Harga Gula Petani Diminta Dijaga
Pada musim giling tebu tahun ini, petani mengajukan empat permintaan kepada pemerintah. Mereka meminta agar harga gula petani dijaga, realisasikan subsidi gula petani Rp 1.000 per kg, hentikan impor gula konsumsi dan bahan bakunya, serta perbaiki neraca gula nasional. Ketum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) Soemitro Samadikoen (6/8) mengatakan, pemerintah perlu menjaga harga gula petani pada musim giling tebu dan lelang di level Rp 12.500 per kg. Saatini, harga gula petani masih di kisaran harga pokok pembelian (HPP), yakni Rp 11.500 per kg, bahkan ada yang menawar di bawah itu.
Harga gula hasil lelang itu jauh di bawah harga gula Kristal putih (GKP) atau gula pasir di pasar konsumsi yang dalam dua bulan terakhir ini di atas Rp 14.000 per kg. Padahal, pemerintah sudah mematok harga acuan penjualan (HAP) GKP di tingkat konsumen akhir Rp 13.500 per kg. Menurut Soemitro, jika gula petani dihargai di kisaran HPP, modal petani pasti akan tergerus. Pasalnya, seluruh komponen biaya produksi meningkat drastis, terutama pupuk yang berkontribusi 17 % dari biaya tersebut. (Yoga)
Berkah dan Ancaman Harga Tinggi Emas Hitam
Sejak akhir 2021, harga batubara di pasar global terus menanjak, abahkan awal Agustus 2022, harga ”emas hitam” mencapai 390-400 USD per ton. Sebagai negara pengekspor, Indonesia mendapat rezeki nomplok, tetapi di sisi lain, ada ancaman seretnya pasokan di dalam negeri. Belum hilang dari ingatan, krisis energi yang mengancam Indonesia persis di pergantian tahun 2021 ke 2022. Seiring membaiknya ekonomi dunia, harga batubara internasional saat itu melonjak. Sejumlah pengusaha lebih memilih mengekspor batubara ketimbang memasok kebutuhan dalam negeri (DMO) yang dipatok seharga 70 USD per ton. Pemerintah kemudian melarang ekspor batubara per 1-31 Januari 2022 demi memenuhi kebutuhan batubara PLN guna mencegah pemadaman listrik massal.
Namun, 10 hari kemudian, ekspor kembali dibuka. Kebijakan diikuti pengetatan sanksi terhadap perusahaan yang belum memenuhi DMO. Harga batubara kini kian melambung sebagai dampak dari perang Rusia-Ukraina. Menurut ICE Newcastle, seperti disajikan Investing.com, harga batubara melonjak dari 233 USD per ton pada 14 Februari 2022 menjadi 417 USD per ton pada 28 Februari. Setelah itu, turun menjadi 259 USD per ton pada 28 Maret 2022. Akan tetapi, setelah itu lompatan kembali terjadi. Bahkan, sejak 2 Mei hingga awal Agustus 2022, harga batubara tak pernah di bawah 380 USD per ton, dengan capaian tertinggi pada 16 Mei seharga 417 USD per ton.
Di tengah ketidakpastian pasokan gas akibat perang Rusia-Ukraina permintaan batubara di Eropa memang meningkat. Di sisa 2022, ada potensi harga masih di level kuat. Pasalnya, dari sisi permintaan, pada bulan-bulan menjelang musim dingin di Eropa, permintaan batubara akan semakin meningkat. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor batubara Indonesia Juni 2022 sebesar 4,5 miliar USD, meningkat 3,3 % secara bulanan dan 136,6 % secara tahunan. Saat harga batubara bertahan tinggi seperti saat ini, disparitas dengan patokan harga DMO 70 USD per ton amatlah lebar. Kondisi ini bisa kembali mengancam pasokan di dalam negeri, seperti yang terjadi pada awal tahun. (Yoga)
Dunia Masih Cemas kendati Tren Harga Pangan Turun
Empat bulan berturut-turut, indeks harga pangan global turun cukup signifikan. Kendati harga pangan masih lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, masyarakat dunia menyambut baik kabar positif itu. Di sisi lain, dunia masih dilanda kecemasan. Transmisi kenaikan harga pupuk dan energi ke depan dapat kembali mendorong kenaikan harga pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB, Jumat (5/8) merilis, indeks harga pangan pada Juli 2022 sebesar 140,9, turun 8,6 % dari Juni 2022 dan tetap lebih tinggi 13,1 % dibandingkan dengan Juli 2021. Indeks itu terus turun sejak mencapai level tertinggi sepanjang sejarah pada Maret 2022, yakni 159,7. Penurunan harga minyak nabati dan sereal menjadi faktor utama terkoreksinya indeks tersebut.
Indeks harga sereal Juli 2022 sebesar 147,3, turun 11,5 % secara bulanan dan naik 16,6 % secara tahunan. Hal itu dipengaruhi penurunan harga gandum 14,5 % seusai kesepakatan pembukaan jalur ekspor oleh Rusia-Ukraina yang difasilitasi Turki dan PBB. Meski demikian, harga gandum internasional masih 24,8 % di atas nilainya Juli tahun lalu. Faktor lainnya adalah penurunan harga jagung dunia 10,7 %. Panen jagung yang berlimpah di Argentina dan Brasil membantu mengurangi tekanan harga komoditas tersebut.
Kepala Ekonom FAO Maximo Torero mengatakan, penurunan harga komoditas pangan dari level yang sangat tinggi baik bagi dunia, terutama jika dilihat dari sudut pandang akses pangan global. ”Namun, masih banyak ketidakpastian, termasuk harga pupuk tinggi, yang dapat memengaruhi prospek produksi dan mata pencarian petani di masa depan. Selain itu, prospek ekonomi global yang masih suram dan pergerakan nilai tukar mata uang juga menimbulkan tekanan serius bagi ketahanan pangan global,” ujar Torero melalui pernyataan resmi di laman PBB. (Yoga)
TANTANGAN MEWUJUDKAN INDONESIA TANPA KELAPARAN
Dalam publikasi yang dikeluarkan Bank Pembangunan Asia (ADB) bersama International Food Policy Research Institute (IFPRI) dan didukung Kementerian PPN/ Bappenas, yang bertajuk ”Policies to Support Investment Requirements of Indonesia’s Food and Agriculture Development During 2020-2045”, terungkap bahwa pada era 2016-2018 sebanyak 22 juta orang di Indonesia menderita kelaparan kronis. Terkait isu kelaparan tersebut, peringkat Indonesia dalam Indeks Kelaparan Global (Global Hunger Index/GHI) 2021 berada di urutan ke-73 dari 116 negara, menempatkan tingkat kelaparan di Indonesia di posisi tertinggi ketiga di Asia Tenggara.
SDGs Tanpa Kelaparan dalam pilar sosial memiliki target pada 2030 menghilangkan kelaparan dan menjamin akses bagi semua orang. Kerja keras masih harus dilakukan menghadapi jalan panjang dan tantangan mencapai tujuan Indonesia tanpa kelaparan. Solusi yang tepat diperlukan untuk mengatasi masalah dalam jangka panjang sesuai kondisi dan budaya daerah serta merata untuk semua wilayah dan semua kelompok masyarakat. Bagaimanapun, SDGs dicapai untuk meyakinkan target no one left behind atau tidak ada satu pun yang tertinggal. (Yoga)
Lagu Lama Defisit batu Bara
Defisit batu bara yang mengancam PLN menjadi penanda gagal totalnya pemerintah mengelola pasokan komoditas tersebut. Kondisi berulang ini berpotensi mengganggu kegiatan operasional perusahaan setrum negara itu dalam memproduksi dan menyalurkan listrik ke masyarakat. PLN baru-baru ini mengeluhkan minimnya stok batu bara yang kini hanya cukup untuk 19 hari operasi, atau di bawah angka ideal 20 hari. Seretnya pasokan dipicu oleh sikap pengusaha yang memilih mengekspor batu bara ketimbang memenuhi pasokan domestik untuk PLN. Apalagi harganya terus menanjak. Per Agustus 2022, harga batu bara acuan menyentuh US$ 321,59 per ton. Harga ini lebih dari dua kali lipat harga pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan di dalam negeri PLN hanya bisa membeli batu bara dengan harga maksimal US$ 70 per ton. Selisih harga yang kian lebar menjadi alasan pengusaha tak mengindahkan aturan wajib pasok tersebut. (Yetede)
Indika Energy Bagikan Dividen Interim Rp697. M
PT Indika Energy Tbk (INDY) akan membagikan dividen interim sebesar US$ 40 juta, atau setara Rp 597,84 miliar, pada 30 Agustus 2022. Dividen interim akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham INDY yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 18 Agustus 2022. “Dividen interim tersebut akan diperhitungkan dalam perhitungan dividen tunai final untuk tahun buku 2022, pada rapat umum pemegang saham tahunan perseroan untuk tahun buku 2022. Dividen yang dibagikan mencapai Rp 114,46 per saham,” kata Sekretaris Perusahaan INDY Adi Pramono dalam keterbukaan informasi, akhir pekan lalu. Adi mengungkapkan, pembagian dividen interim tersebut sesuai dengan keputusan direksi, yang telah disetujui dewan komisaris pada 3 Agustus 2022. Pembagian dividen, lanjut dia, berdasarkan data keuangan per 30 Juni 2022 yang mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk
sebesar US$ 200,65 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya US$ 613,64 juta, dan total ekuitas senilai US$ 1,17 miliar. (Yetede)
PEVS 2022, Sedot 45.372 Pengunjung dan Transaksi Rp 257 M
Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) yang digelar pada 22-31 Juli 2022 berhasil menyedot 45.372 pengunjung. Menurut data transaksi yang dilaporkan, selama sepuluh hari, pameran kendaraan listrik tersebut berhasil mengumpulkan nilai transaksi sebesar Rp 257 miliar. Ketua Umum Periklindo Moeldoko berterima kasih kepada seluruh ekosistem yang terlibat dalam kesuksesan penyelenggaraan PEVS 2022 ini. Menurut dia, apa yang dikerjakan ini bukan sekedar kepentingan asosiasi, penyelenggara, maupun pihak-pihak participant. “Tapi lebih besar dari itu, PEVS sebagai pemicu dan pemacu perkembangan Electric Vehicle (EV) untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan bangsa, mulai dari ekosistem industri yang siap bersaing di negeri sendiri dan wujud nyata menyukseskan Perpres No. 55 tahun 2019 menuju Indonesia Net Zero Emission pada tahun 2060,”kata Moeldoko dalam keterangan tertulisnya dikutip, Minggu (7/8/2022). (Yetede)
Akhir 2022, Bakti Optimis Bangun BTS 4G di 7. 482 Lokasi
Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BLU BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) optimistis untuk mencapai target pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di 7.482 lokasi di seluruh Indonesia hingga akhir 2022. “Kami optimistis bahwa target sebanyak 7.482 lokasi tersebut diharapkan dapat tuntas pada akhir tahun 2022,” kata Fadhilah Mathar, Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI Kemenkominfo kepada Investor Daily, Rabu (3/8/2022). Sementara itu, hingga semester I 2022, BAKTI telah membangun BTS sebanyak 3.816, dengan rincian, BTS eksisting yang dibangun sejak 2015- 2022 sebanyak 1.682, dan BTS di lokasi baru sebanyak 2.134. “Sampai dengan 31 Desember 2022, BAKTI berharap akan dapat membangun BTS 4G sebanyak 7.482 lokasi secara kumulatif,” tambah Fadhilah. Fadhilah juga menjelaskan, selama
ini risiko yang mengakibatkan tertundanya penyelesaian target pembangunan BTS terutama disebabkan oleh terbatasnya sumber daya manusia di daerah yang memiliki keterampilan dalam pembangunan BTS terutama dalam pekerjaan tower erection. (Yetede)
Belanja Pemerintah Belum Optimal Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, belanja pemerintah belum optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal II tahun ini, belanja pemerintah malah terkontraksi 5,24% secara tahunan, sedangkan kuartal sebelumnya turun 7,59%. Jika dilihat lebih dalam, realisasi belanja pemerintah pusat turun 0,82% pada periode itu. Hal ini dipicu turunnya belanja barang dan belanja modal masing-masing 20,75% dan 19,84%. “Saya kira ini menjadi catatan penting bahwa permasalahan utama bukan di konsumsi rumah tangga. Kita mendapatkan satu hal yang cukup tragis bahwa belanja pemerintah justru negatif,” ucap Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad, Minggu (7/8). Tauhid mengatakan. kontraksi belanja modal dan belanja barang menunjukkan pemerintah belum optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah tidak cukup cermat mengamati dan kurang serius mendorong peran anggaran negara dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (Yetede)
Ferdy Sambo Ditempatkan di Tempat Khusus Mako Brimob Sampai 30 Hari
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan Irjen Pol. Ferdy Sambo ditempatkan di tempat khusus (Patsus) di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jabar, selama 30 hari. Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) PolriIrjen Pol. Ferdy Sambo diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigasir J di rumah dinasnya Duren Tiga, Jakarta Selatan. “(Selama) 30 hari info dari Itsus,” kata Dedi di Jakarta, Minggu (7/8/2022). Sebelumnya, Ferdy Sambo diperiksa oleh Inspektorat Khusus (Itsus) pada Sabtu (6/8/2022), terkait etik dalam penanganan TKP Duren Tiga, dan langsung ditempatkan di patsus Mako Brimob dalam rangka pemeriksaan. “(Penempatan khusus) dalam konteks pemeriksaan. Jadi tidak benar ada itu (penangkapan dan penahanan),” ujar Dedi, Sabtu (6/8/2022).
Dari 25 orang yang diperiksa tersebut, kata Dedi, terdapat empat orang yang ditempatkan di tempat khusus (Patsus) dalam rangka pembuktian yang lainnya, yakni sidang kode etik karena tidak profesional di dalam melaksanakan olah TKP, salahsatunya Ferdy Sambo. Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim gabungan Pengawasan Pemeriksaan Khusus (Wasriksus) terhadap Irjen Pol. Ferdy Sambo yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri. (Yetede)









