PEMBIAYAAN BIRU : ADB Danai Pengolahan Limbah Plastik
Asian Development Bank (ADB) memberikan dukungan pada proyek industri pengolahan limbah plastik yang bakal berdiri di Kawasan Industri Kendal (KIK). Fasilitas pabrik milik PT Alba Tridi Plastics Recycling Indonesia tersebut diproyeksikan mampu mendaur ulang hingga 48.000 ton limbah botol plastik setiap tahunnya.Jackie Surtani, Development Bank Director Private Sector Operations Department, menyebut proyek tersebut menjadi yang pertama kali dilakukan tak cuma di Jawa Tengah ataupun di Indonesia, tapi juga di dunia.
ADB sendiri memiliki program Blue SEA Finance Hub yang dimulai sejak November 2021. Program ini secara khusus menyasar pengembangan ekonomi di kawasan Asia Tenggara dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan atau sustainability. Ada dua prioritas yang dituju ADB melalui program tersebut. Pertama, untuk mendorong keberlanjutan dan konservasi laut di kawasan Asia Tenggara. Kedua, menjadi katalis bagi arus investasi baik dari sektor publik maupun swasta untuk mendukung proyek ekonomi biru tersebut.
Beberapa program utama yang dijalankan antara lain upaya peningkatan ketahanan kawasan pesisir, upaya penanganan limbah plastik di laut, serta pembiayaan ekonomi biru yang meliputi usaha perikanan hingga pariwisata.Owner sekaligus Chairman Alba Group Asia Axel Schweitzer mengungkapkan ada sekitar 8—12 juta ton plastik yang berakhir di laut.
BANTUAN PANGAN : Performa Apik Penyaluran Cadangan Beras Jabar
Penyaluran bantuan cadangan pangan beras bagi 4,42 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang terbagi atas dua tahapan di Jawa Barat telah mencapai 100%. Kini, tahap ketiga penyaluran cadangan beras itu ditargetkan tuntas pada 20 Juni. Penyaluran bantuan pangan yang dikoordinasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat bersama Perum Bulog Wilayah Jawa Barat dan PT Pos Indonesia Regional 2 dan 3 Wilayah Jawa Barat ini merupakan bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah .Kepala DKPP Jabar Moh. Arifin Soedjayana mengatakan bahwa Badan Pangan Nasional memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk penyaluran pangan dan PT Pos Indonesia sebagai transporter sampai ke titik bagi penerima manfaat.
Sementara itu, Executive Vice President PT Pos Indonesia Regional III Bandung Fahdian Yunardi Hasibuan menargetkan proses salur bantuan pangan beras pada seluruh KPM di Jabar tuntas pada 20 Juni.“100% insyaallah. Sekarang rata-rata per hari kami menyalurkan 450 ton ke 22 kabupaten/kota yang menjadi kewenangan kami,” katanya.
Pihaknya juga telah menetapkan tempat terdekat untuk memudahkan KPM. Bahkan, titik itu tak hanya di kelurahan atau desa, melainkan juga pada beberapa lokasi titik bagi dilakukan sampai ke tingkat RW.
Kepala Kantor Wilayah Bulog Jawa Barat Muhammad Attar Rizal menambahkan pihaknya telah menyiapkan 65.000 ton beras untuk percepatan program ini. Pihaknya juga menjamin bahwa ketersediaan beras cadangan cukup untuk dua bulan ke depan jika terjadi perpanjangan program.
Sejumlah Wilayah Berpotensi Kekeringan
BMKG memprediksi fenomena iklim El Nino dan Indian Ocean Dipole akan muncul bersamaan serta semakin menguat pada semester II-2023. Akibatnya, Indonesia berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal dan kekeringan di beberapa wilayah. Wilayah yang berpotensi kekeringan ialah Jawa, Nusa Tenggara, sebagian besar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Musibah kekeringan akibat fenomena iklim El Nino serta Indian Ocean Dipole (IOD) terakhir kali terjadi pada Juli-Oktober 2019. BMKG mencatat, ketika fenomena El Nino dan IOD terjadi pada 2019, sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, dan Papua mengalami curah hujan di bawah normal. Oleh karena itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memprediksi dampak yang sama bakal terjadi mulai paruh kedua tahun ini.
”BMKG mendeteksi IOD semakin menguat ke arah positif saat ini. Pada tahun 2019 kekeringan terjadi akibat El Nino lemah yang diikuti dengan IOD positif,” kata Dwikorita saat konferensi pers secara daring, Selasa (6/6). El Nino dan IOD merupakan fenomena global yang memberikan pengaruh terhadap curah hujanyang terjadi diwilayah Indonesia. Keduanya saat ini mengarah pada kondisi yang mengakibatkan wilayah Indonesia menjadi lebih kering. ”Jadi, keduanya saling menguatkan kondisi tersebut. Ini perlu disampaikan perkembangannya,” lanjut Dwikorita. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menambahkan, musim kemarau sudah mulai masuk 60-70 % di wilayah Indonesia. Hal ini ditandai dengan berkurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Bali, Jawa, dan Nusa Tenggara. Kondisi tersebut perlu diwaspadai dan segera memodifikasi cuaca di tempat yang akan terdampak. (Yoga)
Belum Lewat Bursa, Transaksi Perdagangan Karbon Akan Tertutup
<!-- /* Font Definitions *
Perdagangan karbon di Indonesia belum melalui bursa karbon, tetapi lewat aplikasi penghitungan dan pelaporan emisi gas rumah kaca, Apple Gatrik. Transaksinya juga dilakukan secara tertutup antar pengusaha pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU batubara. Skema tersebut dinilai bisa memicu transaksi fiktif dan menghambat upaya edukasi masyarakat. Menkeu Sri Mulyani mengatakan, sebanyak 99 PLTU batubara akan mengikuti perdagangan karbon pada 2023. Jumlah itu setara dengan 33.565 megawatt atau 86 % total kapasitas PLTU di Indonesia. Faktor jumlah karbon dioksida ekuivalen (CO2e) setiap PLTU akan dimasukkan bertahap dalam sistem perdagangan karbon.
”Saat ini, sistem perdagangan karbon baru diterapkan di sektor energi. Para pengusaha PLTU akan melakukan trading melalui Apple Gatrik, belum melalui bursa karbon. Mereka juga akan melaksanakan transaksi secara tertutup,” ujarnya dalam webinar Green Economy Forum 2023 yang diselenggarakan Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (6/6). Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Rabu (3/5), seusai rapat tertutup di Istana Merdeka, menyebut bahwa perdagangan karbon akan dilaksanakan di bursa karbon Indonesia. Selain energi, perdagangan karbon juga akan melibatkan sektor kehutanan dan industri. (Yoga)
Eksplorasi Sumur Baru Perlu Jadi Prioritas
Target lifting minyak bumi tahun 2024 diproyeksikan berkisar 615.000-640.000 barel per hari. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan target tahun 2023 yang sebesar 660.000 barel per hari. Direktur Eksekutif Energy Watch Daymas Arangga, Selasa (6/6/2023), di Jakarta mengatakan, target lifting minyak bumi hingga 1 juta barel per hari pada 2030 tak akan pernah tercapai kalau Indonesia tidak serius dalam menemukan sumur-sumur baru melalui eksplorasi secara signifikan. (Yoga)
Pertamina Catat Laba 3,81 Miliar Dollar AS
PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar 3,81 miliar dollar AS pada 2022 atau terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Selasa (6/6/2023), di Jakarta, mengatakan, optimalisasi biaya dan digitalisasi menjadi kunci peningkatan kinerja Pertamina. Di sektor hulu, Pertamina mengoptimalisasi 65 blok berisi total 27.000 sumur migas, dengan optimalisasi biaya mencapai 3,27 juta dollar AS pada 2021-2022. ((Yoga)
INDUSTRI PERFILMAN, Kemenparekraf Wacanakan Insentif
Kemenparekraf mewacanakan insentif untuk mendukung kelangsungan industri perfilman nasional. Skema yang tengah dibahas, berupa promosi dan insentif pajak untuk menutup ongkos produksi film. ”Kami sudah mengajukan anggaran (kepada Kemenkeu) untuk keperluan insentif bagi industri perfilman. Skema insentif kami pilih agar memudahkan proses produksi,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno, di Jakarta, Selasa (6/6). Pemerintah mengucurkan anggaran untuk sejumlah sektor yang terdampak pandemic Covid-19, termasuk perfilman, guna mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pada 2021, dana yang digelontorkan mencapai Rp 116 miliar. Sementara pada tahun 2022, dana PEN untuk industri perfilman turun menjadi Rp 75 miliar.
Kali ini Kemenparekraf mewacanakan lagi insentif untuk industri perfilman. Sandiaga memberikan ilustrasi, apabila ada film yang diproduksi di destinasi wisata, film itu secara tak langsung mendukung promosi industry pariwisata. Maka, pemerintah akan memberikan insentif, tidak hanya berkaitan dengan biaya promosi atau produksi, tetapi juga rabat atau potongan pajak yang didapat untuk menutup biaya produksi. Menurut Sandiaga, dana PEN untuk sektor perfilman tahun 2021-2022 menjadi stimulus yang positif bagi industri perfilman nasional. Contohnya, pada tahun 2022, jumlah penonton film Indonesia mencapai 54 juta penonton, pertama kalinya dalam sejarah perfilman Indonesia. ”Kami akan sangat mendorong agar destinasi-destinasi pariwisata unggulan bisa ditampilkan dalam film. Akan tetapi, skema insentif (jika jadi diterapkan) akan berlaku ke semua film, tak harus yang mengangkat suatu destinasi pariwisata,” katanya. (Yoga)
Sulut Siapkan Dana Darurat Tanggulangi ASF
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan dana tanggap darurat untuk mencegah masuknya flu babi Afrika (ASF) dari daerah wabah. Anggaran dimanfaatkan, antara lain, untuk operasionalisasi personel di perbatasan dengan Gorontalo dan pemusnahan babi dan daging babi terinfeksi. Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Steve Kepel, Selasa (6/6/2023), belum merinci besaran dana itu. Ia menyebut dana tanggap darurat ditetapkan sesuai aturan. (Yoga)
Rugi Triliunan Rupiah karena Perubahan Iklim
Perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir merugikan warga di Jawa Tengah. ”Dampak perubahan iklim di Jateng terakhir kali dihitung oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Akumulasi kerugian yang ditanggung akibat perubahan iklim dari tahun 2020 sampai 2024 diperkirakan mencapai belasan triliun rupiah,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jateng Sujarwanto Dwiatmoko, Selasa (6/6/2023) di Semarang. (Yoga)
Gaet Investor, Balikpapan Inisiasi Forum Investasi
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Balikpapan menginisiasi Forum Investasi Zona Alur Laut Kepulauan Indonesia atau ALKI II. Forum ini bertujuan menggaet investor berinvestasi di sekitar alur laut sehingga mendongkrak pertumbuhan ekonomi Balikpapan dan sekitarnya. Kabid Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan PelayananTerpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan Elok Elvia di Balikpapan, Selasa (6/6) mengatakan, inisiatif itu muncul dari diskusi pemerintah dengan para pengusaha. Salah satu pembahasannya ialah sepinya ALKI II dibandingkan ALKI I. ALKI II meliputi jalur lintas perairan Laut Sulawesi, Selat Makassar, Selat Lombok, dan Laut Flores. Alur ini menghubungkan lalu lintas pelayaran dan perdagangan internasional dari Afrika ke Asia Tenggara dan Jepang, serta dari Australia ke Singapura, China, dan Jepang, atau sebaliknya.
Elok mengatakan, ALKI II punya banyak potensi untuk dilewati. Selain itu, jarak tempuh dari Australia ke China atau Australia ke Filipina juga relative lebih dekat melalui ALKI II dibandingkan ALKI I. ”Mungkin potensi yang tampak di ALKI II lebih sedikit, makanya kapal-kapal tersebut melalui ALKI I. Untuk itu, kami menginisiasi (mengumpulkan) 11 provinsi, terdiri atas 188 kabupaten/kota, di Zona ALKI II untuk menawarkan profil investasi masing-masing kepada investor,” kata Elok. Forum bertajuk ALKI II Zone Investment Forum 2023 itu, menurut rencana, dilaksanakan akhir September atau awal Oktober 2023 di Balikpapan. Forum ini akan mengundang sedikitnya 400 investor dari dalam dan luar negeri untuk melihat profil bisnis di daerah yang berada di Zona ALKI II. Elok mengatakan, pada 22 Juni 2023, pihaknya bekerja sama dengan BKPM dan BI akan memberi pembekalan bagi pemda dalam membuat kajian investment project ready to offer (IPRO). (Yoga)









