;

Saham-Saham Nikel Berguguran

Yuniati Turjandini 06 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Harga sejumlah komoditas tambang seperti nikel dan batu bara terkoreksi pada Jumat (5/5/2023). Kondisi ini ikut menarik turun saham-saham berbasis industri komoditas seperti indeks saham. Menurut pantauan Investor Daily, sejumlah saham nikel terdampak di antaranya NCKL yang turun 6,96% menjadi Rp 1.270, INCO tergerus 0,36% menjadi Rp 7.000, MBMA anjlok 1,86% jadi Rp 790, hingga MDKA turun 06,96% menjadi Rp 3.610. Adapun kemarin, harga nikel turun 2,94% menjadi US$ 23.962 per ton sedangkan harga batu bara terkoreksi 5,51% menjadi US$ 171 per ton. “Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat juga disebabkan oleh terkoreksinya beberapa harga komoditas. Merosotnya harga batu bara dan nikel karena menurunnya permintaan global akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi,” kata Financial Expert Ajaib Sekuritas Chisty Maryani kepada Investor Daily. IHSG kemarin tercatat koreksi 0,82% dan di tutup di level 6.787. Menurut Chisty, katalis negatif tersebut diproyeksikan merupakan sentimen sesaat, dan bukan merupakan suatu konfirmasi fenomena “Sell in May and Go Away”  Go Away” benar akan terjadi. (Yetede)

Wika Menangi Kontrak Baru Rp6,1 T

Yuniati Turjandini 06 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah memenangkan kontrak baru sejumlah Rp 6,1 triliun hingga kuartal I-2023. Capaian ini relatif konsisten dengan realisasi perseroan periode sama tahun lalu. Direktur Utama Wika Agung Budi Waskito menyebut kan, raihan kontrak baru sepanjang kuartal I-2023 tersebut mayoritas dihasilkan dari segmen industri. Kemudian, segmen energi dan industrial plant, segmen infrastruktur dan bangunan gedung, segmen realti dan properti, serta segmen investasi. “Dalam deretan kontrak baru tersebut ada project pembangunan Gedung Business Centre dan Lanjutan Landscape Poltekpar Bali yang dipercayakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke Wika. Adapun lingkup pekerjaannya antara lain struktur, arsitektur, MEP, site development dan landscape,” jelas Agung dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (5/5). Dia menerangkan, proyek Gedung Business Centre dan Lanjutan Landscape Poltekpar Bali senilai Rp 101,56 miliar itu dikerjakan melalui skema pembayaran monthly progress yang sesuai dengan strategi perusahaan untuk memperkuat kondisi finansial persero. Proyek Gedung Business Centre akan menampilkan ciri khas desain bangunan Bali dengan kapasitas tampung mencapai 7.500 orang. “Kami berkomitmen mengerahkan kemampuan terbaik Wika untuk menyelesaikan proyek ini secara tepat waktu dan tepat mutu,” ujar Agung. (Yetede)

Potensi Produksi Beras RI Januari-Juni 18,02 Juta Ton

Yuniati Turjandini 06 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID–Potensi produksi beras nasional pada Januari-Juni 2023 mencapai 18,02 juta ton, atau turun 3,12% dibanding realisasi periode sama 2022 sebesar 18,6 juta ton. Penurunan itu seiring berkurangnya potensi luas panen padi hingga 1,94% menjadi 6 juta hektare (ha) pada Januari-Juni 2023 dibanding realisasi periode sama 2022 seluas 6,12 juta ha. Namun demikian, pada periode semester I-2023 tersebut masih ada potensi surplus beras 2,78 juta ton, karena konsumsi pada kurun waktu itu hanya sebesar 15,24 juta ton. Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi menuturkan, saat ini, sejumlah daerah di Indonesia sedang memasuki musim kemarau. Bahkan, banyak daerah dengan lahan kering sudah lebih dulu masuk ke fase musim kering tersebut. “Bagaimana kondisi sektor padi saat ini? Maret April memang panen raya hingga sekarang ini masih. Makanya, ada surplus, produksi dikurangi konsumsi, itu nanti 2,78 juta ton beras. Ini sudah kami detailkan per provinsi dan perkabupaten, kami sebar ke daerah untuk evaluasi,” ungkap Suwandi saat Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada 3 Mei 2023 dan dipantau dari kanal media sosial Kementerian Dalam Negeri, Jumat (05/05/2023). (Yetede)

Kententuan Modal Minimum Asuransi Bakal Naik Sampai Rp 1 Triliun

Yuniati Turjandini 06 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tengah melakukan kajian ulang terhadap ekuitas minimum dari industri perasuransian. Untuk perusahaan asuransi misalnya, ekuitas minimum akan naik 10 kali lipat sampai Rp 1 triliun di 2028. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Lembaga Penjamin dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan, kajian ulang tentang permodalan yang disyaratkan dalam POJK 67/2016 ditujukan untuk perusahaan asuransi eksisting maupun dalam rangka pendirian perusahaan baru. Sebab, modal minimum yang disyaratkan saat ini terlalu rendah dibandingkan risiko usaha yang melekat pada perusahaan asuransi. “Oleh karena itu, kami akan melakukan perubahan daripada POJK 67 Tahun 2016. Sekarang memang sedang kita edarkan (rancangan POJK) ke pelaku usaha jasa keuangan dan asosiasi untuk mendapatkan respons,” ungkap Ogi dalam konferensi pers terkait Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) April secara daring, Jumat (5/5/2023). Dia memaparkan, ke depan OJK akan meminta pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) dan asosiasi terkait bahwa ekuitas perusahaan asuransi yang dinaikkan dari saat ini Rp 100 miliar menjadi Rp 500 miliar pada 2026. (Yetede)

Perlahan Mengikis Beban

Yuniati Turjandini 06 May 2023 Tempo

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengejar target perbaikan bisnis yang sudah dijanjikan kepada para kreditor setelah rampungnya homologasi pada tahun lalu. Direktur Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, memastikan rencana bisnis perseroan masih sesuai dengan isi proposal yang disepakati sejak awal proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Namun manajemen terbuka terhadap bentuk pengembangan bisnis baru lainnya. “Masih sesuai dengan business plan itu, tapi kami selalu terbuka (untuk peluang bisnis yang belum masuk dalam proposal),” ucapnya kepada Tempo, kemarin, 5 Mei 2023. Operator pelat merah ini sempat nyaris pailit akibat tekanan utang yang diperparah oleh minimnya pendapatan selama dua tahun pandemi. Setelah homologasi PKPU, utang emiten berkode saham GIAA itu akhirnya melandai dari kisaran US$ 10,1 miliar per Desember 2021 menjadi US$ 5,1 miliar pada Juni 2022. Dalam periode serupa, ekuitas Garuda yang dulunya minus US$ 5,3 miliar pun berkurang menjadi minus US$ 1,5 miliar. Jumlah pesawat perusahaan sempat menyusut dari 210 unit pada 2020 menjadi hanya 140 unit pada paruh pertama 2021, lalu tersisa 35 unit pada September tahun lalu. Namun masih ada restorasi armada menjadi sekitar 60 unit selama tiga bulan berikutnya. (Yetede)

Sederet Hambatan Menuju Pertumbuhan

Yuniati Turjandini 06 May 2023 Tempo

JAKARTA – Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3 persen pada keseluruhan tahun ini diperkirakan gagal tercapai. Salah satu penyebabnya adalah net ekspor yang akan melambat lantaran harga-harga komoditas ekspor cenderung melemah di tengah perlambatan ekonomi global. "Sementara itu, investasi juga cenderung tumbuh moderat mempertimbangkan normalisasi investasi non-bangunan dan masih terbatasnya investasi bangunan," ujar Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, kepada Tempo, kemarin. Di sisi lain, perekonomian masih akan mendapat dukungan dari normalisasi aktivitas ekonomi setelah pelonggaran mobilitas masyarakat. Josua memperkirakan ekonomi Tanah Air hanya bertumbuh 4,9-5 persen pada keseluruhan tahun ini. Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tak mencapai target pemerintah, tapi juga melambat dari pertumbuhan pada 2022 yang sebesar 5,31 persen. (Yetede)

Hati-Hati Investasi di Aset Dollar AS

Hairul Rizal 06 May 2023 Kontan (H)

Kenaikan suku bunga The Fed membuat selisih (spread) Fed Funds Rate dengan suku bunga Bank Indonesia (BI) semakin tipis. Pada kondisi ini, investor harus berhati-hati berinvestasi di instrumen investasi berbasis dollar Amerika Serikat (AS). Kamis (4/5), The Fed menaikkan bunga sebesar 25 bps menjadi 5%-5,25%. Sementara, BI 7-day reverse repo rate di 5,75%. Ini artinya selisih keduanya hanya 50 bps menjadi selisih tipis sepanjang sejarah. Founder Finansialku.com, Melvin Mumpuni menyatakan, selisih bunga antara The Fed dan BI yang kian menciut adalah kejadian langka. Dia mengingatkan, kondisi ini tidak serta merta membuat aset investasi berbasis dollar AS menjadi menarik. Sebab dia bilang, ada ancaman gagal bayar utang AS. Perencana Keuangan, Aidil Akbar Madjid juga menyebut kekhawatiran akan kondisi ekonomi AS. "Jadi kalau mau memegang aset berbasis dollar AS harus dilihat durasi berapa lama karena AS di akhir tahun atau awal tahun depan akan ada Pilpres. Jadi kalau mau pegang dollar AS sebaiknya untuk jangka waktu antara dua sampai tiga tahun," kata Aidil berpendapat. Apalagi beberapa instrumen investasi berbasis dollar AS menghasilkan return yang kecil. Menurut Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong dan Presiden dan CEO PT Pinnacle Persada Investama, Guntur Putra dan salah satu aset yang mungkin bisa diincar saat kondisi saat ini adalah obligasi pemerintah AS. Keduanya menilai, berhentinya kenaikan suku bunga akan memicu kenaikan harga obligasi pemerintah. Head of Business Development Division HPAM Reza Fahmi mengatakan, BI masih akan dalam pendirian menghentikan kenaikan suku bunga. Beberapa ekonom memperkirakan, BI tidak akan mengubah suku bunga acuan sampai akhir tahun ini. Reza menyarankan para investor untuk wait and see pada instrumen berbasis dollar AS. Dia bilang, saham emerging market justru menarik lantaran fundamental ekonomi masih mendukung.

Pemerintah Membidik Pajak dari Turis Asing

Hairul Rizal 06 May 2023 Kontan

Muncul wacana pemungutan pajak terhadap wisatawan mancanegara alias turis asing di Indonesia. Hal ini sejalan dengan kondisi pariwisata di Indonesia yang semakin pulih. Terlebih, pajak turis juga telah mulai diberlakukan oleh negara lain. Misalnya, Malaysia, Belanda, Spanyol, Perancis dan Jerman yang menerapkannya mulai tahun ini. Di Indonesia sendiri, kondisi sektor pariwisata terus menunjukkan pemulihan. Data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan turis asing ke Indonesia sepanjang Januari hingga Maret 2023 mencapai 2,25 juta. Angka tersebut naik signifikan hingga 508,9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, pengenaan pajak turis ini berkaitan dengan aspek upaya konservasi, upaya menjaga destinasi, dan upaya untuk meningkatkan promosi. Namun, wacana ini masih dalam tahap pembicaraan lintas kementerian dan lembaga (K/L). Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengaku bahwa dirinya belum menerima informasi terkait wacana itu. Makanya, belum diketahui juga setoran pajak tersebut akan masuk ke kantong negara atau pemerintah daerah. Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar setuju dengan wacana pengenaan pajak turis tersebut. Hal ini bertujuan agar turis yang masuk ke Indonesia atau destinasi wisata tertentu adalah turis-turis yang berkualitas. Ia melihat, selama ini banyak turis-turis nakal yang masuk ke Indonesia karena beranggapan wisata di Indonesia termasuk murah. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai bahwa idealnya pajak turis ini langsung masuk ke penerimaan daerah sehingga adil bagi daerah. "Idealnya begitu, nanti hasilnya dikelola daerah. Tapi harus ada standar tarif antar daerah sehingga pemda tidak seenaknya menaikkan pungutan pajak," jelas Bhima.

Insentif Akan Dipangkas, Saham Nikel Amblas

Hairul Rizal 06 May 2023 Kontan

Sentimen negatif membayangi emiten saham produsen nikel di Tanah Air. Pemerintah akan memangkas insentif pajak untuk membatasi investasi produk olahan bijih nikel kelas dua, seperti nickel pig iron (NPI). Artinya, pemerintah tidak akan lagi memberikan pembebasan pajak untuk investasi NPI. Kabar tak sedap ini diembuskan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. Menurut Reuters, kemarin (5/5), Bahlil menyatakan pemerintah tidak akan lagi memberi tax holiday untuk investasi NPI. Tujuannya untuk membatasi investasi pada produk nikel berkualitas rendah. Sontak, rencana pemerintah tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi emiten nikel. Apalagi, sehari pasca Bahlil menyatakan rencananya tersebut, saham-saham emiten nikel kompak longsor pada perdagangan kemarin. Contohnya saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Kemarin, saham emiten pertambangan nikel yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia pada 12 April 2023 ini, tergerus 6,96% ke posisi Rp 1.270. Nasib serupa dialami saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yang anjlok 6,96% ke level Rp 3.610. Tak berbeda dengan sang induk, saham anak usaha MDKA, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 1,86% ke Rp 790. Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Felix Darmawan melihat, rencana kebijakan pemerintah kerap menjadi katalis penting bagi pergerakan harga saham emiten komoditas. Tak terkecuali emiten nikel. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani sepakat, penurunan harga komoditas nikel global lebih dominan menjadi sentimen negatif emiten nikel. Selain itu, ada gejolak yang membayangi pasar.

MESIN EKONOMI MENDERU

Hairul Rizal 06 May 2023 Bisnis Indonesia (H)

Deru mesin ekonomi mulai terdengar di era pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hal itu tercermin dari raihan laju produk domestik bruto (PDB) kuartal I/2023 sebesar 5,03% secara tahunan. Realisasi pertumbuhan ekonomi itu melampaui ekspektasi ekonom sebesar 4,98% dan sejalan dengan rentang perkiraan pemerintah. Di balik laju ekonomi pada tiga bulan pertama tahun 2023, terdapat kinerja industri pengolahan yang tumbuh 4,43% secara tahunan sehingga berkontribusi sebesar 18,57% terhadap PDB. Kontribusi industri tumbuh secara kuartalan tetapi belum mampu menyaingi kontribusi pada kuartal I/2020 atau sebelum pandemi yakni 19,98%. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Moh. Edy Mahmud menyampaikan perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp5.071,7 triliun, sementara berdasarkan harga konstan mencapai Rp2.961,2 triliun. Berdasarkan lapangan usaha, sektor industri masih menjadi sumber pertumbuhan utama ekonomi Indonesia dengan sumbangan sebesar 0,92%. Lebih lanjut, industri logam dasar tumbuh 15,51% akibat meningkatnya permintaan produk olahan bijih nikel. 

Selain industri logam dasar, BPS mencatat industri makanan dan minuman tumbuh 5,33%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan produksi crude palm oil dan crude palm kernel oil akibat permintaan domestik jelang Ramadan dan Idulfitri 2023. Menanggapi kinerja PDB pada kuartal I/2023, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai menguatnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang membuat kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia solid dan melebihi capaian China yakni 4,5%. Sri berujar, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi bantalan agar RI tetap melaju di tengah dinamika ekonomi internasional. Kondisi itu terlihat di antaranya dari komponen konsumsi pemerintah dan belanja negara. Konsumsi pemerintah tercatat tumbuh 4% secara tahunan. Terpisah, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut ruang pertumbuhan kinerja industri pengolahan terbatas karena rantai pasok global masih terganggu. Hal tersebut disampaikan untuk merespons kinerja produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I/2023 yang tumbuh 5,03% (year-on-year/yoy). “2023 merupakan tahun yang secara inheren sulit untuk menciptakan kinerja usaha yang eksponensial,” kata Wakil Ketua Kadin Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta W. Kamdani.

Pilihan Editor