Biaya Tak Terduga DKI Naik Rp 220,1 Miliar
Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta dan Tim Anggaran Pemprov DKI Jakarta menyepakati biaya tidak terduga (BTT) dalam APBD DKI Jakarta 2023 naik Rp 220,1 miliar. Anggota Badan Anggaran DPRD DKI, Gembong Warsono, Minggu (8/1) membenarkan, dari evaluasi Kemendagri atas draf APBD DKI Jakarta 2023, BTT Rp 648,5 miliar sangat kecil. Selain itu, nilai itu juga tidak sepadan dengan belanja daerah yang ditargetkan sebesar Rp 74,3 triliun. (Yoga)
KERJA SAMA RI-KOREA SELATAN : Ekspor Dibidik Tumbuh 7%
Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor nonmigas Indonesia ke Korea Selatan dapat tumbuh 7% sejalan dengan berlakunya Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) per 1 Januari 2023. “Kami targetkan tahun ini sebesar 3,5%-4,7% peningkatan nonmigas secara umum. Jadi pasti di antara itu peningkatan ekspor ke Korea, tetapi diharapkan bisa lebih bisa 5%-7%,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi, Jumat (6/1). Adapun, komoditas yang diproyeksi akan meningkat ekspornya ke Korea Selatan, antara lain besi baja, elektronik dan produk karet yang umumnya dibutuhkan dalam keperluan industri otomotif. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan IK-CEPA ini juga menjadi momentum bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi, khususnya, perdagangan dan investasi.
Satelit Nano Indonesia Buah Kerja Bersama
Surya Satellite-1 atau SS-1 yang merupakan satelit nano pertama buatan Indonesia resmi dilepaskan dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) menuju orbit Bumi rendah dengan modul deployer milik Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). Peluncuran satelit ini menjadi tonggak pencapaian industri antariksa nasional yang dipelopori ilmuwan muda Indonesia. Pelepasan SS-1 dari ISS menuju orbit Bumi rendah (low earth orbit/LEO) ini dilakukan Jumat (6/1) dan disiarkan secara langsung di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, serta Tsukuba Space Center, Jepang. Turut menyaksikan peristiwa ini dari Gedung BJ Habibie, antara lain, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dan Dubes Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji. Sebelum mengorbit di LEO, SS-1 telah diluncurkan menuju ISS pada Minggu, 27 November 2022. Peluncuran SS-1 menuju ISS tersebut menggunakan roket SpaceX CRS-2 dari NASA di Kennedy Space Center, Florida, AS. Pelepasan SS-1 menuju orbit ini membuat satelit tersebut akan beroperasi di ketinggian 400-420 kilometer di atas permukaan Bumi dengan sudut inklinasi 51,7 derajat.
Satelit ini akan melewati Indonesia selama 1,5 jam hingga 2 jam sekali. Peluncuran satelit nano relatif baru di Indonesia karena mayoritas yang beroperasi dan dipakai saat ini merupakan satelit mikro. Berdasarkan spesifikasinya, SS-1 adalah satelit nano atau cubesat yang berukuran 10 sentimeter x 10 cm x 11,35 cm. Satelit ini memiliki berat 1-1,3 kg atau lebih kecil daripada satelit mikro yang memiliki berat 50-70 kg. Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN Robertus Heru Triharjanto menyampaikan, dengan dimensi SS-1 yang sangat kecil, satelit ini dapat beroperasi minimal hingga dua tahun. Lama waktu SS-1 mengorbit juga bergantung pada baterai yang tertanam di satelit ini. Setelah beroperasi, satelit nano ini bisa berfungsi sebagai media komunikasi via satelit dalam bentuk pesan singkat (SMS). Teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mitigasi bencana, pemantauan jarak jauh dan level ketinggian air, serta komunikasi darurat. Beragam fungsi SS-1 membuat satelit ini sangat efektif, terutama untuk Indonesia sebagai negara kepulauan. (Yoga)
Harga Pangan Dunia Terus Naik
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengeluarkan indeks pangan dunia.Perkiraannya, harga pangan global pada 2023 masih terus meningkat, setidaknya untuk setengah tahun pertama. Krisis energi dan hambatan rantai pasok menjadi penyebab paling berpengaruh. Laporan dirilis FAO secara daring di kantor utama di Roma, Italia, Jumat (6/1). FAO membagi pangan menjadi lima kategori, yaitu daging, susu beserta produk turunannya, gandum beserta biji-bijian, minyak goreng, dan gula. FAO mencatat harga pangan dunia tahun 2022 naik 14,3 % dibandingkan tahun 2021. FAO menjelaskan, di pertengahan tahun 2022 kenaikan harga drastis akibat pengaruh perang Rusia dengan Ukraina yang menyebabkan krisis energi di Eropa dan krisis pangan di negara-negara Afrika serta sejumlah negara di Asia. Apalagi, keran ekspor gandum, pupuk, dan minyak biji bunga matahari dari Rusia dan Ukraina sempat terhenti karena jalur Laut Hitam ditutup.
PBB dan Turki berusaha melobi dan menjembatani permasalahan ini sehingga menjelang akhir tahun 2022 ekspor gandum dan pupuk kembali berjalan. Berkat terbukanya keran ekspor ini, harga minyak goreng, gandum, dan beberapa jenis daging menurun. Namun, harga gula dan susu beserta produk turunannya naik. ”Di tengah inflasi ini, sungguh penting kesadaran setiap negara untuk memastikan ketahanan pangan global. Kita harus saling membantu memenuhi kebutuhan pangan, terutama bahan makanan pokok,” kata Ekonom Utama FAO Maximo Torero, dikutip The Wall Street Journal. (Yoga)
PHK Global Masih Berlanjut
Pada 2023 PHK terjadi karena ekonomi makro dan harus menjadi dominan di pasar. Salah satu raksasa digital, Amazon, mengumumkan hendak memecat lagi setidaknya 18.000 pekerjanya. Inflasi dan perlambatan ekonomi menjadi alasan pengambilan keputusan tersebut. Dirut Amazon Andy Jassy menyampaikan kebijakan tersebut di markas utama Amazon di Seattle, Negara Bagian Washington, Rabu (4/1) malam waktu setempat atau Kamis (5/1) WIB. ”Keputusan ini berlaku sejak 18 Januari. Divisi e-dagang dan sumber daya manusia akan terdampak,” kata Jassy (Kompas.id, 5/1). Sebelum pengumuman itu, perusahaan teknologi di bidang pengelolaan relasi dengan konsumen Salesforce sudah mengumumkan PHK sehari sebelumnya. Mereka hendak memecat 8.000 karyawan. Perusahaan teknologi lain yang diperkirakan akan kembali memangkas karyawannya, antara lain, Twitter, Tesla, Shopify, Microsoft, dan Netflix.
Sepanjang 2022, perusahaan teknologi di AS telah memecat total 150.000 pekerja. Pada umumnya mereka menyatakan, perekrutan dalam jumlah besar saat pandemi menyebabkan beban bagi mereka karena ternyata permintaan ketika pandemi mereda, sudah tidak sebesar saat pandemi. Kondisi ekonomi makro berupa inflasi dan ancaman resesi menyebabkan dana segar sulit didapat sehingga mereka harus memotong biaya tenaga kerja. Akibat situasi yang mengimpit, mereka akan terus melakukan konsolidasi dengan mengefisienkan berbagai biaya. Salah satu alasan konsolidasi, mereka harus dominan di pasar. Dominasi di pasar ini akan menyelamatkan mereka dari masalah bisnis. Perusahaan teknologi akan kembali sehat ketika mereka bisa mengendalikan pasar lebih baik lagi. (Yoga)
Ketentuan Pekerjaan Alih Daya Diperdebatkan
Ketentuan terkait pekerjaan alih daya dalam Perppu No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja memicu perdebatan. Pemerintah dinilai perlu memberikan solusi yang bisa memberikan kepastian dan perlindungan bagi pekerja alih daya. Sesuai Pasal 64 Perppu No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian alih daya yang dibuat secara tertulis. Selanjutnya, pemerintah akan menetapkan jenis pekerjaan yang bisa dialihdayakan tersebut melalui PP. Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar berpendapat, adanya kewenangan untuk menetapkan jenis-jenis pekerjaan yang bisa dialihdayakan melalui penerbitan PP membuka ruang bagi pemerintah untuk merevisi aturan sebelumnya tentang pekerjaan alih daya. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakpastian bagi pekerja dan pengusaha.
”Jika pemerintah tidak ingin substansi aturan pekerjaan alih daya kembali seperti UU No 13/2003, konsekuensinya adalah ada peluang pekerjaan inti bisa dialihdayakan. Apabila ini terjadi, akan muncul diskriminasi di tempat kerja,” kata Timboel, Jumat (6/1), di Jakarta. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani menyampaikan, pihaknya dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang dipimpin Said Iqbal telah bertemu dengan jajaran pimpinan Kemenaker pada Kamis (5/1). Pertemuan itu menjadi awal mereka membuka ruang dialog dengan pemerintah mengenai kemunculan Perppu No 2/2022. Sikap KSPSI sejauh ini menolak substansi Perppu No2/2022. Mengenai pekerjaan alih daya, khususnya, Andi mengatakan, seharusnya pemerintah menegaskan jenis dan jumlah pekerjaan yang boleh dialih dayakan dan yang tidak. Sebelumnya, anggota Komite Regulasi dan Kelembagaan Apindo Susanto Haryono mengatakan, pembatasan jenis pekerjaan yang dapat dialih dayakan tidak lagi relevan di tengah kemunculan pekerjaan baru pada era 4.0 dan lonjakan kebutuhan pekerja terampil. ”Usulan kami, peraturan turunan Perppu No 2/2022 jangan sampai bertentangan dengan kondisi dunia yang sudah memasuki era 4.0,” ujarnya (Kompas, 4/1/2023). (Yoga)
Menadah Gula-Gula Dividen Interim dari Bank-Bank Besar
SAHAM bank-bank besar menjadi salah satu satu saham yang membuat IHSG tengkurap dua hari terakhir. Padahal, kinerja perbankan 2022 mentereng. Bahkan laba bank lokal melampaui bank di Asia.
Ini pula yang membuat sejumlah bank besar memutuskan membagi dividen interim untuk pemegang sahamnya. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memutuskan akan membagi dividen interim sebesar Rp 8,63 triliun atau Rp 57 per saham.
Sementara
cum date
di pasar tunai dan
recording date
hingga 11 Januari 2023 dan pembayaran dividen 27 Januari 2023. Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah Ayu Retno bilang, dari Rp 8,63 triliun itu, sebanyak Rp 4,59 triliun masuk ke kas negara, sisanya ke investor publik. Dividen ini komitmen BRI memberikan
economic value
ke para
stakeholders,
terutama ke penerimaan negara," kata Viviana, Kamis (5/1).
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sudah membagi dividen interim tunai Rp 4,31 triliun atau Rp 35 per saham Desember 2022. BCA konsisten membagi dividen interim beberapa tahun ini. Pada 2021, BCA membagi dividen interim Rp 3,08 triliun atau Rp 25 per saham.
Berburu Diskon Besar Saham Big Caps
Belum juga sepekan tahun 2023 berjalan, langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah tersendat. Dalam dua hari terakhir, IHSG tersungkur cukup dalam.
Kemarin (5/1), IHSG ambles 2,34% ke level 6.653,84. Di hari sebelumnya, IHSG juga tengkurap 1,10% karena penurunan saham-saham energi. Kemarin, koreksi IHSG disebabkan turunnya saham-saham big caps, terutama saham perbankan dan batubara.
Analis Phintraco Sekuritas Rio Febrian mengatakan, beberapa sentimen global menjadi penekan utama IHSG.
Pertama, risalah terbaru Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. The Fed yang kemungkinan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level tinggi, sebelum terjadi sinyal penurunan inflasi di AS yang konsisten. Bahkan dengan proyeksi inflasi AS 3,1%, bunga acuan bisa di level 5% di 2023.
Kedua, kondisi Covid-19 di China yang dikhawatirkan menekan permintaan global. Ini tercermin dari keputusan pemerintah China untuk menaikkan kuota ekspor minyak, yang mengindikasikan lemahnya permintaan domestik China. Selain itu, sektor batubara juga tengah dibayangi rencana China yang mempertimbangkan untuk melonggarkan larangan impor batubara dari Australia.
Saham-saham berkapitalisasi pasar besar alias big caps,
terkoreksi cukup dalam dan dilepas asing. Saham-saham perbankan dan batubara menjadi saham penggerus IHSG paling besar pada perdagangan kemarin.
PMN Belum Mampu Dongkrak BUMN
Pemerintah terus menyuntik modal badan usaha milik negara (BUMN) melalui penyertaan modal negara (PMN). Bahkan, nilai anggaran PMN yang dikucurkan pemerintah terus meningkat setiap tahunnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bilang, pemerintah telah menyuntik dana senilai Rp 106,8 triliun kepada perusahaan pelat merah, termasuk lembaga negara sepanjang 2022.
"Beberapa BUMN yang hampir bangkrut kami injeksi dana. Seperti Garuda Indonesia, yang kami kasih tambahan modal Rp 7,5 triliun," ujar Menkeu Sri Mulyani di paparan APBN KiTa, (3/1).
BUMN yang paling besar mendapat alokasi PMN adalah PT Hutama Karya yang disuntik modal Rp 31,4 triliun. Kemudian PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan injeksi modal Rp 5 triliun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Rp 3,2 triliun, PT Waskita Karya Tbk Rp 3,0 triliun, dan PT Adhi Karya Tbk Rp 2,0 triliun.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai, suntikan dana pemerintah kepada BUMN belum sebanding dengan kontribusi dari BUMN kepada perekonomian negara.
Arus Keluar Tinggi, Cadev 2022 Bisa Turun US$ 10 M
Cadangan devisa (cadev) berpotensi bertambah pada periode Desember 2022 bila dibandingkan dengan November 2022.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, cadangan devisa pada Desember 2022 naik sekitar US$ 500 juta hingga US$ 1 miliar menjadi US$ 134,5 miliar hingga US$ 135 miliar. Adapun cadangan devisa di periode November 2022 tercatat US$ 134 miliar.
"Ini seiring dengan adanya arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan, terutama di pasar obligasi," kata Josua kepada KONTAN, Kamis (5/1).
Sepanjang tahun 2022, cadangan devisa Indonesia diperkirakan turun sekitar US$ 10,9 miliar seiring dengan tingginya arus keluar investor asing di pasar obligasi.









