Mereka yang Tidak Bisa Mudik
Edang Suhendar menggeser kerucut lalu lintas untuk pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way di Gerbang Tol Cikampek Utama, Kamis (27/3). Petugas Jasa Marga itu sudah berkompromi dengan pekerjaannya yang tak memungkinkan mudik setiap kali menuju Lebaran. ”Saya sampai lupa berapa kali tidak mudik. Pulangnya nanti setelah arus balik selesai. Yang penting semua selamat sampai kampung, saya kerja tidak papa,” kata bapak tiga anak asal Cirebon, Jabar, itu. Untuk melepas kerinduan dengan keluarga di kampung, dia menelepon anak-anaknya dari pinggir tol saat arus lalu lintas lancar. Untuk itu, dia berharap arus mudik selalu lancar agar memudahkan pekerjaannya.
Karsito (54) tetap tak bisa pulang ke Banyumas, Jateng. Perjalanannya belakangan hanya sampai di Stasiun Gambir. Bukan untuk pulang, melainkan mengantarkan penumpangnya menuju kampung halaman. Sopir taksi asal Banyumas itu sudah seminggu terakhir sering mengantarkan penumpang ke Stasiun Gambir. Ia kerap kali membantu menurunkan koper milik penumpangnya hingga ruang keberangkatan. ”Saya mengutamakan keluarga dulu. Walaupun rasanya nelongso (sedih) melihat penumpang yang saya antar pada pulang kampung, sementara saya tidak bisa pulang,” ujar Karsito yang sudah menjadi sopir taksi sejak tahun 2008 ini.
Lebaran kali ini Karsito memutuskan tidak mudik karena tidak ada ongkos untuk membeli tiket. Dia lebih memilih mengirim sejumlah uang dari menarik taksi untuk keluarganya di Banyumas supaya istri, tiga anak, dan dua cucunya dapat merayakan Idul Fitri meskipun tanpa kehadirannya. Situasi serupa dirasakan Ramdani (37) kurir paket di Tangsel, Banten. Saat orang lain berbelanja kebutuhan Lebaran, dia justru mengantarkan paket-paket belanjaan kepada pelanggan. Bahkan, ketika mendekati Lebaran, jumlah paket terus meningkat dari 70 paket menjadi 120 paket sehari. Kesibukannya itu membuatnya belum sempat menyiapkan berbagai keperluan Lebaran yang akan datang tiga hari mendatang. Ramdani tidak ambil pusing. Menurut dia, yang paling penting semua tanggung jawabnya selesai. Dia masih bisa memperoleh penghasilan supaya kebutuhan keluarganya tercukupi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023