebagai salah satu komoditas pangan yang juga mempengaruhi inflasi, Presiden mengarahkan agar mempersiapkan kebutuhan gula nasional dengan baik, yakni bertahap mengurangi impor dan mencapai swasembada gula dalam lima tahun. (Yetede)
Perhimpunan Dokter Forensik Dilibatkan dalam Ekshumusi Brigadir J
Perhimpunan Kedokteran Forensik akan terlibat dalam autopsi ulang jenazah Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang akan dilakukan polisi. "Pihak eksternal berdasarkan komunikasi saya dengan penyidik maupun kedokteran forensik ya, mereka sudah berkomunikasi dengan Perhimpunan Kedokteran Forensik Indonesia," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat. Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, keluarga telah mengajukan beberapa rumah sakit yang terkait autopsi ulang itu. Salah satunya RSCM. Sementara itu, makam almarhum Bripda Nofriansyah Yosua Hutabarat di Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi, kini dijaga kerabat menjelang autopsi ulang yang melibatkan pihak independen setelah kuasa hukum keluarga melaporkan kejanggalan kematiannya ke Mabes Polri. (Yetede)
Presiden: Penataan Labuan Bajo Terintegrasi
Setelah meresmikan penataan Kawasan Pulau Rinca, Waterfront Marina, dan Sistem Pengelolaan Sampah Warloka, Presiden Joko Widodo, kembali meresmikan infrastruktur Pendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, yakni Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wae Mese II, Presiden mengungkapkan, dengan peresmian SPAM Wae Mese II, artinya penataan Labuan Bajo terintegrasi semua. "Dari airnya, listriknya penataan kawasannya semua terpadu sehingga kebutuhan yang ada peningkatan investasi utamanya hotel," kata Presiden Jokowi. SPAM Wae Mese II dibangun dengan kapasitas 100 liter per detik. SPAM Wae Mese II melengkapi SPAM Wae Mese yang sebelumnya telah dibangun dengan kapasitas 40 liter per detik. Lingkup pekerjaan adalah pembangunan intake air baku, jaringan perpipaan transmisi air baku, sistem pengolahan air bersih dan reservoir distribusi. Proyek ini dikerjakan pada November 2020 sampai awal 2022 dikerjakan oleh kontraktor PT Amarta Karya dengan nilai kontrak Rp 105,05 miliar. (Yetede)
Pemerintah Buka Kesempatan Penambangan Timah Legalisasi Perizinan
Pemerintah membuka kesempatan bagi penambang timah ilegal di Bangka Belitung untuk mengurus perizinan kegiatan tambang. Legalisasi tambang liar merupakan upaya menekan kerusakan lingkungan dan meningkatkan penerimaan negara. Pejabat (PJ) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin mengatakan masyarakat bisa mendatangi eks rumah dinas Wakil Gubernur di Pangkal Pinang untuk mengurus perizinan tambang. Nanti masyarakat akan mendapat pengarahan kelengkapan dokumen dan lain-lain guna mendapat lisensi pertambangan. "Sebagai PJ Gubernur yang saya lakukan menata pertambangan ilegal. Tidak ada alasan pihak yang melakukan kegiatan ilegal tidak mampu mengurusnya. Pemerintah sudah membuka jalan." kata Ridwan dalam diskusi secara hybrid, Jakarta. (Yetede)
Dunia Makin Dekat Menuju Malapetaka
Awal April 2016, lebih dari 100 media massa lintas negara segera serentak mempublikasikan Panama Papers, proyek kolaborasi riset dan peliputan investigasi yang bersumber dari bocoran dokumen rahasia Mossack Fonseca. Firma hukum asal Panama. Dikoordinasi oleh International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), publikasi Panama Papers menguak praktik lancung perusahaan-perusahaan cangkang di negara-negara suaka pajak yang menjadi kedok konglomerat, politikus kondang, selebritas, olahragawan, hingga buronan kejahatan keuangan. Kala itu, Tempo, sebagai satu-satunya media di Indonesia yang bergabung dalam proyek Panama Papers, turut mengungkapkan sederet Taipen dan poltikus papan atas diantara ratusan warga negara Indonesia yang mendirikan perusahaan cangkang lewat Mossack Fonseca. Kendati pemerintah berikrar akan menindaklanjuti skandal Panama Papers, sejauh ini hanya Harry Azhar yang terkena sanksi ringan berupa teguran oleh Mahkamah Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan. Kala itu, Harry yang menjabat Ketua BPKK, tercatat memiliki perusahaan cangkang di British Virgin Islands. (Yetede)









