;

Segera Berkelit dari Risiko Resesi

Hairul Rizal 12 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Risiko terjadinya resesi global pada tahun depan makin kuat se­iring dengan peringatan lembaga internasional yang menggarisbawahi tekanan inflasi di seluruh negara mulai memperlihatkan gradasi kenaikan secara pasti. Peringatan untuk siap menghadapi tantangan resesi kali ini datang dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebutkan adanya risiko kenaikan harga secara umum sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara. IMF sebelumnya memprediksi inflasi negara maju tahun 2022 akan naik hingga 6,6% dan negara-negara berkembang akan berada pada level 9,5% Pernyataan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva atas risiko terjadinya lonjakan inflasi yang lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya ini menggenapi sinyal lampu kuning resesi dari Bank Dunia. Laporan hasil studi Bank Dunia belum lama ini juga telah mewanti-wanti kenaikan suku bunga global yang dilakukan oleh bank sentral secara serentak dapat menimbulkan risiko terjadinya resesi dunia pada tahun 2023. Adapun IMF menduga inflasi tinggi tersebut bakal memaksa Federal Reserve (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga

PENGHILIRAN SUMBER DAYA ALAM : Investor Lirik Aspal Buton

Hairul Rizal 12 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Tingginya potensi aspal alam di Buton, Sulawesi Tenggara membuat sejumlah investor mancanegara mulai menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya pada industri pengolahan komoditas tersebut. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa saat ini telah ada beberapa investor dari dalam negeri dan Eropa yang menyatakan minatnya untuk mengoptimalkan potensi komoditas yang dikenal sebagai aspal buton tersebut. “Insyaallah sudah ada [investor yang minat] dari beberapa negara, termasuk [perusahaan] nasional kita. Jadi dari Eropa dan Indonesia,” katanya, Selasa (11/10). Saat ini, produksi aspal buton telah mencapai 100.000 ton per tahun. Jumlah tersebut pun masih jauh di bawah kebutuhan aspal nasional yang diperkirakan mencapai 5 juta ton per tahun. Untuk bisa memenuhi kebutuhan aspal nasional, kata Bahlil, dibutuhkan investasi setidaknya sekitar Rp15 triliun hingga Rp20 triliun. Pasalnya, modal yang diperlukan untuk memproduksi aspal buton sebanyak 500.000 ton saat ini mencapai Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. Sementara itu, Presiden Joko Widodo menawarkan potensi aspal buton di Indonesia yang mencapai 662 ton kepada investor. Menurutnya, dengan kebutuhan aspal dalam negeri yang mencapai 5 juta ton per tahun, maka potensi tersebut bisa dimanfaatkan hingga 120 tahun mendatang.

ANGKUTAN PENYEBERANGAN : ASDP Siap Pacu Pendapatan di Lintasan Komersial

Hairul Rizal 12 Oct 2022 Bisnis Indonesia

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) siap memacu pendapatan dari lintasan penyeberangan komersial setelah akuisisi PT Jembatan Nusantara pada awal tahun ini senilai Rp1,27 triliun. Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan aksi korporasi itu akan menaikkan kinerja pada kuartal I/2023 atau 1 tahun setelah proses akuisisi. “Pasti kan pendapatan dari komersial akan meningkat tapi saya yakin dari proporsi tidak drastis langsung berubah,” katanya dalam diskusi bertema Kapal Perintis: Membangun Konektivitas, Memantik Kesejahteraan Masyarakat Kepulauan, Selasa (11/10). Menurutnya, tujuan ASDP melakukan aksi akuisisi adalah mempercepat layanan dan memperbanyak jangkauan rute penyeberangan jarak jauh. Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP Indonesia Ferry M. Yusuf Hadi memaparkan rencana ASDP berkolaborasi dengan program Tol Laut guna menggarap logistik curah sehingga muatan bisa diberangkatkan dengan baik dan bisa menjadi feeder Tol Laut. Terkait dengan tata kelola barang curah, imbuhnya, perseroan akan mendesain sistem yang memungkinkan pengukuran dan pendataan dengan baik. Per Agustus 2022, ASDP membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp2,75 triliun atau mencapai 90,42% dari target RKAP 2022 sebesar Rp3,04 triliun.


Indonesia Optimistis Hadapi Perfect Storm

Yoga 12 Oct 2022 Investor Daily (H)

Tanpa mengurangi kewaspadaan menghadapi perfect storm yang bakal menimpa ekonomi dunia, Indonesia dinilai cukup kuat untuk terhindar dari petaka yang menimbulkan resesi global 2023. Faktor yang membangkitkan optimisme itu, antara lain, adalah daya beli masyarakat yang masih kuat, investasi terus meningkat, inflasi yang terkendali, dan ketahanan pangan yang cukup baik. Ekonomi global tahun 2023 diprediksi terkena perfect storm, yakni kondisi di mana tiga petaka terjadi sekaligus di saat yang sama, yakni inflasi tinggi atau hiperinflasi, kontraksi ekonomi, dan masalah geopolitik. Hiperinflasi memaksa otoritas moneter menaikkan suku bunga. Lonjakan suku bunga yang terlalu agresif menyebabkan ekonomi terjungkal ke jurang resesi. Kondisi ini diperparah oleh masalah geopolitik, sebuah faktor yang pada masa lalu acap luput dari perhatian ekonom. Perang Rusia vs Ukraina yang sudah berlangsung delapan bulan dan tak seorang pun mampu memperkirakan kapan berakhirnya. Masalah geopolitik kian pelik pada masa akan datang.

Kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini berbanding terbalik dengan 28 negara yang saat ini antre minta bantuan IMF. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ketiga 2022 diperkirakan mencapai 5,2% dan kuartal keempat 4,8%. Kondisi ini dinilai cukup kuat untuk menghadapi ancaman resesi 2023. “Kita harus tetap optimistis. Tetapi tetap berhati-hati dan waspada,” kata Presiden Jokowi saat membuka BNI Investor Daily Summit 2022 yang digelar di JCC, Jakarta, Selasa (11/10). Ekonom senior Chatib Basri menyatakan, “Kalau ditanya apakah Indonesia akan resesi atau tidak, jawaban saya tidak,” ungkap Chatib dalam sesi diskusi Global Economic Outlook pada hari pertama BNI Investor Daily Summit 2022, kemarin. Dia mengatakan, guncangan ketidakpastian global akan lebih berdampak negatif terhadap negara yang memiliki pangsa ekspor terhadap PDB-nya besar, contohnya Singapura. (Yoga)


Ditopang 4 Pilar, Erick Optimistis Ekonomi Indonesia Terus Tumbuh

Yoga 12 Oct 2022 Investor Daily

Menteri BUMN Erick Thohir optimistis, Indonesia akan konsisten mencetak pertumbuhan ekonomi dan menempati posisi keempat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia. "Kalau kita lihat data-data, kita akan terus tumbuh tepatnya 5% sampai 2045 dan akan memposisikan kita menjadi negara ekonomi terbesar di dunia kalau tidak ranking lima, tapi harusnya ranking empat," ungkap Erick dalam Investor Daily Summit, di Jakarta, Selasa (11/10). Menurut Erick, optimisme itu didorong oleh empat pilar di sektor industri. Pertama, hilirisasi, di mana Presiden Jokowi telah mendorong agar Sumber Daya Alam Indonesia dijadikan sebagai hilirisasi dan industrialisasi. Sebab bagaimanapun turunan dari bahan baku merupakan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Pilar selanjutnya yaitu Indonesia akan menjadi lumbung pangan regional bahkan dunia. Mengingat, Indonesia bukan hanya negara yang memiliki kekayaan di sektor agrikultur, tetapi juga sektor kelautan yang sejauh ini baru tergarap 5%. 

"Buktinya, kemarin Singapura kekurangan ayam, Indonesia yang menyelamatkan ketika Malaysia tidak memberikan reserved dari kebutuhan ayam," tambahnya. Pilar ketiga terkait demografi Indonesia yang saat ini mayoritas atau 54% diisi oleh masyarakat di bawah usia 40 tahun. Bahkan, komposisi yang berusia di bawah 18 tahun lebih banyak lagi. Karena itu, industri kreatif seperti makanan, olahraga, film, fashion, dan pariwisata akan menjadi salah satu potensi pertumbuhan ke depan. Pilar terakhir berkaitan dengan ekonomi digital Indonesia yang berpotensi memacu perekonomian Indonesia dapat tumbuh 5% di setiap tahunnya. "Potensi digital ekonomi kita sekitar Rp 4.500 triliun. Ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara di mana 40% di antaranya di Indonesia," ujar Erick. Karena itu, Erick menekankan perlunya Indonesia bukan hanya menjadi bangsa penonton, tetapi juga menjadi bagian dari yang mengeksplor industrialisasi ini. "Itulah kenapa saya yakin, digital ekonomi adalah pertumbuhan yang sangat potensial yang tidak boleh dinomorduakan. Kita bisa libatkan sekarang kita bisa mengeksploitasi ini," imbuh Erick. (Yoga)

Pemerintah Setop Impor Aspal Pada 2024

Yoga 12 Oct 2022 Investor Daily

Dua tahun lagi saya beri waktu, setop impor aspal, harus semuanya disuplai dari Pulau Buton," tegas Presiden Jokowi saat membuka acara Investor Daily Summit 2022, di Jakarta Convention Center, Selasa (11/10). Jokowi mengatakan, Indonesia memiliki potensi atau deposit 662 juta ton aspal di Buton, Sultar. Namun, belum banyak dimanfaatkan, lantaran harga aspal impor dinilai lebih murah. Dengan potensi sebanyak itu dibutuhkan 120 tahun untuk mengelola aspal di Buton, karena kebutuhan aspal dalam negeri hanya 5 juta ton per tahun. "Dulu pernah diolah di Buton, tetapi setop. Saya nggak tahu, karena katanya aspal impor lebih murah," ujarnya. Oleh karena itu, Jokowi mengajak investor untuk segera menanamkan modalnya di industri pengelolaan aspal di Buton agar potensi aspal ini dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri dan diekspor. "Ini kesempatan bapak ibu semuanya kalau ingin investasi segera bangun industri. Pasarnya jelas, ada di dalam negeri, sebagian bisa diekspor," tuturnya. 

Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, sudah ada investor dalam dan luar negeri yang tertarik membangun industri aspal di Buton. "Sudah ada, Insya Allah. Di beberapa negara termasuk nasional kita, Eropa dan Indonesia," kata dia kepada wartawan usai menghadiri Investor Daily Summit 2022. Dia menyebut, setidaknya dibutuhkan dana Rp 15-20 triliun untuk membangun industri aspal dengan kapasitas produksi yang dapat memenuhi kebutuhan aspal dalam negeri sebesar 5 juta ton per tahun. "Untuk mengcover 500.000 ton itu investasinya sekitar Rp 2,5 triliun sampai Rp 3 triliun. Jadi (kalau 5 juta ton) itu kurang lebih sekitar Rp 15-20 triliun," ucapnya. Ia menjelaskan, bahwa industri aspal di Buton memiliki kapasitas produksi 100.000 ton per tahun dan akan terus bertambah seiring dengan masuknya investor di wilayah ini. (Yoga)

Ekonomi Digitalisasi Indonesia Bisa Kalahkan Tiongkok

Yoga 12 Oct 2022 Investor Daily

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengungkapkan, nilai ekonomi digital Indonesia bisa mengalahkan Tiongkok. Karena Indonesia memiliki kekuatan digitalisasi yang masif. Bahkan, digitalisasi Indonesia sudah masuk ke pasar-pasar, bahkan hingga kota-kota pelosok di Indonesia. “Nah, Kita harus bangga, karena opportunity for us, is rich. Apalagi kita kerja bersama. Telkom ada infrastruktur, terus ada investornya dari pak Nata (Sunata Tjiterosampurno, Senior Partner Northstar Group). Ini kalau kita lihat, kalau orang mengatakan, Indonesia bisa menjadi big four, it will happen. Dan saya percaya, kita juga bisa mengalahkan China (Tiongkok), karena semua kota-kota kecil sudah maju. Karena bisnis kami sudah sampai di kota kecil, driver, merchant kami ada di kota kecil,” kata Neneng dalam acara Investor Daily Summit 2022 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (11/10). Neneng juga  mengungkapkan mengenai digitalisasi di Indonesia. Menurut dia, kekuatan digitalisasi Indonesia terlihat karena Indonesia diperhitungkan di Asean. “Google mengatakan, ekonomi digital Indonesia akan double di 2030. Penetrasi internet di pandemi itu 64%, post pandemi 74%, akselerasi cepat banget. Jadi kalau kita bisa bilang, pandemi ada blessing in disguise. Populasi masyarakat muda Indonesia yang memahami seluler juga tinggi, ini memicu ledakan ekonomi digital,” ujar Neneng.  (Yoga)

Merry Riana: E-commerce Mulai Bergeser Ke Social Commerce

Yoga 12 Oct 2022 Investor Daily

Evolusi yang terjadi di industri media dari media konvensional ke media digital dan akhirnya ke media sosial ternyata juga merambah ke dunia perdagangan. Pola evolusi dalam industri media bisa ditemukan kemiripannya dalam cara orang melakukan jual beli atau commerce. Hal tersebut dikatakan pengusaha dan motivational speaker Merry Riana dalam diskusi di ajang BNI Investor Daily Summit 2022 di Jakarta Convention Center yang dimoderatori oleh Direktur Digital and Business Development B Universe Anthony Wonsono, Selasa (11/10). “Dulu sekali kita hanya kenal media konvensional seperti televisi, surat kabar, dan radio. Kemudian berkembang menjadi media digital, di mana surat kabar menjadi portal berita, radio menjadi podcast, dan seterusnya. Yang Anda lihat sekarang adalah perkembangan berikutnya dalam bidang ini, karena bukan lagi media digital, tetapi sudah menjadi media sosial,” imbuhnya. 

Dengan setengah bercanda dia mencontohkan bahwa dulu orang mendapat informasi pertama dari televisi, sekarang orang mendapat informasi pertama dari akun Lambe Turah di media sosial. Menurut dia, pola yang sama juga terjadi di sektor perdagangan. “Bicara jual beli konvensional, kita membeli barang secara luring dengan datang ke toko, menerima barang yang dikehendaki, dan membayar,” kata Merry. “Setelah itu terjadi evolusi menuju e-commerce di mana kita berbelanja di aplikasi toko. Jika Anda ikuti pola dari media konvensional ke media digital lalu ke media sosial, maka setelah commerce, lalu e-commerce, lalu apa selanjutnya? Social commerce,” ucapnya. Merry membenarkan bahwa tidak banyak yang menyadari arah evolusi ini, padahal sudah mulai banyak orang yang berbelanja melalui interaksi media sosial seperti TikTok daripada ke situs jual beli. (Yoga)

Menkeu dan Mentan G20 Bahas Kerawanan Pangan di JFAMM

Yoga 12 Oct 2022 Investor Daily

 Para Menkeu dan Mentan G20 secara perdana bertemu di Washington DC, AS, dalam ajang Joint Finance and Agriculture Ministers Meeting (JFAMM). JFAMM diselenggarakan bersamaan rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2022 pada 11 Oktober 2022. Empat fokus pembahasan JFAMM, di antaranya soal kerawanan pangan dan gizi. JFAMM merupakan kegiatan inisiatif kolaborasi negara - negara G20 Jalur Keuangan dan Jalur Sherpa yang ditujukan untuk membahas perkembangan terkini, mengidentifikasi solusi, dan arah ke depan dalam mengatasi kerawanan pangan global. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengatakan, pada Minggu (09/10) Mentan RI Syahrul Yasin Limpo telah bertolak ke AS dan diagendakan untuk hadir pada pertemuan JFAMM. 

 Di ajang JFAMM, para Menkeu dan Mentan G20 bertemu dan membahas empat poin utama, yakni membangun upaya anggota G20 untuk mengatasi kerawanan pangan dan gizi, mendukung secara politis untuk pemetaan, penyusunan kerangka acuan, dan tindakan konkret yang akan diambil mengatasi permasalahan tersebut, menjajaki aksi konkret untuk mengatasi krisis ketersediaan pupuk dan kerawanan pangan yang mendesak. “Dan poin terakhir adalah mempertimbangkan koordinasi di bidang keuangan dan pertanian jangka panjang untuk mempercepat implementasi komitmen, membantu mengatasi kesenjangan yang teridentifikasi, serta memperkuat dan menghindari duplikasi dengan inisiatif yang telah berjalan,” papar Kuntoro dalam keterangan Kementan. Keempat poin itu diharapkan dapat menghadirkan komitmen bersama negara-negara G20 dan dapat menjadi solusi permasalahan pangan di dunia. (Yoga)

Serap Anggaran Rp 351,9 Miliar, PUPR Tuntaskan Rusun KIT Batang

Yoga 12 Oct 2022 Investor Daily

Kementerian PUPR merampungkan pembangunan 10 menara rusun senilai Rp 351,9 miliar untuk pekerja di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jateng. Setiap rusun dibangun lima lantai dengan unit hunian tipe barak berjumlah 220 barak lengkap dengan meubelair serta dapat menampung sebanyak 2.620 pekerja. “Kami telah menyelesaikan 10 menara rusun pekerja di KIT Batang dengan total anggaran sebesar Rp 351,9 miliar,” kata Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/10) Menurut Iwan, keberadaan Rusun bagi pekerja KIT Batang ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan iklim investasi di Indonesia dengan kemudahan berusaha dan infrastruktur dasar. 

Juga untuk mendorong perekonomian masyarakat sekaligus menarik investor menanamkan investasi di Indonesia pasca pandemi. Pembangunan Rusun Pekerja KIT Batang dilaksanakan secara multi years contract (MYC) sejak 2021 hingga 2022. Rusun dibangun sebanyak 10 menara tipe barak masing-masing lima lantai, dengan total 220 barak atau bisa menampung 2.620 orang serta dilengkapi fasilitas berupa jalan lingkungan drainase, jalur pedestrian, area parkir, lapangan olahraga, dan taman. Pembangunan Rusun KIT Batang dilaksanakan dalam tiga paket pembangunan di atas tanah seluas 5.735 meter persegi (m2) dan telah selesai 100 %.  (Yoga)

Pilihan Editor