;

Bau Benur di Aturan Ekspor Pasir Laut

Yuniati Turjandini 05 Jun 2023 Tempo

JAKARTA - Ibarat deja vu, lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut mengingatkan para pegiat lingkungan akan langkah pemerintah membuka keran ekspor benur lobster beberapa tahun lalu—sebelum akhirnya ditutup lagi setelah ada kasus korupsi. Musababnya, Presiden Joko Widodo menyebutkan salah satu alasan keran ekspor pasir laut dibuka adalah maraknya penjualan pasir ilegal ke Singapura. "Ini sama seperti lobster yang banyak ekspor ilegal, lalu sempat diizinkan dan malah semakin gawat eksploitasinya," ujar Manajer Kampanye Pesisir dan Laut Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Parid Ridwanuddin, kepada Tempo, kemarin. Ekspor benur lobster dilarang pada era Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Setelah Susi digantikan oleh Edhy Prabowo pada 2019, keran ekspor benih lobster itu kembali dibuka pada Mei 2020. Kala itu, ekspor diperbolehkan dengan persyaratan yang ketat. Misalnya, kuota dan lokasi penangkapan benur harus sesuai dengan kajian dari Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan. Eksportir juga harus melaksanakan pembudidayaan lobster di dalam negeri dengan melibatkan masyarakat. Kemudian, eksportir harus terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta dikenai kewajiban membayar bea keluar dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk setiap satu ekor benih lobster. (Yetede)

AS Lolos dari Gagal Bayar, IHSG Berpotensi Bangkit

Yuniati Turjandini 05 Jun 2023 Investor Daily

JAKARTA, ID- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bangkit pada pekan ini, setelah Amerika Serikat (AS) lolos dari dari ancaman gagal bayar utang. Selain itu, sentimen domestik  masih cukup sulit menopang pergerakan indeks. Pekan lalu, Presiden AS Joe Biden menandatangani Undang-Undang penangguhan plafon utang (debt ceiling) pemerintah AS sebesar US$ 31,4 triliun. DPR dan senat telah mengesahkan undang-undang tersebut. Dengan begini AS bisa menambah melebihi plafon hingga Januari  2025 untuk membayar semua kewajiban. Kasus debt ceiling menjadi salah satu pemberat indeks. Selain itu, kejatuhan harga saham  komoditas, yakni nikel dan batu bara menambah tekanan ke indeks. Pekan lalu indeks saham ambles, 1,67% ke level 6,633. Adapun pekan ini, indeks diprediksi bergerak di kisaran 6.580-6.740. Analis Suya Fajar Sekuritas Raphon Prima menegaskan, sendtimen domestik dan global mendukung penguatan IHSG pekan ini. Dari sisi domestik dan global mendukung pengutan IHSG pekan ini. Dari sisi domestik, inflasi dan indeks manufaktur dan Purchasing Managers Indeks (PMI) Indonesia pada Mei 2023 masih cukup solid. (Yetede)

Yang Muda dan Peduli Lingkungan

Yuniati Turjandini 04 Jun 2023 Tempo

Sejumlah anak semakin berani bersuara dan beraksi menanggapi permasalahan lingkungan serta perubahan iklim.  Bagi Bhre Bawana Praja Kawula, nasib sebuah puntung rokok tidak sekadar masuk tong sampah. Menurut bocah laki-laki berusia 10 tahun tersebut, barang berukuran kecil dan tak berguna itu bisa disulap menjadi benda berharga. Puntung rokok dalam jumlah banyak ia bisa olah menjadi beragam kerajinan tangan, seperti vas bunga, asbak, tempat pensil, wadah tisu, hiasan gantungan kunci, lukisan, sampai boneka kecil. Setidaknya, Bhre sukses mengubah tumpukan sampah puntung rokok menjadi 12 benda. Hebatnya lagi, kegiatan prakarya Bhre bukan sekadar iseng. Ada semangat kelestarian lingkungan bernama Otis Community di balik beragam benda daur ulang tersebut. Sesuai dengan namanya, otis berarti puntung rokok dalam bahasa Jawa. Ia menginisiasi Otis Community pada tahun lalu. "Anggota komunitas kami lebih dari 10 orang, ada teman sepermainan, ada teman sekolah,” kata Bhre saat ditemui di Surabaya, Jumat lalu, 2 Juni 2023.  Cerita bermula pada Februari saat siswa Sekolah Dasar Negeri Pacarkeling V Surabaya itu diminta gurunya ikut lomba Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup tingkat sekolah dasar se-Surabaya pada 2022. Syaratnya, setiap peserta lomba harus mempunyai ide tentang pengelolaan lingkungan. Mulanya, Bhre bingung akan bikin terobosan seperti apa. Ide cemerlang Bhre datang tanpa diundang. (Yetede)

Menunggu Hingga 7 Tahun Apartemen Antasari Place Berhasil Topping off

Yuniati Turjandini 04 Jun 2023 Tempo

PT Prospek Duta Sukses (PDS) selaku pengembang dan manajemen baru dari proyek Apartemen Antasari Place, kembali berhasil mencatatkan milestone penting pembangunan proyek. Seremoni topping off berhasil dilaksanakan dengan meriah dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh stakeholders Antasari Place, mulai dari jajaran Direksi dan Komisaris PT Prospek Duta Sukses beserta PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) selaku parent company, mitra perbankan, media, dan konsumen Antasari Place. Dalam sambutannya, Direktur Utama PDS, A.H. Bimo Suryono menyampaikan dengan selebrasi topping off ini pihaknya senantiasa menunjukan komitmen kami kepada seluruh stakeholders terutama konsumen Antasari Place, yang sudah menunggu lama karena proyek ini menjadi mangkrak dari pengembang yang lama, sehingga konsumen harus menunggu selama 6-7 tahun sampai PDS Manajemen baru dibawah PT Indonesian Paradise Property Tbk masuk menjadi pemegang saham baru yang mengambil alih proyek ini melalui keputusan homologasi. “Kami menyampaikan kabar baik kepada seluruh konsumen bahwa topping off ini dilakukan lebih cepat dari jadwal yang seharusnya bulan Juni, sehingga jadwal serah terima unit kepada konsumen nantinya juga bisa dilakukan lebih cepat, dari waktu yang ditentukan sebagai kewajiban kami dalam memenuhi keputusan,” ujarnya, Minggu, 4 Juni 2023. (Yetede)

Pancasila sebagai Ekologi Budaya

Yoga 03 Jun 2023 Kompas (H)

Tema Hari Lahir Pancasila 2023, ”Gotong royong membangun peradaban dan pertumbuhan global”, menggambarkan harapan bahwa Pancasila tak hanya bisa berperan dalam konteks nasional, tetapi juga global. Apabila sasarannya adalah kontribusi Indonesia dalam peradaban dan pertumbuhan global, jelas perlu agenda besar membumikan Pancasila dalam konteks global. Dalam dekade-dekade terakhir, ketegangan global tak hanya dalam struktur ekonomi, geopolitik, dan militer, tetapi juga dalam lalu lintas komunikasi budaya dan perang informasi. Internet semula ruang bebas berbagi informasi untuk semua, kemudian berkembang menjadi kendaraan utama iklan komersial dan politik serta medan propaganda, terorisme, dan kriminalitas. Sementara masa depan bangsa-negara kita secara intrinsik akan terkait dengan sikap kita terhadap perubahan lingkungan alam dan budaya.

Kita merindukan Pancasila memengaruhi tindakan nyata berbudaya. Sayangnya, Pancasila belum sepenuhnya menjadi kekuatan inspirasi, apalagi rujukan dalam bertindak, baik dalam politik maupun ekonomi. Sementara kesadaran budaya dan cara berpikir kita sebagai bangsa seperti hanya jalan di  tempat. Pemikiran kita sering terlalu subyektif, seolah bangsa ini hidup sendirian dalam ruang hampa, seakan tak tersentuh paham lain yang berseliweran dari berbagai penjuru dan aneka media. Tak jarang Pancasila sebagai ideologi politik digunakan secara agresif untuk mencari kawan-lawan dalam masyarakat, bukan dalam konteks pencarian solusi atas masalah bersama. Pancasila terkadang masih dipakai sebagai mesin penyeragaman untuk menakut-nakuti warga agar tunduk pada kuasa (ekonomi atau politik).

Menempatkan Pancasila dalam kesadaran ekologi budaya menjadi alternatif berpikir untuk menjadikannya bukan seonggok ideologi abstrak atau gugusan norma. Karena budaya adalah darah kehidupan kita. Sebagai ekologi budaya, Pancasila adalah ”rumah besar” bagi bernaungnya secara  harmonis dan saling tergantung aneka ragam budaya Nusantara. Sebagai ekologi budaya, ia juga ”rumah kecil” untuk menyambungkan hati kita dalam mengapresiasi perbedaan pikiran atau paham sebagai kekayaan, bukan ancaman. Kesadaran ekologi budaya Pancasila sejatinya tidak memberi ruang bagi warga yang setelah hampir delapan dekade merdeka, tetapi berlomba menjadi pejabat publik atau wakil rakyat hanya untuk tujuan memperkaya diri atau kelompok. (Yoga)


Kepercayaan Investor Asing terhadap Pasar SBN Diyakini Meningkat

Yoga 03 Jun 2023 Kompas

Porsi kepemilikan asing di pasar Surat Berharga Negara atau SBN mulai mengalami kenaikan secara bulanan. Dengan kondisi fundamental ekonomi yang terjaga, pemerintah meyakini kepercayaan investor asing terhadap pasar surat utang negara kembali pulih. Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, total dana investor asing di SBN Rupiah pada 29 Mei 2023 adalah Rp 829,98 triliun atau menyentuh porsi 15,31 % total kepemilikan SBN Rupiah. Jumlah investor asing di pasar SBN itu naik sebesar Rp 8,15 triliun dibandingkan posisi per akhir April 2023, yaitu Rp 822,69 triliun atau dengan porsi 14,86 %. Sebelumnya, pada akhir Maret 2023, porsi kepemilikan asing di pasar SBN Rupiah sebesar 14,69 % dengan nilai Rp 805,1 triliun. Porsi kepemilikan asing di SBN sebenarnya sudah tercatat menurun besar-besaran sejak pandemi Covid-19.

Sebelum pagebluk, pada 2019, porsi kepemilikan asing pada SBN tercatat 38,75 %. Per tahun 2020, turun menjadi 25,2 % dan per Januari 2023 berada di kisaran 14 %. Wakil Menkeu Suahasil Nazara mengatakan, kepemilikan asing di pasar surat utang negara ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, kepemilikan SBN oleh investor asing adalah pertanda bahwa pasar obligasi pemerintah dan perekonomian RI masih menarik bagi investor asing. Di sisilain, kepemilikan asing yang terlalu besar di pasar obligasi negara juga membuat pasar SBN lebih rapuh terhadap risiko arus modal keluar (capital outflow) ketika terjadi sentimen atau guncangan eksternal, seperti saat pandemi. ”Pandemi membuat confidence investor turun, dan di saat-saat susah seperti itu, ada persepsi bahwa cash is the king. Akhirnya banyak investor asing tidak yakin dengan perekonomian Indonesia dan  memutuskan keluar,” kata Suahasil dalam wawancara di kantornya di gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (31/5). (Yoga)


WISATA RAMAH MUSLIM, Tantangan di Puncak Peringkat Global

Yoga 03 Jun 2023 Kompas

Indonesia dan Malaysia ditetapkan sebagai destinasi teratas secara global untuk wisatawan Muslim  menurut Indeks Perjalanan Muslim Global (GMTI) 2023 oleh Mastercard dan CrescentRating. Capaian itu lebih cepat daripada target yang diharapkan tercapai pada tahun 2025. Namun, para pelaku sektor  pariwisata Indonesia menghadapi tantangan untuk mempertahankan posisi sekaligus memperbaiki segenap aspek yang terkait. Menparekraf Sandiaga S Uno yang hadir pada peluncuran GMTI 2023 di  acara ”Halal in Travel-Global Summit 2023” yang digelar secara hibrida di Jakarta, Kamis (1/6) mengatakan, halal merupakan servis tambahan, bukan islamisasi wisatawan. Hal ini yang masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Selain sosialisasi tentang wisata ramah Muslim, ada tantangan lain bagi Indonesia.

Founder dan CEO Crescentrating sekaligus Halaltrip.com Fazal Bahardeen berpendapat, untuk Indonesia, ada beberapa tantangan yang harus segera diatasi agar Indonesia bisa menjadi destinasi pariwisata ramah Muslim yang semakin memikat, seperti masalah konsistensi kebijakan (Kompas.id, 21/9/2023). Menurut dia, negara lain lebih dulu punya sikap konsisten mengembangkan berbagai kebijakan atau program pariwisata ramah Muslim. Malaysia, misalnya, mulai mengembangkan program pariwisata ramah Muslim sekitar tahun 2007. Pemerintahnya juga memiliki organisasi khusus yang mengurus wisata ramah Muslim dan fokus melatih SDM. Sertifikasi restoran atau halal pun sudah kuat. ”Hal yang harus dipastikan (oleh Indonesia) adalah konsistensi kebijakan dan punya program jangka panjang. Lalu, fokus ke makanan halal karena bagaimanapun wisatawan butuh dijamu. Apalagi, wisatawan internasional,” tutur Fazal. (Yoga)


Posisi Buruh Kian Terimpit

Yoga 03 Jun 2023 Kompas

Permenaker No 5 Tahun 2023 telah berjalan tiga bulan sejak diundangkan. Penolakan terhadap peraturan tersebut terus dikumandangkan oleh kalangan serikat pekerja atau buruh padat karya. Implementasi peraturan ini dinilai kian memberatkan kehidupan mereka. Permenaker No 5 Tahun 2023 tentang Penyesuaian Waktu Kerja dan Pengupahan pada Perusahaan Industri Padat Karya Tertentu Berorientasi Ekspor yang Terdampak Perubahan Ekonomi Global mengizinkan perusahaan padat karya berorientasi ekspor mengurangi waktu kerja dan membayarkan upah paling sedikit 75 % upah yang biasa diterima pekerja. Permenaker ini juga membolehkan perusahaan dapat menyesuaikan waktu kerja kurang dari 7 jam per hari dan 40 jam per pekan untuk enam hari kerja dalam sepekan. Permenaker ini berlaku mulai 8 Maret 2023. Baik soal penyesuaian waktu kerja maupun penyesuaian besaran upah, dalam regulasi itu mengatur bahwa kedua hal tersebut harus berdasarkan kesepakatan antara serikat pekerja/buruh dan pengusaha.

Ketua Pengurus Basis Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) di salah satu pabrik garmen di Cakung, Jaktim, Titin Nurlinasari, Jumat (2/6), mengatakan, tidak semua pabrik padat karya orientasi ekspor yang berlokasi di Cakung mempunyai serikat pekerja. Akibatnya, karyawan tidak memiliki cukup kekuatan untuk menolak atau menyatakan keberatan atas Permenaker No 5/2023 tersebut. Di pabrik garmen tempat Titin bekerja sudah menerapkan Permenaker No 5/2023 tanpa persetujuan penuh semua serikat pekerja. Dari empat serikat pekerja yang ada, setengahnya menyatakan tidak setuju dan setengahnya lagi, termasuk FSBPI, menyatakan penolakan. ”Pada 17 Mei 2023, perusahaan tempat saya bekerja menyodorkan pengajuan persetujuan kepada serikat pekerja agar menyetujui pemotongan upah 25 % dan pengurangan jam kerja. Serikat saya tidak setuju. Namun, per 31 Mei, perusahaan mengumumkan resmi tentang penerapan permenaker tersebut mulai 1 Juni 2023,” ujar Titin. (Yoga)


Harga BBM Nonsubsidi Turun

Yoga 03 Jun 2023 Kompas

PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Di Jawa Barat, dimana harga pertamax turun dari Rp 13.300 per liter menjadi Rp 12.500 per liter dan pertamax turbo dari Rp 15.000 per liter menjadi Rp 13.600 per liter. Harga baru tersebut berlaku mulai 1 Juni 2023. (Yoga)

Hartadinata Perluas Pasar ke India

Yoga 03 Jun 2023 Kompas

Produsen dan distributor emas PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan kenaikan volume produksi emas perhiasan dan emas batangan 23 persen pada triwulan I-2023 menjadi 3,36 ton. Peningkatan tersebut, di antaranya, ditopang oleh ekspor di pasar India. ”Salah satu kerja sama ekspor dengan India ini kami nilai sebagai pionir sebelum meluaskan pasar ekspor ke negara lainnya,” kata Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto, Rabu (31/5/2023). (Yoga)

Pilihan Editor