;

Surat Edaran Dicabut, Harga Gabah Naik Lagi

Lingkungan Hidup Yoga 09 Mar 2023 Kompas
Surat Edaran Dicabut,
Harga Gabah Naik Lagi

Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani naik kembali setelah aturan batas atas harga pembelian gabah dan beras dicabut. Situasi itu dinilai turut menyebabkan penggilingan kecil tidak bisa memasok beras ke Perum Bulog dan berpotensi membuat harga beras naik lagi. Per 7 Maret 2023, Badan Pangan Nasional mencabut Surat Edaran (SE) Kepala Badan Pangan Nasional No 47/TS.03.03/K/02/2023 tentang Harga Batas Atas Pembelian Gabah atau Beras yang diimplementasikan sejak 27 Februari 2023. Dengan pencabutan itu, penggilingan tidak lagi terikat pada harga batas atas pembelian gabah/beras. Sebelumnya, harga batas atas pembelian GKP di tingkat petani dan penggilingan ditetapkan masing-masing Rp 4.550 per kg dan Rp 4.650 per kg. Adapun gabah kering giling (GKG) Rp 5.700 per kg dan beras medium di gudang Bulog Rp 9.000 per kg.

Jumair (48), pelaku usaha penggilingan mitra Bulog Cirebon, Jabar, Rabu (8/3), mengatakan, setelah SEitu dicabut, harga GKP di tingkat petani naik lagi di Jabar dan sejumlah daerah di Jateng, seperti Brebes dan Cilacap. Sebelum harga batas atas diterapkan, harga GKP di tingkat petani sempat mencapai Rp 6.500 per kg. Namun, setelah batasan harga diterapkan, harga GKP turun jadiRp 4.700 per kg. “Setelah batas atas harga pembelian dicabut, harga GKP petani kembali naik jadi Rp 5.200 per kg. Hal itu membuat pedagang penebas, termasuk dari korporasi besar, bersaing ketat. Yang punya modal kuat yang bakal menang,” ujarnya. Jumair  menambahkan, dengan GKP setinggi itu, penggilingan kecil belum dapat memasok beras ke Bulog. Harga GKP itu masih di atas fleksibilitas harga pembelian pemerintah (HPP) gabah/beras, dimana HPP GKP di petani ditetapkan Rp 4.200-Rp 4.550 per kg dan GKG di penggilingan Rp 5.250-Rp 5.700 per kg. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :