Revisi UU Migas Mendesak Dituntaskan
DPR tetap berencana membahas RUU tentang Perubahan UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi meski tidak masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2023. Revisi UU Migas dirasa semakin mendesak guna memperbaiki iklim investasi hulu migas di Indonesia. Sebelumnya, dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (15/12) DPR menyetujui 39 RUU untuk masuk ke dalam Prolegnas Prioritas tahun 2023. Pada bidang ESDM, yang masuk dalam prioritas hanya RUU tentang Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET). Anggota KomisiVII DPR dari Fraksi PKS, Mulyanto, Selasa (10/1) mengatakan, pihaknya bermaksud untuk melanjutkan pembahasan revisi UU Migas pada 2023 sebagai inisiatif DPR. Bagaimanapun, revisi UU Migas dinilai penting dan mendesak untuk segera dibahas dan diselesaikan.
”Banyak hal penting terkait dengan iklim investasi hulu migas. Misalnya, kelembagaan badan pelaksana hulu migas, yang sekarang SKK Migas masih lembaga sementara. Juga terkait kemudahan dan insentif terkait investasi di era industri migas yang semakin sunset (terbenam),” ujarnya. Saat ini, imbuh Mulyanto, RUU EBET memang lebih maju karena segera masuk pembahasan tingkat I bersama pemerintah. Adapun revisi UU Migas baru dalam pembahasan awal di Komisi VII DPR. Namun, menurut dia, pembahasan akan paralel. ”Kalau RUU EBET dapat kami selesaikan, maka revisi UU Migas ini akan dimajukan ke Prolegnas 2023,” katanya. Dosen pada Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta, Fahmy Radhi, menuturkan, pengesahan revisi UUMigas sangatlah penting bagi investasi hulu migas di Indonesia. Itu termasuk kejelasan status SKK Migas, yang memegang peranan penting dalam industri itu. Hal itu juga berkaitan dengan kepastian hukum. (Yoga)
Kredit Perbankan Tumbuh 11,16 Persen
Per November 2022, kredit perbankan tumbuh 11,16 % secara tahunan, sedangan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,78 %. Tingkat pertumbuhan kredit dan DPK tersebut telah melampaui level prapandemi Covid-19. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Selasa (10/1) menyampaikan, kinerja industri perbankan selama 2022 mampu menahan tekanan global. (Yoga)
Kinerja Penjualan Eceran Tumbuh Positif
Kinerja penjualan eceran diperkirakan tumbuh positif pada Desember 2022. Hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2022 sebesar 216,4, atau tumbuh positif 0,04 % secara tahunan. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Selasa (10/1). (Yoga)
Ratusan Hektar Lahan di Pantura Jateng Puso
Banjir di pesisir pantai utara Jawa Tengah akhir tahun 2022 hingga awal 2023 turut merendam 16.972 hektar lahan pertanian. Sebagian lahan yang terendam itu puso. Kerugian yang ditanggung petani mencapai Rp 22 miliar. Dampak banjir itu, kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Supriyanto, Selasa (10/1) tidak mengganggu pasokan beras di Jateng. (Yoga)
Tol Trans Sumatera Serap Dana APBN Rp 83,74 T
JAKARTA, ID - Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) telah menyerap dana anggaran pendapatan belanja negara (APBN) sebesar Rp 83,74 triliun sejak 2015 hingga 2022. Dana APBN itu disalurkan secara bertahap melalui penyertaan modal negara atau PMN untuk PT Hutama Karya (Persero) atau HK selaku penerima tugas pembangunan jalan tol tersebut. “PT Hutama Karya (Persero) atau HK adalah BUMN yang diberikan penugasan membangun jalan tol di Sumatra. Sejak 2015-2022 APBN #uangkita telah menyuntik modal (penyertaan modal negara) untuk HK sebesar Rp 83, 74 triliun,” kata Menteri Keungan Sri Mulyani Indrawati melalui akun Instagram resminya, Selasa (10/1/2023). Menkeu Sri Mulyani membeberkan APBN sebesar Rp 83,74 triliun dicairkan secara bertahap melalui PMN, terdiri atas Rp 3,6 triliun pada 2015, Rp 2 triliun pada 2016, Rp 10,5 triliun pada 2019, Rp 11 triliun pada 2020, Rp 25,29 triliun pada 2021, dan Rp 31,35 triliun pada 2022. “Lebih dari 1.100 kilometer jalan tol telah dibangun,” kata Menkeu Sri Mulyani. (Yetede)
General Atlantic Beli Saham Cimory US$ 130 Juta
JAKARTA,ID – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory/CMRY), emiten produk susu dan makanan konsumen premium terkemuka nasional, mendapatkan investasi sekunder strategis dari General Atlantic. Perusahaan itu membeli 5,46% saham Cimory senilai US$ 130 juta atau Rp 2,02 triliun. General Atlantic adalah perusahaan ekuitas global terkemuka dengan pengalaman empat dekade lebih yang memberikan modal dan dukungan strategis ke 445 lebih perusahaan berkembang sepanjang sejarahnya. General Atlantic saat ini memiliki aset U$ 73 miliar lebih, termasuk semua produk pada 30 September 2022 dan 215 lebih investasi profesional yang berbasis di New York, Amsterdam, Beijing, Hong Kong, Jakarta, London, Mexico City, Miami, Mumbai, Munich, Palo Alto, São Paulo, Shanghai, Singapura, Stamford, dan Tel Aviv. (Yetede)
POD Disetujui, Lapangan Hidayah Akan Beri Pemasukan Rp 31 Triliun ke Negara
JAKARTA, ID - Pemerintah telah menyetujui rencana pengembangan lapangan pertama atau plan of development I (POD I) Lapangan Hidayah yang merupakan bagian dari Wilayah Kerja North Madura II. Lapangan ini diperkirakan akan aktif berproduksi selama 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, lapangan ini diperkirakan akan memberikan kontribusi penerimaan negara sebesar US$ 2,1 miliar atau setara dengan sekitar Rp 31 triliun. Dengan disetujuinya POD I Lapangan Hidayah, kegiatan pembangunan fasilitas produksi dapat segera dilakukan. Diharapkan lapangan ini akan mulai berproduksi (onstream) pada awal tahun 2027 dengan tingkat produksi saat itu pada kisaran 8.973 barrel oil per day (BOPD). Lapangan ini akan mencapai puncak produksi pada tahun 2033 dengan kisaran produksi 25.276 BOPD. “Kami berharap semua pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan sepenuhnya atas pengembangan Lapangan Hidayah sehingga kontribusi-kontribusi yang kami perkirakan tersebut dapat segera terwujud,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/1). (Yetede)
Fundamental Emiten Bank Tetap Solid
JAKARTA, ID – Fundamental emiten perbankan nasional diprediksi tetap solid tahun ini di tengah ancaman resesi global dan kenaikan suku bunga acuan yang tetap agresif. Bahkan, laba bersih sektor perbankan diperkirakan masih mampu tumbuh di atas 10% dan menjadi motor pertumbuhan laba bersih emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Itu sebabnya, kalangan analis menilai, koreksi saham perbankan belakangan ini hanya bersifat sementara. Artinya, didorongpertumbuhan kinerja keuangan,saham bank masih berpotensi bangkit ke depan. Alhasil, kinerja saham emiten-emiten perbankan digadang-gadang bakal menjadi penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG) selama 2023. Pada perdagangan Selasa (10/01/2023), saham-saham bank berguguran, seiring munculnya ketakutan bahwa dunia bakal dilanda resesi global dan aksi asing melepas saham bank besar. Sebanyak empat saham bank besar dari sisi market cap kompak menjadi pemberat IHSG, menggantikan peran saham batu bara pada perdagangan sehari sebelumnya. (Yetede)
Pemerintah Mulai Kumpulkan PPh Natura
JAKARTA, ID – Pemerintah akan memungut pajak penghasilan (PPh) natura dan/atau kenikmatan mulai semester II-2023. Langkah ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Untuk itu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan sosialisasi kebijakan pajak natura/kenikmatan kepada masyarakat dalam tiga sampai enam bulan ke depan. Kami akan memberi periode transisi untuk waktu dilakukan pemotongan. Masih butuh sosialisasi kepada wajib pajak, mungkin sekitar tiga sampai enam bulan. Harapannya, semester depan sudah dimulai pemotongan pajak atas natura,” kata Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam media briefing, di Kantor Pusat DJP, Senin (10/1/2023). Suryo mengatakan, langkah sosialisasi dilakukan agar memberikan keadilan dan kepantasan sehingga pihak pemotong dan pemungut paham mana yang dipotong mana yang tidak. “Hal ini dilakukan agar tidak ada kesalahan dalam pemungutan pajak natura,” kata dia. (Yetede)
BRI Fokuskan Modal untuk Optimalisasi Profit
JAKARTA, ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengaku fokus mengalokasikan permodalannya untuk optimalisasi neraca guna memperoleh profit. Hal ini yang menjadi pertimbangan BRI dalam melakukan penyertaan modal atau aksi korporasi seperti akuisisi. Perseroan juga baru melakukan akuisisi Danareksa Investment Management (DIM) untuk memperkuat BRI Group. Hingga saat ini, BRI memiliki 10 perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group, di antaranya yakni Pegadaian, PNM, BRI Life, BRI Insurance, BRI Finance, BRI Ventures, BRI Danareksa Sekuritas, Bank Raya, BRI Remittance, dan DIM. Namun, pada saat PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjalankan aksi rights issue pada akhir tahun lalu, BRI tidak mengambil haknya. Hal ini menyebabkan kepemilikan saham BRI di BRIS menjadi terdilusi. (Yetede)









