;

Jauh Ungguli Etihad dan Emirates, Garuda Juara Tepat Waktu

Yuniati Turjandini 12 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Garuda Indonesia dinobatkan sebagai maskapai paling tepat waktu di dunia sepanjang 2022 berdasarkan laporan Official Air Guideline (OAG) per Januari 2023. Ketepatan waktu atau on time performance (OTP) maskapai penerbangan nasional itu jauh mengungguli maskapai terkemuka, seperti Etihad Airways dan Emirates yang masing-masing menduduki peringkat 19 dan 20. Di peringkat selanjutnya secara berturut-turut ada maskapai Safair, Eurowings, Thai AirAsia, Jeju Airlines, All Nippon Airways, dan Japan Airlines (JAL). “Garuda Indonesia sebagai maskapai global paling tepat waktu dengan OTP (on time performance) 95,6%,” tulis laporan OAG dikutip, Rabu (11/1/2023). Disebut on-time atau memenuhi kriteria tepat waktu menurut OAG adalah dengan waktu berangkat dan tiba dalam rentang 15 menit yang dijadwalkan. Laporan OAG juga memuat tingkat pembatalan. Sementara sepanjang tahun 2022, tingkat pembatalan penerbangan Garuda Indonesia adalah 0,61%. (Yetede)

Soal Larangan Ekspor, MIND ID Berpegang pada Ketentuan IUPK

Yuniati Turjandini 12 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Freeport Indonesia yang merupakan subholding BUMN Pertambangan, MIND ID, menyatakan pihaknya berpegang pada Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) bahwa perusahaan dapat melakukan ekspor konsentrat tembaga hingga beroperasinya smelter baru. Adapun smelter yang tengah dibangun, diperkirakan rampung pada akhir 2023 dan akan beroperasi Mei 2024. Mining Industry Indonesia (MIND ID) adalah BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia yang beranggotakan PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk. Dalam IUPK PT Freeport Indonesia disebutkan penyelesaian pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) tembaga paling lambat lima tahun sejak ditandatangani. IUPK tersebut diteken pada akhir 2018 silam. Merujuk pada hal tersebut akhir 2023 ini merupakan batas waktu pembangunan smelter. (Yetede)

INA Siap Investasi Rp 30 Triliun Tahun Ini

Yuniati Turjandini 12 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID– Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) berencana investasi hingga Rp 30 triliun tahun 2023. Investasi itu akan menyasar ke sektor energi, infrastruktur, infrastruktur digital, dan kesehatan. CEO INA Ridha Wirakusumah mengatakan, sejak 2021 atau tahun pertama beroperasi, INA sudah menggelontorkan dana investasi sekitar US$ 200 juta dan tahun ini akan naik 10 lipat. Saat ini, INA berpeluang mengamankan investasi senilai US$ 27 miliar lebih. “Kami sebelumnya sudah mengumumkan investasi di sektor kesehatan dan infrastruktur jalan tol. Selanjutnya, kami akan masuk ke e-commerce yang investasinya segera kami analisasi,” ungkap Ridha dalam wawancara bersama Bloomberg di Hong Kong, dikutip Rabu (11/1/2023). Di event G20 tahun 2022 lalu, Ridha menambahkan, INA bersama perusahaan baterai dan teknologi asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Limited (CATL), telah mengumumkan komitmen investasi di industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebesar US$ 2 miliar. (Yetede)

Ditopang KPR Subsidi, Kredit BTN Tumbuh 8,5%

Yuniati Turjandini 12 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Sepanjang 2022 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil meraih kinerja positif. Bank yang fokus pada penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) ini mencatatkan pertumbuhan kredit 8,5% secara tahunan (year on year/yoy). "Sampai akhir tahun 2022, BTN bisa dibilang cukup baik di bisnis kredit, yang tumbuh 8,5%. Terbesar masih dari KPR subsidi yang hampir mendekati double digit,” kata Wakil Direktur Utama BTN Nixon Lp Napitupulu dalam konferensi pers hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN secara virtual, Rabu (11/1/2023). Nixon menjelaskan, jika dilihat secara historis memang bisnis BTN adalah pada KPR, sehingga sudah wajar apabila pertumbuhan KPR yang menopang kinerja kredit perseroan. Menurut dia, yang menarik adalah pertumbuhan KPR pada segmen bawah lebih tinggi dibandingkan kelas menengah atas. Di samping itu, tahun ini juga pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan kuota rumah subsidi dari 200 ribu unit menjadi 220 ribu unit. BTN pun
tahun ini optimistis dapat meningkatkan penyaluran kreditnya lebih tinggi. (Yetede)

Aba-aba Tarif Tol Naik

Yuniati Turjandini 12 Jan 2023 Tempo (H)

JAKARTA-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) berancang-ancang mengerek tarif transaksi  kendaraan di 15 ruas jalan tol pada bulan ini di tengah tinggi inflasi. Selain tak diikuti peningkatan layanan, koordinator Indonesian Toll Road Wacth, Deddy Herlambang, mengatakan belum ada pembaruan aspek standar layanan minimal (SPM) sebagai salah satu pertimbangan kenaikan tarif tol. Standar tersebut masih berlandaskan aturan  yang disusun pada 2014. Padahal, kata dia, arus penggunaan jalan dan karakter pengguna jalan tol terus berkembang selama hampir satu dekade. "Tak logis karena SPM tak pernah naik kelas, tapi tarif terus naik per dua tahun," kata Deddy kepada Tempo, kemarin, 11 Januari 2023. " saharusnya poin SPM ditambah agar penilaian semakin ketat" Kenaikan tarif tol berbasis inflasi ini didasari evaluasi dua tahunan yang diatur dalam Pasal 48 ayat 23 Tahun 2022 tentang Jalan. (Yetede)

Magnet Proyek Jalan Tol bagi Investor

Yuniati Turjandini 12 Jan 2023 Tempo (H)

JAKARTA-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yakin nilai investasi untuk  proyek jalan tol pada tahun ini masih cukup besar. Juru bicara Kementerian PUPR, Endra Atmawidjaja, mengatakan terdapat sekitar Rp 62 triliun komitmen investasi yang baru masuk pada tahun ini. Nanti kalau sudah financial close dan mulai konstruksi, kita bisa hitung sebagai realisasi investasi," ujar Endra saat dihubungi Tempo, kemarin, 11 Januari 2023. Selain Rp 62 triliun komiten investasi tersebut, Kementerian PURP mencatat saat ini  realisasi investasi jalan tol yang sudah masuk tahap konstruksi mencapai Rp458,6 triliun. Nilai tersebut diguyur untuk 28 ruas jalan tol, seperti jalan tol Jakarta Cikampek 2 Selatan, jalan tol Cileunyi-Sumedang-Sumedang-Dawuan-Jalan tol Yogyakarta-Bawen, jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu. (Yetede)

Prioritas Politik Luar Negeri 2023

Yoga 12 Jan 2023 Kompas (H)

Menlu Retno LP Marsudi memaparkan fokus keketuaan ASEAN plus empat prioritas kebijakan luar negeri Indonesia yang akan dijalani sepanjang tahun 2023. Tantangan global diakui semakin berat. Meski demikian, dengan cara pandang positif, kerja sama, dan paradigma kolaborasi, dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2023 di Jakarta, Rabu (11/1) Retno yakin Indonesia akan terus berkontribusi dan memainkan kepemimpinannya dalam diplomasi di panggung global. Setelah dinilai sukses menjalankan keketuaan G20 pada 2022, Indonesia akan memfokuskan diplomasi pada 2023 dengan menjadi ketua ASEAN. Selain itu, ada empat prioritas kebijakan luar negeri Indonesia yang dipaparkan Retno, yakni penguatan diplomasi kedaulatan, memperkuat diplomasi pelindungan, memajukan kerja sama ekonomi, serta menjalankan diplomasi perdamaian dan kemanusiaan. Retno juga mencanangkan pencalonan kembali Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030. Sebelumnya, Indonesia sudah empat kali menduduki posisi itu, termasuk terakhir pada 2019-2020.

”Tantangan dunia di tahun 2023 akan semakin berat. Ketidakpastian global dan situasi geopolitik akan semakin berat. Ketidakpastian global dan situasi geopolitik yang dinamis masih akan menjadi karakteristik dunia. Rivalitas antarkekuatan besar juga terus menajam,” kata Retno. Mengutip prediksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,2 % tahun lalu menjadi 2,7 % tahun ini, Retno menggaris bawahi soal situasi tahun 2023. Berkaca dari sukses keketuaan G20 di tengah situasi yang tidak menentu, ia menyatakan, Indonesia telah membuktikan bahwa persahabatan dan kolaborasi mampu mengatasi situasi sulit itu. ”Di tengah tantangan dunia yang semakin sulit ini, cara pandang positif, kerja sama, dan optimisme justru semakin diperlukan. Cara pandang inilah yang akan digunakan Indonesia dalam menjalankan keketuaan di ASEAN tahun ini,” ujar Retno. Di bawah Indonesia, keketuaan ASEAN 2023 mengambil tema ”ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. Retno mengungkapkan, saat memimpin ASEAN, Indonesia ingin menjadikan organisasi regional ini tangguh, menjadi barometer kerja sama yang bisa berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan serta, lebih jauh, kesejahteraan global. (Yoga)


Indonesia Dukung Ekonomi Timor Leste

Yoga 12 Jan 2023 Kompas

Indonesia terus berupaya mendorong pertumbuhan perekonomian Timor Leste sebagai salah satu bagian dari peta jalan keanggotaan negara tersebut di ASEAN. Walaupun secara prinsip negara-negara anggota ASEAN telah menerima Timor Leste, ada hal yang harus dipenuhi Timor Leste sebelum secara resmi bergabung. Hal itu dibahas dalam pertemuan bilateral Menlu Retno Marsudi dengan Menlu dan Kerja Sama Timor Leste Adaljiza Albertina Xavier Reis Magno di Jakarta, Rabu (11/1). Pertemuan tersebut berlangsung setelah Retno menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2023.

Dalam pertemuan itu, dibahas tindak lanjut rencana kerja sama pembangunan Kawasan Industri Bersama. Untuk memperlancar rencana pembangunan dan pengembangan kawasan industry itu, keduanya sepakat mulai membahas pembentukan perjanjian Joint Free Trade Zone di dalam kawasan industri perbatasan, yang terletak antara Distrik Oecusse dan Provinsi NTT. Keduanya juga membahas pentingnya percepatan penyelesaian perjanjian investasi bilateral dan nota kesepahaman tentang komunikasi dan informatika. Retno dan Reis Magno sepakat perjanjian-perjanjian itu diupayakan diselesaikan pada tahun ini agar bisa segera ditandatangani oleh Perdana Menteri Timor Leste. (Yoga)


RI Perlu Berjaga-jaga

Yoga 12 Jan 2023 Kompas

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia 2023 turun tajam menjadi 1,7 % dari semula 3 %. Meski demikian, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh positif 4,8 %. Untuk menjaga ekonomi domestik dari efek tekanan global, fleksibilitas pengelolaan fiskal dibutuhkan di tengah berlanjutnya tren pengetatan moneter. Laporan Global Economic Prospects edisi Januari 2023 yang dirilis Bank Dunia, Selasa (10/1) menilai, risiko resesi global akan makin nyata tahun ini. Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2023 pun dipangkas dari proyeksi laporan sebelumnya pada Juni 2022 sebesar 3 % menjadi 1,7 %. Jika terjadi, ini akan menjadi pertama kalinya dalam 80 tahun terakhir dunia mengalami resesi dua kali dalam satu dekade. Inflasi yang meroket, kenaikan suku bunga tinggi, laju investasi yang merosot, dan disrupsi ekonomi akibat invasi Rusia ke Ukraina menambah risiko pelambatan. Untuk saat ini, ekonomi negara maju terkena imbas pelambatan paling signifikan, dengan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga 95 %. Pelambatan di negara berkembang diyakini tidak sedrastis di negara maju, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dipangkas 70 %. Namun, dampak yang dirasakan bakal lebih panjang.

Pada akhir 2024, level pertumbuhan ekonomi negara berkembang diperkirakan berada 6 % di bawah kondisi prapandemi, meski kondisi ekonomi global pada titik itu diperkirakan mulai membaik. ”Negara berkembang akan menghadapi pelambatan ekonomi yang panjang akibat beban utang dan investasi yang melemah. Apalagi, aliran modal global akan lebih banyak terserap ke negara maju yang juga sedang menghadapi krisis kenaikan suku bunga dan beban utang tinggi,” kata Presiden World Bank Group David Malpass dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (11/1). Di tengah gejolak itu, Indonesia masih diyakini tumbuh positif di level 4,8 %, sama dengan proyeksi versi Desember 2022, meski melambat dari proyeksi versi Juni 2022, yaitu 5,2 %. Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, membenarkan, daya tahan ekonomi Indonesia terhitung kuat, khususnya selama konsumsi rumah tangga bisa terus terjaga. Namun, potensi efek pelambatan ekonomi global itu tetap perlu diwaspadai. Pertama, kenaikan inflasi bisa berlanjut di dalam negeri akibat efek tingginya inflasi di AS. Kebijakan pengetatan moneter AS untuk mengontrol inflasi di negara itu akan berdampak pada kenaikan suku bunga acuan oleh BI. Selain itu, lesunya ekonomi C ina selaku mitra dagang utama Indonesia akan berdampak pada penurunan kinerja ekspor serta melandainya harga komoditas yang selama ini memberi ”keuntungan” bagi perekonomian Indonesia. (Yoga)


INOVASI BISNIS, Berkah Ketidaknyamanan

Yoga 12 Jan 2023 Kompas

Morela Hernandez dan kawan-kawan membuat riset tentang situasi yang kadang membuat tidak nyaman, tetapi penting dalam pengambilan keputusan. Riset yang dimuat dalam MIT Sloan Management Review, Desember 2022, menyarankan para eksekutif untuk mempertimbangkan  ketidaknyaman dalam pengambilan keputusan. Pembuat keputusan sering kali ingin melepaskan diri dari ketidaknyamanan psikologis. Mereka ingin melepaskan salah satu bentuk ketidaknyamanan, yaitu ambivalensi, dengan membuat pilihan secepat mungkin. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengalami ambivalensi tidak selalu bisa mengidentifikasi dengan benar apa yang menyebabkan konflik, semisal antara emosi positif dan negatif. Menyadari keadaan ini, ambivalensi yang teridentifikasi dapat mengarahkan kita pada pengambilan keputusan yang lebih efektif.

Naomi B Rothman dan kawan-kawan dalam tulisan berjudul ”Embracing the Power of Ambivalence” di Harvard Business Review beberapa waktu yang lalu menyebutkan, dalam menghadapi ketidakpastian tentang masa depan, banyak karyawan mungkin telah memupuk ambivalensi emosional, berupa perasaan campur aduk. Situasi seperti itu muncul saat menghadapi masalah seperti kemunduran prestasi kerja dan rintangan dalam pekerjaan yang dialami. Akan tetapi, penelitian mereka menunjukkan bahwa ambivalensi emosional juga dapat membuat orang lebih mudah beradaptasi karena membantu  mereka memikirkan berbagai hal dengan cara yang lebih fleksibel. Situasi itu juga memungkinkan mereka menemukan cara alternatif untuk mendekati sebuah masalah. Menurut Rothman, pemimpin dapat menggunakan pendekatan yang diilhami oleh wawancara motivasi untuk membantu karyawan mengeksplorasi sisi positif dan negative dari suatu masalah sehingga ketidaknyamanan emosi malah memberi dampak baik. Ketidaknyamanan tak perlu dihindari, tetapi dicari manfaatnya dan kemudian diselesaikan ketika berpotensi merusak dan merugikan semua pihak. (Yoga

Pilihan Editor