;

Ekonomi Tumbuh Positif, tetapi Belum Pulih

Yoga 06 May 2023 Kompas

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 mencapai 5,03 % secara tahunan, melampaui ekspektasi. Namun, jalan menuju pemulihan ke level sebelum pandemi masih panjang. Kendati tumbuh positif, beberapa indikator kunci belum kembali ke kondisi normal. BPS mengumumkan, perekonomian RI tumbuh 5,03 % secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2022 yang sebesar 5,01 % secara tahunan. Dengan capaian itu, ekonomi RI konsisten tumbuh di atas 5 % selama enam triwulan berturut-turut sejak triwulan IV-2021. Realisasi pertumbuhan ekonomi itu juga melampaui prediksi ekonom yang memperkirakan pertumbuhan pada triwulan pertama tahun ini berkisar 4,8-4,9 %. BPS mencatat, kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi bersumber dari konsumsi rumah tangga, yakni 2,44 % disusul pertumbuhan perdagangan luar negeri 2,10 %, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebagai indikator investasi 0,68 %, dan konsumsi pemerintah 0,22 %.

”Konsumsi rumah tangga dan perdagangan luar negeri kita masih kuat menopang pertumbuhan ekonomi   selama triwulan pertama tahun ini,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/5). Secara rinci, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,54 %. Realisasi itu lebih tinggi dari pertumbuhan konsumsi pada triwulan I-2022 sebesar 4,34 % dan di atas capaian triwulan IV-2022 sebesar 4,48 %, meski masih di bawah 5 %. Pertumbuhan tertinggi ada di sektor transportasi dan komunikasi, didorong oleh meningkatnya penjualan sepeda motor dan mobilitas penumpang di angkutan darat, laut, dan udara. Peningkatan konsumsi juga terlihat di sector restoran dan hotel, tecermin daritingkat hunian kamar hotel yang tumbuh positif. ”Momentum Ramadhan ikut mendorong pertumbuhan konsumsi, khususnya di sektor makanan dan minuman,” katanya. (Yoga)


Pertumbuhan Industri Pengolahan Melambat

Yoga 06 May 2023 Kompas

Sepanjang triwulan I-2023 pertumbuhan produk domestik bruto pada industri pengolahan melambat dibanding triwulan IV-2022 ataupun periode sama tahun 2022. Perlambatan ini dipengaruhi melemahnya permintaan pasar domestik dan global karena tekanan ekonomi global. BPS merilis, Jumat (5/5) nilai PDB Indonesia pada triwulan I-2023 sebesar Rp 2.961,2 triliun berdasarkan harga berlaku atau Rp 5.071,7 triliun berdasarkan harga konstan, tumbuh 5,03 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meskipun demikian, nilai PDB itu lebih rendah 0,92 % dibanding triwulan-IV 2022. Berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan jadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan I-2023 dengan andil 18,57 %. Secara tahunan, PDB industri pengolahan tumbuh 4,43 %. Pertumbuhan itu lebih lambat dibanding triwulan IV-2022 yang mencapai 5,64 % dan triwulan I-2022 sebesar 5,07 %.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia Shinta W Kamdani berpendapat, situasi global 2023 tergolong sulit lantaran laju inflasi, pengetatan keuangan, dan tingginya risiko krisis ekonomi menyebabkan pertumbuhan permintaan pasar dalam dan luar negeri relatif lambat dibanding tahun lalu. ”Apalagi, pemerintah menerapkan kebijakan neraca komoditas yang secara riil memengaruhi kelancaran suplai bahan baku/penolong impor untuk industri manufaktur. Kombinasi (situasi itu) membentuk kondisi yang sangat tidak ideal untuk meningkatkan keyakinan dan pertumbuhan kinerja manufaktur nasional,” katanya saat dihubungi pada Jumat (5/5). Untuk mendongkrak kinerja manufaktur dalam waktu singkat, Shinta berpendapat, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan permintaan pasar dalam negeri akibat lambatnya pertumbuhan daya beli domestik.Ekspansi pasar ekspor menjadi kunci. Produk manufaktur Tanah Air perlu ditingkatkan secara signifikan agar berdaya saing di pasar ekspor. Kelancaran rantai pasok industri juga mesti ditingkatkan. (Yoga)


Indonesia Tanpa PLTU di 2050, Siapkah?

Yoga 06 May 2023 Kompas

Diskusi peralihan dari energi fosil ke energi bersih terus menguat seiring komitmen Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih (net zero emission) pada 2060 atau lebih cepat. Pada 2050 ditargetkan sudah  tak ada lagi pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU di Indonesia. Dengan sederet tantangan yang ada, siapkah Indonesia? Terbaru, komitmen tersebut ditegaskan Presiden Jokowi dalam pameran industri  Hannover Messe 2023, Jerman, pertengahan April lalu. Kendati sempat menyebut ”2025”, Presiden  bermaksud menyampaikan bahwa seluruh pembangkit batubara di Indonesia akan ditutup pada 2050. Disaksikan Kanselir Jerman Olaf Scholz, dalam pidato itu Presiden mengundang para investor Jerman, negara dengan perekonomian terbesar di Eropa, untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan ekonomi hijau di Indonesia. Dukungan investasi dari negara-negara lain akan sangat dibutuhkan dalam agenda transisi energi di Tanah Air.

Penegasan pengakhiran dini operasi PLTU tertuang dalam Perpres No 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik yang  diundangkan pada 13 September 2022. Jika menilik kondisi saat ini, melepaskan diri dari batubara bukanlah perkara mudah. Berdasarkan data Kementerian ESDM pada 2022, batubara berperan 67,21 % dalam bauran energi pembangkit atau melebihi target APBN Perubahan 2022 di 66 %. Batubara juga berperan membentuk harga listrik saat ini. Pasalnya, ada kebijakan pemenuhan kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) batubara untuk kelistrikan. Harga batubara DMO dipatok 70 USD per ton. Dengan demikian, dalam mengamankan pasokan, PLN tak terpengaruh tingginya harga batubara internasional. Pakar energi dari Pusat Studi Energi UGM sekaligus Guru Besar Bidang Teknik Mesin Fakultas Teknik UGM, Deendarlianto, mengatakan, melihat besarnya peran batubara, pengakhiran dini operasi PLTU tak bisa sekejap mata. Pelaksanaannya perlu bertahap. Oleh karena itu, langkah yang perlu dilakukan ialah dengan terus menggenjot pengurangan batubara dengan penggunaan biomassa untuk pencampuran batubara pada PLTU (co-firing). (Yoga)


Operasional Smelter Diharapkan Lebih Cepat

Yoga 06 May 2023 Kompas

Pemerintah berharap operasional Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia dapat diselesaikan sesuai target, bahkan dipercepat hingga mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun atau kapasitas penuh. Progres konstruksi ditarget 4 % per bulan sehingga bisa mencapai 92 % pada Desember 2023. Demikian disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Jumat (5/5/2023), di Jakarta. (Yoga)

Dibayangi Krisis, Kinerja Perbankan Dalam Negeri Tetap Positif

Yoga 06 May 2023 Kompas

Ditengah ancaman krisis perbankan global yang meningkat pasca kolapsnya sejumlah bank besar di AS dan Eropa, kinerja perbankan dalam negeri masih optimal. Hal ini tercermin dari fungsi intermediasi bank yang tetap bertumbuh dan berbagai indikator lain yang menunjukkan perbankan dalam kondisi sehat. Mengutip data OJK, sampai triwulan I-2023, penyaluran kredit bank mencapai Rp 6.446 triliun atau tumbuh 9,93 % secara tahunan. Pertumbuhan penyaluran kredit ditopang kredit investasi yang tumbuh 11,4 % secara tahunan. Adapun kredit modal kerja dan konsumsi masing-masing tumbuh 9,52 % dan 9,20 % secara tahunan. Risiko kredit juga melanjutkan tren penurunan dengan rasio kredit berperforma buruk (nonperforming loan/NPL) net perbankan Maret 2023 sebesar 0,72 % setelah pada Februari 2023 pada level 0,75 %. Begitu pula dengan NPL gross Maret 2023 pada level 2,49 %, menurun dari Februari yang sebesar 2,58 %.

Pada saat yang sama, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga bertumbuh. Pada triwulan pertama tahun ini, penghimpunan DPK mencapai Rp 8.005 triliun atau tumbuh 7 % secara tahunan. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga dalam level memadai yang tecermin dari rasio alat likuid/non core deposit (AL/NCD) sebesar 128,87 %, lebih tinggi dari ambang batas ketentuan yang sebesar 50 %. Begitu pula dengan alat likuid/DPK (AL/DPK) pada level 28,91 %, di atas ambang batas 10 %. Adapun permodalan perbankan masih di level yang solid engan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) 24,69 %. Dalam jumpa pers hasil rapat Dewan Komisioner OJK secara daring, Jumat (5/5) Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, industri perbankan dalam negeri sedang dalam kondisi sehat. Fungsi intermediasi pun berjalan optimal yang ditandai dengan pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan DPK. Sampai akhir tahun ini, pertumbuhan kredit bank diperkirakan 10-12 %, Ini sesuai dengan rencana bisnis perbankan yang disampaikan ke OJK.  (Yoga)


Dana Desa Belum Optimal Tekan Kemiskinan

Yoga 06 May 2023 Kompas

Pada 2015-2023, Aceh menerima alokasi dana desa Rp 39 triliun. Namun, dana itu belum optimal menekan angka kemiskinan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh Zulkifli, Jumat (5/5/2023), menyebut dana di 6.496 desa di Aceh setara dengan 3,5 kali Anggaran Pendapatan Belanja Aceh. ”Tetapi, angka kemiskinan Aceh masih tinggi, kantongnya ada di perdesaan. Penurunan angka kemiskinan Aceh setahun tidak mencapai 1 %,” ujarnya. (Yoga)

PDB Kuartal I Tumbuh 5,03%, Tapi Deindustrialisasi Berlanjut

Yuniati Turjandini 06 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID — Di tengah ancaman resesi ekonomi dunia, laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal pertama 2023, yoy, sebesar 5,03%. Namun, sektor industri hanya bertumbuh 4,43%, sementara perannya terhadap PDB 18,57%, turun dari 21,28% kuartal keempat 2014. Kondisi deindustrialisasi ini cukup mencemaskan karena sektor industri diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja lebih besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada triwulan IV-2014, pertumbuhan PDB manufaktur tercatat hanya 4,24% secara year on year (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi secara umum 5,01% yoy. Kondisi yang sama masih terjadi pada kuartal I-2023, dengan pertumbuhan PDB manufaktur 4,43% yoy dan pertumbuhan ekonomi RI 5,03% yoy. Dalam sembilan tahun terakhir, tercatat hanya satu kali, pada kuartal IV-2022, pertumbuhan manufaktur lebih besar yakni 5,64% yoy dibanding ekonomi nasional 5,01%.  Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, industri manufaktur tercatat konsisten mengalami deindustrialisasi dini, dengan porsi menurun tajam dari 19,21% terhadap PDB Indonesia kuartal I-2022 menjadi 18,57%. Porsi industri pengolahan turun sejalan dengan pertumbuhannya yang rendah hanya sebesar 4,43%, di bawah pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun ini. Kondisi itu mengancam jutaan pekerja di sektor manufaktur, khususnya manufaktur yang terimbas pelemahan pasar ekspor,” ujar Bhima ke pada Investor Daily. (Yetede)

Tingkat Pengangguran Terbuka Turun Jadi 7,99 Juta Orang

Yuniati Turjandini 06 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2023 menjadi 7,99 juta orang (5,45%), menurun 0,38% dibandingkan dengan Agustus 2022 yang sebanyak 8,42 juta orang (5,86%). Sementara itu, pemerintah menilai penciptaan lapangan kerja yang lebih besar menjadi faktor penting untuk mendorong daya beli masyarakat dan menjaga daya tahan perekonomian dalam negeri. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan, penurunan tingkat pengangguran sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada kuartal I-2023. “Ekonomi Indonesia yang tumbuh solid pada kuartal I-2023 dibarengi dengan penciptaan lapangan kerja. Hal tersebut tercermin dari penurunan TPT dan peningkatan penduduk bekerja di seluruh sektor,” kata Edy dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, Jakarta, Jumat
(5/5/2023). Dia mengatakan, TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja. Pada Februari 2023, TPT laki-laki sebesar 5,83%, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 4,86%. TPT laki-laki dan perempuan mengalami penurunan, masing-masing sebesar 0,48% dan 0,23% jika dibandingkan Februari 2022. (Yetede)

KSP Minta Pelaku Wisata Labuan Bajo Jaga Iklim Pariwisata

Yuniati Turjandini 06 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 10-11 Mei 2023. Kantor Staf Presiden (KSP) mengajak para pelaku wisata  di kawasan itu untuk menjaga iklim pariwisata yang nyaman dan kondusif bagi wisatawan, delegasi, serta tamu negara yang hadir. Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Helson Siagian meminta para pelaku wisata di Labuan bajo menjaga semangat Presiden Joko Widodo untuk menjadikan sektor  pariwisata Indonesia  lebih tangguh dan lebih menejahterakan masyarakat. Selain itu, sambung dia, Balai Nasional Taman Komodo (BTNK) perlu menetapkan standar pelayanan jasa wisata untuk membedakan  servis reguler dengan premiun, sehingga wisatawan tidak ragu jika harus membayar lebih untuk pengalaman berwisata yang lebih aman. "Penetapan tarif jasa wisata di kawasan Pulau Komodo dan Pulau Padar harus  melalui persetujuan BTNK. Selain itu, tahapan  sosialisasi harus dijalankan dengan baik," ujar Helson  dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (05/05.2023). Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi NTT Abed Frans mendukung permintaan KSP terhadap PT Flabamor, agar mencabut penerapan tarif baru jasa pemandu wisata di Taman Nasional Komodo. (Yetede)

Ekonomi Melambat, Lapangan Kerja Malah Melonjak

Yuniati Turjandini 06 May 2023 Investor Daily (H)

WASHINGTON, ID – Meskipun ekonomi Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang melambat, tapi pertumbuhan lapangan kerja non-pertanian mencapai 253.000 pada April 2023. Angka itu melampaui ekspektasi yang sebesar 180.000 dan jauh di atas pertumbuhan bulan sebelumnya yang 165.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,4%. Angka itu juga  diatas perkiraan yang  sebesar 3,6% dan berada pada level terendah sejak 1969. Data yang lebih luas, seperti dilaporkan Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS pada Jumat (05/05/2023), menunjukkan para pekerja yang belum mencari pekerjaan baru dan mereka yang memilih pekerjaan paruh waktu karena alasan ekonomi turun tipis menjadi 6,6%. Sementara rerata upah perjam, yang mana ini adalah barometer utama inflasi, naik 0,5%. Melebihi perkiraan yang sebesar 0,3% dan mencatatkan kenaikan bulanan terbesar dalam setahun. Secara tahunan, upah meningkat 4,4%. Ini juga lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan sebesar 4,2%. Kedua angka tersebut meningkatkan kemungkinan bahwa The Federal Reserve dapat memutuskan untuk menaikkan suku bunga lagi pada Juni 2023. (Yetede)

Pilihan Editor