;

Pekerjaan Rumah Bidang Investasi

Hairul Rizal 06 May 2023 Bisnis Indonesia

Soal realisasi investasi, pemerintah boleh merasa lega. Musababnya, sampai kuartal I/2023, aliran investasi yang masuk ke Indonesia tembus Rp328,9 triliun, atau meningkat 16,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Jika diperinci, maka penanaman modal asing berkontribusi sebesar Rp177 triliun terhadap realisasi investasi, sedangkan penanaman modal dalam negeri menyumbang Rp151,9 triliun. Adapun, capaian pada kuartal I/2023 tersebut setara dengan 23,5% dari target investasi tahun ini yang dipatok sebesar Rp1.400 triliun. Kinerja positif investasi tersebut mestinya tak mengherankan karena belakangan pemerintah memang gencar menggeber aliran modal ke Tanah Air. Sejumlah inovasi terus dilakukan khususnya terkait dengan kemudahan perizinan, baik di pusat maupun di daerah. Kendati demikian, ingar-bingar investasi di Tanah Air selama ini ternyata belum berdampak besar terhadap sektor ketenagakerjaan. Hal itu pun diakui oleh Menteri Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Menurutnya, tren positif investasi beberapa waktu terakhir belum berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja.   Bahlil menuturkan, salah satu alasan realisasi investasi tidak berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja adalah karena tren yang bergeser dari padat karya ke padat modal. Hal itu tak lepas dari perkembangan teknologi yang masif. Kendati demikian, menurut hemat kami, jika memang ingin mendongkrak investasi sekaligus penyerapan tenaga kerja, mestinya pemerintah dapat menetapkan prioritas. Toh, penyaringan investasi sepenuhnya dikendalikan pemerintah.

BANK PEMBANGUNAN ASIA : Arah Operasional ADB 2023

Hairul Rizal 06 May 2023 Bisnis Indonesia

Presiden Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) Masatsugu Asakawa menekankan tiga arah operasional 2023, setelah besaran komitmen tahun lalu menurun.Pertama, ADB akan meningkatkan sumber pinjaman dan mobilisasi modal swasta untuk mendukung negara berkembang anggota ADB (DMCs) menghadapi berbagai krisis. Peninjauan berkelanjutan terhadap Kerangka Kerja Kecukupan Modal ADB akan mempersiapkan bank itu mengoptimalkan neraca dan berpotensi meningkatkan kapasitas pinjaman. Kedua, sebagai bank iklim untuk Asia dan Pasifik, ADB akan memberikan pendanaan, pengetahuan, dan kemitraan yang inovatif. ADB meluncurkan Innovative Finance Facility for Climate in Asia and the Pacific (IF-CAP) pada pertemuan tahunan ini. Ketiga, ADB akan terus memprioritaskan anggota dan populasi yang sedang berkembang dan paling membutuhkan. ADB berkomitmen untuk tidak meninggalkan perlindungan sosial bagi kelompok miskin dan rentan.

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM : Dividen Tebal INCO & EXCL

Hairul Rizal 06 May 2023 Bisnis Indonesia

Emiten nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dan emiten operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) bakal membagikan dividen tebal setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).Adapun, INCO menetapkan dividen senilai US$60,12 juta atau setara dengan Rp937,39 miliar mengacu pada kurs Jisdor 30 Desember 2022 Rp15.592 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022, termasuk laporan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dimuat dalam Laporan Keberlanjutan 2022 serta pelaksanaan tugas pengawasan dari Dewan Komisaris Perseroan selama tahun buku 2022. Direktur Keuangan Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan pembagian dividen tersebut telah mempertimbangan kondisi kas perseroan dan proyeksi kebutuhan belanja modal dan modal kerja perusahaan. Dividen yang dibagikan itu mencerminkan 30% dari laba bersih yang diperoleh perusahaan speanjang 2022. “Pemegang saham akan menerima sebesar US$0,00605 atau Rp94,33 untuk setiap satu saham yang dimilikinya dan akan dibayarkan oleh perseroan pada tanggal 31 Mei 2023,” jelasnya dalam konferensi pers, Jumat (5/5). Selain INCO, operator telekomunikasi EXCL mengumumkan dividen sebesar Rp551,7 miliar atau Rp42 per saham. Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan RUPST menyetujui pembagian dividen 50% dari laba bersih tahun 2022 atau setara dengan tahun sebelumnya. “Tahun ini, RUPS kembali menyetujui penggunaan 50% dari keuntungan setelah menyesuaikan, untuk dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham,” kata Dian di Jakarta, Jumat (5/5).

PERTUMBUHAN INDUSTRI : DURIAN RUNTUH SEKTOR TRANSPORTASI

Hairul Rizal 06 May 2023 Bisnis Indonesia

Kegiatan usaha transportasi dan pergudangan menerakan pertumbuhan tertinggi di antara sektor-sektor perekonomian sepanjang kuartal pertama 2023. Momentum mudik Lebaran dinilai turut memicu durian runtuh di sektor ini. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2023 mencapai 5,03% secara tahunan atau year-on-year (yoy) yang didorong oleh beberapa sektor dengan pertumbuhan tertinggi.Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menyampaikan bahwa kinerja ekonomi pada periode tersebut stabil dan terjaga di atas 5%.“Kegiatan usaha dengan pertumbuhan tertinggi secara yoy adalah transpotasi dan pergudangan tumbuh 15,93%, akomodasi dan makan minum 11,55%, dan jasa lainnya 8,90%,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (5/5).Edy menjelaskan sektor transportasi dan pergudangan bertumbuh solid seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat pasca-penghapusan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat alias PPKM. Edy mengatakan bahwa secara keseluruhan lapangan usaha tumbuh positif pada kuartal pertama 2023, “Terutama pada beberapa lapangan yang dominasinya cukup besar yaitu industri, perdagangan, pertambangan, pertanian, dan konstruksi.”. Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono mengatakan dimulai dari sektor transportasi, industri tekstil, industri makanan dan minuman serta perhotelan hingga restoran bakal tumbuh secara signifi kan. Diperkirakan 123,8 juta orang atau hampir separuh penduduk Indonesia melakukan perjalanan secara serempak pada masa Lebaran tahun ini.

INVESTASI SAHAM : Cerdas Emosi saat Pasar Bergejolak

Hairul Rizal 06 May 2023 Bisnis Indonesia

Pada dasarnya pasar modal bukan sektor yang stabil. Sifat alami pasar modal memang selalu naik turun karena setiap pelaku pasar diberi kebebasan untuk menjual dan membeli aset tertentu sesuai dengan nilai yang dikehendaki. Terkadang, gelombang naik dan turunnya terasa kecil, tetapi pada periode tertentu bisa bergerak lebih besar. Investor tidak perlu panik dalam menghadapi situasi yang terus berfluktuasi tersebut. Menurut Perencana Keuangan sekaligus CEO JOOARA Gembong Suwito, nilai saham yang turun tidak perlu langsung dijual. Pada posisi ini, investor perlu berpikir tenang dan tidak panik. Sebab, kepanikan akan membuat keputusan investasi tidak berdasarkan rencana dan strategi yang matang. Langkah pertama ketika mengetahui nilai investasi turun adalah dengan evaluasi. Biasanya semua akan disandarkan kembali ke tujuan awal dan karakter investasi dari si investor tersebut. Tujuan investasi seseorang akan berpengaruh pada instrumen yang dipilih, strategi, dan karakter dari si investor. Misalnya, jika tujuannya adalah jangka panjang, tentunya investor tidak perlu panik dengan gejolak yang terjadi sekarang. Sebab, penurunan yang terjadi biasanya hanya sementara. Setelah terjadi fluktuasi, nilai saham justru akan kembali pulih dan berada di nilai yang relatif lebih baik. Artinya, ketika nilai saham sudah menyentuh batas bawah yang sudah ditentukan, investor perlu bertindak agar kerugian tidak bertambah banyak. Financial Planner dari Finansialku Rizqi Syam mengatakan kunci dari investasi adalah saham. Gejolak yang terjadi di pasar modal tidak selalu harus ditanggapi dengan kepanikan. Namun, bagi pemula di dunia saham, memang hal ini cukup sering terjadi. Investor baru di dunia saham sering panik saat saham turun karena tidak mempelajari instrumen investasinya secara menyeluruh. Mereka juga terkadang hanya mengandalkan asumsi tanpa didasari oleh data-data yang valid.

Pertumbuhan Ekonomi Asean 4,9% Tahun 2023

Yuniati Turjandini 05 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Menjadi bagian dari rantai pasok produk ke RRT, AS, dan Eropa, peran Asean sebagai mesin pertumbuhan (engine of growth) atau espisentrum pertumbuhan (epicentrum of growth) ekonomi akan semakin penting pada masa mendatang. Tahun ini, laju pertumbuhan ekonomi Asean 4,9% dan pada 2024 sebesar 5,2%. Salah satu faktor penopang pertumbuhan Asean adalah perdagangan 10 negara anggota Asean plus lima negara mitra dagang Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru— yang tergabung dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). “Asean adalah satu-satunya kawasan yang selama pandemi Covid-19 tidak masalah,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam halal bihalal dengan para pemimpin media massa di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (04/05/2023). Dalam 20 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Asean paling mengesankan dibandingkan kawasan lain. Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan terbaru, April lalu, mengungkapkan, laju pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan turun dari 3,4% tahun 2022 ke 2,8% tahun 2023 dan naik tipis ke 3,0% tahun 2024. (Yetede)

Saham Teknologi Pimpin Penguatan IHSG

Yuniati Turjandini 05 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Saham-saham sektor teknologi memimpin penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Kamis (4/5) yang ditutup di zona hijau level 6.844 atau naik 0,46%. Sinyal penghentian suku bunga acuan The Fed (Federal Funds Rate/FFR) menjadi salah satu katalis positif IHSG. Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih membenarkan bahwa pergerakan IHSG kemarin ditopang saham growth stock salah satunya sektor teknologi. Dia mengatakan, performa saham growth stock sejalan dengan proyeksi suku bunga The Fed yang saat ini telah mencapai terminal rate di level 5,1%. Hal itu memberikan katalis positif untuk saham growth stock dengan P/E yang tinggi bahkan negatif, serta saham dengan rasio utang yang tinggi. “IHSG diproyeksikan kembali mengalami penguatan. Penopang penguatan IHSG juga didorong data ekonomi do mestik dalam momentum positif, di mana angka inflasi terkendalipada April 2023 sebesar 4,33%(yoy), lebih rendah dari bulansebelumnya 4,97% (yoy),” ujar Ratih, Kamis (4/5/2023). “IHSG diproyeksikan kembali mengalami penguatan. Penopang penguatan IHSG juga didorong data ekonomi domestik dalam momentum positif, di mana angka inflasi terkendali pada April 2023 sebesar 4,33% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya 4,97% (yoy),” ujar Ratih, Kamis (4/5/2023). Kenaikan harga saham GOTO sejalan dengan peningkatan indeks saham sektor teknologi yang memimpin pertumbuhan dibanding indeks lain dalam perdagangan Kamis (4/5/2023). IDX Sector Technology bergerak naik 1,38%, disusul IDX Sector Infrastructures 1,29%. (Yetede)

Kebijakan Baru KUR BRI Siapkan Strategi Soft Landing

Yuniati Turjandini 05 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI membuat kebijakan baru mengenai kredit usaha rakyat (KUR). Sebagai bank penyalur KUR terbesar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah menyiapkan strategi soft landing. Mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR, pada Pasal 22 berisikan bahwa bagi peminjam KUR pertama kali akan dikenakan bunga sebesar 6% efektif per tahun, yakni untuk pinjaman KUR mikro dengan plafon Rp 10-100 juta, serta KUR kecil untuk plafon Rp 100-500 juta.
Namun, jika sudah pernah meminjam KUR lebih dari satu kali, maka suku bunga yang dibebankan ke nasabah akan lebih tinggi. Bunga akan naik menjadi 7% per tahun saat mengambil pinjaman KUR yang kedua kalinya. Kemudian naik menjadi 8% per tahun untuk pinjaman yang ketiga, dan pinjaman keempat kali menjadi 9% per tahun. Sedangkan, untuk KUR super mikro dengan plafon maksimal dengan Rp 10 juta, suku bunga yang diberikan masih sebesar 3% efektif per tahun. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dalam keterangannya menjelaskan, sejak awal diluncurkan, pelaksanaan program KUR terus menunjukkan peningkatan alokasi (kuota)
maupun realisasinya. (Yetede)

Rafaksi Tak Kunjung Dibayar, Aprindo akan Gugat Pemerintah

Yuniati Turjandini 05 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berencana menggugat pemerintah ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, agar membayar utang selisih harga (rafaksi) minyak goreng sebesar Rp 344 miliar yang tidak kunjung dilunasi sejak awal tahun lalu. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 3 Tahun 2022, semua pengusaha diminta menjual minyak goreng Rp 14.000 per liter dan selisih dengan harga di pasar yang berkisar Rp 17.000-20.000 per liter akan dibayarkan pemerintah. Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu opsi yangakan diambil bila dalam 2-3 bulan ke depan, rafaksi tersebut tidak dibayarkan pemerintah kepada 31 perusahaan ritel modern, yang telah patuh melaksanakan program minyak satu harga. “Utang pemerintah yang harus dibayarkan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebesar Rp 344 miliar. Angka itu merupakan penjualan minyak goreng satu harga sekitar 40 juta liter pada 19-31 Januari 2022. Jadi, utang ini berasal dari pelaksanaan program minyak satu harga,” kata Roy usai melakukan pertemuan dengan pejabat Kementerian Perdagangan (Kemendag) membahas rafaksi minyak goreng di Jakarta, Kamis (04/05/2023). (Yetede)

Konsumsi Rumah Tangga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2023

Yuniati Turjandini 05 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 akan berada di atas 5% yang ditopang oleh konsumsi masyarakat. Di tengah global demand yang melambat, domestic demand diperkirakan akan menjadi penopang ekonomi baik pada kuartal I dan II, sampai dengan akhir 2023. “Memperhatikan berbagai indikator dan juga pada kuartal I dan II yang mengalami momen Ramadan dan Idulfitri, maka pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih mampu tumbuh di atas 5%, ”kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan kepada Investor Daily, Kamis (4/5/2023). Dia mengatakan, aktivitas masyarakat mulai kembali normal dengan telah dicabutnya PPKM, diharapkan perekonomian akan terus menggeliat. Berbagai leading indikator seperti indeks penjualan riil, indeks keyakinan konsumen, dan juga PMI manufaktur menunjukkan prospek yang baik sampai dengan bulan April 2023. “Industri pengolahan masih akan menjadi kontributor utama ekonomi kuartal I, kendati demand global melambat. (Yetede)

Pilihan Editor