;

UPAH BURUH, Belajar dari Kesalahan

Yoga 28 Jul 2022 Kompas

Polemik upah minimum tahun 2022 belum selesai bergulir, tetapi kebijakan upah minimum 2023 sudah di depan mata. Meski masih tiga bulan lagi sampai penetapan, diskusi seputar upah minimum sudah sepatutnya dibahas dari sekarang untuk mengevaluasi sistem pengupahan yang kini berlaku dan menghindari mengulangi kesalahan yang sama tahun depan. Untuk pertama kalinya, tahun ini, kenaikan upah minimum berada di bawah tingkat inflasi tahun berjalan.

Tingkat inflasi tahunan ketika kebijakan upah minimum 2022 ditetapkan adalah 1,66 % (Oktober 2021). Jika ditelisik satu per satu, mayoritas provinsi saat itu memiliki tingkat inflasi lebih tinggi daripada persentase kenaikan upah minimum. Setengah tahun berlalu setelah kebijakan upah minimum 2022 berlaku, inflasi tahunan sudah 4,35 % secara tahunan (Juni 2022) dan diperkirakan terus meningkat hingga 5 persen pada akhir tahun ini.

Survei Angkatan Kerja Nasional terbaru pada Februari 2022 menunjukkan, 50,61 % pekerja di Indonesia masih digaji di bawah upah minimum. Dalam empat tahun terakhir, hanya 48-57 % pengusaha yang patuh menggaji buruh sesuai standar minimum. Dalam kondisi lebih banyak pekerja digaji di bawah atau sebesar upah minimum, peran upah minimum sebagai instrumen jaring pengaman bagi pekerja seharusnya lebih diperkuat. Sudah selayaknya kebijakan upah minimum tahun 2023 ditetapkan di atas inflasi atau seminim-minimnya selaras dengan inflasi. (Yoga)


DKI Ajukan Banding Soal Upah Minimum 2022

Yoga 28 Jul 2022 Kompas

Pemprov DKI Jakarta akan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta yang membatalkan Keputusan Gubernur Nomor 1517 Tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi 2022. ”Kami berharap dengan upaya banding ini besaran UMP senilai Rp 4.641.852 sesuai Kepgub Nomor 1517 Tahun 2021 tidak dibatalkan, ”kata Kepala Biro Hukum Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Yayan Yuhanah, Rabu (27/7). (Yoga)

Subsidi Energi Bengkak, Pembatasan BBM di Agustus

Hairul Rizal 28 Jul 2022 Kontan (H)

Anggaran subsidi energi 2022 berisiko terus membengkak. Ini adalah konsekuensi atas keputusan pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik bersubsidi, di tengah kenaikan harga minyak global. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut semula anggaran kompensasi kepada Pertamina dan PLN tahun ini cuma Rp 18,5 triliun. Atas persetujuan DPR ditambah menjadi Rp 275 triliun menjadi Rp 293,5 triliun. Agar Subsidi tak membengkak, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, pemerintah akan merevisi Perpres 191/2014 tentang pembatasan penjualan BBM bersubsidi. "Insyaallah Agustus, item pengaturan BBM bersubsidi sudah ada." kata Arifin.

Realisasi PEN Baru 32,2%

Hairul Rizal 28 Jul 2022 Kontan

Kementerian Keuangan mencatat realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 22 Juli 2022 telah mencapai Rp 146,7 triliun. Realisasi tersebut baru 32,2% dari alokasi anggaran PEN tahun ini yang sebesar Rp 455,62 triliun.

Mencari Saham Salim Pembagi Dividen

Hairul Rizal 28 Jul 2022 Kontan

Empat emiten Grup Salim kompak menebar deviden dengan nilai total keseluruhan mencapai Rp 5,49 triliun, Keempatnya yaitu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT. Salim Invomas Pratama Tbk (SIMP) dan PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Cum dividen keempat saham ini jatuh pada awal Agustus mendatang. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menyampaikan, di antara keempat saham tersebut, dia mengunggulkan LSIP. Alasannya yield yang diberikan dividen perusahaan sawit ini menarik. 

Transaksi QRIS Hampir Menembus Rp 9 Triliun

Hairul Rizal 28 Jul 2022 Kontan

Transaksi digital menggunakan teknologi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) semakin familiar. Hal ini terekam dalam data Bank Indonesia (BI). Volume transaksi QRIS bertumbuh 156% secara tahunan menjadi 74,01 juta di Juni 2022 lalu. Kenaikan juga terlihat dari nominal transaksi QRIS sebesar Rp 8,6 triliun yang tumbuh 333% secara tahunan. Di tahun ini, BI menargetkan ada 15 juta pengguna baru yang hingga Juni lalu sudah ada sekitar 9,6 juta lebih. Tahun lalu BI mencatat ada 11,5 juta pengguna yang memakai teknologi QRIS. Direktur Eksekutif Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (APSI), Susiana Suhendra juga memberikan gambaran kenaikan transaksi QRIS yang signifikan itu. "Nominal transaksinya mencapai Rp 9 triliun, ini meningkat 9 kali dibandingkan awal tahun 2020,"ujarnya.

Ciputra Genjot Proyek di Luar Jawa

Hairul Rizal 28 Jul 2022 Kontan

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) telah mengantongi pra penjualan atau marketing sales senilai Rp 3,99 triliun hingga akhir Juni 2022. Grup Ciputra optimistis bisa memenuhi target penjualan pada tahun ini. "Kami masih optimistis target Rp 8,2 triliun bisa tercapai di tahun 2022 dan belum ada perubahan target saat ini," ungkap Direktur CTRA, Tulus Santoso dalam paparan publik, Rabu (27/7). Tulus menambahkan, pada tahun 2022, CTRA juga telah menambah beberapa proyek baru diantaranya proyek CitraLand Tanjung Morawa di Sumatera Utara. Proyek CTRA selanjutnya adalah CitraLand Sampali Kota Deli Megapolitan di Sumatera Utara. 

BABAK BARU RELASI RI-JEPANG

Hairul Rizal 28 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)

Hubungan Indonesia dan Jepang memasuki babak baru, di tengah upaya masing-masing negara memulihkan perekonomiannya dari pandemi Covid-19. Komitmen kedua negara baik terkait perdagangan, investasi, maupun ekonomi akan membawa relasi RI dan Jepang menjadi lebih dalam lagi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke tiga negara yakni China, Jepang, dan Korea Selatan. Jepang menjadi negara kedua yang dikunjungi Jokowi dalam lawatan kali ini. Presiden tiba di Jepang pada Rabu (27/7) dinihari, dan telah bertolak ke Korsel pada Rabu sore. Dalam kunjungan yang relatif singkat tersebut, Kepala Negara bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida untuk membahas sejumlah isu penting; dan menghasilkan sejumlah kesepakatan. Di bidang perdagangan, kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan perdagangan bilateral. Pada 2021, total perdagangan antara Indonesia dan Jepang tercatat sebesar US$32,5 miliar. Adapun, sepanjang Januari-Mei 2022, perdagangan di antara keduanya telah mencapai US$9,7 miliar. Di bidang investasi, kedua negara sepakat melanjutkan kerja sama. Bahkan, lawatan Presiden kali ini berhasil mendulang raihan komitmen investasi baru senilai Rp75,4 triliun di sejumlah bidang, termasuk otomotif, serta energi baru dan terbarukan


Gak Kaleng-Kaleng! Baru Setengah Tahun BRI Cetak Laba Rp24,88 Triliun

Hairul Rizal 28 Jul 2022 Bisnis Indonesia

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif di tengah kondisi perekonomian dunia yang masih penuh dengan tantangan. Hingga akhir Kuartal II 2022, BRI secara konsolidasian (BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp.24,88 triliun atau tumbuh 98,38% year on year (yoy) dengan total aset meningkat 6,37% yoy menjadi Rp.1.652,84 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso pada Press Conference Pemaparan Kinerja Keuangan Kuartal II Tahun 2022 pada Rabu, 27 Juli 2022, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari kemampuan BRI dalam melakukan strategic response yang tepat. Dari sisi pembiayaan, BRI Group berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp.1.104,79 triliun atau tumbuh 8,75% yoy. Penyaluran kredit kepada seluruh segmen pinjaman tercatat tumbuh positif, dengan penopang utama yakni segmen mikro yang tumbuh 15,07%, segmen konsumer tumbuh 5,27%, segmen korporasi tumbuh 3,76% serta segmen kecil & menengah tumbuh 2,71%.

BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga akhir Kuartal II 2022, DPK BRI tercatat tumbuh 3,70% menjadi Rp.1.136,98 triliun. Dana murah (CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI, dimana secara year on year meningkat sebesar 13,38%. Apabila dirinci, Giro tercatat tumbuh 25,63% dan Tabungan tumbuh 8,32%. Secara umum saat ini proporsi CASA BRI tercatat 65,12%, meningkat signifikan dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 59,56%.“Peningkatan CASA yang dilakukan oleh perseroan selaras dengan transformasi yang sedang dijalankan BRI, dimana inisiatif strategis yang dijalankan difokuskan untuk mengakselerasi CASA growth”, ungkapnya.

Menjaga Denyut Ekonomi Stabil

Hairul Rizal 28 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Sejak 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia berangsur-angsur pulih, setelah terkontraksi sepanjang 2020 akibat hantaman pandemi Covid-19. Bahkan, berdasarkan ramalan dari Bank Dunia dan Dana Moneter International (IMF), perekonomian Indonesia sepanjang 2022 dan 2023 berpeluang tumbuh di atas 5 persen (year-on-year/YoY). Jika ramalan itu terjadi, maka capaian ini sangat layak diapresiasi. Sebab, dalam 2 tahun ke depan, perekonomian dunia dihadapkan pada risiko yang besar. Bahkan, Bank Dunia telah memberi peringatan akan potensi besar perekonomian dunia masuk ke jurang resesi. Pemantik dari resesi ekonomi dunia ini adalah meletusnya invasi militer Rusia terhadap Ukraina. Sudah lebih dari 6 bulan, invasi militer ini masih terus berlanjut. Berbagai diplomasi telah dilakukan untuk mengakhiri invasi ini, termasuk oleh Presiden Jokowi. Salah satu dampak dari invasi ini terganggunya pasokan berbagai komoditas (energi, pangan, dan mineral). Namun, mengingat motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi Rumah Tangga (RT). Maka, menjaga vitalitas konsumsi RT menjadi sangat penting, agar denyut pertumbuhan ekonomi tidak melemah dengan cepat. Seperti yang sudah terjadi di negara-negara berkembang lainnya.

Pilihan Editor