;

Ekspektasi Inflasi Melambat

Yuniati Turjandini 10 Aug 2022 Investor Daily (H)

Proyeksi konsumen Amerika Serikat (AS) terhadap inflasi dilaporkan mengalami penurunan secara signifikan pada Juli 2022. Didorong merosotnya harga BBM dan keyakinan bahwa harga makanan serta rumah juga akan surut di masa depan. Hal ini terungkap dalam hasil bulanan Survei Ekspektasi Konsumen dari The Federal Reserve (The Fed) New York yang dilansir CNBC pada Selasa (9/8). Menurut survei itu, responden memperkirakan inflasi melaju pada kecepatan 6,2% selama tahun depan dan mencapai 3,2% untuk tiga tahun ke depan. Berdasarkan standar-standar historis angka-angka itu masih sangat tinggi, tetapi angka-angka tersebut menandai penurunan besar dari hasil survei masing-masing pada Juni 6,8% dan 3,6%. Biro Statistik Tenaga Kerja mencatat,
hingga Juni harga pangan menunjukkan kenaikan 10,4% selama setahun terakhir. Harga itu diprediksi masih naik 6,7% selama 12 bulan ke depan, namun angkanya mengalami penurunan dari survei Juni sebesar 2,5 poin persentase – yang diklaim sebagai penurunan terbesar dalam rangkaian data sejak Juni 2013. (Yetede)

Perlambatan Permintaan Rugikan Eksportir Asia

Yuniati Turjandini 10 Aug 2022 Investor Daily (H)

SINGAPURA – Kepala ekonom Asia HSBC, Frederic Neumann mengatakan bahwa para eksportir di Asia bakal menghadapi tantangan dan kerugian signifikan karena melambatnya permintaan dari pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat (AS), Eropa dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam beberapa bulan mendatang. “Produsen-produsen di Eropa sudah mundur cukup signifikan, yaitu di Jerman. Ingat bahwa Eropa adalah pasar ekspor utama bagi eksportir Asia. Kami juga memperkirakan pada dasarnya pengiriman yang terjadi pada semester kedua tahun ini, yang melengkapi poros dalam pengeluaran AS yang jauh dari barang. Perlambatan AS dan Eropa akan menjadi hambatan bagi eksportir Asia,” ujar Neumann kepada CNBC pada Senin (8/8). Ia menambahkan, perlambatan ekonomi di Tiongkok akan semakin memperburuk masalah yang dihadapi eksportir di kawasan itu, “Data perdagangannya sangat jelas menunjukkan pelemahan permintaan domestik ini. Tiongkok adalah pasar ekspor besar ketiga yang benar-benar perlu kita dukung – yang sepertinya juga tidak benar- benar meningkat.  Dari perspektif itu, resesi perdagangan tidak dapat dikesampingkan pada saat ini,” kata dia. (Yetede)

Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua

Yuniati Turjandini 10 Aug 2022 Tempo (H)

Jakarta- Insiden baku tembak di rumah dinas Inspektur Jenderal Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat- sebelumnya disebut Brigadir J- dipastikan tidak pernah terjadi. Cerita tentang insiden itu  hanyalah rekayasa untuk menutup fakta pembunuhan terhadap Brigadir Yosua. Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kemarin. "Bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak yang dilaporkan awal," kata Listyo, semalam. Menurut Listyo, tim khusus yang dibentuknya telah menelusuri  informasi awal tentang baku tembak antara Brigadir Yosua dan Bhayangkara Dua Richard Eliezer Puding Lumiu di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, itu. Dalam penelusuran ini, tim menemukan sejumlah kejanggalan, antara lain hilangnya rekaman  kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian. Ada juga pihak-pihak tertentu  yang berupaya menghambat jalannya penyelidikan. (Yetede)

Sangsi dan Jerat Pidana Pelanggar Etik

Yuniati Turjandini 10 Aug 2022 Tempo (H)

Jakarta- Sebanyak 31 polisi diduga melanggar kode etik sehubungan  dengan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Mereka yang dinilai tidak profesional  dalam menangani kasus penembakan Yosua ini terus bertambah, dari personil Badan Reserse Kriminal hingga Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan personel  yang diperiksa karena melanggar kode etik bertambah enam orang. "Awalnya 25 orang, saat ini bertambah menjadi 31 orang," ujar Listyo dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022. Muncul kejanggalan dan kecurigaan. Diantaranya Bharada E disebut tidak terluka, sedangkan Yosua tertembak. Keluarga juga ragu akan penyebab kematian Yosua karena adanya temuan luka sayatan di tubuh Yosua. Selain itu, dekoder kamera pengintai (CCTV) di pos satpam di dekat rumah Ferdy Sambo  diambil polisi dengan alasan disita. Telepon seluler Brigadir Yosua juga raib. (Yetede)

Inflasi Mencekik, Sukuk Ritel Terbaru Bisa Dilirik

Hairul Rizal 09 Aug 2022 Kontan (H)

Para pengabdi obligasi ritel, bersiaplah! Bulan ini, ada satu obligasi ritel yang dijadwalkan akan ditawarkan ke publik, yakni Sukuk Ritel seri SR017. Seri ini menjadi surat berharga negara (SBN) ritel keempat yang diterbitkan pemerintah tahun ini. Jika berdasarkan jadwal awal tahun, SR017 akan ditawarkan mulai 19 Agustus hingga 14 September 2022. Namun Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Dwi Irianti belum mengonfirmasi penerbitan ini akan sesuai jadwal atau tidak. Toh, para analis sepakat menyebut obligasi negara ritel ini akan menjadi instrumen investasi yang menarik. Direktur Panin Asset Management Rudiyanto berpendapat, tinggi tidaknya permintaan dari SR017 akan tergantung kupon yang ditawarkan. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, SR017 jauh lebih menarik dibandingkan dengan deposito. Apalagi tenor sukuk ritel biasanya tidak terlalu panjang, sekitar tiga tahun. Wawan menyebut, SR017 akan menarik bila mematok kupon setara dengan SBN ritel pendahulunya, yakni SBR011, yang menawarkan bunga 5,5%. Wawan sepakat inflasi tinggi memungkinkan investor akan berspekulasi jika bunga yang diberikan oleh pemerintah bisa lebih tinggi dari sebelumnya. Tapi jika ternyata pemerintah tidak memberi bunga yang menarik, maka investor yang menjual sukuk ritel di tengah jalan akan tinggi.

Risiko Proteksionisme Makin Meningkat

Hairul Rizal 09 Aug 2022 Kontan

Ketegangan politik yang terus memanas antara China dan Taiwan dikhawatirkan menimbulkan risiko baru bagi perekonomian global. Sebab itu, pemerintah terus mewaspadai kondisi ini dan dampaknya terhadap ekonomi domestik. Menteri Keuangan Sri Mulyani melihat, ketegangan China dan Taiwan berpotensi menimbulkan proteksionisme perdagangan oleh negara-negara dunia seiring geopolitik global yang makin terpecah. Dinamika politik ini mengancam perekonomian semua negara di dunia yang tiga dekade terakhir membaik. "Proteksionisme kemungkinan akan semakin besar, blok akan semakin menguat. Hubungan investasi perdagangan tidak lagi berdasarkan kepada flow of goods dan capital serta manusia yang bebas namun sudah diperhitungkan dari aspek geopoliik," kata Sri Mulyani, Senin (8/8).

RALS Mengejar Kenaikan Pendapatan 20%

Hairul Rizal 09 Aug 2022 Kontan

Di tengah kenaikan inflasi dan penurunan daya beli masyarakat, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) masih optimistis bisa meraup pertumbuhan penjualan sebesar 20% hingga akhir 2022. Ini seiring dengan rencana RALS menambah dua gerai baru lagi pada tahun ini. Menurut Vice President Director RALS Jane Melinda Tumewu, kuartal III-2021, pembatasan sosial berimbas pada operasional sejumlah gerai RALS. Dus, "Ramayana akan membuka dua gerai baru di semester II-2022 dan membuka gerai yang sempat ditutup sementara," ujarnya kepada KONTAN, Senin (8/8).

ADU GESIT BANK JARING DANA

Hairul Rizal 09 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

Perebutan dana masyarakat oleh bank menengah dan kecil diprediksi kian sengit seiring dengan pengetatan likuiditas yang berpotensi terjadi. Apalagi, Bank Indonesia terus melanjutkan normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan ‘setoran’ giro wajib minimum (GWM) perbankan. Tak ayal, penyesuaian suku bunga simpanan diramal menjadi andalan bank-bank menengah dan kecil untuk memupuk dana pihak ketiga (DPK). Gelagat itu juga sudah terdeteksi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dalam laporan Indikator Likuiditas Juli 2022, menyebutkan bahwa bank berpotensi mulai menaikkan suku bunga rupiah dan suku bunga valuta asing untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Tantangan likuiditas terutama bakal dirasakan oleh bank di kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1 dan KBMI 2. Dua kategori bank itu menghimpun DPK sebesar Rp1.781,24 triliun atau 23,8% dari total DPK bank umum yang mencapai Rp7.485,69 triliun per April 2022. Saat dimintai tanggapan, Direktur PT Bank Oke Indonesia Tbk. Efdinal Alamsyah mengatakan bahwa sebagai bagian dari ekosistem perbankan, perseroan akan mengikuti tren yang berkembang di pasar. “Kalau ada kecenderungan kenaikan suku bunga DPK, kita juga harus melakukan hal yang sama sama,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (8/8).


Paradoks Ekonomi Biru

Hairul Rizal 09 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Baru-baru ini Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memaparkan kebijakan ekonomi biru Indonesia dalam forum The 2nd UN Oceans Conference (UNOC) di Portugal 27 Juni - 1 Juli 2022 (DetikNews 26/7/2022). Salah satu kebijakan polemiknya adalah penangkapan ikan terukur. Apakah ekonomi biru obat mujarab mengatasi paradoks antara pertumbuhan (growth) dan keberlanjutan (sustainability)? Indonesia pun bakal mengusungnya dalam pertemuan G20 akhir 2022 di Bali. Penulis berpandangan, mengapa pengambil kebijakan di negeri ini gampang sekali dihegemoni terminologi baru yang belum tentu menjadi solusi permasalahan kelautan dan perikanan kita. Ekonomi biru sejatinya hanyalah metamorfosis kapitalisme neoliberal. Di balik paradigma ekonomi biru bercokol lembaga keuangan internasional ala Bank Dunia dan NGO internasional yang ikut memengaruhi kebijakan dan regulasi kelautan suatu negara. Mereka getol mentransmisikan ideologi neoliberalnya dalam tata kelola kelautan lewat intervensi program “penyesuaian struktural” (structural adjustment) di berbagai negara. Contohnya, Seychelles. Lewat adopsi ekonomi biru Seychelles memosisikan laut sebagai ruang pembangunan demi mengejar pertumbuhan ekonomi.

Kisah ekonomi biru ini persis sama dengan awal pembangunan Orde Baru sekitar tahun 1970-an. Indonesia mengadopsi teori pertumbuhan ekonomi dalam kebijakan pembangunannya. Nantinya, pertumbuhan ekonomi bakal menciptakan tetesan ke bawah (trickle down effect) berbentuk kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Kenyataannya, hingga tahun 1990-an justru sebaliknya. Di Indonesia selama dua dekade justru menjamur konglomerasi dan investasi asing yang mengeruk sumber daya alam termasuk kelautan dan perikanan.

RENCANA KERJA PELINDO : Volume Angkutan Laut Kerek Kinerja Pelabuhan

Hairul Rizal 09 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Tingginya volume angkutan laut domestik sepanjang semester I tahun ini menumbuhkan optimisme di kalangan pelaku industri jasa pelabuhan, termasuk PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Sepanjang semester I tahun ini, volume angkutan laut domestik mencapai 26,75 juta ton, atau tumbuh 1,33% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Mulyono mengatakan bahwa perseroan optimistis kinerja Pelindo akan terus meningkat seiring dengan pulihnya kondisi perekonomian nasional. “Kami optimistis kinerja Pelindo akan terus meningkat seiring dengan kondisi perekonomian yang semakin membaik, serta transformasi yang terus berjalan di dalam perusahaan,” katanya Senin (8/8). Ke depan, Pelindo menargetkan pertumbuhan positif hingga akhir 2022, baik untuk arus peti kemas maupun non-peti kemas. “Dengan target arus peti kemas sebesar 17,3 juta TEUs dan non-peti kemas sebesar 144,3 juta ton,” imbuh Ali. Adapun, volume angkutan laut domestik juga tercatat tumbuh positif secara bulanan, yakni sebesar 6,89% dibandingkan dengan Mei 2022 yaitu 25,02 juta ton.


Pilihan Editor