Ekspor Ditargetkan 5 Miliar Dollar AS
Ekspor industri furnitur ditargetkan mencapai 5 miliar USD pada tahun 2024. Upaya tersebut akan disokong skema pembiayaan dan perluasan pasar ekspor serta pameran yang dapat mendatangkan 12.000 pembeli dari 112 negara. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, nilai ekspor mebel termasuk kerajinan sepanjang tahun 2022 mencapai 3,5 miliar USD. ”Artinya, nilai ekspor (mebel) 5 miliar USD belum tercapai,” ujarnya saat membuka International Furniture Expo (Ifex) 2023 yang digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/3).
Menurut Airlangga, industri furnitur menjadi salah satu sektor yang memanfaatkan bahan baku lokal yang menghasilkan devisa bagi Indonesia. Penyerapan bahan baku itu menggunakan mata uang rupiah, sedangkan hasil ekspornya dalam mata uang USD. Secara teknis, Airlangga meminta Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, yang turut hadir dalam pembukaan itu, memfasilitasi studi terkait peta jalan dalam mendongkrak ekspor mebel hingga 5 miliar USD beserta potensi perluasan pasarnya. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) juga perlu dilibatkan dalam penyusunan peta jalan tersebut. (Yoga)
Digitalisasi Anggaran untuk Cegah Korupsi
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Kamis (9/3/2023), mengatakan, pihaknya akan memperkuat digitalisasi penganggaran dan pelaporan untuk sinergi program pengentasan kemiskinan ekstrem. Menurut dia, dengan digitalisasi yang terhubung dengan sistem di Kementerian Keuangan, realisasi anggaran diharapkan tepat sasaran, kredibel, dan bisa dipertanggungjawabkan. (Yoga)
Ekspor Jadi Pasar Baru Kelapa dari Nias
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Nias Utara Salomon Omasio Gea, Kamis (9/3/2023), mengatakan, Nias Utara, Sumatera Utara, pertama kalinya mengekspor 74 ton kelapa segar ke Kota Hainan, China. Ekspor menjadi pasar baru kelapa Nias yang melimpah dan murah senilai Rp 800-Rp 1.200 per buah. Harga kelapa bisa anjlok di bawah Rp 800 jika panen melimpah atau jika distribusi ke luar Nias tersendat. (Yoga)
Juni 2023, Tembaga dan Timah Boleh Tetap Ekspor
Pemerintah mulai mengirim sinyal lebih terang akan menunda kebijakan pelarangan ekspor tembaga dan timah pada Juni 2023. Salah satu pertimbangannya, proyek smelter tembaga molor akibat pandemi Covid-19. Pelaku industri timah belum siap menggarap produk hilir berupa
tin plate, tin solder
dan
tin chemical.
Merujuk Undang-Undang Nomor 3/ 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), tiga tahun setelah beleid terbit, semua mineral mentah yang diekspor harus melalui proses peningkatan nilai tambah di Tanah Air. Ini artinya, pemerintah harus men-stop ekspor mineral mentah.
Irwandy Arif, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara, Rabu (8/3) menjelaskan, sejak Januari 2020, bijih nikel sudah dilarang ekspor. "Juni 2023 bijih bauksit pasti dilarang. Namun (konsentrat) tembaga, timah (tin ingot), dan emas, masih dalam proses, tergantung kebijakan pimpinan, keputusan Pak Presiden," ungkap dia.
Khusus konsentrat tembaga, Irwandy bilang, pemerintah mempertimbangkan kendala pembangunan smelter akibat pandemi Covid-19.
Saat ini, dua smelter yang akan mengolah konsentrat tembaga menjadi katoda terus menunjukkan perkembangan. Smelter yang dibangun PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara akan selesai akhir 2024.
Ihwal komoditas timah, sejatinya saat ini sudah menjadi
tin ingot
dengan kadar kemurnian mencapai 99,99%. Kata Irwandy, di sini tugas Kementerian ESDM sudah selesai. Menurutnya, hilirisasi timah di Indonesia akan menghasilkan tiga jenis produk, yakni pelat timah
(tin plate),
timah solder
(tin solder),
dan timah kimia
(tin chemical).
UMKM Dapat PPh Final 0% Hingga 2035
Insentif pajak yang diberikan pemerintah khusus untuk penanaman modal di Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya menyasar usaha besar, tetapi juga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sektor ini bakal mendapatkan insentif berupa pajak penghasilan (PPh) final.
Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12/2023 yang diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan berlaku mulai 6 Maret 2023.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa wajib pajak dalam negeri tidak termasuk bentuk usaha tetap yang melakukan penanaman modal di IKN dengan nilai kurang dari Rp 10 miliar dan memenuhi persyaratan tertentu dapat dikenai pajak penghasilan yang bersifat final dengan tarif sebesar 0%. Fasilitas ini diberikan terhitung sejak persetujuan pemberian fasilitas sampai dengan tahun 2035.
Apabila pelaku UMKM memiliki lebih dari satu tempat usaha atau cabang yang berada di wilayah IKN, penentuan batasan nilai penanaman modal di IKN ditentukan berdasarkan jumlah dari seluruh lokasi tempat usaha atau cabang wajib pajak yang berada di wilayah IKN.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan itu menunjukan keberpihakan pemerintah pada sektor UMKM sebagai penggerak utama roda perekonomian.
"PP itu mengatur fasilitas PPh final 0% atas penghasilan dari peredaran bruto usaha. Sementara di luar IKN dikenakan 0,5% dari omzet," kata Bahlil, Kamis (8/3).
Target Investasi Tahun 2024 Capai Rp 1.600 Triliun
Pemerintah memasang target investasi sebesar Rp 1.650 triliun pada tahun depan. Angka itu, naik Rp 250 triliun dibanding target investasi tahun ini yang dipatok sebesar Rp 1.400 triliun.
Target tinggi tersebut sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahun depan yang berada di kisaran 5,3% hingga 5,7%. Angka itu naik dibanding target pertumbuhan ekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 yang sebesar 5,3%. Investasi akan menjadi andalan pemerintah dalam menopang pertumbuhan ekonomi, selain konsumsi rumah tangga.
"Konsumsi dan investasi perlu didorong di tahun 2023. Tahun ini target investasi sebesar Rp 1.400 triliun, dan di 2024 akan meningkat menjadi Rp 1.650 triliun," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (9/3).
WOOD Siapkan Rp 50 M buat Buyback
PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) mulai mengeksekusi aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham, Kamis (9/3). Pembelian saham kembali WOOD dibatasi dengan harga maksimum Rp 500 per saham.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/3), WOOD menyiapkan dana
buybyack
Rp 50 miliar untuk pembelian maksimum 100 juta saham.
Wang Sutrisno, Direktur Integra Indocabinet, menjelaskan, dana
buyback
saham dibiayai dari kas internal. Jadi, WOOD tidak butuh biaya tambahan. Aksi korporasi ini juga tidak menimbulkan dampak kepada pendapatan.
Meski akan mengakibatkan jumlah saham WoOD yang beredar di pasar berkurang, aksi
buyback
ini diperkirakan tidak berdampak signifikan terhadap laba per saham WOOD.
Aksi
buyback
akan digelar Integra Indocabinet melalui transaksi di BEI. WOOD akan menggunakan jasa dari perantara pedagang efek. Adapun, biaya imbalan jasa atas transaksi
buyback
tersebut sekitar 0,11% dari nilai transaksi.
Dibayangi Bunga The Fed, Dana Asing Keluar dari SBN
Dana asing di pasar surat berharga negara (SBN) kembali berkurang. Per 8 Maret 2023, posisi asing di pasar SBN tersisa Rp 798,05 triliun dengan porsi 14,65%. Angka ini turun dari akhir Februari 2023 yang masih sebesar Rp 804 triliun atau setara dengan 14,79% dari total.
Analis
Fixed Income
Sucorinvest Asset Management Alvaro Ihsan mengatakan, penurunan kepemilikan asing di pasar SBN terjadi seiring kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang masih kuat serta tingkat inflasi yang di atas ekspektasi. Inflasi AS pada Januari 2023 mencapai 6,4% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 6,2%.
Selain itu, bank sentral AS The Fed juga berpotensi kembali menaikkan suku bunga acuan secara agresif.
Investment Analyst
Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menambahkan, penurunan kepemilikan asing di pasar SBN merupakan efek dari sentimen global. Ini terkait dengan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang akan lebih agresif. Kondisi ini membuat
yield
obligasi AS naik dan nilai tukar rupiah kembali tertekan.
Fajar menilai, arus dana asing di pasar SBN akan sangat tergantung dengan prospek kebijakan moneter di AS. Jika The Fed menaikkan suku bunga secara agresif, maka dampaknya negatif terhadap arus dana asing di pasar SBN.
PROSPEK CERAH EKONOMI RIIL
Perbaikan daya beli masyarakat serta tingkat inflasi yang relatif terkendali, ditambah datangnya momentum Ramadan dan Idulfitri digadang-gadang mengerek prospek ekonomi riil pada tahun ini. Apalagi, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), ekspektasi penjualan maupun ekspektasi harga meningkat. Tak hanya pada April 2023, indeks ekspektasi tersebut juga terpantau menanjak pada pengujung paruh pertama tahun ini, seiring dengan datangnya musim liburan. Sejalan dengan itu, ekspektasi inflasi pun terpantau lebih tinggi, yang merefleksikan bahwa konsumsi bergerak cukup agresif dan berpeluang mendorong laju pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Memang, pemerintah masih berjibaku untuk menurunkan tingkat inflasi indeks harga konsumen (IHK) di dalam kisaran 3%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan optimisme konsumen yang stabil di zona ekspansif menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk melanjutkan perbaikan ekonomi pada tahun ini. Menurutnya, hal ini juga bisa dijadikan pijakan oleh pelaku usaha untuk melakukan ekspansi. Apalagi, simpanan korporasi dan rumah tangga yang masih mengendap di perbankan cukup besar. "Ini perlu dioptimalkan untuk ekspansi dan belanja pada 2023 untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,3%," kata Airlangga, Kamis (9/3). Ekspektasi kenaikan harga jual serta penjualan riil memang patut segera dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk melakukan ekspansi, karena melahirkan potensi keuntungan yang cukup besar. Direktur Departemen Komunikasi BI Fadjar Majardi, mengatakan dari sisi harga, responden memperkirakan tekanan inflasi pada April 2023 meningkat, sementara pada Juli 2023 kembali menurun. Hal ini disebabkan oleh banyaknya momentum perayaan hari besar keagamaan nasional yang akan memacu permintaan.
PROSPEK INDUSTRI ASURANSI UMUM : PREMI LINCAH KENDARAAN & PROPERTI
Lini usaha asuransi kendaraan bermotor dan asuransi harta benda properti masih menjadi penopang utama bisnis asuransi umum pada tahun ini. Kontribusi kedua lini itu mencapai 50% dari total pendapatan premi. Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Hastanto Sri Margi Widodo mengatakan bahwa kedua lini bisnis dari industri asuransi umum itu diperkirakan tetap tumbuh pada 2023. Namun, pertumbuhan kedua lini itu bergantung pada tingkat pertumbuhan kredit. “Asuransi kendaraan terus terang menopang karena kredit mulai maju dan kemudian properti kita lihat ada tren . Tapi balik lagi, kami sangat bergantung pada tingkat pertumbuhan kredit,” kata Widodo saat ditemui usai acara 9th AAUI International Seminar di Jakarta, Kamis (9/3). Widodo menuturkan kinerja industri asuransi umum juga bergerak ke arah positif yang tecermin dari pendapatan premi yang membukukan pertumbuhan dua digit, yakni sebesar 15,3% year-on-year (YoY) menjadi Rp90,1 triliun pada 2022. Wakil Ketua AAUI untuk Bidang Statistik & Riset Trinita Situmeang menyampaikan bahwa asuransi harta benda pada pencatatan premi kuartal IV/2022 mengalami pertumbuhan premi yang positif sebesar 17,3% YoY. Nilainya naik dari Rp22,36 triliun menjadi Rp26,23 triliun. Faktor pendukung pertumbuhan positif dari lini usaha properti adalah meningkatnya kredit real estat, kredit pemilikan rumah, kredit pemilikan apartemen, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sementara itu, pada lini usaha asuransi kendaraan bermotor pertumbuhan meningkat sebesar 15,7% dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Posisinya naik dari Rp15,67 triliun menjadi Rp18,15 triliun.









