;

Pangan dan energi Tetap Terjaga

Yuniati Turjandini 26 Mar 2025 Investor Daily (H)

Hingga hari ke-25 Ramadan, ketersediaan pangan dan energi secara rata-rata tetap terjaga dengan baik, sehingga tidak ada kelangkaan dan gejolak harga yang berarti. Dari sisi suplai, pasokan dan jalur distribusi terkendali, sementara dari sisi permintaan, lonjakan permintaan tidak terlalu signifikan bahkan cenderung stangan, karena adanya pelemahan daya beli masyarakat. Untuk bahan BBM, ketahanan stok dijaga pada kisaran 19 sampai 21 hari. Untuk jenis Pertalite diprediksi naik 11,7%, Pertamax naik 11,2% dan Avtur naik 7.4% selama musim mudik Idulfitri 2025. Meningkatnya konsumsi BBM dikarenakan perayaan Lebaran, sehingga mobilitas masyarakat melesat dalam periode tersebut. Sementara jenis solar akan mengalami penurunan hingga 16,2% selama musim mudik Lebaran Idulfitri 2025.

Hal ini seiring pembatasan angkutan umum untuk logistik selama periode Lebaran 2025. Untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi, BPH Migas dan Pertamina telah menyiapkan 125 terminal BBM, 7.746 SPBU dan 70 DPPU serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan permintaan yang tinggi. Untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan, pemerintah memasifkan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar Pangan Murah (OPPM) melalui melalui kerja sama dengan pemda dan jaringan Kantor PT Pos Indonesia di seluruh Tanah Air. Direktur Kewaspadaan Bapanas/NFA, Nita Yulianis mengatakan, ketersediaan pangan menjelang Lebaran 2025 dipastikan aman dan harga relatif terkendali. (Yetede)


Reaksi Optimis Pasar Saham Eropa dan AS yang Menguat

Yuniati Turjandini 26 Mar 2025 Investor Daily (H)

Saham berjangka AS dan Eropa dilaporkan menguat pada Selasa (25/03/2025), melanjutkan kenaikan di hari sebelumnya di tengah harapan pengenaan tarif AS yang lebih rendah. Sementara itu, nilai tukar dolar bereaksi melemah terhadap kelompok mata uang lain, dibandingkan level tertingginya dalam tiga minggu terakhir. Indeks saham Stoxx 600 Eropa naik 1% di awal perdagangan, dengan sebagan besar acuan indeks nasional berada di wilayah positif. Namun, fokus utama para investor adalah seputar tarif balasan yang dijanjikan Presiden AS, Donald Trump. Meskipun Trump mengatakan pada Senin (24/03/2025) akan segera menerapkan tarif mobil, ia mengindikasikan bahwa tidak semua tarif yang diancamkan bakal diberlakukan pada 2 April mendatang.

Bahkan beberapa negara mungkin mendapatkan keringanan. Situasi tersebut memicu reaksi risk-on masif di pasar AS, pada Senin, di mana S&P 500 ditutup menguat dalam lebih dari dua minggu, sementara reli disaham teknologi yang dipimpin oleh Nasdaq naik lebih dari 2%. Kendati tidak terlalu bergairah, reli saham digadang-gadang berlanjut pada Selasa. Sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq naik 0,2% di perdagangan Eropa. Di sisi lain, para investor mengaku masih gelisah sebelum tenggat waktu 2 April. Benoit Anne, direktur pelaksana senior di MFS Investment Management, mengatakan risiko-risiko utama adalah hal sehari-hari yang dihadapi oleh para investor global. (Yetede)


Danantara Mendapat Setoran Dividen dari Bank Mandiri

Yuniati Turjandini 26 Mar 2025 Investor Daily

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan 78% dari laba bersih konsolidasi tahun buku 2024, sebesar Rp 43,51 triliun sebagai dividen tunai. Sedangkan, 22% sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendorong pengembangan usaha ke depan. Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang ditetapkan 60% dari laba bersih Bank Mandiri. Dari nilai dividen tersebut, sebanyak Rp 22,62 triliun akan disetorkan kepada negara atas kepemilikan 52% saham Bank Mandiri. Pemerintah Negara RI telah mengalihkan 48,5 miliar (52%) saham Seri B kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI selaku perseroan yang ditetapkan sebagai holding operasional Danantara dengan nilai nominal Rp 125 per saham, sehingga total nilai nominalnya Rp 6 triliun.

Dengan demikian, dividen yang akan disetorkan kepada Danantara melalui PTBKI sebesar Rp 22,62 triliun. Besaran dividen per lembar saham bank berkode emiten BMRI ini sebesar Rp 466,18, meningkat 31,71% secara tahunan (year on year/yoy). Sepanjang tahun 2024, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 55,78 triliun dengan kualitas aset yang terus mengalami perbaikan. Dirut Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menyampaikan bahwa besaran dividen tersebut mencerminkan komitmen manajemen Bank Mandiri untuk terus berkontribusi secara optimal dalam pembangunan nasional serta memperkuat posisi sebagai mitra finansial utama pilihan nasabah. "Keputusan ini juga menunjukkan dukungan kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk mengakselerasi rencana ekspansi bisnis perseroan," jelas Darmawan, Selasa (25/3/2025). (Yetede)


BMW Indonesia Memiliki Market Share 60%

Yuniati Turjandini 26 Mar 2025 Investor Daily

Kondisi penjuaian mobil nasional di segmen premium mengalami penurunan. Hal ini disampaikan Presdir BMW Group Indonesia Peter "Sunny" Medalla dalam acara Buka Bersama di Tangsel pada Senin (24/3/2025). "Satu hal yang kita tidak senang, fakta bahwa segmen premium sebenarnya berkurang dari tahun lalu," kata dia. Meskipun penjualan mobil premium nasional turun, penjualan mobil untuk BMW Indonesia mengalami perkembangan. "Ini(penjualan) berkurang sebenarnya, hanya BMW saja yang berkembang di segmen ini," katanya. Sunny menjelaskan, kondisi pasar secara tahunan (2024) penjualan mobil premium mencapai 40% sementara untuk tahun ini hampir 60%. "Jadi, 6 dari 10 penjual premium di luar sana sekarang didominasi BMW. Ini hanya untuk penjualan BMW ya tidak termasuk Mini," jelasnya.

Kalau digabungkan dengan Mini, penjualan mobil BMW Indonesia hampir 70% di segmen premium. Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, BMW Indonesia berhasil menjual kurang lebih 400 unit BMW X. "Kami menjual 400 unit BMW X di IIMS 2025, berbanding dengan IIMS tahun lalu yang sangat signifikan. Ini menunjukkan peningkatan lebih dari 25% permintaan unit IIMS tahun lalu," kata dia. Sejalan dengan bertumbuhnya penjualan mobil, saat ini market share BMW Indonesia mencapai 60%. Untuk terus meningkatkan performance penjualan, BMW Indonesia melakukan beberapa langkah strategis, diantaranya dengan terus meningkatkan kolaborasi berbagai pihak, terutama dealer di seluruh Indonesia. (Yetede)


Fitur Bayarin, Terobosan Inovasi dari Grab, Diluncurkan

Yuniati Turjandini 26 Mar 2025 Investor Daily

Grab, salah satu super App di Tanah Air meluncurkan inovasi pertama di Indonesia, yaitu fitur bayarin. Fitur ini memudahkan pengguna untuk mengelola beragam tagihan untuk kebutuhan harian dengan lebih praktis, cepat, dan efisien. Melalui fitur ini, pengguna dapat dengan mudah mengirimkan permintaan pembayaran maupun membayarkan tagihan untuk isi ulang pulsa, listrik (prabayar/token dan pascabayar / langganan), BPJS, internet dan TV kabel, serta PBB dan berbagai jenis tagihan lainnya. Pembayaran tagihan dapat dilakukan melalui link atau tautan, tanpa perlu berbagi informasi rekening maupun berpindah aplikasi. Head, Marketing Platform, GE, Lending, Insurance, DG dan Kios, Grab Indonesia, Hadi Koe mengatakan, data internal menunjukkan bahwa satu dari dua transaksi bulanan pengguna di kanal produk digital dilakukan untuk pengguna lain.

“Hal ini lah yang mendorong kami melahirkan inovasi ini dengan harapan dapat semakin memudahkan pengguna melakukan pembayaran tagihan dengan cepat dan tidak ribet. Keberadaan fitur bayarin juga menjadikan kami yang pertama di antara layanan pembayaran digital lainnya yang memiliki inovasi ini," kata Hadi dalam keterangan persnya, Selasa (25/3/2025). Menurut Hadi, fitur bayarin juga dirancang sebagai solusi saat situasi mendesak, terutama bagi orang tua dan anak. Pengguna dapat mengirimkan permintaan pembayaran tagihan apapun kepada kerabat dekat mereka secara instan dengan klik “Minta Dibayarin” sebelum melanjutkan transaksi. Dengan mengirim tautan permintaan ke orang terdekat melalui whatsapp atau channel pilihan lain, permintaan  terbayar setelah transaksi selesai. (Yetede)


Aftech Bertekad Memacu Sistem Keuangan Digital RI

Yuniati Turjandini 26 Mar 2025 Investor Daily

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) bertekad untuk memajukan industri dan ekosistem keuangan digital (financial technology/fintech) di Tanah Air, melalui kolaborasi lintas stakeholder, mendorong inovasi yang inklusif, serta memastikan keamanan dan perlindungan data pribadi pengguna. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Aftech periode 2025-2029, Pandu Sjahrir pada Rapat Umum Anggota Tahunan Aftech 2025 di Jakarta, pekan lalu. "Kami akan menjalankan tanggung jawab ini dengan serius dan berkomitmen membawa industri fintech Indonesia ke level yang lebih baik. Kolaborasi dengan sektor privat dan pemangku kepentingan lainnya akan menjadi kunci utama," ujar Pandu dalam keterangan persnya, Selasa (25/3/2025). Aftech akan fokus pada penguatan Dewan Etik, Kode Etik dan Self Assessment. Aftech juga akan mendorong inovasi dalam pengembangan infrastruktur keuangan digital untuk masyarakat.

"Kami akan berkolaborasi dengan banyak pihak menciptakan keseimbangan keleluasaan dan kontrol, demi layanan finansial yang lebih baik," imbuh Pandu. Pandu menyertakan CEO Privy, Marshall Pribadi, sebagai Wakil Ketua Umum dan CIO Privy, Krishna Chandra sebagai Anggota Dewan Etik. "Privy berkomitmen mendorong penggunaan tanda tangan digital dan identitas digital di seluruh lini aktivitas fintech Indonesia. Langkah ini diharapkan meningkatkan kepercayaan dan keamanan dalam ekosistem fintech," ujar Marshall. Marshal juga menyoroti maraknya kasus fraud dan isu perlindungan konsumen sebagai tantangan utama. "Tugas kami adalah mengembalikan kepercayaan konsumen, regulator dan industri fintech. Kami berkomitmen menerapkan praktik tata kelola yang baik atau good governance, memperkuat Kode Etik, serta menegakkan standar etika di dalam asosiasi," tegasnya. (Yetede)


27,5 Triliun THR ASN dan Pensiunan Disalurkan

Yuniati Turjandini 26 Mar 2025 Investor Daily

Kemenkeu telah melakukan penyaluran THR untuk ASN pemerintah pusat dan pensiunan sebesar Rp27,5 triliun per 24 Maret 2025, meliputi THR untuk ASN pemerintah pusat sebesar Rp 15,9 triliun dan untuk pensiunan sebesar Rp 11,6 triliun. “Sampai pukul 16.00 WVIB, penyaluran THR 2025 ASN pemerintah pusat sudah terealisasi sebesar Rp 15,9 triliun," ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, Selasa (25/3/2025). Pembayaran THR ASN adalah pembayaran THR PNS Rp 8,3 triliun untuk 840.776 pegawai; pembayaran THR PPPK Rp 433,2 miliar untuk 113.857 pegawai; pembayaran THR anggota Polri Rp 3,36 triliun untuk 457.241 personil/pegawai; pembayaran THR prajurit TNI Rp 2,65 triliun untuk 488.818 personil/pegawai; dan pembayaran THR pegawai pemerintah non pegawai negeri (PPN-PN) Rp 766,9 miliar untuk 210.562 pegawai.

“Secara keseluruhan jumlah satker yang sudah membayarkan THR sebanyak 8.852 satker (100%) dari 8.852 satker. Jumlah kementerian/lembaga (K/L) yang sudah mengajukan THR sebanyak 97 K/L (100%) dari 97 K/L," kata dia. Untuk penyaluran pembayaran THR pensiunan telah dilakukan pencairan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) ke bank penyalur pada 17 Maret 2025 dengan target sebesar Rp 11,786 triliun untuk 3.643.828 pensiunan, dan telah disalurkan ke rekening pensiunan sejumlah Rp 11,56 triliun untuk 3.589.340 pensiunan atau 98,5% dari target penyaluran. Penyaluran THR pensiunan melalui PT Taspen sebesar Rp 10,21triliun untuk 3.102.239 pensiunan (98,59%). Penyaluran THR pensiunan melalui PT Asabri sebesar Rp 1,3 triliun untuk 487.101 pensiunan (97,97%). Realisasi pembayaran THR pada 346 pemda dari 542 pemda (63,84%) dengan jumlah realisasi Rp 11,76 triliun untuk 2.305.419 pegawai.  (Yetede)


Menangani Jutaan Lulusan SMA-SMK yang Jadi Pengangguran

Yuniati Turjandini 26 Mar 2025 Investor Daily

Masalah pengangguran di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Menaker, Yassierli mengungkapkan bahwa dari total 7,5 juta pengangguran, 3 juta di antaranya merupakan lulusan SMA dan SMK. Data BPS itu menyoroti kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. "Kita lihat pengangguran sekarang 7,5 juta, tingkat pengangguran kita 4,91 persen. Sekitar 3 jutaan adalah lulusan SMA dan SMK. LulusanSMP ada 2,5 juta pengangguran," kata Yassierli di Jakarta, 25 Maret 2025. Lulusan SMA-SMK sulit dapat kerja karena pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja.

Meskipun ada beberapa sekolah unggulan yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri, secara umum sistem pendidikan masih tertinggal. Perubahan industri yang cepat juga menjadi tantangan. Dengan hadirnya revolusi industri 4.0 hingga 5.0, serta konsep Green Economics dan Circular Economics, banyak pekerjaan yang membutuhkan keterampilan baru. Contohnya, mekanik atau teknisi mobil yang sebelumnya hanya memperbaiki mobil konvensional, kini dituntut untuk bisa menangani mobil listrik. Jika tak segera beradaptasi, lulusan SMA-SMK akan semakin sulit mendapat pekerjaan.

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Ketenagakerjaan tengah merumuskan program School to Work Transition atau transisi dari sekolah ke dunia kerja. “Kami sedang mengkaji metode transisi dari sekolah ke dunia kerja. Salah satu pembekalannya adalah IP Digital, yang sangat penting agar mereka lebih siap menghadapi future jobs," jelas Yassierli. Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan pelatihan vokasi di balai-balai latihan kerja agar sesuai dengan tuntutan industri. Lalu, mendorong reskilling dan upskilling bagi lulusan SMA-SMK agar lebih kompetitif di pasar tenaga kerja. Juga, menjalin kerja sama dengan industri untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja. (Yetede)


Antisipasi Dampak Tarif Trump terhadap Ekspor

Hairul Rizal 26 Mar 2025 Bisnis Indonesia (H)

Kinerja perdagangan Indonesia menunjukkan tren positif pada awal tahun 2025, tantangan besar sudah menanti, terutama dengan pengumuman yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada 2 April 2025. AS akan melakukan penyelidikan terhadap negara-negara penyumbang defisit terbesar, termasuk Indonesia, dan dapat menetapkan tarif perdagangan timbal balik (reciprocal) terhadap negara yang memberlakukan hambatan perdagangan terhadap barang-barang AS.

Indonesia, yang mencatat surplus perdagangan terbesar dengan AS pada Januari-Februari 2025 (US$3,13 miliar), perlu menghadapi keputusan yang akan sangat memengaruhi hubungan dagangnya dengan AS. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah mengantisipasi langkah AS tersebut dengan membuka dialog strategis dan melakukan lobi untuk mencari solusi, seperti melalui pembaruan Indonesia-US Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) dan memperkuat kerja sama investasi di sektor strategis.

Selain itu, Indonesia juga mempercepat penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk membuka akses pasar baru dan mengurangi ketergantungan pada pasar AS jika terjadi tarif yang lebih tinggi. Benny Soetrisno, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), menekankan pentingnya diplomasi dagang dengan AS sambil tetap menyelesaikan perundingan dengan Uni Eropa.

Namun, Deni Friawan, peneliti senior Departemen Ekonomi CSIS, mengingatkan adanya potensi risiko yang harus diwaspadai oleh Indonesia dalam menghadapi kebijakan perdagangan AS, yang dapat mempengaruhi sektor-sektor strategis seperti migas, tembaga, emas, dan nikel. Oleh karena itu, meskipun ada peluang baru melalui perjanjian internasional, Indonesia harus tetap waspada terhadap dinamika hubungan dagangnya dengan AS.


Babak Baru Kepemimpinan Perusahaan

Hairul Rizal 26 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Bank pelat merah, yakni PT Bank Mandiri Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI), setelah kedua bank tersebut menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Di BRI, terjadi pergantian Direktur Utama dari Sunarso kepada Hery Gunardi, sementara di Bank Mandiri, Darmawan Junaidi tetap mempertahankan jabatannya sebagai Direktur Utama. Pergantian ini juga mencakup perubahan di jajaran direksi dan komisaris, yang diharapkan dapat membawa semangat dan harapan baru untuk bank-bank BUMN.

Selain itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) juga mengumumkan struktur pengurus baru yang melibatkan BRI, Bank Mandiri, dan BNI, yang turut menjadi bagian dari BPI Danantara. Pergantian pengurus di kedua entitas ini diperkirakan akan membawa koordinasi dan supervisi yang lebih baik antara BPI Danantara dan bank-bank pelat merah.

Penting untuk dicatat bahwa bank-bank BUMN memainkan peran besar dalam perekonomian nasional, dengan kontribusi signifikan terhadap total kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga. Oleh karena itu, pemerintah dan pemangku kepentingan harus memastikan bahwa pengelolaan bank BUMN tetap profesional dan terhindar dari praktik negatif seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Dengan pengurus baru di kedua bank tersebut, diharapkan mereka dapat memberikan inovasi dan kepemimpinan yang baik untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia dan investasi negara melalui BPI Danantara. Keberhasilan pengelolaan ini akan sangat bergantung pada kemauan para pengurus untuk bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan menjaga keberlanjutan ekonomi jangka panjang.


Pilihan Editor