;

Harga Pangan Tetap Menggerus Daya Beli

Yoga 24 Mar 2023 Kompas

Kenaikan harga sejumlah pangan pokok tetap akan menggerus daya beli masyarakat kelas menengah bawah kendati mereka mendapatkan bantuan sosial. Masih ada pula di antara mereka yang tidak memiliki upah bulanan dan tidak terdaftar sebagai peserta program bantuan sosial. Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (NFA), Kamis (23/3) sejumlah pangan pokok yang harganya masih tinggi adalah beras medium, cabai rawit merah, minyak goreng curah, daging sapi, serta daging dan telur ayam ras. Harga rata-rata nasional beras medium, mencapai Rp 11.900 per kg, naik dari pekan lalu Rp 11.830 per kg. Harga ini lebih tinggi dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium yang ditetapkan NFA berdasarkan zona, yakni Rp 10.900-Rp 11.800 per kg. Di periode yang sama, harga rata-rata nasional minyak goreng curah Rp 15.000 per liter, naik tipis dibandingkan pekan lalu Rp 14.990 per liter. Harga tersebut tidak jauh beda dengan harga minyak goreng kemasan merek Minyakita sebesar Rp 15.100 per liter. Namun, harga Minyakita itu lebih tinggi dari yang ditetapkan Kemendag, yakni Rp 14.000 per liter.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengatakan, kenaikan harga sejumlah pangan pokok terjadi di tengah pulihnya pendapatan masyarakat dari imbas pandemi Covid-19. Namun, tingkat pemulihan pendapatan berbeda karena bergantung pada sektor dan kelompok penghasilan. Pekerja di sektor  formal dan berpenghasilan tetap bulanan tidak merasakan perubahan berdasarkan level pemulihan, lantaran penghasilan dasar mereka tidak berubah, ketika pandemi maupun saat ini. ”Berbeda dengan pekerja di sektor informal, seperti pengojek daring, sopir taksi, dan pedagang, merasakan perubahan pemulihan pendapatan karena ekonomi sudah menggeliat, meski harga sejumlah pangan pokok naik sejak sebelum Ramadhan,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Kamis. Rusli berpendapat, kenaikan harga sejumlah pangan pokok sejak sebelum Ramadhan akan menggerus daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah. Hal ini terindikasi dari proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi. Berdasarkan data Survei Konsumen BI, Februari 2023, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi meningkat dari 73,6 % pada Januari 2023 menjadi 75 % pada Februari 2023. (Yoga)


Momen Ramadhan Dorong Perekonomian

Yoga 24 Mar 2023 Kompas

Momen bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi, karena Ramadhan dan Idul Fitri akan meningkatkan permintaan dan perputaran uang  beredar. Hal ini menjadi tambahan bahan bakar bagi pertumbuhan ekonomi. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Joshua Pardede mengutarakan hal itu saat dihubungi pada Kamis (23/3). Pandemi Covid-19 yang mereda juga bakal mendorong kenaikan angka pemudik ke daerah. Perputaran uang dari para pemudik yang dating dari kota besar ke daerah ini juga turut mendorong perekonomian.

Joshua memperkirakan perputaran uang di Indonesia bertambah Rp 243 triliun pada Lebaran 2023. Artinya, akan terjadi peningkatan dibandingkan dengan perputaran uang pada Lebaran tahun lalu yang tercatat Rp 221 triliun. Joshua juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2023 bisa mendekati 5 %. Namun, ia mewanti-wanti, kenaikan permintaan pada Ramadhan dan Lebaran juga dapat mendorong inflasi lebih tinggi. Hal ini perlu diantisipasi pemerintah. (Yoga)


Jangan Tekan Impor demi Target Surplus

Yoga 24 Mar 2023 Kompas

Memanfaatkan momentum keketuan Indonesia dalam ASEAN, pemerintah menargetkan membalikkan defisit neraca perdagangan nonmigas dengan Thailand dan Laos menjadi bernilai surplus. Menurut Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia Shinta W Kamdani, target tersebut sebaiknya berorientasi pada peningkatan ekspor, bukan menekan impor yang sifatnya produktif bagi manufaktur. (Yoga)

TRANSFORMASI PEREKONOMIAN KALIMANTAN TIMUR DENGAN IKN

Yoga 24 Mar 2023 Kompas

Kaltim saat ini berada di tahapan pertama (2020-2024) pemindahan IKN. Ketika dipilih menjadi provinsi tujuan ibu kota negara yang baru, Kaltim menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah kedua di Pulau Kalimantan. Di tahun 2019 atau sebelum pandemi, pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat 4,7 %, hanya berada di atas Kalsel 4,09 persen. Tiga provinsi lainnya mencatat pertumbuhan di atas 5 %. Kaltim dipilih menjadi tujuan IKN baru tatkala pandemi Covid-19 menerjang. Perekonomian nasional terpuruk dan sempat mengalami resesi. Baru pada tahun 2022 perekonomian mulai bangkit seiring dengan penyebaran Covid-19 yang lebih terkendali. Namun, perekonomian Kaltim tidak terangkat setinggi perekonomian nasional, hanya tumbuh 4,48 % di tahun 2022, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,31 persen. Juga lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelum pandemi.

Bahkan, terendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi provinsi lainnya di Kalimantan. Dengan pembangunan IKN yang terencana ke dalam empat tahapan hingga tahun 2045, Kaltim diarahkan menjadi penggerak ekonomi Indonesia masa depan. Yang paling utama, Kaltim akan menjadi wilayah paling berkelanjutan di dunia. Hal itu karena IKN didesain sesuai kondisi alam dan menjadi kawasan rendah emisi karbon. Sebanyak 75 % kawasan IKN direncanakan menjadi ruang terbuka hijau. Pemakaian energi akan menggunakan 100 % energi bersih. Dalam jangka pendek, dampak ekonomi selama masa konstruksi mendorong ekonomi melalui investasi infrastruktur. Juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan antar wilayah di Indonesia, mendorong output sektor lain, serta penciptaan kesempatan kerja. (Yoga)


Karakter Pendiri ”Start Up” Jadi Pertimbangan

Yoga 23 Mar 2023 Kompas

Karakter yang dimiliki pendiri perusahaan rintisan bidang teknologi digital kerap dijadikan pertimbangan utama investor. Faktor berikutnya adalah potensi pasar yang bisa dihasilkan dari produk yang dikembangkan perusahaan. Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, mengatakan, tiga tahun pertama East Ventures berdiri, pihaknya selalu mempertimbangkan faktor produk, potensi pasar, dan sosok pendiri di balik perusahaan rintisan bidang teknologi (start up) sebelum memutuskan menyuntikkan dana. Seiring waktu berjalan, dia menyadari betapa pentingnya berfokus pada faktor potensi pasar dan sosok pendiri.

”Kalau sosok pendiri start up memiliki hasrat kuat(passion), dia akan memahami produk teknologi seperti apa yang harus dikembangkan dan apakah mampu menyelesaikan masalah di masyarakat atau tidak. Kami biasanya berinteraksitatap muka, bertanya banyak hal, dan meminta pendiri bercerita mengalir saja. Dari sanalah, kami biasanya bisa putuskan,” ujar Willson saat menghadiri diskusi bertajuk ”Finding The Next Unicorn”, Selasa (21/3) di Jakarta. Menurut Willson, pengusaha start up sebenarnya relatif mirip dengan wirausaha pada umumnya. Dia harus mampu mencetak nilai produk dan menghasilkan keuntungan. Biaya pemasaran untuk mengakuisisi pelanggan juga harus dipikirkan. (Yoga)


Pariwisata Pulih, Panorama Tambah Modal

Yoga 23 Mar 2023 Kompas

Pandemi yang mereda membuat sektor pariwisata kembali bergairah. PT Panorama Sentrawisata Tbk bersiap menambah modal melalui penerbitan saham baru (right issue) seiring meredanya pandemi. Panorama akan menerbitkan 600 juta saham dengan nilai Rp 50 per saham. Selain itu, akan diterbitkan pula 200 juta waran. ”Rencana right issue ini untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan dan meringankan beban utang,” kata Direktur Utama Panorama Budijanto Tirtawisata, Selasa (21/3/2022). (Yoga)

Rp 2,79 Triliun Uang Tunai untuk Kalsel

Yoga 23 Mar 2023 Kompas

Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai Rp 2,79 triliun untuk kebutuhan masyarakat di Kalimantan Selatan pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Kepala Perwakilan BI Kalimantan Selatan Wahyu Pratomo, Rabu (22/3/2023), menyampaikan, jumlah itu  meningkat 3,08 % dibandingkan tahun lalu. ”Jumlah yang disiapkan lebih besar karena adanya peningkatan aktivitas ekonomi seiring pencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat terkait pandemi Covid-19,” katanya. (Yoga)

Impor Daging Gagal Kendalikan Harga

Yoga 23 Mar 2023 Kompas (H)

Hingga saat ini, impor masih menjadi instrumen yang dipilih Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dan mengendalikan harga daging sapi dalam negeri. ”Fokus pemerintah adalah menjaga ketersediaan barang dan keterjangkauan harga daging,” ungkap Dirut PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara, Jumat (17/3). Terjaganya ketersediaan daging memang tak bisa diabaikan. Sebab, stok yang tidak mencukupi akan menimbulkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Akibatnya, harga sebagai interaksi antara dua indikator tersebut akan meningkat. Karena itu, pemerintah mengambil langkah impor guna menambal kekurangan daging sapi dalam negeri. Berdasarkan catatan Outlook Komoditas Peternakan Daging Sapi yang dirilis Kementan tahun 2022, impor daging sapi Indonesia tahun 2021 mencapai 276.761 ton atau 12 kali lipat dari  setengah abad lalu.

Pada tahun yang sama, Indonesia mampu memproduksi 487.802 ton daging sapi. Dengan total konsumsi nasional yang tercatat 670.799 ton, gabungan pasokan dari produksi dalam negeri dan impor sudah mampu memenuhi kebutuhan nasional, bahkan surplus 93.000 ton. Jika digunakan perhitungan konsumsi berdasarkan data Susenas BPS, surplus akan lebih besar. Denganrata-rata konsumsi per kapita 0,43 kg per tahun, total konsumsi daging sapi seluruh penduduk hanya 117.253 ton. Surplus daging mencapai 647.309 ton jika produksi dalam negeri ditambah dengan impor. Idealnya, kondisi yang seimbang tersebut akan membuat harga relatif stabil dan terkendali. Namun, kondisi yang berbeda justru terjadi. Berdasarkan pengamatan data tahunan, harga daging sapi justru kian tinggi seiring dengan volume impor yang kian meningkat. Berawal Rp 2.536 per kg pada 1983, harga daging sapi terus merangkak naik hingga menembus lebih dari Rp 100.000 per kg sejak 2015. Merujuk publikasi Kementan dan BI, kini harga rata-rata daging sapi sudah lebih dari Rp 130.000 per kg. (Yoga)


Terapkan Cukai Minuman Berpemanis

Yoga 23 Mar 2023 Kompas

Kondisi obesitas di Indonesia dinilai sudah berbahaya. Obesitas umumnya disebabkan konsumsi minuman atau makanan berpemanis gula berlebih. ”Terapkan cukai pada minuman berpemanis gula, untuk mengurangi konsumsinya,” kata ahli gizi Unicef di Indonesia, David Colozza, saat diskusi Hari Obesitas Sedunia 2023, Selasa (21/3). Kelebihan berat badan dan obesitas dapat berdampak langsung pada kesehatan dan perkembangan psikososial seseorang. (Yoga)

Viral Kepanikan di Dunia Perbankan

Yoga 23 Mar 2023 Kompas

Berkaca dari kasus Silicon Valley Bank (SVB) di AS, kita perlu bersiap ketika obrolan di grup percakapan diunggah di media sosial dan memunculkan kepanikan serta berlanjut kepada krisis perbankan. Laporan awal menyebutkan, pemilik rekening menarik 42 miliar USD dalam sehari di SVB. Mereka hanya meninggalkan 1 miliar USD dalam saldo kas negatif. Penarikan yang mengejutkan ini terjadi dengan kecepatan yang dimungkinkan oleh perbankan digital dan kemungkinan besar sebagian didorong oleh kepanikan viral yang menyebar di platform media sosial. The Wall Street Journal melaporkan, pada hari menjelang keruntuhan bank, beberapa pemodal ventura terkemuka turun ke Twitter secara khusus dan menggunakan platform mereka untuk memperingatkan tentang situasi tersebut. Bahkan, terkadang mengetik dengan huruf besar semua. Beberapa investor mendesak para usaha rintisan untuk memikirkan kembali di mana mereka menyimpan uang mereka. Pendiri dan CEO kemudian membagikan cuitan tentang situasi yang mengkhawatirkan di bank di kanal pribadi platform Slack. Kasus ini sangat boleh jadi merupakan kasus pertama krisis perbankan yang diduga muncul karena penyebaran kepanikan melalui media sosial.

”Ini adalah krisis bank pertama yang didorong oleh Twitter,” kata Ketua Komite Jasa Keuangan DPR AS Patrick McHenry di laman Bankingdive dalam sebuah pernyataan menyusul langkah-langkah luar biasa regulator untuk mengamankan semua simpanan di SVB. Upaya itu merupakan cara untuk membendung penularan kepanikan di kalangan nasabah. Sementara klien usaha rintisan dan sektor teknologi bank yang ambruk menarik napas lega pada hari Minggu, atau dua hari seusai kejadian, setelah bank sentral mengumumkan langkah talangan. Peristiwa yang mempercepat kematian SVB memberi gambaran kepada sector perbankan tentang bagaimana media sosial dan perbankan digital dapat mengubah lembaga keuangan dari operasi normal menjadi runtuh dalam hitungan jam. ”Kita sedang memasuki era baru yang digerakkan oleh media sosial di bank,” kata Solomon  Lax, seorang mantan bankir investasi dan pemodal ventura yang sekarang menjadi CEO dari pemberi pinjaman secara daring Revenued. (Yoga)


Pilihan Editor