Emiten Konsumer Masih Moncer
Daya beli masyarakat mulai merosot. Ini tercermin dari survei Danareksa Research Institute (DRI) terhadap Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juli 2022. Menilik survei tersebut, IKK Juli 2022 berada di level 89,1 atau turun 2,0% secara bulanan dari 90,9.
Penurunan IKK didorong peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dan peningkatan tarif listrik. Kenaikan harga pangan pada Juli, seperti cabai dan bawang, ikut menekan keyakinan konsumen.
Di tengah anjloknya IKK, kinerja emiten sektor barang konsumsi diyakini masih moncer. Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai, geliat mobilitas penduduk dan akselerasi vaksinasi ikut mendorong prospeknya kinerja emiten konsumsi.
Pasokan Berlebih dan Potensi Resesi, Harga Minyak Anjlok
Harga minyak dunia dalam sepekan menurun. Pasokan yang berlebih saat permintaan belum kembali naik membuat harga minyak dalam tren turun.
Harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2022 turun 9,74% dalam seminggu menjadi US$ 89,01 per barel. Sementara minyak jenis brent kontrak kontrak pengiriman Oktober 2022 turun 8,7% ke US$ 94,92 per barel.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, harga minyak mencatat penurunan mingguan terbesar di awal perdagangan Agustus ini karena meningkatnya kecemasan pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi global. Efeknya, permintaan akan minyak menurun.
Nanang mencermati, harga minyak anjlok ke level terendah dalam enam bulan.
Pengalihan dari JiwaSraya
Hingga akhir Juni 2022. PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) telah menerima pengalihan liabilitas dari PT Asuransi JiwaSraya sebanyak 87,2%. Nilai Rp 28,8 triliun bagian dari total liabilitas yang dialihkan pada tahap pertama senilai Rp 33,02 triliun. Plh Sekretaris Perusahaan IFG Life, Mahendra Djoko Prasetyo mengatakan, IFG Life berkomitmen menyelesaikan pembayaran manfaat polis-polis yang telah dialihkan jika sudah memenuhi kriteria.
BERBURU CUAN SAHAM ANYAR
Gelombang aksi go public terus berlanjut di lantai bursa. Momentum pasar modal yang sedang menanjak membuat ‘kontes kecantikan’ emiten untuk memikat investor kian menarik. Tak ayal, kondisi tersebut diyakini dapat dimanfaatkan investor untuk mendapatkan saham-saham yang menjanjikan. Kabar terbaru, pada tanggal cantik 8 Agustus 2022 alias hari ini, empat emiten anyar melantai di Bursa Efek Indonesia. Mereka yaitu PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang menggalang dana hasil initial public offering (IPO) Rp1 triliun, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) Rp222,4 miliar, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk. (KKES) Rp31,5 miliar, dan PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO) Rp35 miliar. Kehadiran mereka membuat total emiten anyar yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun mencapai 38 perusahaan. Jumlah tersebut kian mendekati target otoritas bursa yang membidik tambahan 55 emiten baru pada 2022. Selain emiten baru tersebut, PT Klinko Karya Imaji Tbk. (KLIN), PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH), dan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) juga bakal listing pada Selasa (9/8). Menariknya, sejumlah perusahaan pendatang baru terafiliasi dengan konglomerasi atau taipan. Sebut saja MORA yang terkait dengan Grup Sinar Mas karena sebagian sahamnya digenggam oleh anak usaha PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).
Menakar Kontribusi KEK
Periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo fokus pada pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan kawasan produksi dan distribusi. Pembangunan infrastruktur diharapkan mampu mendorong populasi industri dan membuka lapangan kerja sektor manufaktur di wilayah luar Jawa. Akhir-akhir ini, pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan itu disertai dengan penguatan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi serta antara pusat pertumbuhan ekonomi dengan lokasi kegiatan ekonomi serta infrastruktur pendukungnya. KEK di Indonesia dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.
KEK bisa terdiri dari satu atau beberapa zona yaitu zona pengolahan ekspor, zona logistik, zona industri, zona pengembangan teknologi, zona pariwisata, zona energi, dan zona ekonomi lain. Tercatat ada 9 KEK yang didukung infrastruktur pelabuhan yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Bitung, KEK Tanjung Api-Api, KEK Morotai, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), KEK Tanjung Kelayang, dan KEK Sorong. Selain itu, ada 5 KEK yang didukung oleh transportasi kereta api yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Bitung, dan KEK Tanjung Api-Api. Adapun KEK yang didukung infrastruktur bandara yakni KEK Tanjung Lesung, KEK Mandalika, KEK Bitung, KEK Morotai, KEK Tanjung Kelayang, dan KEK Sorong.
INFRASTRUKTUR KONEKTIVITAS : BPJT Percepat Tol Yogya-Bawen
Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mempercepat pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen untuk memangkas waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya 3 jam menjadi 1,5 jam. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan percepatan itu khusus untuk Seksi 1 Jalan Tol Yogya–Bawen Seksi 1 Junction Sleman–Simpang Susun (SS) Banyurejo. Saat ini, pembangunan jalan tol tersebut telah menunjukkan kemajuan. Dia meminta kepada tim yang bekerja di lapangan untuk terus meningkatkan pencapaian kinerja pelaksanaan konstruksinya. “Saya meminta alat berat yang digunakan juga perlu ditambah supaya makin mudah dalam meningkatkan capaian kinerja selama pelaksanaan konstruksi,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (6/8).
Ekonomi Hijau untuk Atasi Kemiskinan
Program pembangunan ekonomi hijau ditantang untuk mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Pada saat yang sama, kualitas lingkungan diharapkan menjadi lebih baik. Namun, pembiayaan pembangunan ekonomi hijau di Indonesia tidaklah murah dan mengandalkan investasi. Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Programme/UNEP) mendefinisikan pembangunan ekonomi hijau sebagai pembangunan rendah karbon, mengefisienkan pemanfaatan sumber daya, dan inklusif secara sosial. Bappenas memasukkan pembangunan ekonomi hijau sebagai bagian dari rencana strategi transformasi ekonomi di Indonesia.
Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Medrilzam menyampaikan, selain memperbaiki kualitas lingkungan, pembangunan ekonomi hijau ditargetkan bisa menaikkan pendapatan per kapita penduduk Indonesia, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan lapangan kerja baru. Sampai tahun 2030, pembangunan ekonomi hijau diharapkan dapat menciptakan 1,8 juta lapangan kerja baru. Dalam paparan program pembangunan ekonomi hijau, Kamis (4/8) di Jakarta, Medrilzam berkata, ekonomi hijau harus bisa meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat. Begitu pula pengelolaan sampah yang diharapkan bisa menjadi sumber penghasilan baru. (Yoga)
Mereka yang Menyulap Masalah Menjadi Peluang Bisnis Baru
Berawal dari kekesalan Kevin Phang Co-Founder Smooth Motor Indonesia (5/8/2022) mengenang pengalamannya menggunakan sepeda motor listrik di China kala itu yang berebut colokan listrik dengan sesama penghuni apartemen semasa kuliah di Beijing, China, beberapa tahun lalu, tercetus ide pengisian daya sepeda motor listrik lebih praktis. Lahirlah model bisnis penukaran baterai motor listrik sehingga pelanggan tak berlama-lama mengisi daya.
Pada 2019, Kevin bertemu Irwan Tjahaja, yang kini menjabat Founder Smooth Motor Indonesia. Dari pertemuan itulah lahir ide menciptakan sepeda motor listrik yang mudah diisi ulang daya baterainya. Bukan dengan sistem pengisian daya cepat (fast charging), melainkan dengan menukar baterai yang habis dayanya dengan baterai yang sudah terisi penuh. ”Motor listrik tidak dibeli lantaran ada ketakutan soal kehabisan baterai. Harus mengisi ulang berjam-jam, solusinya dengan memperbanyak stasiun penukaran baterai kendaraan motor listrik. Tak perlu ngecas, cukup ditukar dan hanya perlu sembilan detik saja,” ucap Kevin.
Pada Agustus 2021, lahir beberapa jenis sepeda motor listrik buatan Smooth. Untuk mempermudah pelanggannya, saat ini tersedia 300-an titik stasiun penukaran baterai yang beroperasi di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tahun ini, menurut Kevin, ditargetkan ada 1.000 stasiun penukaran baterai di beberapa kota besar di Indonesia, yang 700-800 stasiunnya berlokasi di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Chris Longdong, pendiri Waus Energy, start up bahan bakar biosintesis. Ide mengembangkan bahan bakar biosintesis bermula dari permasalahan yang dia hadapi. Usaha garmen dan kuliner yang ia kelola menghasilkan sampah plastik serta minyak goreng bekas (jelantah). Dalam sebulan, volume jelantah 150 liter. Chris menggunakan campuran cacahan plastik bekas ke dalam minyak jelantah. Ia memakai kompor berbahan bakar minyak jelantah bercampur cacahan plastik sebagai sarana memasak bahan-bahan makanan setengah jadi. Sementara untuk memasak makanan jadi, Chris menggunakan kompor elpiji. ”Saya bisa menghemat pengeluaran bahan bakar hingga Rp 8 juta per bulan,” ucap Chris. (Yoga)
B100 untuk Kemandirian Energi
Salah satu upaya Indonesia untuk terlepas dari ketergantungan pada energi fosil ialah dengan menginisiasi kebijakan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel. Bahkan, 25 % target energi baru dan terbarukan (EBT) pemerintah berasal dari BBN. Dalam pembaruan dokumen kontribusi nasional (NDC) 2030 serta Strategi Jangka Panjang tentang Karbon Rendah dan Ketahanan Iklim (LTS-LC-CR) 2050, Indonesia kembali mengimplementasikan penggunaan BBN sebagai salah satu strategi mitigasi pengurangan emisi, dengan bahan baku utama BBN dikhususkan berasal dari kelapa sawit.
Peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Kementan (Balittri Kementan) telah mengembangkan B100 atau 100 % BBN. Peneliti Ahli Utama Bidang Ekofisiologi Balittri Dibyo Pranowo menjelaskan, B100 sebagai energi baru dan terbarukan dikembangkan Balittri untuk mengantisipasi kelangkaan sumber energi ke depan. Hal ini sekaligus sebagai upaya menuju kemandirian dan ketahanan energi karena separuh BBM Indonesia masih impor. (Yoga)
KKP Terapkan Izin Khusus
Rencana penerapan sistem kontrak penangkapan ikan terukur akhirnya dibatalkan. Sebagai gantinya, KKP akan menggulirkan perizinan penangkapan ikan terukur berbasis kuota dengan jangka waktu izin 15 tahun. Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini Hanafi mengemukakan, pemerintah siap melakukan uji coba perizinan khusus penangkapan ikan terukur berbasis kuota mulai pertengahan Agustus 2022. Perizinan khusus ini diterapkan menyusul pembatalan sistem kontrak penangkapan ikan terukur.
Ia menambahkan, pemerintah tidak bisa menerapkan sistem kontrak untuk pemanfaatan SDA. Oleh karena itu, pihaknya sedang menyiapkan sistem perizinan khusus penangkapan ikan terukur berbasis kuota. Jangka waktu perizinan khusus itu 15 tahun sehingga investor sektor perikanan memiliki kepastian usaha, termasuk memperhitungkan titik impas (BEP) investasi di sektor perikanan. (Yoga)









