;

Perusahaan Swasta Mencari Pendanaan dari Pasar Obligasi

Ekonomi Yoga 28 Mar 2025 Kompas
 Perusahaan Swasta Mencari Pendanaan dari Pasar Obligasi

Perusahaan swasta yang membutuhkan modal tetap meminati penghimpunan dana di pasar obligasi di tengah lemahnya nilai tukar rupiah dan tekanan jual oleh investor di pasar saham. Prospek penurunan suku bunga dan intervensi pemerintah terhadap pasar modal diharapkan semakin menggairahkan investor untuk kembali ke pasar modal. Perusahaan penyedia jasa tambang PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan utama PT BUMA Internasional Grup Tbk, Kamis (27/3) meresmikan penerbitan surat utang atau obligasi syariah, Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025, senilai Rp 2 triliun. Ini kali kedua BUMA melepas surat utang di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2023.

”Ini tonggak penting diversifikasi sumber pendanaan kami, melengkapi obligasi global, obligasi rupiah konvensional, pembiayaan bank konvensional, bank syariah, serta leasing,” kata Direktur BUMA International Group Iwan Fuad Salim di BEI. BUMA menerbitkan sukuk dalam tiga seri, dengan tenor 370 hari, 3 tahun, dan 5 tahun. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk operasionalisasi BUMA di dalam negeri. Selama masa penawaran, Iwan mengatakan, sukuk tersebut sudah menarik minat beragam investor, termasuk bank, pengelola aset, reksa dana, dan dana pensiun. Lebih dari 50 % investasi tercatat masuk dalam seri dengan jangka 5 tahun.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Manullang menyatakan, sukuk ini merupakan satu dari 59 emisi sukuk ijarah yang ada di BEI. Total sukuk yang masih tercatat di BEI hingga saat ini sebanyak 136 emisi dengan nilai Rp 59,84 triliun. ”Dapat kami sampaikan bahwa pasar sukuk korporasi selama periode Desember 2023 sampai Desember 2024 mengalami peningkatan 12 % dengan total nilai sukuk Rp 19,95 triliun. Sebanyak 28 emisi sukuk dicatatkan selama periode 2024,” katanya. Data Pefindo menunjukkan perusahaan swasta akan membutuhkan pendanaan ulang sebesar Rp 162 triliun tahun ini. Nilai penerbitan surat utang baru diperkirakan Rp 139,29 triliun sampai Rp 155,43 triliun. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :