;

Harapan Laba Terganjal Penurunan Ekspor

Yuniati Turjandini 14 Dec 2022 Tempo (H)

JAKARTA-Kinerja ekspor diprediksi melambat pada awal 2023. Walhasil, pelemahan rupiah yang biasanya memberikan tambahan keuntungan bagi eksportir diperkirakan tidak terjadi kali ini. Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Toto Dirgantoro, menuturkan pelemahan permintaan global akibat resesi dinegara-negara maju membuat proyeksi kinerja ekspor lesu. "Mungkin beberapa sektor ekspor yang bahan bakunya lokal masih ada sedikit selisih kurs yang menguntungkan, tapi tidak demikian dengan sektor yang mengimpor bahan baku. Pasti ini menyesakkan." ujarnya kepada Tempo, Selasa, 13 Desember 2022. Sebagai antisipasi, pelaku usaha berupaya melakukan efisiensi dan bertahan melewati gejolak perekonomian yang diperkirakan makin kencang pada 2023. Perusahaan ekspor yang sudah terkena dampak krisis saat ini antara lain tekstil, alas kaki, dan furniture. (Yetede)

Konsumen Meikarta Menagih Janji Pengembang

Hairul Rizal 14 Dec 2022 Kontan (H)

Drama megaproyek properti Meikarta kembali berlanjut. Kabar teranyar, ratusan konsumen memprotes lantaran mereka tak kunjung mendapatkan unit properti yang telah dijanjikan pengembang, yang digarap sejak 2016 dengan nilai total investasi Rp 278 triliun. Konsumen menagih janji dari pengembang Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), yang masih terafiliasi dengan Grup Lippo. Alasannya, masih banyak unit apartemen yang dibeli konsumen belum dibangun oleh perusahaan tersebut. Komunitas Peduli Konsumen Meikarta juga meminta DPR membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelesaikan kasus Meikarta. Mereka menilai, Meikarta telah melakukan wanprestasi serah terima unit, karena melewati batas waktu grace period serah terima. Menurut dia, Meikarta telah menjual 100.000-130.000 unit properti hunian. Jika mengacu harga unit termurah di tahun 2017 senilai Rp 127 juta per unit, Asep bilang, total uang yang sudah diterima Meikarta mencapai kisaran Rp 12,7 triliun-Rp 16,51 triliun.

Neraca Dagang Surplus, Rupiah Masih Pupus

Hairul Rizal 14 Dec 2022 Kontan

Kinerja ekspor Indonesia diramal masih moncer menjelang akhir tahun 2022. Neraca perdagangan diproyeksi kembali mencetak surplus bernilai jumbo. Sejumlah ekonom yang dihubungi KONTAN memperkirakan, neraca perdagangan November 2022 kembali mencetak surplus. Meski angkanya lebih rendah daripada bulan Oktober yang surplus bernilai US$ 5,67 miliar. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, surplus neraca perdagangan November sebesar US$ 5,18 miliar. Ia memperkirakan, pertumbuhan ekspor bisa lebih tinggi, yakni mencapai 10,37% year on year (yoy), dibanding kinerja impor yang diramal tumbuh 3,65% yoy. Ekonom BNI Sekuritas Damhuri Nasution memperkirakan, surpus neraca perdagangan bulan lalu sebesar US$ 4,51 miliar. Kepala Ekonom PT Bank Syariah Indonesia Tbk Banjaran Surya Indratomo juga memperkirakan, neraca perdagangan November surplus US$ 4,25 miliar. Sementara Ekonom BCA David Sumual lebih optimistis, bahwa neraca perdagangan bakal mencetak surplus lebih besar pada bulan lalu, Proyeksinya, surplus mencapai US$ 5,24 miliar.

Market Cap Bursa Anjlok Rp 236 Triliun

Hairul Rizal 14 Dec 2022 Kontan

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam tiga bulan terakhir mengikis nilai kapitalisasi pasar alias market capitalization ( market cap ) bursa. Jika dihitung sejak menyentuh level all time high pada 13 September 2022 lalu, bursa saham sudah kehilangan market cap senilai Rp 236 triliun. Penurunan IHSG yang cukup dalam juga terjadi sejak awal Desember lalu. Dalam sembilan hari perdagangan, IHSG terkapar di zona merah. Meski dalam dua hari terakhir, indeks mulai kembali ke jalur hijau. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penurunan market cap IHSG antara lain dipengaruhi oleh koreksi saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Dengan demikian, GOTO bahkan tak lagi masuk dalam jajaran 10 saham dengan market cap terbesar di bursa. Saham GOTO memang menjadi pemberat laju IHSG sepanjang tahun ini. Saham emiten teknologi ini telah mengikis IHSG sebesar 429,7 poin secara year to date.

Saham GOTO Rebound Usai 11 Hari Mentok ARB

Hairul Rizal 14 Dec 2022 Kontan

SAHAM PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya bangkit setelah 11 kali beruntun mengalami auto rejection bawah (ARB). GOTO bertengger di posisi Rp 100 atau naik 14,94% pada Selasa (13/12). Pada awal perdagangan, saham GOTO sempat turun tajam 7,4% ke Rp 81 per saham. Namun GOTO berhasil naik dan sempat menyentuh level tertinggi intraday di Rp 108. Kemarin, total nilai transaksi GOTO di pasar reguler mencapai Rp 2,49 triliun dengan market cap Rp 118,44 triliun. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, secara teknikal, estimasi maksimum support dan resistance GOTO berada pada rentang Rp 81 sampai dengan Rp 120."Untuk kenaikan ini sementara masih technical rebound. Sebab dari perspektif tren, GOTO masih dalam markdown phase," jelas Nafan, Selasa (13/12).

BSI dan Kemkeu Dorong Penerima KUR Naik Kelas

Hairul Rizal 14 Dec 2022 Kontan

Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Kementerian Keuangan bakal mendampingi penerima pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) syariah agar naik kelas. BSI meneken kesepahaman (MoU) Kerjasama Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah dalam Program UMKM Financing Empowerment (U-FinE). Program UMKM Financing Empowement (U-FinE) buntuk mendorong inklusivitas keuangan UMKM dan mendorong nasabah penerima KUR syariah naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi sebagai pengusaha kelas menengah maupun besar. Direktur Retail Banking BSI, Ngatari mengatakan, peran BSI dan Kementerian Keuangan akan mendorong akselerasi pembiayaan dan pendampingan UMKM.

MEMOLES CUAN PELAT MERAH

Hairul Rizal 14 Dec 2022 Bisnis Indonesia (H)

Ramalan ketidakpastian ekonomi dunia pada tahun depan tak bikin optimisme korporasi pelat merah surut. Transformasi dan akselerasi performa, baik organik maupun melalui suntikan dana pemerintah, pada tahun ini digadang-gadang menjadi motor pendorong bisnis badan usaha milik negara (BUMN). Dus, setoran BUMN ke penerimaan negara via dividen pun diproyeksikan terus bertambah. Demikian pula dengan kontribusi BUMN untuk perekonomian nasional lewat investasi juga diharapkan terungkit. Kendati demikian, sejumlah kalangan mengingatkan agar korporasi pelat merah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi risiko resesi global. Apalagi, bagi BUMN yang aktivitas bisnisnya mengandalkan ekspor. Jika ditelusuri, akselerasi performa BUMN tecermin lewat raihan keuntungan yang makin menebal. Dalam 9 bulan 2022, Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang dipimpin oleh Erick Thohir mencatat laba konsolidasi sebesar Rp155 triliun. Capaian itu naik 24% dari realisasi laba konsolidasi BUMN sepanjang 2021 yang tercatat sebesar Rp125 triliun. Perbaikan korporasi pelat merah juga terjadi pada sisi rasio utang terhadap modal yang menyusut dari 38,6% pada 2020 menjadi 36,2% pada 2021, dan 34% per kuartal III/2022 yang belum diaudit. Perihal capaian tersebut, Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury mengingatkan bahwa ekonomi global dan domestik pada 2023 penuh tantangan. Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai pengumpulan ekuitas korporasi pelat merah pada tahun depan berisiko terhalang tekanan resesi global yang dapat menekan kinerja BUMN berorientasi ekspor, seperti pertambangan.

Program Lumbung Pangan Berulang Kali Gagal

Yoga 14 Dec 2022 Kompas (H)

Pencetakan sawah sebagai bagian dari proyek lumbung pangan di Merauke, Papua, menuai banyak kegagalan. Temuan di lapangan menunjukkan sebagian besar sawah yang dicetak terbengkalai. Selain ketidaksesuaian lahan, kegagalan juga disebabkan minimnya dukungan infrastruktur dan kurangnya tenaga kerja petani. Di Kampung Bokem, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, sebagian besar lahan bekas cetak sawah pada 2018 terbengkalai. ”Jatah sawah di lokas cetak sawah itu tidak bisa ditanami. Saya sudah coba tanam dua musim, tetapi selalu gagal. Banyak petani lain juga coba, tetapi selalu gagal, malah merugi,” kata Simon Wolo (53), Ketua Gabungan Kelompok Tani Bokem, Senin  (14/11). Menurut Simon, selain tanahnya terlalu asam, saluran irigasi di areal cetak sawah itu juga belum tersambung. ”Saluran primer, sekunder, dan tersier tidak terhubung. Ada saluran air, tetapi hanya seperti kolam-kolam terpisah,harus dipompa untuk mengairi ke sawah,” ujarnya. Simon mengatakan, sejak awal, dia mengingatkan bahwa lokasi yang dipilih untuk cetak sawah itu tidak sesuai untuk tanaman padi. ”Proyek itu tanpa konsultasi dengan kami. Tiba-tiba saja ada banyak alat berat datang. Saya sudah kasih tahu itu dulu rawa besar. Tempat warga dulu berburu dan cari ikan. Selain asam, juga sering banjir,” tuturnya. Ketika sawah selesai dicetak, Simon dan Kepala Kampung Bokem sempat menolak tanda tangan. ”Saya tidak mau disalahkan petani. Tetapi, saya tidak berdaya. Saya akhirnya tanda tangan, tetapi saya yang disalahkan petani karena pada gagal panen,” ujarnya.

Novianti Rantemanik (37), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kampung Bokem, mengatakan, cetak sawah 200 ha di kampung itu berlangsung Oktober hingga November 2018. Pengerjaannya hanya dua bulan dan sebagian langsung ditanami pada Desember tahun yang sama. Menurut perhitungan Novianti, hanya 20-40 ha sawah yang dicetak ini yang masih bisa ditanami. Ia pernah mengetes tanahnya dan diketahui mayoritas memiliki tingkat keasaman pH 3 sehingga tanah itu sulit untuk ditanami. Drainase yang tidak tersambung dan memiliki ketinggian sama dengan sawah juga membuat air dalam sawah tidak bisa mengalir. Kegagalan cetak sawah baru juga terjadi di lokasi transmigrasi di Kampung Wonorejo, Distrik Kurik, Merauke. Mayoritas lahan bekas cetak sawah pada 2017-2018 di kawasan ini dibiarkan terbengkalai. Program cetak sawah di perkampungan Marind Anim di awal pelaksanaan proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) tahun 2010 lebih parah lagi. Ignasius Balagaize (53), mantan Ketua Gapoktan Kampung Baad, Distrik Animha, mengatakan, lahan cetak sawah di kampung- nya gagal total. ”Kami terakhir menanam itu 2011 karena kemudian gagal panen akibat banjir. Sekarang sawah itu sudah jadi alang-alang lagi,” ujarnya. Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke Yosefa Loise Rumaseuw, di Merauke, Senin (14/11), mengakui, banyak proyek cetak sawah di Merauke yang tidak berlanjut. (Yoga)


PHK di Sektor Padat Karya Diperkirakan Berlanjut

Yoga 14 Dec 2022 Kompas (H)

Gelombang PHK pada industri manufaktur padat karya berorientasi ekspor diperkirakan berlanjut pada 2023. Kalangan usaha berpandangan, hal ini disebabkan ketidakpastian ekonomi yang melemahkan permintaan pasar ekspor. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dari laporan OJK, Dewan Jaminan Sosial Nasional, dan Kemenaker, pembayaran manfaat program Jaminan Hari Tua (JHT) Januari-Oktober 2022 sebesar Rp 36,52 triliun dengan total kasus 2,8 juta kasus. Dari 2,8 juta kasus ini, jumlah kasus pembayaran manfaat JHT dari kriteria PHK sebanyak 834.037 kasus dengan nilai JHT dibayarkan Rp 8,57 triliun. Ketua Bidang Perdagangan Apindo Benny Soetrisno menjelaskan,  permintaan ekspor sedang mengalami penurunan. Situasi ini terutama dialam pengusaha di industri manufaktur padat. Selain tekstil dan alas kaki, kelesuan permintaan ekspor juga dialami pelaku industri mebel dan pengolahan karet. Permintaan ekspor mebel yang biasanya tinggi menjelang akhir tahun kini menurun.

Benny mengatakan, sudah ada pengusaha yang mengeluhkan pembatalan pesanan dari klien di luar negeri karena masih banyaknya stok barang yang dipunyai klien. Per 21 November 2022, sebanyak 163 perusahaan anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Asosiasi Pengusaha Garmen Korea (KOGA), serta Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSYFI) telah melakukan PHK. Total karyawan yang terdampak kebijakan PHK dari perusahaan-perusahaan itu  87.236 orang. Wakil Ketua Umum API Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan SDM Nurdin Setiawan mengatakan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional bergantung 70 $ pada pasar dalam negeri dan 30 % pasar ekspor yang melemah dengan proyeksi pembatalan order 30 %. Hal ini juga dialami negara eksportir TPT lainnya, seperti Bangladesh, India, dan China. ”PHK di industri TPT seperti fenomena gunung es. Data pekerja terdampak hanya mewakili data parsial kondisi asli di lapangan,” ujarnya. Di sisi lain, pelaku usaha terkendala menggarap pasar domestik. (Yoga)


Menanti Arah Transformasi Digital

Hairul Rizal 14 Dec 2022 Bisnis Indonesia

Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas pada Senin (28/11). Pokok persamuhan, syukuran suksesnya G20 Summit di Bali pada 15–16 November. Presiden Jokowi meminta task force guna menindaklanjuti investasi multilateral senilai US$238 miliar dan bilateral senilai US$71,4 miliar. Harapan khalayak, Presiden Jokowi juga akan meminta kebijakan pemerintah selaras Deklarasi Bali. Dalam konteks transformasi digital, Deklarasi Bali menyepakati teknologi digital adalah kunci pemulihan dan pemberdayaan di segala aspek. Di era ini, setiap organisasi akan jadi digital, termasuk negara karena teknologi digital jadi pengungkit utama pendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Ini terjadi kalau teknologi komputasi awan berintegrasi ke dalam sistem dan infrastruktur esensial. Setidaknya, ada tujuh alasan komputasi awan jadi tulang punggung penting. Pertama, layanan ini menghilangkan biaya modal pembelian perangkat, penyiapan, dan operasional pusat data di tempat. Kedua, layanan ini disediakan mandiri dan memberikan kecepatan fleksibilitas. Ketiga, kemampuan menskalakan secara elastis. Keempat, produktivitas bagi tim teknologi informasi mencapai tujuan bisnis lebih penting. Kelima, performa unggul, layanan ini berjalan di jaringan pusat data yang aman di seluruh dunia, serta secara teratur ditingkatkan ke generasi terbaru. Keenam, keandalannya dalam pencadangan data, pemulihan bencana, dan kelangsungan bisnis lebih mudah serta murah. Ketujuh, teknologi keamanan yang diberikan penyedianya untuk memperkuat postur keamanan keseluruhan, guna melindungi dari potensi ancaman siber.

Pilihan Editor