;

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Yuniati Turjandini 07 Apr 2025 Investor Daily (H)

Di tengah tekanan perekonomian dunia, momentum Ramadan dan Idulfitri masih memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025. Meski demikian, pemerintah tetap harus mewaspadai kondisi daya beli yang dinilai tidak dalam kondisi menggembirakan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, momentum Ramadan dan Idulfitri yang berlangsung pada kuartal 1-2025 berpotensi memberikan dorongan tambahan ke perekonomian dari sisi konsumsi rumah tangga. Namun, kondisi ini masih dibayangi oleh belum pulihnya daya beli seacra menyeluruh, sebab terjadi deflasi bulanan pada Januari-Februari serta deflasi tahunan di Februari 2025. "Kondisi ini mencerminkan masih ada tantangan lemahnya domestik, khususnya dari kelompok kelas menengah dan bawah yang merupakan penggerak utama konsumsi," jelas Shinta kepada Investor Daily.

Bila melihat secara historis dalam tiga bulan terakhir, pertumbuhan ekonomi secara konsisten  berada diangka 5% pada kuartal 1. Dengan rincian 5,02% di tahun 2022, 5,04% pada 2023, dan 5,11% pada kuartal 1-2024. "Kami memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1-2025 akan berada dalam kisaran 4,9% hingga 5,1% (yoy)," tutur Shinta. Selain faktor musiman, terdapat berbagai stimulus kebijakan fiskal yang diharapkan memberi dorongan tambahan, seperti diskon tarif listrik 50% untuk pelanggan tertentu selama Januari-Februari 2025; penurunan harga tiket pesawat menjelang Idulfitri ; pencairan THR, bantuan sosail, dan program PKH yang menjadi faktor pendukung belanja masyarakat. (Yetede)

12 Orang Meninggal Akibat Bentrokan di Puncak Jaya

Yuniati Turjandini 07 Apr 2025 Investor Daily (H)
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyatakan 12 orang meninggal akibat pertikaian antar dua kelompok pendukung paslon di Pilkada Puncak Jaya. Data ini merupakan akumulasi sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025. Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga terlibat dalam bentrokan antarwarga pendukung paslon bupati dan wakil bupati di Pemilihan kepala daerah Puncak Jaya 2024. "Tercatat 12 orang meninggal akibat pertikaian antardua kelompok pendukung paslon di Puncak Jaya," kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani. Faizal menyampaikan berdasarkan laporan yang diterima, korban meninggal akibat pertikaian  antarwarga  pendukung paslon ada yang disebabkan luka tembak yang diduga dilakukan KKB. Dikatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) memanfaatkan situasi politik di tengah pertikaian antar massa pendukung paslon pemilihan kepala daerah. "Ini menjadi perhatian serius kami, karena KKB sengaja memanfaatkan situasi konflik di masyarakat untuk melancarkan aksinya," kata Brigjen Pol Faizal. Dia mengatakan pertikaian yang terjado sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025, selain menyebabkan 12 rang meninggal juga mengakibatkan 658 orang terluka. (Yetede)

Perdagangan Ritel Selama Lebaran Tetap Meningkat

Yuniati Turjandini 07 Apr 2025 Investor Daily

Perayaan Idul Fitri turut berkontribusi terhadap penjualan ritel. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Dia mengatakan, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadan dan Idul Fitri serta liburan Idul Fitru sampai saat ini tetap meningkat dibandingkan dengan tahun lalu meskipun tidak signifikan. "Pertumbuhan tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan sampai dengan akhir liburan Idul Fitri nanti diperkirakan rata-rata hanya sekitar 10% saja," jelas Alphonzus. Dia memperkirakan, penjualan ritel pada Ramadham dan idul Fitru tahun ini akan tetap tumbuh dibandingkan dengan tahun 2024.

"Namun tingkat pertumbuhannya tidak akan signifikan, diprediksi hanya single digit saja," ucap Alphonzus. Di tengah kondisi masih melemahnya daya beli masyarakat khususnya kelas menengah bawah, masyarakat masih tetap berkunjung ke Puat Perbelanjaan dan berbelanja. Dia melihat terjadinya perubahan pola maupun tren belanjanya. Masyarajat kelas menengah  bawah cenderung membeli barang maupun produk yang harga satuannya (unit price) rendah/kecil. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin melihat terjadinya tren shifting belanja pada industri ritel di momen lebaran ini. "Terjadi shiting, orang membeli barang yang berarti lebih terjangkau. Mungkin volume itu naik, tapi reveneu-nya semakin kecil," kata dia (Yetede)

Keterbatasan Spektrum Frekuensi untuk Mengembangkan Teknologi Jaringan 5G

Yuniati Turjandini 07 Apr 2025 Investor Daily
Keterbatasan spektrum frekuensi untuk mengembangkan teknologi jaringan generasi ke-5  (5G) menjadi tantanagn serius bagi Indonesia. Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara (Asean), Indonesia masih jauh tertinggal di bidang 5G. Laporan 2025 5G Success Index oleh Kearney mengungkapkan, penetrasi 5G di Indonesia hanya 2% sejak 5G diluncurkan pada 2021. Hal ini disebabkan oleh jumlah stasiun pemancar dan jaringan fiber optic (Fo) yang tidak memadai serta ketersediaan frekuensi yang terbatas. Sedangkan, Malaysia, dengan jaringan grosir tunggalnya, telah mencapai lebih dari 80% cakupan populasi hanya dalam waktu tiga tahun. Bahkan, Malaysia tengah mengupayakan jaringan kedua untuk memicu persaingan dan mempercepat adopsi 5G. Malaysia juga baru saja mengumumkan tingkat penetrasi yang mendekati 55%. Sementara, operator telekomunikasi utama di Thailand telah melncurkan tiga kelas spektrum dan terus berinovasi, dengan sebagian besar emperkenalkan API jaringan, termasuk konektivitas tingkat lanjut, yang menjadikannya segi negara yang berkembang dalam segi inovasi. "Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur. Keterbatasan ketersediaan spektrum semakin menghambat kemampuan Indonesia untuk memperluas layanan 5G dan menccapai adopsi yang luas," kata Partner di Keraney Singapuras dan Head Kearney Technology Center of Excellence Carlods Oliver Mosquera. (Yetede)

Agentic AI Diprediksi Mengalami Perkembangan Signifikan

Yuniati Turjandini 07 Apr 2025 Investor Daily H
Tren teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) mengalami perkembangan signifikan  dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi ini dipakai karena memberi banyak  manfaat untuk memudahkan manusia dalam menuntaskan pekerjaan. Di tengah perkembangan tren AI, tahun ini diprediksi akan muncul tren baru yang bisa mengubah permainan di sektor AI, yaitu lahirnya Agentic AI. Agentic AI adalah entitas AI yang dirancang untuk mengambil keputusan secara mandiri berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Jika Genarative AI hanya bertugas untuk menciptakan sesuatu seperi teks, gambar atau video, maka Agentic AI memiliki tugas lebih kompleks dengan mengambil tindakan atau keputusan yang berdampak langsung di dunia nyata.  Melihat tren tersebut, NTT DATA, perusahaan global yang melayani bisnis dan teknologi digital menghadirkan layanan Agentic AI untuk teknologi Hyperscaler menawarkan paket pelayanan komprehensif di industri untuk AI. Global Head Cloud & Security NTT DATA Inc Chalie Li mengatakan, layanan ini juga mendukung setiap tahap perjalanan Agentic AI perusahaan dengan penyedia cloud, mulai dari konsultasi dan pembangunan agen AI hingga implementasi, konetivitas, dan layanan manajemen berkelanjutan. "Agentic AI akan merevolusi operasi bisnis dan NTT DATA berada di garis depan transformasi ini," kata Charlie. (Yetede) 

Mensos: Masyarakat Sebaiknya Jangan Bergantung pada Bansos

Yuniati Turjandini 07 Apr 2025 Investor Daily H
Pemerintah mengingatkan, masyarakat jangan tergantung pada bantuan sosial (bansos). Adapun tujuan pemberian program bantuan sosial oleh pemerintah, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan membantu keluarga penerima manfaat (KPM) agar lebih mandiri. Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat melakukan silahturahmi dengan warga di mesjis Baiturohman, Desa Jatijejer. "Panjenengan (Anda) ini dirancang tidak untuk terus-menerus memperoleh bansos, kecuali yang lansia dan penyandang disabilitas. Kami berharap KPM bisa graduasi (lulus) dari program bansos," kata dia. Mensos mengimbau mereka yang masih usia produktif lepas dari program bansos dan beralih ke berbagai program lain yang disediakan pemerintah seperti program pemberdayaan, program bantuan modal program pelatihan manajemen pengelolaan UMKM, program pelatihan keterampilan dan program-program produktif lainnya. "yang sehat, yang bukan lansia yang harus bisa menjadi keluarga yang lebih mandiri, ikut program yang lainnya, bukan program bansos," katanya.

Produksi Minyak Sawit RI Diprediksi Hanya Kisaran 44-47 Juta Ton

Yuniati Turjandini 07 Apr 2025 Investor Daily
Produksi minyak sawit nasional tahun ini diperkirakan hanya di kisaran 44-47 juta ton, atau 10-15% lebih rendah dari tahun lalu yang masih 52,76  juta ton. Pemicunya antara lain pemupukan dan peremajaan tanaman (replanting) yang tidak berjalan maksimal di 2024. Penurunan ini dikhawtirkan kian signifikan di tahun depan apabila produksi lahan-lahan sawit yang pengelolaannya kini diserahkan ke PT Agrinas Palma Nusantara (Agrinas Palma) tidak cepat dioptimalkan. Berdasarkan catatan Gapki, total produksi minyak sawit nasional 2024 mencapai 52,76 juta ton atau lebih rendah 3,8% dar 2023 yang masih 54,84 juta ton. Rinciannya, produksi minyak sawit mentah tahun lali 48,16 juta ton dan minyak kernel (palm karnel oil/PKO) 4,59 juta ton. Gapki memperkirakan  produksi minyak sawit Indonesiua di 2025 mencapai 53,6 juta ton. Namun demikian, perolehan produkdi  minyak sawit di Januari 2025 menunjukkan angka 4,18 juta ton atau lebih rendah 1,25% dari Desember 2024 yang sebesar 4,24 juta ton. Produksi di Januari 2025 tersebut juga lebih rendah  9,7% dari Januari 2024 yang masih 4,63 juta ton. 

Lebaran Hadirkan Keanehan Ekonomi

Hairul Rizal 07 Apr 2025 Bisnis Indonesia (H)

Aktivitas ekonomi selama libur Lebaran 2025 dipandang tidak seoptimal tahun-tahun sebelumnya, disebabkan oleh beberapa faktor seperti timing yang cukup pendek setelah libur Natal dan Tahun Baru, kebijakan diskon tarif penerbangan yang terbatas, pelemahan daya beli, dan depresiasi rupiah. Kondisi ini mengakibatkan turunnya jumlah pemudik, rendahnya okupansi perhotelan, serta aktivitas pariwisata yang kurang bergairah di banyak daerah.

Namun, meskipun sektor-sektor tertentu seperti pusat perbelanjaan di beberapa lokasi masih mendapatkan berkah, penurunan aktivitas ekonomi ini menjadi sinyal peringatan bagi pemerintah. Hal ini menunjukkan pentingnya upaya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global. Beberapa langkah yang perlu diperhatikan oleh pemangku kebijakan adalah peningkatan daya beli masyarakat, penguatan daya saing investasi, optimalisasi pasar ekspor, serta menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah.


Fenomena Ekonomi Selama Idulfitri

Hairul Rizal 07 Apr 2025 Bisnis Indonesia

Perayaan Idulfitri 2025 di Indonesia tampaknya berjalan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dengan sejumlah faktor yang memengaruhi antusiasme masyarakat. Tiga faktor utama yang menjadi penyebab perubahan ini adalah penurunan jumlah pemudik, penurunan daya beli masyarakat, dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

  1. Berkurangnya Arus Mudik: Diperkirakan jumlah pemudik pada Idulfitri 2025 akan turun sekitar 24% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 146,48 juta jiwa. Kenaikan biaya transportasi dan bahan bakar membuat banyak masyarakat memilih untuk tidak mudik atau menunda rencana tersebut.

  2. Penurunan Daya Beli Masyarakat: Berkurangnya pengeluaran untuk kebutuhan non-pokok, seperti pakaian baru, mencerminkan penurunan daya beli. Penjualan produk tekstil di awal 2025 hanya tumbuh 3%, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 15%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok, seperti makan, cicilan rumah, kendaraan, dan pendidikan anak.

  3. Dampak PHK: Tingginya angka PHK, terutama di sektor manufaktur dan tekstil, membuat banyak orang kehilangan pekerjaan menjelang Idulfitri. Pada awal 2025, terdapat tambahan 4.050 pekerja yang ter-PHK, dengan sektor tekstil dan manufaktur yang paling terdampak. Hal ini memperburuk kondisi keuangan keluarga yang sebelumnya bergantung pada pendapatan tetap.

Meskipun pemerintah mengucurkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk sektor ASN dan swasta, dampak positifnya terhadap daya beli diperkirakan tidak sebesar yang diharapkan. Hasil survei menunjukkan bahwa hanya 55% masyarakat yang menggunakan THR untuk belanja perayaan Idulfitri, sementara sebagian besar memilih untuk membayar utang atau menabung untuk kebutuhan darurat.


Lonjakan PHK di Februari Jadi Sorotan

Hairul Rizal 07 Apr 2025 Bisnis Indonesia

Pada Februari 2025, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melaporkan lonjakan signifikan jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), mencapai 15.285 orang, yang meningkat 359% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara keseluruhan, jumlah PHK pada Januari dan Februari 2025 tercatat mencapai 18.610 orang. Provinsi Jawa Tengah menjadi yang terparah dengan 10.677 pekerja terdampak PHK, yang meningkat drastis karena pada Januari 2025 tidak ada laporan PHK di provinsi ini.

Selain Jawa Tengah, Provinsi Riau juga mengalami lonjakan PHK dengan 3.530 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja pada Februari, dibandingkan hanya 323 orang di Januari 2025. Di DKI Jakarta, jumlah PHK mencapai 2.650 pekerja, sedangkan Jawa Timur mencatatkan 978 PHK pada Februari 2025 setelah tidak ada PHK di bulan Januari.

Salah satu kasus yang mencolok adalah PT Yihong Novatex Indonesia di Cirebon, yang melakukan PHK massal terhadap lebih dari 1.000 pekerja pada pertengahan Maret 2025. Hal ini menuai reaksi keras dari pekerja dan serikat buruh, seperti yang disampaikan oleh Andi Kristianono, Sekretaris Jenderal Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), yang menyebutkan bahwa PHK tersebut terjadi tanpa mediasi atau peringatan terlebih dahulu. Novi Hendrianto, Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, menanggapi dengan mengagendakan mediasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.


Pilihan Editor