Siap Beroperasi, Bursa Karbon Melibatkan 99 PLTU
Pemerintah siap menjalankan perdagangan karbon untuk sektor tenaga listrik mulai tahun ini. Perdagangan karbon akan melibatkan 99 unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dikelola 42 perusahaan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghitung, estimasi emisi yang dihasilkan dari 99 pembangkit ini mencapai 20 juta ton ekuivalen karbon dioksida (CO2e). Dari sini, potensi yang bisa diperdagangkan mencapai 500.000 ton CO2e.
Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, M. P. Dwinugroho menambahkan, harga yang ditetapkan untuk emisi yang diperdagangkan ditentukan Kementerian Keuangan. Hitungan terakhir, harga yang dikenakan berkisar US$ 2 hingga US$ 18 per ton CO2e. "Kalau pasar internasional bisa US$ 2 hingga US$ 99 per ton CO2e. Pajaknya US$ 135 sampai US$ 137 per ton CO2e," terang dia.
Tahun ini, Kementerian ESDM telah menetapkan nilai Persetujuan Teknis Batas Atas Emisi Pelaku Usaha (PTBAE-PU) kepada 99 pembangkit dari 42 perusahaan.
Implementasi PTBAE pembangkit listrik meliputi tiga fase. Fase pertama pada 2023 sampai 2024, fase kedua di 2025-2027 dan fase ketiga tahun 2027-2030.
Pembiayaan Investasi 2023 Capai Rp 176,3 Triliun
Pembiayaan investasi pemerintah tahun ini masih diprioritaskan ke sektor infrastruktur. Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah menyiapkan dana pembiayaan investasi tahun ini sebesar Rp 176,3 triliun.
Dari total pembiayaan tersebut, sebanyak Rp 85,3 triliun atau 48,5% akan disalurkan untuk proyek infrastruktur. "Jadi itu anggaran yang dialokasikan untuk mendukung pembangunan infrastruktur," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KITA, Rabu (22/2).
Pembiayaan investasi kepada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tahun ini ditargetkan bisa membiayai 229.000 unit rumah. Pembiayaan lewat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi MBR ini mencapai Rp 26,21 triliun.
RHB Bidik 30 Waran Terstruktur Baru
RHB Sekuritas Indonesia terus menyuburkan pasar waran terstruktur. RHB Sekuritas membidik penerbitan 30 seri waran terstruktur baru sepanjang tahun ini.
Head Sales & Marketing Equity Derivative
RHB Sekuritas Steinly Atmanagara menyampaikan, target tersebut menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan transaksi waran terstruktur di Indonesia. Antusiasme pasar pun terbilang besar terhadap instrumen ini.
Waran terstruktur baru resmi meluncur sejak 19 September 2022, dengan penerbitan seri secara bertahap. Artinya, hasil itu diperoleh dalam waktu sekitar tiga bulan, dengan total waran terstruktur yang diperdagangkan baru 13 seri.
Rata-rata nilai transaksi waran terstruktur tahun lalu sebesar Rp 48 miliar per bulan. Dengan target 30 seri baru yang akan diterbitkan, maka rata-rata transaksi bulanan waran terstruktur tahun ini diestimasikan mencapai Rp 300 miliar per bulan.
Dus, transaksi waran terstruktur pun diproyeksikan tumbuh menjadi 0,1% - 0,2% dari total transaksi bursa hingga tutup tahun 2023.
Kebijakan Moneter Berubah, Transaksi Valas di ICDX Marak
Transaksi di Bursa Berjangka Komoditi dan Derivatif alias Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) pada awal tahun ini meningkat. Foreign exchange menjadi komoditas yang paling ramai diperdagangkan di ICDX selama Januari 2023.
Research & Development ICDX Revandra Aritama mengatakan, mata uang asing bergerak fluktuatif di awal tahun ini. Gejolak valuta asing cukup tinggi karena kebijakan moneter berbagai negara banyak mengalami perubahan.
Per Januari 2023, nilai transaksi ICDX tumbuh 10,4% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022 menjadi Rp 8 triliun. "Transaksi multilateral mencatatkan 135.631 lot," jelas Revandra, kepada KONTAN.
Komoditas lain yang nilai transaksinya meningkat adalah minyak mentah, dan emas. Revandra mengatakan, belum bisa menyebutkan angka pasti nilai transaksi per komoditas.
Namun, dia memproyeksikan, di tahun 2023, volume transaksi perdagangan berjangka komoditi mencapai 10 juta lot di 2023.
Perbankan Syariah Perkuat Posisi di Tengah Persaingan yang Kian Ketat
Bisnis bank syariah semakin semarak. Terlebih lagi langkah konsolidasi beberapa bank syariah maupun aksi
spin off
sejumlah unit usaha syariah (UUS) mampu menciptakan daya saing bank syariah terhadap bank konvensional.
Terbaru, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) telah mendapatkan persetujuan prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
spin off
UUS Bank Sinarmas menjadi bank umum syariah (BUS) bersama-sama dengan PT Sinar Mas Multiartha Tbk dan PT Asuransi Sinar Mas.
Bank syariah anyar ini diberi nama PT Bank Nano Syariah. Nilai transaksi pendirian BUS itu sebesar Rp 510 miliar dengan tujuan transaksi penyetoran modal dan akan menjadi pengurangan modal inti bagi Bank Nano Syariah.Tujuan
spin off
itu untuk menciptakan industri perbankan syariah nasional yang stabil dan berdaya saing.
Direktur Bank Permata Syariah sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Herwin Bustaman menjelaskan, BUS & UUS memiliki segmen nasabah yang jelas berbeda. Maka, dua model bisnis yang ada saat ini masih akan terus saling melengkapi dan berkontribusi dalam mengembangkan perbankan syariah.
Investree Spin Off Unit Usaha Syariah
Investree Group mengumumkan bahwa seluruh kegiatan operasional usaha syariah milik PT Investree Radhika Jaya atau Investree telah dihentikan secara resmi sejak bulan Januari 2023.
Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, penutupan operasional ini dikarenakan Investree Group sedang dalam proses membuat perusahaan atau entitas lain (
spin-off
) untuk layanan keuangan berbasis syariah tersebut.
KEPUL CUAN PERDAGANGAN KARBON
Langkah strategis untuk mencapai target netral karbon pada 2060 telah ditempuh pemerintah. Kemarin, Rabu (22/2), skema perdagangan karbon yang merupakan salah satu tahapan penting untuk mencapai target tersebut resmi diluncurkan.n Selain bertujuan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, kehadiran perdagangan karbon juga dinilai dapat memantik potensi bisnis yang menjanjikan. Melalui skema tersebut, perusahaan yang mampu menekan emisi, dapat menjual kredit karbon mereka ke perusahaan yang melampaui batas emisi. Alhasil, sumber penerimaan perusahaan yang berhasil menekan emisi bakal bertambah. Adapun, pada fase 1, perdagangan karbon hanya melibatkan 99 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 33.569 megawatt (MW). Perdagangan karbon tahun ini juga hanya dilakukan mandatori pada PLTU yang terhubung ke jaringan tenaga listrik PT PLN (Persero) dengan kapasitas lebih besar atau sama dengan 100 MW. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah telah menerbitkan aturan mengenai penyelenggaraan nilai ekonomi karbon. Dia menjelaskan perdagangan karbon tersebut berjalan sesuai mekanisme pasar. Nilai ekonomi karbon yang diatur tersebut, katanya, menjadi insentif bagi perusahaan yang bisa mengurangi emisi gas rumah kaca. Arifin mengatakan, peningkatan pendapatan dari nilai ekonomi karbon itu juga dapat digunakan untuk mendukung ekonomi berkelanjutan, serta membiayai reformasi fiskal. Di Indonesia, nilai transaksi perdagangan karbon fase 1 diperkirakan menembus US$9 juta per tahun, dengan asumsi jumlah karbon yang potensial untuk diperdagangkan secara langsung antarperusahaan sebesar 500.000 ton CO2e, dan harga kredit karbon yang diproyeksi sebesar US$2 hingga US$18 per ton CO2e.
KERJA SAMA STRATEGIS INDONESIA–CHINA
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri China Qin Gang, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/2). Pada pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan beberapa kerja sama strategis yang perlu ditingkatkan oleh kedua negara, yakni penyelesaian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, pembangunan green industrial park di Kalimantan, pembangunan Ibu Kota Nusantara, hingga industri penghiliran.
Perry Warjiyo Calon Tunggal Gubernur BI
Presiden Jokowi secara resmi telah mengajukan Perry Warjiyo sebagai calon tunggal Gubernur BI periode 2023-2028 ke DPR. Surat presiden ke DPR tersebut dikirimkan pada Rabu (22/2). ”Ya, ya, sudah dikirim ke DPR, Pak Perry,” ujar Mensetneg Pratikno saat dikonfirmasi Kompas,Rabu, di Jakarta. Sekretariat DPR telah menerima surat tersebut pada Rabu siang. Karena saat ini DPR sedang reses, surat tersebut akan dibacakan pimpinan DPR saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Sidang pada pertengahan Maret 2023. Berdasarkan UU No 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang juga mengatur tentang BI, Presiden sebenarnya dapat mengajukan sebanyak-banyaknya tiga calon Gubernur BI untuk diseleksi oleh DPR. Sejak berdiri pada tahun 1953, belum ada gubernur BI yang menjabat selama dua periode atau selama sepuluh tahun. Perry, yang menjabat Gubernur BI sejak 2018, berpeluang besar memegang jabatan tersebut selama dua periode.
Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah mengatakan, sejauh ini kinerja BI yang dipimpin Perry sudah baik dalam menjalankan fungsinya untuk mengendalikan inflasi dan stabilitas nilai tukar. Namun, ke depan, menurut Piter, BI perlu melakukan langkah terobosan agar perekonomian Indonesia dapat bertumbuh lebih optimal ke depan. Ia mengatakan, salah satu pekerjaan rumah BI yang sudah menahun, tetapi tidak juga terselesaikan adalah mengoptimalkan efektivitas transmisi kebijakan moneter, khususnya transmisi suku bunga. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, BI juga harus bersiap menghadapi tantangan ke depan, yakni digitalisasi sistem keuangan, makin marak dan berkembangnya pemanfaatan aset kripto perlu jadi perhatian bank sentral. Inisiatif pengembangan mata uang digital bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) atau Rupiah Digital jadi solusi tepat pada masa mendatang. (Yoga)
Edi Azhari Memanggungkan Kopi Tangse
Kopi dari Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, belum setenar kopi dari Gayo, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kopi Tangse kian populer. Usaha Edi Azhari (41) dan para petani perlahan berbuah hasil. ”Kopi Tangse pernah populer. Karena konflik, banyak petani tidak sempat merawat kebun. Namun sekarang, kami kembali fokus merawat kopi,” ujar Edi, Kamis (2/2) saat ditemui di kedai kopi miliknya di Tangse, sebuah kecamatan di Pidie, 60 km dari pusat Kota Pidie. Tahun 2015 hingga 2017, Edi mulai serius belajar tentang kopi.Bolak-balik Tangse ke Takengon, Aceh Tengah. Dia belajar cara budidaya, pengolahan pascapanen, hingga ilmu barista. Merasa sudah cukup mumpuni ilmu tentang kopi, Edi bersama dua teman patungan membuka kedai kopi di pusat kota Tangse. Di kedai yang diberi nama H2E Kopi itu mereka menjual beragam kopi, seperti liberika, robusta, dan arabika. Edi menginginkan kedai itu tidak hanya tempat jualan, tetapi juga menjadi ruang bersama belajar kopi. Edi dengan tekun menjelaskan tentang kopi Tangse kepada tamu yang datang.
Sejarah kopi Tangse dari hulu ke hilir telah dikuasai. Sebuah mesin sangrai (roasting) hibah dari Pemkab Kabupaten Pidie dia letakkan di dekat dapur racik agar para pengunjung juga bisa melihat pengolahan kopi. Semua kopi di kedainya adalah hasil produksi petani Tangse. Edi menampung biji kopi mentah atau green bean dari petani di sana. Edi memiliki petani binaan dan membeli lebih mahal dari harga pasaran. Robusta Rp 35.000 per kg dan liberika Rp 33.000 per kg. Uniknya di kedai H2E tidak menyajikan kopi saring, tetapi pakai mesin espreso. Padahal, biasanya di Aceh, kopi robusta dan liberika disajikan dengan cara disaring. Adapun kopi arabika jamak disajikan dengan mesin espreso. Edi juga memproduksi bubuk kopi. Pada kemasan ditulis ”Kopi Tangse” premium, ini bagian usaha Edi memopulerkan kopi Tangse. Penjualan juga dilakukan melalui toko dalam jaringan. membuahkan hasil. Belakangan kopi Tangse mulai dihadirkan dalam pameran kopi tingkat provinsi dan nasional. Selain itu, beberapa kali Edi jadi dewan juri lomba kopi. Edi membuka jaringan ke pasar nasional dan internasional. Tahun lalu dia mengirimkan contoh kopi liberika ke Malaysia. Pembeli di sana meminta persediaan 10 ton per tiga bulan, tetapi Edi tidak menyanggupi karena belum sanggup menjamin kualitasnya. (Yoga)









