Indikasi Keterlibatan Ferdy Sambo Menguat
Indikasi keterlibatan Inspektur Jenderal Ferdy Sambo dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dinilai cukup kuat. Petunjuk ini muncul setelah Ferdi ditahan karena dugaan pelanggaran prosedur dalam menangani tempat kejadian perkara, yaitu rumah dinasnya, di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. "Sekarang sebenarnya sudah menjadi tersangka (pembunuhan), cuma belum dirilis resmi saja," kata ahli hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda, kemarin. Chairul menduga penyidik berupaya membuktikan dugaan pembunuhan berencana melalui penelusuran motif tersebut tidak ditentukan oleh siapa yang ada di tempat pembunuhan, melainkan siapa yang berkepentingan menghabisi nyawa Brigadir Yosua atau aktor intelektualis. "Artinya, ada dua pokok persoalan yang harus dibuktikan, yaitu pembunuhan dan perencanaan," kata dia. Alih-alih membantu penyelidikan, Ferdy justru diperiksa oleh Inspektorat Polri Khusus Polri karena dugaan pelanggaran etik. Dia diduga turut memerintahkan pengambilan dekoder kamera CCTV. (Yetede)
Bertahap Menjerat Tersangka Baru
Misteri tewasnya Nofriansyah Yosua Hutabarat mulai terkuat perlahan. Setelah menahan Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada Eliezer, Tim Khusus Mabes menetapkan tersangka baru, Brigadir Kepala Ricky Rizal dan supir bernama Kuwat. "Tersangkanya sudah tiga. Dari tiga tersangka itu, kasusnya bisa berkembang," ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. Di Istana Negara, Senin, 8 Agustus 2022. Brigadir Kepala Ricky Rizal adalah ajudan mantan Kepala Divisi Propam Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo. Sedangkan Kuwat merupakan sopir istri Ferdy, Putri Cendrawati. Polisi menetapkan Eliezer tersangka dengan Pasal 380 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 tentang pembunuhan dengan sengaja. Adapun Ricky ditersangkakan dengan Pasal 340 KUHP, yakni pembunuhan berencana. Ferdy sendiri telah ditahan di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Polri. Dia ditahan lantaran dianggap tidak profesional dalam kasus yang terjadi di rumah dinasnya itu. (Yetede)
Rencana Monopoli Perdagangan Karbon Tuai Protes
Potensi pasar energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia semakin menjanjikan. Melihat peluang ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menguasai hak atas sertifikat EBT. Kosekuensinya, boleh dibilang hanya PLN pula yang bisa melakukan perdagangan karbon (carbon trading). Sebagai catatan, awal Agustus 2022, PLN melayangkan surat kepada 20 produsen listrik independen atau independent power producer (IPP) operator EBT. Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Febby Tumiwa menegaskan, hingga kini belum ada aturan resmi terkait REC. "Saat ini REC dimonopoli PLN dengan klaim menggunakan standar International," ungkap dia.
Mendorong Ekonomi dari Sektor Industri Pengolahan
Pemerintah berupaya menjadikan industri pengolahan atau manufaktur sebagai motor pertumbuhan ekonomi paruh kedua 2022. Agar daya dorong manufaktur terhadap perekonomian lebih kuat pemerintah menjajikan bantuan sektor ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyatakan bantuan pemerintah bukan berupa insentif khusus. Menurut Airlangga, yang dibutuhkan industri manufaktur terutama adalah pembangunan infrastruktur yang baik dan posakan gas, bahan bakar minyak (BBM, dan juga kelistrikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2022 lalu dengan persentase 17,84%. Pada periode tersebut, sektor ini tumbuh 4,01% year on year (yoy). Walaupun pertumbuhan manufaktur ini melambat ketimbang kuartal I-2022 yang mencapai 5,07% yoy.
Emiten Konsumer Masih Moncer
Daya beli masyarakat mulai merosot. Ini tercermin dari survei Danareksa Research Institute (DRI) terhadap Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juli 2022. Menilik survei tersebut, IKK Juli 2022 berada di level 89,1 atau turun 2,0% secara bulanan dari 90,9.
Penurunan IKK didorong peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dan peningkatan tarif listrik. Kenaikan harga pangan pada Juli, seperti cabai dan bawang, ikut menekan keyakinan konsumen.
Di tengah anjloknya IKK, kinerja emiten sektor barang konsumsi diyakini masih moncer. Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai, geliat mobilitas penduduk dan akselerasi vaksinasi ikut mendorong prospeknya kinerja emiten konsumsi.
Pasokan Berlebih dan Potensi Resesi, Harga Minyak Anjlok
Harga minyak dunia dalam sepekan menurun. Pasokan yang berlebih saat permintaan belum kembali naik membuat harga minyak dalam tren turun.
Harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2022 turun 9,74% dalam seminggu menjadi US$ 89,01 per barel. Sementara minyak jenis brent kontrak kontrak pengiriman Oktober 2022 turun 8,7% ke US$ 94,92 per barel.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, harga minyak mencatat penurunan mingguan terbesar di awal perdagangan Agustus ini karena meningkatnya kecemasan pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi global. Efeknya, permintaan akan minyak menurun.
Nanang mencermati, harga minyak anjlok ke level terendah dalam enam bulan.
Pengalihan dari JiwaSraya
Hingga akhir Juni 2022. PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) telah menerima pengalihan liabilitas dari PT Asuransi JiwaSraya sebanyak 87,2%. Nilai Rp 28,8 triliun bagian dari total liabilitas yang dialihkan pada tahap pertama senilai Rp 33,02 triliun. Plh Sekretaris Perusahaan IFG Life, Mahendra Djoko Prasetyo mengatakan, IFG Life berkomitmen menyelesaikan pembayaran manfaat polis-polis yang telah dialihkan jika sudah memenuhi kriteria.
BERBURU CUAN SAHAM ANYAR
Gelombang aksi go public terus berlanjut di lantai bursa. Momentum pasar modal yang sedang menanjak membuat ‘kontes kecantikan’ emiten untuk memikat investor kian menarik. Tak ayal, kondisi tersebut diyakini dapat dimanfaatkan investor untuk mendapatkan saham-saham yang menjanjikan. Kabar terbaru, pada tanggal cantik 8 Agustus 2022 alias hari ini, empat emiten anyar melantai di Bursa Efek Indonesia. Mereka yaitu PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang menggalang dana hasil initial public offering (IPO) Rp1 triliun, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) Rp222,4 miliar, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk. (KKES) Rp31,5 miliar, dan PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO) Rp35 miliar. Kehadiran mereka membuat total emiten anyar yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun mencapai 38 perusahaan. Jumlah tersebut kian mendekati target otoritas bursa yang membidik tambahan 55 emiten baru pada 2022. Selain emiten baru tersebut, PT Klinko Karya Imaji Tbk. (KLIN), PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH), dan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) juga bakal listing pada Selasa (9/8). Menariknya, sejumlah perusahaan pendatang baru terafiliasi dengan konglomerasi atau taipan. Sebut saja MORA yang terkait dengan Grup Sinar Mas karena sebagian sahamnya digenggam oleh anak usaha PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).
Menakar Kontribusi KEK
Periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo fokus pada pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan kawasan produksi dan distribusi. Pembangunan infrastruktur diharapkan mampu mendorong populasi industri dan membuka lapangan kerja sektor manufaktur di wilayah luar Jawa. Akhir-akhir ini, pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan itu disertai dengan penguatan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi serta antara pusat pertumbuhan ekonomi dengan lokasi kegiatan ekonomi serta infrastruktur pendukungnya. KEK di Indonesia dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.
KEK bisa terdiri dari satu atau beberapa zona yaitu zona pengolahan ekspor, zona logistik, zona industri, zona pengembangan teknologi, zona pariwisata, zona energi, dan zona ekonomi lain. Tercatat ada 9 KEK yang didukung infrastruktur pelabuhan yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Bitung, KEK Tanjung Api-Api, KEK Morotai, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), KEK Tanjung Kelayang, dan KEK Sorong. Selain itu, ada 5 KEK yang didukung oleh transportasi kereta api yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Bitung, dan KEK Tanjung Api-Api. Adapun KEK yang didukung infrastruktur bandara yakni KEK Tanjung Lesung, KEK Mandalika, KEK Bitung, KEK Morotai, KEK Tanjung Kelayang, dan KEK Sorong.
INFRASTRUKTUR KONEKTIVITAS : BPJT Percepat Tol Yogya-Bawen
Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mempercepat pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen untuk memangkas waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya 3 jam menjadi 1,5 jam. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan percepatan itu khusus untuk Seksi 1 Jalan Tol Yogya–Bawen Seksi 1 Junction Sleman–Simpang Susun (SS) Banyurejo. Saat ini, pembangunan jalan tol tersebut telah menunjukkan kemajuan. Dia meminta kepada tim yang bekerja di lapangan untuk terus meningkatkan pencapaian kinerja pelaksanaan konstruksinya. “Saya meminta alat berat yang digunakan juga perlu ditambah supaya makin mudah dalam meningkatkan capaian kinerja selama pelaksanaan konstruksi,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (6/8).









