Pekerja Migran Belum Terlindungi
JAKARTA, ID- Hingga kini, pekerja migran Indonesia belum cukup terlindungi. Oleh karena itu, tata kelola pengiriman buruh migran ke luar negeri perlu dievaluasi serius agar warga negara Indonesia tidak menjadi korban human trafficiking atau perdagangan manusia. "Kalau pemerintah tidak bisa memberikan pekerjaan, minimal memberikan perlingungan kepada masyarakat," ujar Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Chrisanctus Paschalis Sitorus dalam wawancara dengan Investor Daily di Jakarta, Kamis (23/3/2023). Pastor Katolik yang biasa disapa Romo Paschal itu datang ke Jakarta untuk meminta perlindungan pada Polri. Akibat aktivitas yang gigih dalam memerangi perdagangan manusia sejak 2013. Romo Paschal mengaku mendapat teror yang tidak berkeputusan, puncaknya awal tahun 2023. Setiap hari ia diteror dan dirayu. Diteror agar ia menghentikan kegiatan memerangi human trafficking. Dirayu agar dia diam dan bekerja sama dengan mafia human trafficikng dengan imbalan uang. "Saya diajak, ditawari sejumlah uang ditawari dengan dihitung per kepala. Ada tawaran-tawaran untuk bekerja sama dan sebagainya, supaya minimal saya tidak bicara lagi. Tidak keras lagi. Mengkritik atau bicara keras terhadap penyeludupan atau pun pengiriman pekerja migran secara ilegal," jelas pendampaing ahli Perlingungan Perempuan dan Anak pada UUPT PPA Provinsi Kepulauan Riau, 2021-2022. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023