;

DAMPAK BENCANA, Nilai Properti Turun 20 Persen

Ekonomi Yoga 24 Feb 2023 Kompas
DAMPAK BENCANA, Nilai Properti Turun 20 Persen

Haryanto (44), warga Semarang Utara, Jateng, tak mengira rumahnya di kawasan Puri Anjasmoro tergenang banjir pada awal 2021 dan akhir 2022 walau Pemkot Semarang dan pengembang perumahan telah membangun sistem pengendalian banjir dengan polder dan pompa. Setelah kejadian banjir awal 2021, dia dan istrinya telah menyiapkan sebuah tas siaga bencana, kata Haryanto, Minggu (29/1). Meski masih ada rasa trauma, dia memilih bertahan di rumah yang dibelinya tahun 2014 tersebut. ”Mau jual rumah, susah lakunya. Kalaupun bisa terjual pun, butuh tambahan banyak uang untuk membeli rumah baru lagi,” kata Haryanto. Ia hanya bisa berharap dengan upaya pemerintah menanggulangi banjir di Semarang Utara. Iis (52),warga Dayeuhkolot, Bandung, Jabar, sudah 15 tahun tinggal di rumahnya dan sudah berkali-kali kebanjiran. Karena keterbatasan biaya, dia tidak bisa pindah ke daerah lain atau beradaptasi dengan membangun bangunan dua lantai, seperti tetangganya yang lain. Ia berharap rumahnya dibeli pemerintah. Menurut dia, pemerintah berencana membeli rumah penduduk di Desa Citeureup yang berbatasan dengan Sungai Cikapundung untuk dijadikan kolam retensi.

KeresahanHaryanto dan Iis soal sulitnya pindah dari rumah yang kebanjiran cukup beralasan. Harga pasaran properti setelah kebanjiran akan berbeda dibandingkan properti yang belum pernah kebanjiran Menurut Manager Interflow Property Martina Sunarti, harga rumah di Semarang setelah kebanjiran pasti turun. ”Turunnya sekitar 10 sampai 15 %. Tetapi, ya itu tergantung kondisi tawar menawar di lapangan,” katanya. Meski demikian, menurut Martina, menjual rumah bekas banjir atau rumah di daerah rawan banjir di Semarang tidaklah sulit. Martina pernah menjual rumah bekas di kawasan Tanah Mas yang juga langganan banjir. Harga rumah bekas kebanjiran di kawasan Jabodetabek juga turun. Menurut Direktur Benhook Property Nurul Yaqin, harga jual rumah kebanjiran bisa menyusut 10 sampai 20 % karena kerusakan rumah dan kualitas air bersih yang buruk. ”Penyebabnya, kerusakan lebih cepat dan biaya perawatan lebih tinggi. Kenyamanan juga enggak didapat,” katanya. Mencari rumah bebas banji rmenjadi referensi awal bagi masyarakat yang sedang mencari hunian di sebuah kota. Informasi tersebut sekarang dengan mudah bisa diakses di media daring ataupun media sosial. Wilayah rawan banjir juga akan mudah didefinisikan sendiri oleh konsumen dengan melihat drainase, tinggi lantai rumah, dan bekas lumpur yang menempel di tembok. (Yoga)


Tags :
#Properti
Download Aplikasi Labirin :