Identifikasi Risiko pada Ketahanan Pangan
Perubahan iklim berdampak dan menjadi ancaman bagi sejumlah sektor, termasuk ketahanan pangan di Indonesia. Oleh karena itu, risiko dan dampak perubahan iklim perlu diidentifikasi secara menyeluruh sehingga proses adaptasi dan mitigasi dapat dilakukan dengan komprehensif. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi melalui video sambutan dalam acara rapat koordinasi nasional BMKG dengan tema ”Peran Info BMKG dalam Mendukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional”, secara daring, Senin (8/8).
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menyebutkan, lebih dari 500 juta petani usaha kecil yang memproduksi 80 % sumber pangan dunia merupakan kelompok paling rentan terhadap perubahan iklim. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memprediksi akan ada 13 juta orang kelaparan akibat terhambatnya rantai pasok dunia karena perang Ukraina-Rusia. ”Hati-hati, ini persoalan yang sangat serius, perlu penanganan yang komprehensif, perlu antisipasi sedini mungkin, secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya. Dampak perubahan iklim ini sangat serius,” ujar Presiden. (Yoga)
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023