;

Babak Baru Kepemimpinan Perusahaan

Hairul Rizal 26 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Bank pelat merah, yakni PT Bank Mandiri Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI), setelah kedua bank tersebut menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Di BRI, terjadi pergantian Direktur Utama dari Sunarso kepada Hery Gunardi, sementara di Bank Mandiri, Darmawan Junaidi tetap mempertahankan jabatannya sebagai Direktur Utama. Pergantian ini juga mencakup perubahan di jajaran direksi dan komisaris, yang diharapkan dapat membawa semangat dan harapan baru untuk bank-bank BUMN.

Selain itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) juga mengumumkan struktur pengurus baru yang melibatkan BRI, Bank Mandiri, dan BNI, yang turut menjadi bagian dari BPI Danantara. Pergantian pengurus di kedua entitas ini diperkirakan akan membawa koordinasi dan supervisi yang lebih baik antara BPI Danantara dan bank-bank pelat merah.

Penting untuk dicatat bahwa bank-bank BUMN memainkan peran besar dalam perekonomian nasional, dengan kontribusi signifikan terhadap total kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga. Oleh karena itu, pemerintah dan pemangku kepentingan harus memastikan bahwa pengelolaan bank BUMN tetap profesional dan terhindar dari praktik negatif seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Dengan pengurus baru di kedua bank tersebut, diharapkan mereka dapat memberikan inovasi dan kepemimpinan yang baik untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia dan investasi negara melalui BPI Danantara. Keberhasilan pengelolaan ini akan sangat bergantung pada kemauan para pengurus untuk bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan menjaga keberlanjutan ekonomi jangka panjang.


Saham BUMN Kembali Menguat di Pasar

Hairul Rizal 26 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Saham-Saham BUMN yang tergabung dalam indeks IDXBUMN 20 mengalami kenaikan signifikan pada hari sebelumnya, dengan kenaikan IDXBUMN 20 tercatat mencapai 3,83%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan IHSG yang hanya 1,21%. Kenaikan ini terutama didorong oleh saham-saham dari bank-bank pelat merah seperti PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) yang naik 6,28%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) yang naik 5,26%, PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) yang naik 4,84%, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) yang naik 4,46%. Kenaikan ini terjadi setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang mengumumkan kebijakan pembagian dividen besar dan program buy-back saham.

Di balik fenomena ini, pengumuman tentang struktur pengurus Danantara juga memberikan dampak positif. Rosan Perkasa Roeslani, CEO Danantara, mengungkapkan bahwa struktur pengurus Danantara telah terbentuk secara selektif dan bebas dari kepentingan politis, dengan sejumlah tokoh ternama seperti Ray Dalio dan Thaksin Shinawatra bergabung. Felix Darmawan, seorang analis, mengatakan bahwa pembentukan Danantara berpotensi memberikan nilai tambah dan meningkatkan efisiensi BUMN, yang menguntungkan bagi pasar.

Selain itu, meskipun pasar saham BUMN menunjukkan tren positif, para analis juga memperingatkan pentingnya konsistensi dalam Good Corporate Governance (GCG) oleh emiten BUMN. Mereka percaya bahwa sektor keuangan (seperti BBRI dan BMRI) dan transportasi (seperti JSMR) memiliki prospek yang baik, meskipun tetap ada ketidakpastian yang perlu diwaspadai.

Secara keseluruhan, pasar merespons positif terhadap kebijakan baru dan struktur pengurus Danantara, namun tetap perlu pengawasan dan pelaksanaan yang baik untuk menjaga stabilitas pasar jangka panjang.


Vonis Seumur Hidup bagi Dua Prajurit TNI

Hairul Rizal 26 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Dua prajurit TNI, Kelasi Kepala Bambang Apri Atmojo dan Sersan Satu Akbar Adli, telah dijatuhi hukuman pidana penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan berencana yang mereka lakukan terhadap pemilik usaha rental mobil di rest area KM45 Tol Tangerang–Merak. Keputusan ini dibacakan pada sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Selasa (25/3). Majelis Hakim yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Arif Rachman menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama.

Selain hukuman penjara seumur hidup, kedua terdakwa juga dijatuhi pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer. Sementara itu, Sertu Rafsin Hermawan, terdakwa ketiga dalam kasus ini, dijatuhi hukuman kurungan 4 tahun dan juga dipecat dari dinas militer. Keputusan ini menegaskan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh anggota TNI tidak akan dibiarkan begitu saja, dan mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sesuai dengan hukum yang berlaku.


Bank Bermodal Besar Catatkan Kenaikan Laba

Hairul Rizal 26 Mar 2025 Kontan (H)
Kinerja bank KBMI 4 (BCA, BRI, Mandiri, dan BNI) menunjukkan perbaikan di dua bulan pertama tahun ini, dengan mayoritas mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahunan yang positif. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan non-bunga yang kompak naik dua digit.

Bank Central Asia (BCA) mencetak laba tertinggi sebesar Rp 8,97 triliun (naik 8,46% yoy), meskipun laba bulanan di Februari menurun karena turunnya pendapatan bunga dan non-bunga. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication BCA, menyatakan bahwa profitabilitas BCA didorong oleh pertumbuhan kredit berkualitas dan efisiensi operasional.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat lonjakan laba bulanan Februari sebesar 129%, meski secara tahunan laba masih turun 18,11%. Bank Mandiri dan BNI masing-masing mencatat pertumbuhan laba tahunan sebesar 6,01% dan 6,25%.

Para direktur utama bank optimistis akan prospek 2025. Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI, menyebut fokus pada penguatan dana murah dan layanan digital. Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri, yakin inovasi digital dapat menopang bisnis berkelanjutan.

Dari sisi analis, Indy Naila melihat saham perbankan mulai menarik karena efek penurunan suku bunga dan momentum pembagian dividen, meskipun ia memperingatkan bahwa penguatan saham hanya bersifat jangka pendek karena risiko politik domestik. Ia menargetkan harga saham BBRI di Rp 5.025 dan BMRI di Rp 6.100. Nico Demus dari Pilarmas Investindo juga menekankan pentingnya kepercayaan pasar terhadap pemerintah dalam menjaga stabilitas saham bank dalam jangka panjang.

Meskipun menghadapi tantangan ekonomi dan politik, prospek kinerja bank KBMI 4 tetap positif dengan strategi bisnis yang adaptif dan dukungan fundamental yang kuat.

Rupiah Melemah, Defisit Diprediksi Melebar

Hairul Rizal 26 Mar 2025 Kontan
Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 16.652 per dolar AS berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, terutama karena asumsi kurs dalam APBN dipatok di level Rp 16.100. Bhima Yudhistira, Direktur Celios, menilai depresiasi rupiah ini akan berdampak besar pada belanja pemerintah, terutama subsidi energi seperti BBM, elpiji, dan listrik, serta beban bunga utang yang bisa membengkak. Hal ini dapat memperlebar defisit anggaran dari target 2,53% PDB, mengingat setiap pelemahan Rp 100 terhadap dolar AS dapat meningkatkan defisit hingga Rp 3,4 triliun.

Bhima juga mengingatkan potensi inflasi impor akibat naiknya harga bahan baku dan barang impor yang akhirnya bisa menurunkan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Fitra Jusdiman, Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), menekankan bahwa kondisi saat ini jauh lebih stabil dibanding krisis 1998. Ia menegaskan bahwa BI terus menjaga kestabilan nilai tukar melalui strategi triple intervention di pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN. Fitra juga menyatakan bahwa BI dan otoritas terkait berkomitmen menjaga kepercayaan pasar di tengah volatilitas global.

GOTO Optimistis Lanjutkan Pertumbuhan

Hairul Rizal 26 Mar 2025 Kontan
Kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diproyeksikan terus membaik di tahun 2025, didorong oleh pertumbuhan pesat di segmen layanan on-demand dan fintech, khususnya bisnis pinjaman digital. Abdul Azis Setyo Wibowo dari Kiwoom Sekuritas menyoroti bahwa lini lending GOTO menunjukkan pertumbuhan pesat dengan rasio NPL yang rendah, menjadikannya pendorong utama profitabilitas jangka panjang.

Etta Rusdiana Putra dari Maybank Sekuritas menyebut EBITDA disesuaikan GOTO pada 2024 berhasil melampaui ekspektasi, menunjukkan efisiensi kinerja dan sinergi antar unit bisnis. Ia memperkirakan pendapatan fintech GOTO akan tumbuh 48% secara tahunan pada 2025.

Sementara itu, Peter Miliken dari Deutsche Bank mencatat bahwa setelah merger dengan TikTok, GOTO mampu membalikkan kerugian menjadi keuntungan pada kuartal IV 2024. Ia juga menilai posisi finansial GOTO saat ini jauh lebih kuat dibanding tahun sebelumnya, dan menaikkan target harga saham GOTO menjadi Rp 115 dengan rating buy.

GOTO diprediksi mencatat pendapatan sebesar Rp 17,57 triliun dan laba bersih Rp 361 miliar pada 2025, dengan potensi EBITDA disesuaikan mencapai hingga Rp 1,6 triliun.

Dividen BMRI Berikan Imbal Hasil Menarik

Hairul Rizal 26 Mar 2025 Kontan
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membagikan dividen sebesar Rp 43,5 triliun atau 78% dari laba bersih tahun 2024, dengan nilai Rp 466 per saham. Ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya dan memberikan dividend yield sebesar 9,83% berdasarkan harga saham Rp 4.740.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menegaskan bahwa keputusan pembagian dividen besar ini mencerminkan dukungan pemegang saham terhadap rencana ekspansi bisnis bank ke depan.

BPI Danantara, melalui BKI sebagai holding, juga akan mendapat dividen signifikan sebesar Rp 22,61 triliun.

Sementara itu, Handiman Soetoyo dari Mirae Aset Sekuritas menilai dividen BMRI menarik untuk investor jangka panjang, namun tidak cocok bagi pemburu dividen jangka pendek. Prospek pertumbuhan sektor perbankan dinilai tetap menjanjikan dalam jangka panjang.

BRI Gelar RUPTS 2025, Membagikan Dividen dan Buyback Saham

Yuniati Turjandini 25 Mar 2025 Investor Daily (H)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin, 24 Maret 2025, di Jakarta. Pada RUPST ini, BRI menyetujui untuk membagikan dividen sebesar-besarnya Rp 51,73 triliun, meningkat dibandingkan dividen yang dibayarkan tahun 2024 sebesar Rp 48,10 triliun. BRI juga akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan jumlah sebesar-besarnya Rp3 triliun. Pada RUPST BRI 2025 ini terdapat 10 mata acara rapat yang diputuskan dan telah disetujui, tiga diantaranya dijelaskan oleh Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, diantaranya Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan (penetapan dividen tunai), Rencana Pembelian Kembali Saham (buyback) dan Perubahan Pengurus Perseroan.

Penggunaan Laba Bersih Perseroan (Penetapan Dividen Tunai) untuk tahun buku 2024, BRI mencatat laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 60,15 triliun. Dari jumlah tersebut, perseroan menetapkan total dividen tunai yang dibagikan sebesar-besarnya mencapai Rp 51,73 triliun. Atas nilai dividen tersebut, pada 15 Januari 2025, BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp 20,33 triliun atau Rp 135 per lembar saham. Sisa dividen yang akan dibayarkan adalah sebesar besarnya Rp31,40 triliun. Dari total nilai dividen tunai diatas, BRI menyetorkan dividen kepada negara Rp27,68 triliun (termasuk dividen interim yang telah dibagikan pada 15 Januari 2025 sebesar Rp10,88 triliun). Sisanya dibayarkan secara proporsional kepada setiap Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan (recording date). (Yetede)


Berkurangnya Manfaat Ekonomi Lebaran

Yuniati Turjandini 25 Mar 2025 Investor Daily (H)

Jumlah pemudik tahun ini yang diperkirakan turun sinifikan dinilai bukan hanya sebagai gambaran perubahan pola mobilitas masyarakat, tapi juga memperkuat sinyal pelemahan ekonomi nasional. Pasalnya, ini akan membuat penyusutan jumlah perputaran uang, sehingga manfaat ekonomi dari libur Lebaran terhadap sejumlah sektor ekonomi berkurang. Alhasil, libur ldulfitri yang secara historis hampir selalu menjadi pengungkit ekonomi di kuartal hari rayaumat muslim di tahun ini kemungkinan akan berkurang signifikan.

Bahkan, hampir semua ekonom memprediksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1-2025 akan lebihrendah dibanding periode sama tahun lalu, yang secara year on year (yoy) masih mampu tumbuh 5,11%. Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilal, sektor transportasi, ritel, kuliner, dan industri kecil menengah (UMKM) akan menjadi sektor yang paling merasakan penurunan manfaat ekonomi Lebaran tahun ini. Padahal, tradisi mudik Lebaran selama ini menjadl motor penggerak slklus perputaran uang di masyarakat. (Yetede)


Investor Pasar Saham Agar Fokus ke Fundamental

Yuniati Turjandini 25 Mar 2025 Investor Daily (H)

Pasar saham kembali terempas pada perdagangan Senin (24/3/2025), begitu struktur pengurus Badan pengelola Investasi (BPI) Dayanagata Nusantara (Danantara) diumumkan ke publik. Namun, sejumlah analis dan Bursa Efekndonesia (BEI) menyebut danantara bukan penyebab penurunan indeks, karena manajemen diisi kalangan professional. Analis menilai, penurunan indeks lebih disebabkan persepsi pertumbuhan Indonesia yang lebih rendah tahun ini. Selain itu,kondisi global belum kondusif dalam menopang penguatan indeks. Investor diminta fokus ke fundamental ekonomi nasional sekaligus emiten dalam berinvestasi saham, bukan ke persepsi. Berdasarkan data BEI, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 1,55% ke level 6.161.

Bahkan, indeks sempat merosot hingga jebol di bawah 6.000, tepatnya 5.967 pada sesi pertama. Asing kembali net sell Rp 160 miliar, sehingga akumulasinya sampai kemarin mencapai Rp 33,3 triliun sepanjang 2025. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham likuid berkinerja baik terpangkas 17,62%. Indeks regional ditutup mixed, kemarin. Indeks FTSE Malaysia turun 0,11%, PSEi Index Filipina turun 1,1%, Strait Times Index STI Singaputa naik 0,25%, SET Thailand naik 0,29%, dan VN-Index Vietnam turun 0,15%. Indeks SSE Composite China naik 0,15%, Hang Seng 0,9%, Kospi Korea Selatan turun 0,42%, dan TSE Taiwan terpangkas 0,46%. (Yetede)


Pilihan Editor