;

Faktor Keamanan dan Destinasi akan Tingkatkan Jumlah Kunjungan Wisman

Yuniati Turjandini 06 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID-Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2023 mencapai 865,81 ribu kunjungan, atau meningkat signifikan  276,31% secara year on year (yoy). Sementara itu, untuk menarik  kunjungan wisman memerlukan strategi jangka panjang. Wisman pun hanya akan datang apabila faktor seperti keamanan, destinasi dan atraksi terpenuhi. Direktur Eksekutif Segara Research Intitute Piter Abdulah menilai, kunjungan wisman untuk daerah seperti Bali memiliki peran yang sangat besar. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Bali lebih dari 50%. Sementara  wisman berkontribusi terhadap pariwisata Bali juga lebih dari 50%. Itu sebabnya Bali menjadi daerah yang paling terdampak oleh pandemi dan sulit bangkit kembali. Daerah yang juga memiliki kontribusi besar adalah Yogyakarta. Tapi Yogyakarta tidak terlalu bergantung pada wisman. "Semua harus direncanakan dan diimplementasikan dalam satu paket yang utuh. Indonesia punya banyak destinasi, tapi yang punya atraksi menarik tidak banyak. Ada yang punya destinasi dan atraksi, namun tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai. Ini semua harus diperbaiki. Saya kira strategi dan program pemerintah  menciptakan destinasi baru yang diluar Bali sudah cukup baik. Tapi harus dilengkapi dengan upaya-upaya yang lebih terintegrasi," jelas dia. (Yetede)

Inflasi Reda, tapi Risiko El Nino Perlu Diwaspadai

Yuniati Turjandini 06 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Tekanan inflasi kian mereda dalam tiga bulan terakhir, dengan laju inflasi terus menurun dari 5,47% pada Februari 2023 secara year on year (yoy) menjadi 4% pada Mei lalu. Namun resiko fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan perlu diwaspadai, karena bisa mendorong harga pangan naik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi secara bulanan atau month to month pada Mei 2023 sekedar 0,09%. Sedangkan inflasi year to date (ytd) pada bulan lalu sebesar 1,10%. "Jika dilihat secara series, inflasi Mei 2023 secara bulan ke bulan lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang 0,33% dan dari Mei 2022 yang sebesar 0,40%. Komoditas penyumbang inflasi bulanan terbesar antara lain adalah bawang merah (0,03%), daging ayam ras (0,03%),ikan segar (0,02%), telur ayam ras (0,02%), rokok kretek filter (0,02%), dan bawang putih (0,02%)," ucap Deputi Bidang Statistik Disribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida  di kantor BPS Jakarta, Senin (5/6/2023). Pudji menjelaskan, bila dilihat secara kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,48% dan memberikan andil 0,13% yang pada Mei 2023. Sedangkan kelompok pengeluaran yang sedang mengalami deflasi adalah kelompok pakaian dan alas kaki dengan deflasi sebesar 0,46% dan memberikan andil deflasi 0,02% pada Mei 2023. (Yetede)

Masyarakat Indonesia Suka Ponsel di Bawah Harga Rp 3 Juta

Yuniati Turjandini 06 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Masyarakat Indonesia menyuikai ponsel pintar (Smartphone) dengan harga paling murah dan berfitur mumpuni di bawah harga US$ 200 atau Rp 3 jutaan (pemula entry-level) pada kuartal I-2023. Perangkat pada segmen tersebut  berkontribusi mencapai 76% terhadap keseluruhan pasar, selain masih dominannya merek-merek asal Tiongkok di Tanah Air  yang dikenal dengan harga relatif terjangkau. Dalam enam besar merek ponsel terlaris yang dirilis oleh lembaga riset pasar teknologi counterpoint Reserach, lima merk asal Tiongkok, yakni OPPO, Vivo, Realme, Xiaomi, dan Infinix (Hong Kong), mampu menguasai  74,5% pangsa pasar (market share) di Tanah Air. Samsung dari Korea Selatan, serta merek lain, termasik iPhone (Apple asal Amerika Serikat) yang dikenal premiun dan merek lokal Advan mengambil porsi sisanya. Head of corporate communication Erajaya Group Djunadi Satrio mengatakan, dari faktor eksternal,  pihaknya melihat aktivitas manusia yang kembali pulih pasca pandemi yang akan memunculkan kebutuhan untuk memiliki smartphone baru dalam menemani produktivitas dan pengabdian momen penting. Selain itu, juga mendapat dukungan para mitra dari prinsipal brand smartphone yang terus memperkenalkan produk baru yang menyasar semua segmen yang ada. (Yetede)

Teknologi Cloud Ciptakan Efisiensi dan Peluang Bisnis Industri Media

Yuniati Turjandini 06 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Teknologi cloud diyakini dapat menciptakan peluang bisnis, efisiensi, serta kualitas yang mumpuni bagi industri media dan hiburan di Tanah Air. Bagi industri media dan hiburan di Tanah Air industri cloud berperan  penting untuk mempertahankan efisiensi, kualitas, dan pengalaman pengguna dalam mengakses konten. Sedangkan bagi pengguna teknologi cloud memberikan peluang  untuk menikmati layanan konten yang lebih beragam dan variatif. Ketua Umum Indonesia Digital Association (IDA) Dian Gemiano mengatakan, konten-konten video kini telah menjadi  segmen terbesar di industri media dan hiburan di Tanah Air yang tengah bertransformasi. "Teknologi cloud memainkan peran penting untuk mempertahankan  efisiensi, kualitas dan pengalaman pengguna dalam mengakses konten. IDA akan berkolaborasi semakin erat dengan pelaku industri media & hiburan lokal guna mendorong inovasi di cloud dan menjeljahi lebih banyak peluang demi kebrhasilan bersama," kata Dian dalam keterangan persnya, dikutip Snein (5/6/2023). Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Arifin Asydhad, sekaligus pemimpin redaksi Kumparan.com menambahkan, dengan mengadopsi teknologi cloud para editor dapat menghadirkan digitalisasi untuk menunjang produksi maupun distribusi konten. (Yetede)

Biaya Operasional Gerus Laba, Medco Masih Konsolidasi

Yuniati Turjandini 06 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Kinerja PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) diperkirakan konsolidasi pada  tahun ini, menyusul hasil laba bersih kuartal 1-2023 sebesar US$ 82,1 juta, terkoreksi 8,9% (yoy) atau turun 36,9% (qoq). Biaya operasional yang lebih tinggi menggrogoti laba bersih periode ini dibawah ekpektasi analis. Analis Ciptadana Sekuritas  Arief Budiman mengungkapkan, turunnya laba bersih Medco disebabkan oleh melonjaknya beban pokok pendapatan menjadi US$ 325, juta. Meningkat 40,5% (YoY) dan naik 99,4% (QoQ). Selain itu, biaya operasional (opex) tercatat US$54,1 juta atau naik 30,4% (YoY), namun turun 17,4% (QoQ). "Laba bersih kuarta;l I-2023 dibawah ekspektasi kami dan konsensus, hanya memenuhi 17-20% dari perkiraan setahun penuh 2023. Padahal pendapatan periode ini masih lebih kuat di US$ 558,1 juta, naik 18,4% (YoY) terutama didukung oleh peningkatan volume minyak dan gas sebesar  sebesar 29,9% menjadi 165 MBOEPD, dan sejalan dengan ekspektasi Kami  yakni 25% dari estimasi sepanang 2023," papar ARief dalam publikasinya. (Yetede)

Inka Baru Bisa Produksi 2025 Impor 12 Trainset KRL Berlanjut

Yuniati Turjandini 06 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan rencana impor 12 trainer (rangkaian kereta) untuk Kereta Rel Listrik (KRL) dari Jepang tetap akan dilakukan, mengingat produksi PT Inka (Persero) baru bisa dilakukan 2025. Kementerian BUMN menyiapkan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 3 triliun untuk membantu pemodalan Inka agar bisa memproduksi KA  tahun 2025. Keputusan untuk menyuntik dana di Inka ini juga disepakati bersama ditingkat kementerian. "Ketika kami rapat dengan Kementerian Perhubungan, Menko Marves, dan Menteri Perindustrian setelah kami memetakan memang harus ada yang namanya penambahan modal dari Inka sendiri untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan kereta api untuk gerbong-gerbong barunya," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam repat  besama Komisi VI DPR RI, di Jakarta Seninm (05/06/2023). Lebih jauh Ericik menjelaskan, Inka sudah memiliki pabrik berkualitas. Salah satunya, kata dia, di Banyuwangi yang bekerja sama dengan perusahaan Swiss Stedler untuk menyuplai kebutuhan gerbong kereta api di Asia Tenggara. "Ini yang tentu harus kita dorong sehingga penyehatan dari Inka ini membutuhkan penambahan Rp 3 triliun, sehingga terjadi ekulibrilum antara produksi gerbong dan juga peningkatan-peningkatan jumlah kereta. Kalaupun ada impor, seminimal mungkin yang kita minta karena itu hanya menutupi gap  kebutuhan 6-7 bulan ke depan," tuturnya. (Yetede)

Perum Bulog Harus Tetap Pacu Serapan Beras Domestik

Yuniati Turjandini 06 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog 31 Mei 2023 mencapai 515,381 ton, jauh lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya yang sempat diposisi terendah sebesar 220 ribu ton per akhir Maret 2023. Meski meningkat, stok CBP itu masih dibawah level aman 1,2-1,5 juta ton, karena Bulog selain harus operasi  pasar juga mesti menyalurkan bantuan pangan. Karena itu, pemerintah meminta Bulog tetap memacu serapan beras domestik guna meningkatkan stok CBP, sambil pararel melakukan pengadaan dari luar negeri demi mengantisipasi dampak El Nino. Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, Beras CBP di Bulog disalurkan untuk empat kegiatan, yakni Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau operasi pasar, tanggap darurat (bencana), golongan anggaran, dan bantuan pangan. Per Mei 2023, penyaluran besar SPHP tembus 578,054 ton, tanggap darurat 1.672 ton, dan bantuan pangan (beras bagi 21,35 juta keluarga penerima  manfaat/KPM) 407,340 ton. Stok CBP dipenuhi dari pengadaan  dalam negeri dan impor. "Stok beras di Bulog total ada 566,835 ton dengan CBP sebesar 515.381 ton, pengadaan dalam negeri 544,502 ton. Dengan kondisi seperti itu, perlu penguatan bersama sehingga target serapan dapat tercapai. Karena sesuai arahan Presiden Joko Wiodo, kita diminta untuk menyalurkan bantuan pangan beras, ini intrusmen stabilitas harga pangan hulu-hilir," jelas ARief saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi DPR Senin (05/06/2023). (Yetede)

Subsidi kendaraan Listrik dan Kritik Anies

Yuniati Turjandini 06 Jun 2023 Tempo

Baru-baru ini, Anies mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi yang memberi subsidi untuk kendaraan listrik (mobil dan sepeda motor listrik). Anies menyebutkan subsidi itu bukanlah solusi atas masalah lingkungan (polusi udara dan ledakan emisi karbon) dan salah alamat, karena diberikan kepada masyarakat yang tidak membutuhkan. Untuk menopang kritiknya, Anies memaparkan bahwa kendaraan listrik tidak menggantikan (substitusi) kendaraan konvensional berbahan bakar minyak (BBM), yang diparkir di garasi-garasi masyarakat. Anies bahkan menyatakan emisi karbon per kilometer per kapita dari mobil listrik lebih tinggi dibanding bus dengan BBM. Subsidi untuk kendaraan listrik oleh pemerintahan Jokowi agar kampanye penggunaan kendaraan listrik makin bergema di masyarakat serta tampak di jalan-jalan raya. Ini tren dunia, ketika penggunaan kendaraan listrik dianggap sebagai jawaban atas masalah emisi karbon yang dimuntahkan kendaraan berbahan bakar minyak. Agar tumbuh kesadaran ihwal urgensi kendaraan listrik, pemerintah harus turun tangan. Tidak semata menjalankannya di kantor-kantor instansi pemerintah, tapi juga mendorong masyarakat (perkotaan) menggunakan mobil dan sepeda motor listrik.

Obyek subsidi adalah barang, alias sepeda motor dan mobil listrik, bukan warga negara. Jadi, siapa pun orangnya, kaya atau miskin, dapat membeli sepeda motor dan mobil listrik dengan harga yang disubsidi pemerintah. Besarannya Rp 7 juta untuk satu unit sepeda motor listrik dan Rp 25-35 juta hingga Rp 70-80 juta untuk satu unit mobil listrik, tergantung mereknya. Dana itu ditanggung pemerintah. Itulah subsidi, yakni dana yang disiapkan khusus oleh pemerintah untuk mendukung kendaraan listrik. Dalam ekonomi, ini disebut proteksionisme. Subsidi kendaraan listrik diberlakukan tidak menyasar golongan tertentu, tapi berkepentingan menjadikan jalan-jalan di kota-kota besar negeri kita sedikit demi sedikit dijejali kendaraan listrik. Inilah subsidi, proteksionisme terhadap lingkungan yang absah. Institute for Essential Services Reform (IESR) memperkirakan, jika kendaraan listrik digunakan lebih massal, rata-rata emisi karbon per km akan turun 25 %, dari 252 gram karbon per km menjadi 188 gram per km, dengan asumsi rata-rata per 200 ribu kilometer operasi. Dengan skenario ini, emisi akan turun 33 % pada 2030.

Kritik Anies yang menyatakan "emisi karbon per kapita per kilometer dari mobil listrik lebih tinggi  ibanding bus berbahan bakar minyak" benar sebagian. Sebab, faktor pembaginya lebih besar. Jumlah orang atau penumpang yang naik bus dengan BBM, katakanlah 55 orang, jauh lebih banyak dibanding mobil listrik, yang berkapasitas maksimal 6-8 orang. Komparasi Anies ini benar jika tujuannya menegaskan bahwa subsidi sebaiknya diberikan untuk kendaraan umum, bukan kendaraan listrik yang notabene kendaraan pribadi. Tapi logika ini sesat karena emisi mobil listrik seharusnya dibandingkan dengan emisi mobil BBM, bukan bus BBM. Ini mirip "berbohong dengan statistik". Kritik Anies itu semestinya ditanggapi secara wajar oleh menteri-menteri di Kabinet Indonesia Maju. (Yetede)


Ambisi Menurunkan Rasio Utang

Yuniati Turjandini 06 Jun 2023 Tempo

Pemerintah terus berupaya mengendalikan dan menurunkan tingkat utang serta memastikan kapasitas pembayaran utang selalu terpenuhi. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, mengatakan pemerintah selalu berkomitmen mengelola utang secara hati-hati, kredibel, dan terukur, termasuk dalam mengelola kewajiban utang yang jatuh tempo. “Pemerintah terus memastikan untuk memenuhi seluruh kewajiban utang yang jatuh tempo secara tepat waktu dan tepat jumlah, serta pemerintah memiliki kapasitas untuk memenuhinya,” kata Suminto kepada Tempo, kemarin, 5 Juni 2023. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah pada April 2023 mencapai Rp 7.848,89 triliun. Jika dirinci, jumlah utang pemerintah yang jatuh tempo dalam satu hingga lima tahun ke depan mencapai Rp 2.606 triliun, dengan posisi utang jatuh tempo dalam satu tahun naik 7,91 %, tiga tahun naik 24,1 %, dan lima tahun naik 42,1 %.

Suminto mengatakan, dari sisi upaya pengendalian utang, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kinerja APBN, baik dari sisi penerimaan maupun belanja, untuk menjaga defisit anggaran. “Selain itu, pemerintah terus mengembangkan skema-skema pembiayaan kreatif, seperti kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) serta blended financing, sebagai alternatif pembiayaan utang,” ucapnya. Menkeu Sri Mulyani berujar pemerintah menargetkan tren penurunan rasio utang terhadap PDB terus berlanjut. “Kami berharap rasio utang bisa turun lagi ke level 38 % pada 2024,” ucapnya. Terlebih, konsolidasi fiskal Indonesia dalam tiga tahun terakhir ini sudah mendekati normal setelah sempat melalui periode pandemi yang menantang. Pemerintah menargetkan rasio utang pada 2024 dapat berada di kisaran 38,07-38,97 % dari PDB. “Angka ini masih cukup aman, mengingat batas maksimal rasio utang adalah 60 % dari PDB.”  (Yetede)


Kisruh Penerapan Ujicoba Tol Nirsentuh Memanas

Hairul Rizal 05 Jun 2023 Kontan (H)

Ujicoba pembayaran tol nirsentuh atawa multi lane free flow (MLFF) 1 Juni lalu batal. Alasan yang mencuat adalah sistem MLFF yang memakai deteksi kendaraan dengan satelit atau Global Navigation Satellite System (GNSS) tak bisa membaca lalu lalang mobil di jalan tol hingga 100%. Alat yang digadang-gadang akan membaca lalu lintas kendaraan di jalan tol 80% saja. Ini pula yang membuat Badan Usaha Milik Jalan Tol (BUJT) meragu keandalan alat kontraktor, yaitu Roatex Zrt dari Hunggaria. Ketidakandalan itu, sama artinya hanya bisa menjamin 80% pendapatan masuk ke BUJT. Adapun 20% sisanya berpotensi lost. Potensi kehilangan ini yang membuat sistem MLFF gagal ujicoba. Di sisi lain, pemerintah juga harus membayar US$ 80 juta, setara Rp 1,2 triliun (kurs Rp 15.000/US$) kepada kontraktor yang membangun MLFF, yakni Multi Contact Zrt yang dipilih Roatex Zrt, induk usaha PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). Beda dengan Eropa, di Indonesia banyak kendaraan nomor khusus, seperti kendaraan TNI/Polri dan kendaraan anggota DPR. Sumber KONTAN bilang, kendaraan khusus ini sulit dibaca sistem MLFF. Belum lagi jika kendaraan yang memalsukan nomor polisi, yang tentu sulit dibaca sistem MLFF. Operator jalan tol berharap ujicoba MLFF ditunda sampai solusi ditemukan. Selain MLFF, di Indonesia ada sistem jalan tol nirsentuh berbasis radio frequency identification (RFID) dan dedicated short range communication (DSRC). Sistem ini bisa mencatat sampai 99,9% trafik.

Pilihan Editor