Supres Calon Gubernur BI Sudah di Tangan Pimpinan DPR
JAKARTA, ID – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan, Presiden Joko Widodo sudah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) berkaitan nama calon gubernur Bank Indonesia (BI) ke pimpinan DPR. Sementara itu, DPR mengharapkan gubernur BI terpilih mampu mengemban amanah dalam mengorganisir dan membuat keputusan tepat dalam menjalankan berbagai kebijakan moneter. “Presiden Joko Widodo, telah mengirimkan nama calon Gubernur BI ke DPR. Presiden Jokowi tampaknya mengusulkan calon gubernur BI adalah Perry Warjiyo, tentu saja kami perlu mengamankan kebijakan Presiden. Sebab kami bagian dari kekuatan politik yang mendukung pemerintah,” jelas Ketua Banggar DPR Said Abdullah dalam pernyataan resmi yang diterima pada Rabu (22/2/2023). Menurut dia ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh gubernur BI terpilih. Pertama yaitu pentingnya sinergi antara gubernur BI dengan mitra dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yaitu menteri keuangan, ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (Yetede)
Melego Jalan, Memangkas Beban
JAKARTA-Skema divestasi atau penjualan aset jalan tol menjadi strategi sejumlah badan usaha milik negara bidang konstruksi atau BUMN karya untuk memangkas beban keuangan. Strategi tersebut diantaranya dilakukan PT Waskita Toll Road (WTR). Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road (WTR), Alex Siwu, mengatakan jalan toll Pemalang-Batang sepanjang 39 kilometer diminati sejumlah calon pemodal. Namun dia enggan merinci penjajakan harga maupun perkembangan negosiasi ihwal divestasi aset tersebut. "Kami berekspektasi tahun ini (divestasi) ruas itu terealisasi," tuturnya kepada Tempo, kemarin, 21 Februari 2023. Setelah rentetan program pelepasan aset selama beberapa tahun terakhir, anak usaha PT Waskita Karya (persero) Tbk itu kini megelola 10 aset jalan tol. Dari enam ruas yang dimiliki WTR dengan porsi saham mayoritas, hanya ruas Pemalang-Batang dan Krian-Legundi-Bunder yang sudah beroperasi sepenuhnya. (Yetede)
2023 Kembali jadi Tahun Mengerikan
JAKARTA, ID – Tidak seperti laporan terakhir Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut kondisi ekonomi global tak sesuram yang dibayangkan semula, perkembangan terkini justru mengindikasikan bahwa tahun ini bakal kembali menjadi tahun yang mengerikan (annus horribilis). Seperti tahun 2022, dana berkelanjutan global kini menghadapi banyak hambatan kondisi ekonomi makro termasuk perang di Ukraina, kekurangan energi global, lonjakan inflasi, kenaikan suku bunga, dan kekhawatiran akan resesi. Bahkan, dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian dan gejolak seperti saat ini, kabar baik yang semestinya mendatangkan sentimen positif, justru memberi dampak yang sebaliknya. Purchasing Managers’ Index (PMI) Amerika Serikat (AS) yang begitu kuat masuk ke level ekspansi, yakni 50,2, telah mendorong investor memberikan prediksi puncak suku bunga The Fed (Fed fund rate) yang lebih tinggi dari posisi saat ini 4,50% - 4,75% dengan kenaikan 2-3 kali lagi. (Yetede)
Investasi Tiga Blok Migas Hasil Lelang Capai US$ 24,2 juta
JAKARTA, ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pemenang lelang penawaran langsung Wilayah Kerja (WK) Migas Tahap II yang digelar Tahun 2022 untuk tiga Wilayah Kerja (WK), yakni WK Sangkar, WK Bunga dan WK Peri Mahakam. Total komitmen investasi dari 3 WK tersebut adalah sebesar US$ 14,2 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$ 200.000. “WK Sangkar dimenangi oleh PT Saka Eksplorasi Timur, WK Bunga dimenangi oleh Konsorsium PT Pertamina Hulu Energi dan Pasco International Corporation, dan WK Peri Mahakam dimenangi oleh PT Pertamina Hulu Energi dan Eni Indonesia Limited,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji di Jakarta, Rabu (22/2) Tutuka menjelaskan, WK Bunga berlokasi di lautan Provinsi Jawa Timur dengan luas area 8.500 km2 dan potensi sumber daya minyak dan gas bumi sebesar 1.300 MMBOE. Sedangkan WK Peri Mahakam, berlokasi di lautan dan daratan Provinsi Kalimantan Timur, dengan luas area 7.414,43 km2 dan potensi sumber daya minyak dan gas bumi sebesar 1.300 MMBOE. (Yetede)
Pertambangan Bauksit, Timah dan Tembaga sebagai Alternatif Penerimaan Negara di Masa yang Akan Datang
Umur aset sumber daya mineral berupa bauksit, timah dan tembaga yang dimiliki oleh Indonesia sangat lama sehingga ketersediaan pasokan ketiga komoditas ini dapat dioptimalkan untuk mewujudkan hilirisasi mineral di dalam negeri. Hilirisasi pengolahan ketiga mineral ini di dalam negeri dapat menjadi alternatif sumber penerimaan pajak yang baru bagi Negara di masa yang akan datang.
Pabrik pengolahan bijih tembaga yang existing di Indonesia hingga saat ini masih pada tahap pemurnian sedangkan pabrik pengolahan bijih timah hanya sampai pada sebagian tahap forming sehingga hilirisasi tembaga, bauksit dan timah di Indonesia dapat dikatakan belum terintegrasi hingga produk akhir. Namun seperti halnya hilirisasi nikel, potensi pajak yang bisa tergali belum optimal karena hilirisasi yang sudah dilakukan belum menciptakan rantai pasok dalam sebuah industri yang terintegrasi di dalam negeri.
Hilirisasi tembaga dan bauksit yang sedang dirintis oleh pemerintah menimbulkan adanya ekosistem baru dalam rantai produksi pengolahan kedua mineral tersebut di Indonesia. Oleh karena itu, wajib pajak rekanan ketiga perusahaan tersebut juga seharusnya perlu diawasi karena peningkatan peredaran usaha yang dilaporkan ketiga smelter ini seharusnya juga diiringi dengan peningkatan peredaran usaha yang dilaporkan rekanan masing – masing.
Perbankan Berlomba Gelar KPR Expo, Tawarkan Bunga Murah
JAKARTA, ID – Di tengah rezim suku bunga tinggi saat ini, perbankan nasional kembali menyelenggarakan pameran properti untuk meningkatkan bisnis kredit pemilikan rumah (KPR). Sejalan dengan KPR yang masih prospektif tahun ini, perbankan berlomba menawarkan suku bunga KPR murah untuk mendorong minat masyarakat memiliki hunian. Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), rencana penambahan pembiayaan ke depan oleh rumah tangga diperkirakan meningkat, terindikasi dari responden yang berencana melakukan penambahan pembiayaan ke depan sebesar 6,9% pada Januari 2023, lebih tinggi dibandingkan 4,6% pada Desember 2022. Secara lebih detail, 0,9% responden rumah tangga yang disur vei pada Januari 2023 berencana menambah pembiayaan pada 3 bulan mendatang, sementara 2,2% lainnya merencanakan pengajuan kredit pada enam bulan mendatang. Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bakal menggelar BCA Expoversar y secara hibrid. Pameran tahunan tersebut menawarkan beragam bunga spesial. Bunga spesial KPR sebesar 2,66% eff.p.a berlaku fixed 1 tahun. BCA Expoversary 2022 offline akan berlangsung pada 23-26 Februari di ICE BSD City, Tangerang. Sedangkan, untuk online berlangsung pada 23 Februari hingga 26 Maret 2023. (Yetede)
Pemulihan Ekonomi Indonesia Berlanjut hingga Januari 2023
JAKARTA, ID – Di tengah tren perlambatan ekonomi dan ancaman resesi global, perekonomian Indonesia terus melanjutkan pemulihan dan menunjukkan reseliensinya hingga Januari 2023. Ini ditunjukkan dengan pendapatan negara yang tetap tumbuh tinggi hingga 48,1% secara year on year (yoy) menjadi Rp 232,2 triliun (9,4% dari target setahun). Peningkatan pendapatan negara itu terutama ditopang oleh sejumlah sektor pajak yang memiliki kontribusi besar yakni PPh 21 yang mencapai 13,7%, kontribusi PPh Badan 12,6%, dan PPN DN 31,7%. Pajak dari seluruh sektor utama, semuanya juga tumbuh positif, termasuk sektor yang mengalami scarring effect dalam selama pandemi. Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 141,4 triliun (4,6% dari target) atau tumbuh 11,2% (yoy). Dengan pencapaian pendapatan negara dan realisasi belanja negara tersebut, surplus APBN 2023 hingga Januari adalah Rp 90,8 triliun (0,4% PDB) atau tumbuh 207,1% dibandingkan tahun lalu, sedangkan keseimbangan primer Rp 113,9 triliun ataun tumbuh 127,2% (yoy). (Yetede)
Tanoto Fondation Bisa Jadi Penggerak Konglomerat Tingkatkan Pendidikan
JAKARTA, ID – Tanoto Foundation (TF) bisa menjadi penggerak para konglomerat di Indonesia untuk bersama-sama menjalankan program peningkatan kualitas pendidikan dan penurunan stunting di Indonesia. Bila didukung dan dilakukan bersama-sama dengan perusahaan besar lainnya, kedua permasalahan besar bangsa ini bisa diselesaikan. “Kita di Indonesia gak kekurangan sekolah. Ada 300 ribu sekolah di SD dan SMP. Guru cukup, ada 3 juta. Siswa anak usia sekolah ada 80%-an yang sekolah. Rasio guru dan siswa pun 1: 16, thebest in the world. Kalau bicara skala, itu tersebar di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Masalahnya, yang kurang adalah kualitas guru dan kepala sekolah,” kata CEO Tanoto Foundation Dr J Satrijo Tanudjojo saat media visit ke B-Universe di Jakarta, Rabu (22/02/2023). Menurut Satrijo, bagaimana bisa mencetak siswa berprestasi bila kualitas guru dan kepala sekolah masih rendah. Karena itu, TF memiliki program edukasi untuk meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah serta kesehatan khususnya pengentasan stunting. (Yetede)
Menhub Dorong Penguatan Logistik
JAKARTA, ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendorong penguatan logistik empat negara anggota Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA). Hal itu dilakukan melalui kolaborasi pelabuhan-pelabuhan di negara-negara tersebut dengan pelabuhan internasional agar terjadi hubungan resiprokal yang saling menguntungkan. “Saya pikir kolaborasi dengan internasional, kerja sama dengan port-port yang ada di Spanyol, Tiongkok, itu bagus, karena barang-barang itu kalau sudah dikumpulkan di satu tempat di Eropa dan di Tiongkok, dia akan menjadi satu resiprokal dengan pelabuhan yang dimiliki Pelindo,” kata Menhub dalam Pameran dan Conference BIMP-EAGA Maritime 2023 di Jakarta, Rabu (22/02/2023). Menhub menjelaskan acara BIMPEAGA Maritime 2023 merupakan wujud kolaborasi di sektor maritim oleh empat negara untuk menjadi kekuatan logistik dunia. “Mandat dari empat action country harus berkolaborasi untuk mengimprove (meningkatkan) pelabuhanpelabuhannya menjadi satu kekuatan tertentu yang akhirnya jadi kekuatan logistik dunia,” ujarnya. (Yetede)
EKONOMI DAERAH Kampung Nila Bernilai Fantastis dari Ciamis
Kamis (16/2) siang, Syamsul Ma’arif (35) sudah pulang dari Pasar Kawali. Penjual ikan nila ini punya banyak agenda, mulai dari menemani keluarga sampai menyiapkan kedatangan pejabat di Kampung Nila di Dusun Banjarwaru, Desa Kawali, Ciamis, Jabar, tempat usahanya. Berada 21 kilometer selatan pusat pemerintahan Ciamis, Kampung Nila adalah lokasi budidaya nila (Oreochromis niloticus). Sebelum 2020, warga setempat ini tidak menyangka bisa hidup dari nila di kampungnya. Setelah menganggur karena PHK saat pandemic Covid-19, oleh kakaknya (Iim Gala Permana), ia disuruh pulang dan menjual ikan nila. ”Ternyata, banyak yang minat dengan ikan nila di sini. Katanya, dagingnya sekarang bagus. Sehari saya jual 20-30 kg. Kalau ramai, 50 kg per hari,” ujarnya. Ia mampu mengantongi Rp 50.000-Rp 100.000 dari berjualan pukul 05.00-12.00. Rata-rata, ia bisa meraup Rp 2,25 juta per bulan, lebih sedikit dibandingkan upahnya per bulan kala jadi buruh pabrik, yakni Rp 2,8 juta. Akan tetapi, kerja di desa berarti tidak harus memikirkan ongkos pergi pulang ke kampung halaman dan sewa rumah. Kini, ia menikmati sejuknya perbukitan di desanya, 500 meter di atas permukaan laut. Ia mulai belajar budidaya nila. Istrinya menjual bakso goreng berbahan nila dan tuna.
Berkah Kampung Nila turut dinikmati warga lain. Ria Nurayu Ani (44) dan Dede Aah (48) pun mengolah nila menjadi aneka produk. ”Hari ini ada yang pesan tiga paket nasi liwet ikan nila. Besok ada sekitar 100 orang yang datang, termasuk Pak Bupati Ciamis dan Pak Dandim,” ujar Ria. Satu paket nasi liwet berisi nila, tempe, dan lalapan bisa untuk lima orang. Sebelum lahirnya Kampung Nila, Ria sibuk mengurus rumah tangga dan menjadi buruh tani. ”Sekarang, ibu-ibu jadi kenal orang ’atas’. Dulu, boro-boro ketemu bupati. Bapak camat saja enggak tahu. Bapak Gubernur (Ridwan Kamil) juga sudah ke sini,” ujarnya. Sekitar 10 ibu rumah tangga setempat akhirnya kini punya penghasilan tambahan. ”Yang paling penting, kami dapat pengalaman mengolah nila. Kami ikut bazar, pelatihan, dan pameran UMKM,” kata Dede. Syamsul, Ria, dan Dede termasuk dalam 80 keluarga yang hidup dari Kampung Nila. Ada yang mengurus pemijahan, pembesaran, pengolahan, hingga pemasaran nila. Tidak hanya di pasar, nila dan produk olahannya juga tersedia di Nilamart. Minimarket milik warga itu menyediakan oleh-oleh khas setempat. Warga dari sejumlah daerah berkunjung ke Kampung Nila untuk menikmati nasi liwet di atas saung sembari memandangi kolam ikan. Budidaya terintegrasi ini digagas oleh Iim Gala Permana sejak 2019. (Yoga)









