VIRUS CACAR MONYET : ANCAMAN MONKEYPOX KIAN SERIUS
Monkeypox atau cacar monyet menjadi ancaman baru kesehatan global. Penyakit zoonosis atau penularan virus dari hewan ke manusia ini terus menyebar melintasi negara-negara non-endemik dan menyebabkan kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Juli 2022 telah menetapkan Monkeypox sebagai darurat kesehatan global. Artinya, wabah ini dinilai sebagai ancaman signifikan bagi kesehatan masyarakat dunia, dan butuh perhatian setiap negara untuk mencegah virus menyebar lebih jauh serta berpotensi menjadi pandemi. Saat ini, lebih dari 70 negara dan lebih dari 25.800 kasus Monkeypox ditemukan. Beberapa negara non-endemik seperti Brasil, Spanyol, dan India melaporkan adanya kematian pasien yang menderita penyakit cacar monyet ini. Di Indonesia, baru-baru ini ditemukan kasus suspek atau orang yang mengalami gejala Monkeypox di Pati, Jawa Tengah. Pasien itu seorang pria berusia 55 tahun.
Blokade pada Taiwan Intens, Rantai Pasok Terganggu
Latihan militer China di sekeliling Taiwan semakin intens memasuki hari kedua, Jumat (5/8). Langkah retaliasi Beijing atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei pada 2-3 Agustus itu berisiko mengganggu perdagangan dan perjalanan komersial, tidak hanya untuk kawasan Asia Timur, tetapi juga global. Bagi Indonesia, menurut Ketum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani, kondisi itu tidak banyak berpengaruh sejauh ini. Alasannya, volume perdagangan antara Indonesia dan Taiwan relatif kecil. Di era politik internasional yang didominasi persaingan AS dan China, Hariyadi berharap Pemerintah Indonesia mampu memimpin semua pemangku kepentingan dalam negeri untuk memitigasi dan mengantisipasi risiko. Dengan demikian, jika terjadi letupan-letupan yang memengaruhi stabilitas kawasan, termasuk perekonomian nasional, Indonesia sudah siap.
Sehari setelah Pelosi bertolak dari lawatannya di Taipei, China mengumumkan latihan perang selama empat hari, 4-7 Agustus, di sekeliling Taiwan. Latihan itu mencakup simulasi tempur melibatkan tembakan di perairan dan wilayah udara di sekitar Taiwan. 100 pesawat Militer China menyebut bahwa lebih dari 100 pesawat tempur dan 10 kapal perang ambil bagian dalam latihan militer itu. Kantor berita China, Xinhua, Jumat, menyebut, pesawat tempur, pengebom, kapal perusak, dan fregat digunakan dalam apa yang disebutnya operasi blokade bersama. Komando Palagan Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) juga menembakkan rudal versi baru yang dikatakan mengenai sasaran tak dikenal di Selat Taiwan dengan tingkat akurasi tinggi.
Data Bloomberg memperlihatkan, separuh kapal kontainer dan logistik global melewati Selat Taiwan selama tujuh bulan pertama tahun ini. Tiga dari enam area yang diblokade ole militer China berada di atau dekat Selat Taiwan. Jalur ini penting bagi rantai pasok semikonduktor yang sangat vital bagi berbagai industri global dan peralatan elektronik yang diproduksi di Asia Timur ke pasar global. Selat Taiwan adalah rute pelayaran utama bagi China dan Jepang, ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia, dengan Eropa. Selat Taiwan juga berfungsi sebagai rute perdagangan pembangkit tenaga listrik teknologi Korsel dan membawa barang-barang manufaktur dari pabrik-pabrik Asia ke banyak konsumen dunia. Rute tersebut juga menjadi arteri utama pengiriman gas alam dunia yang tengah terdisrupsi akibat serangan Rusia di Ukraina. ”Mengingat sebagian besar armada peti kemas dunia melewati jalur air itu, pasti akan ada gangguan pada rantai pasok global karena perubahan rute tersebut,” kata James Char, rekan peneliti di Sekolah Studi Internasional S Rajaratnam, Singapura. (Yoga)
PERTUMBUHAN EKONOMI, Bertumbuh, tetapi Perlu Terus Diperkuat
Perekonomian pada triwulan II-2022 tumbuh mengesankan. Meski demikian, faktor fundamental perekonomian perlu terus diperkuat. Pertumbuhan ekonomi dinilai masih lebih banyak ditopang oleh keberuntungan dan bersifat situasional. Sementara itu, ancaman inflasi di tingkat produsen dan konsumen membayangi keberlanjutan pemulihan ekonomi ke depan. Kepala BPS Margo Yuwono (5/8) mengatakan, sepanjang triwulan II-2022, secara domestik, perekonomian ditopang oleh pelonggaran mobilitas pasca pandemi Covid-19 dan momentum Idul Fitri yang mendorong konsumsi.
Kendati perekonomian tumbuh tinggi, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat, capaian pertumbuhan pada triulan II-2022 lebih bersifat situasional ketimbang ditopang menguatnya fundamental ekonomi. Ia mencontohkan, pertumbuhan, sangat tertolong windfall dari kenaikan harga komoditas. Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, konsumsi rumah tangga per triwulan II-2022 masih terjaga karena terbantu momen Lebaran serta inflasi yang masih ditahan di tingkat produsen.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk memperkuat tren pertumbuhan, pemerintah akan konsisten menjalankan berbagai strategi dan kebijakan untuk mendorong akselerasi pemulihan dan meningkatkan resiliensi ekonomi. ”Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan 5,2 persen pada tahun 2022 bisa tercapai,” kata Airlangga. (Yoga)
India Tawarkan 18 Jet Tempur ke Malaysia
Pemerintah India menawarkan 18 pesawat tempur ringan Tejas ke Pemerintah Malaysia. Beberapa negara lain juga diklaim tertarik untuk membeli jet tempur produksi Hindustan Aeronautics Limited itu. Kementerian Pertahanan India dalam penjelasannya kepada parlemen, Jumat (5/8) mengatakan, penawaran jet tempur itu adalah jawaban dari proposal yang diajukan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM).TUDM ingin membeli 18 jet tempur tersebut untuk menggantikan beberapa jet tempur mereka yang sudah dimakan usia. TUDM berencana membeli varian Tejas yang memiliki dua tempat duduk.
”Negara lain yang telah menunjukkan minat pada pesawat LCA (light combat aircraft) adalah Argentina, Australia, Mesir, AS, Indonesia, danFilipina,” kata Menteri Muda Pertahanan India Ajay Bhatt kepada anggota parlemen India dalam jawaban tertulis. Bhatt mengatakan bahwa mereka juga tengah mengembangkan jet tempur siluman. Dikutip dari laman Hindustan Aeronautics Limited (HAL), Tejas merupakan jet tempur bermesin jet tunggal yang diklaim ringan, gesit, dan multiperan. Para desainer jet tempur yang memiliki kecepatan hingga 1,6 mach ini menanamkan teknologi sistem kendali penerbangan (FCS) fly-by-wire digital quadrplex. HAL mengklaim pesawat dengan desain sayap delta ini mampu melakukan pertempuran udara dengan dukungan udara ofensif yang mumpuni. (Yoga)
Mengantisipasi Risiko Stagflasi
Stagflasi mengancam ekonomi global. Meski risiko Indonesia mengalami stagflasi di 2022 dinilai rendah, kita tetap perlu waspada dan mengantisipasi kondisi terburuk di 2023. Riset dunia Oxford Economics menunjukkan risiko stagflasi Indonesia relatif rendah dibandingkan Filipina, China, India, Malaysia, Brasil, Polandia, dan Turki. Survei Bloomberg menempatkan Indonesia di peringkat ke-14 dari 15 negara Asia yang berpotensi mengalami resesi, dengan risiko resesi hanya 3 %.
Namun, dengan perkembangan dan dinamika riil global yang terus memburuk dengan cepat, kita diingatkan untuk tetap waspada, tak cepat berpuas diri. Sejumlah kalangan melihat risiko stagflasi masih mengancam Indonesia pada 2023. Risiko yang dihadapi Indonesia terutama adalah jika perekonomian-perekonomian terbesar dunia terus memburuk. AS secara teknis sudah mengalami resesi, dengan pertumbuhan negatif dua triwulan terakhir berturut- turut. Pertumbuhan ekonomi China praktis berhenti akibat kebijakan Covid-zero policy. Kondisi Uni Eropa juga tak lebih baik. Terpuruknya perekonomian besar membuat risiko resesi/ stagflasi global kian di depan mata. (Yoga)
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
Kelaparan di Distrik Kuyuwage, Lanny Jaya, Provinsi Papua, menyebabkan empat orang meninggal dan ratusan lainnya terdampak. Faktor cuaca dianggap sebagai pemicunya. Namun, peristiwa yang telah berulang melanda Papua ini menjadi penanda adanya masalah serius dalam sistem pangan di kawasan ini. Deretan korban jiwa akibat kelaparan di Papua ibarat fenomena gunung es karena angka sesungguhnya bisa lebih besar. Padahal, orang yang kekurangan asupan makanan sampai akhirnya meninggal perlu waktu panjang. Dalam manajemen bencana, kelaparan termasuk kategori slow-on-set disaster, bencana yang terjadi perlahan. Dari gagal panen hingga orang kelaparan berat atau busung lapar bisa berbulan-bulan. Meski kelaparan mereka bukan tidak makan sama sekali. Mereka biasanya merasa lemah karena energinya kurang dan akhirnya meninggal.
”Ada faktor lain di balik bencana kali ini, yaitu persoalan gizi dan kesehatan masyarakat. Kalau kesehatannya kurang baik, lalu kekurangan pangan, itu akan menguatkan dampak yang terjadi. Kelaparan sampai meninggal, itu peristiwa yang akut,” tutur peneliti agroklimat Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BP-TP) Papua Barat, Aser Rouw. Menurut Nipson Murib (30), warga Kuyuwage, kelaparan di kampungnya dimulai dengan kekeringan sejak Juni 2022. Puncaknya, pada 5 dan 6 Juli, terjadi embun beku melanda daerah di ketinggian 2.677 meter dari permukaan laut itu. ”Malam turun salju, tanaman ubi, keladi, sayur langsung mati dan beberapa hari kemudian kering. Di minggu pertama, warga masih bisa makan sisa umbi, tetapi minggu berikutnya sudah tidak ada makanan lagi,” kata Nipson.
Menurut Nipson, kebun menjadi tempat warga menyimpan makanan. Aneka tanaman umbi-umbian selain sayuran terus dirawat sepanjang tahun dan akan dipanen serta dikonsumsi sehari-hari. Mereka tidak kenal panen per musim dan menyimpannya setelah panen. ”Ketika terjadi embun beku dan seluruh tanaman mati, butuh waktu pemulihan sedikitnya 6-9 bulan. Warga harus tanam baru lagi sampai bisa dipanen,” katanya. Prakirawan klimatologi BMKG Wilayah 5 Papua, Nurul Puspitasari, mengatakan, kawasan Lanny Jaya rentan mengalami embun beku karena ketinggian lokasi yang memicu dinginnya temperatur di sana.
Aser menuturkan, ”Memang iklim di pegunungan Papua ekstrem dan fenomena frost (embun beku) sering terjadi dan ini bisa mematikan tanaman umbi-umbian dan sayur. Namun, ada tanaman lain yang masih bisa bertahan, misalnya pisang,” tuturnya. Menurut Aser, luasan dan sebaran kebun warga juga bisa memengaruhi intensitas kelaparan. ”Sejak beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran pola makan masyarakat, terutama setelah masuknya raskin (beras miskin). Ketergantungan pada beras bantuan ini membuat luas tanam ubi dan keladi cenderung berkurang,” katanya. Masalah lainnya, akses transportasi ke perkampungan di Lanny Jaya terbatas. (Yoga)
Meski Menurun, Posisi Cadangan Devisa Masih Memadai untuk Pembiayaan Impor dan Utang
Di tengah ketidakpastian global dan arus modal keluar, BI mengintervensi pasar keuangan dengan menggelontorkan cadangan devisa untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Cadangan devisa pada Juli pun menurun dibandingkan Juni. Mengutip data BI, cadangan devisa Indonesia pada Juli 2022 sebanyak 132,2 miliar USD atau menurun 4,2 miliar USD dibandingkan Juni 2022 yang sebesar 136,4 miliar USD.
”Penurunan posisi cadangan devisa pada Juli 2022, antara lain, dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (5/8). Erwin menjelaskan, posisi cadangan devisa saat ini masih setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan 6,1 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Nilai tersebut berada di atas standar kecukupan internasional yang setara 3 bulan impor. Ke depan, lanjut Erwin, BI memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga. Ini seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional. (Yoga)
Sebanyak 800 Emiten Tercatat di Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia saat ini memiliki 800 emiten yang mencatatkan sahamnya. Hari Jumat (5/8/2022) bertambah lagi satu emiten yang masuk bursa. Hingga awal Agustus ini, sudah ada 34 emiten BEI juga merupakan bursa teraktif di kawasan ASEAN. ”Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) adalah emiten ke-800 yang mencatatkan sahamnya. Tahun ini RAFI adalah perusahaan ke-34. Target BEI tahun ini ada 55 perusahaan (yang mencatatkan sahamnya di bursa).
Pada tahun 2020 total perusahaan yang tercatat ada 700-an perusahaan baru di BEI dibandingkan dengan bursa Asia lainnya. Kita adalah yang tertinggi,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman ketika membuka perdagangan, Jumat. Pembukaan perdagangan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki. (Yoga)
Trade Expo Indonesia Akan Kembali Digelar
Kemendag akan kembali menggelar pameran dagang berskala internasional Trade Expo Indonesia (TEI) di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, Jumat (5/8/2022), menjelaskan, TEI ke-37 ini akan digelar secara luring pada 19-23 Oktober 2022 dan secara daring pada 19 Oktober-19 Desember 2022. (Yoga)
Konsumsi dan Ekspor Dongkrak Pertumbuhan Kuartal Kedua 5,4%
Seiring melandainya pandemi, laju perrtumbuhan ekonomi kuartal II 2022 melesat 5,44%, jauh di atasekspektasi para pengamat dan pelaku bisnis. Meski belanja pemerintah minus 5,24%, berbagai komponen pengeluaran meningkat. Konsumsi rumah tangga bertumbuh impresif, 5,51%, sedang ekspor meningkat signifikan, 19,74%. Daya beli masyarakat pulih. Kelas menengah-atas mulai berbelanja dan masyarakat bawah mendapatkan dana perlindungan sosial. Dari sisi pasokan, sektor industri menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan pangsa 17,84%, sedang sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan ter tinggi, 21,27%. Ketika pergerakan manusia meningkat dan kembali normal, sektor pariwisata dan semua sektor terkait turisme — seperti transportasi, perhotelan, perdagangan, dan kuliner— bertumbuh signifikan. Sektor akomodasi dan kuliner bertumbuh 9,7. “Konsumsi rumah tangga dan ekspor menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022. Sebagai penyumbang utama dari PDB, konsumsi rumah tangga tumbuh sangat impresif, 5,51%,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS, Jumat (5/8/2022). (Yetede)









