Bank Punya Kapasitas Mumpuni Dukung Pembiayaan Berkelanjutan
JAKARTA,ID- Perbankan nasional punya kapasitas mumpuni untuk mendukung realisasi target NZE 2060. Ekspansi kredit masih menunggu terbentuknya ekosistem dan tambahan instrumen berkelanjutan. Selain itu bank perlu insentif penurunan giro wajib minimum agar likuiditasnya makin tebal. Komitmen Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam menerapkan aksi keuangan berkelanjutan (sustainability financing) cukup kuat. Setidaknya tergambar dari pertumbuhan nominal kredit berkelanjutan (sustainable finance) atau pembiayaan hijau (green finance) yang disalurkan oleh top 10 bank nasional. Nilai kredit sustainability finance yang digelontorkan 10 bank yang menguasai lebih dari 62% aset perbankan nasional tercatat mencapai Rp1.463 triliun per tahun 2022, meningkat 12,5% year on year (yoy) dari sebesar Rp1.300,7 triliun pada tahun 2021. Adapun total kredit bank yang tersalur kesemua sektor tercatat Rp4.106,1 triliun pada 2022, tumbuh 11,3% yoy dibanding total kredit bank sebesar Rp 3.690,1 triliun pada tahun 2023. Merekahnya nilai kredit berkelanjutan atau sektor yang mengusung prinsip environmental, social, and governance (ESG) yang digelontorkan perbankan Tanah Air didorong sejumlah faktor. Selain atas kesadaran pentingnya menjaga masa depan bumi, tentu saja bank punya motif bisnis untuk tujuan memacu profitabilitas. (Yetede)
Top! Brand Finance Nobatkan BRI Sebagai Brand Paling Bernilai di Indonesia
Jakarta-Konsultan brand valuation (valuasi merek) terkemuka di dunia Brand Finance mempublikasikan Brand Finance Indonesia 100 2023 yang berisikan daftar 100 merek paling bernilai dan merek paling kuat di Indonesia. Dalam publikasi tersebut, brand BRI dinobatkan sebagai brand dengan valuasi paling tinggi atau paling bernilai di Indonesia, yakni sebesar UD4,4 miliar atau setara Rp63,86 triliun (dengan kurs Rp14.850,- per US$) dan BRI mendapatkan rating AAA. BRI pun berhasil naik peringkat kedua pada tahun 2022 lalu menjadi peringkat teratas di tahun 2023. Apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, valuasi merek BRI tercatat tumbuh 15% secara yaer on year (yoy), jika ditarik lebih jauh, sejak tahun 2018 valuasi merek BRI telah meningkat secara USD1,2 miliar atau tumbuh 38%. Adapun 10 brand paling bernilai di Indonesia atau "Top 10 Most valuable Indonesia Brands" versi brand finance 100 tahun 2023, secara berturut-turut adalah BRI, Telkom Indonesia, Pertamina, Mandiri, HM Sampoerna, BCA, Gudang Garam, A Mild, PLN, dan BNI. "BRI berhasil menjadi merek dengan nilai tertinggi dan yang melekat di masyarakat. Ini bukti dari keberhasilan perseroan dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat luas," jelas Direktur Utama BRI Sunarso. (Yetede)
Semesta Berpesta Bantu UMKM Kuliner di Bekasi Raup Cuan
BEKASI,ID-Festival Musik Berpesta tidak hanya menghadirkan deretan musisi ternama Tanah Air. Sejumlah UMKM kuliner juga meraup cuan saat penjajakan kreasi makanannya di Parking Ground Summarecon Mall Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/6) dan Minggu (11/6). Pengunjung Semesta Berpesta di Bekasi dapat menikmati berbagai kuliner seru yang merupakan produk kuliner khas Bekasi. Berbagai stand kuliner seperti Cake Kers, Dimple's Cake, Secangkir Kerinduan, Bakoelan Disya, Souffle Pancake Indonesia, Sunny Chiken, minuman bettaimo, Pondok Ojolali, Eatlah, Curry Puff, Zuppa Soup, Warung Bu Erna, Koofie 82, Arana, Kay Cookings, dan Rempahloka akan hadir di area event untuk dinikmati oleh pengunjung. "Semesta Berpesta sangan membantu penjualan UMKM. jadi, memang untuk acara-acara konser seperti ini, untuk para UMKM itu menjadi naik omzetnya seperti itu dan khususnya untuk branding ke seluruh Bekasi," ujar Riska dari UMKM Bekasi bernama Kay Cookies kepada jurnalis B Universe, di Bekasi, Sabtu (10/6) siang. Berdasarkan pantauan jurnalis B Universem UMKM Bekasi yang turut berpartisipasi di Semesta Berpesta juga diikuti minuman seakan Kerinduan. Makanan yang dijual antara lain aneka macam gorengan seperti risol, onde-onde, hingga pastel yang dibandrol dengan harga mulai Rp 5 ribu. (Yetede)
Jelang Pemilu 2024, Anggaran Keamanan Siber Perlu Ditingkatkan
JAKARTA,ID-Komisi I DPR RI mengusulkan, anggaran keamanan siber yang dialokasikan untuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) harus ditingkatkan. Usulan tersebut juga didukung oleh praktisi keamanan siber. Sebab, pagu anggaran belanja 2023 yang sebesar Rp624 miliar dinilai tidak cukup. Apalagi menjelang tahun politik, Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Tambahan anggaran tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan mitigasi BSSN dalam meningkatkan keamanan siber. Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha mengatakan, dengan tambahan anggaran tersebut, BSSN akan lebih memiliki keleluasaan untuk bergerak, serta dapat lebih dalam memberikan bantuan untuk melakukan pengecekan serta pemantauan sistem keamanan siber. "Permintaan tambahan anggaran siber untuk BSSN merupakan sebuah langkah yang perlu segera disetujui oleh DPR karena banyaknya tugas yang harus dilakukan oleh BSSN selaku koordinator keamanan siber nasional dalam rangka mengamankan Pemilu Serentak 2024 dari serangan siber," kata Pratama kepada Investor Daily, Minggu. (Yetede)
Tekan Biaya Logistik Agar Perekonomian dan Daya Saing RI Meningkat
Transformasi layanan publik berbasis teknologi dibidang ekspor dan impor perlu terus diakselerasi. Ini perlu dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan daya saing Indonesia yang masih terkendala oleh tingginya biaya logistik. Pemerintah memiliki pekerjaan rumah bagi Indonesia untuk memeratakan competitivenes index di tiap daerah. Sebab, tingginya biaya logistik terkendala oleh luasnya wilayah Indonesia dan kondisi negara yang berbentuk kepulauan. Berdasarkan Logistic performance Index (LPI) tahun 2023 yang dipublikasikan Bank Dunia, Indonesia kalah dibandingkan banyak negara yang justru semakin maju. Dari 139 negara, Indonesi menempati peringkat ke 263, kalah dari sejumlah negara Asean lainnya yang kondisi geografisnya tidak serumit Indonesia. Ada enam dimensi yang dihitung dalam LPI, yakni costums, infrastructure, international shipment, logisctics competence dan quality, timelines, serta tracking and tracing. Dari keenam itu, terdapat empat indikator di Indonesia yang mengalami penurunan yakni dimensi timelines tracking and tracing, international shipment, serta logistics competence and quality. "Saya berharap kita bisa terus memperbaiki sistem ini, sehingga Indonesia memiliki sistem logistik yang betuk-betul makin kompetitif. Sebab, logistics performance index Indonesia tahun ini kalah dibanding banyak negara yang justru makin maju,"kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, akhir pekan lalu. (Yetede)
Pasar Saham Berpotensi Masuk Zona Bullish
JAKARTA,ID- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi melanjutkan penguatan pekan ini di rentang 6.643-6.773, setelah pekan lalu naik 0,9% ke level 6.694. Hal ini ditopang kemungkinan anak bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan dan sejarah IHSG yang selalu naik pada bulan Juni. Pelaku saham kini menanti data inflasi AS yang akan keluar Selasa (13/6/2023). Sejumlah kalangan menafsirkan inflasi AS Mei 2023 turun, kendati masih jauh diatas target The Fed sebesar 2%. Ini bisa mendorong indeks ke zona bullish, lantaran memperkuat potensi The Fed mempertahankan suku bunga acuan, The Federal Funds Rate (FFR), di level 5-5,25%. Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menyatakan, IHSG secara teknikal diproyeksikan menguat sambil menanti data makro ekonomi global maupun domestik. Dari domestik ekspor menantikan data indeks keyakinan konsumen Mei 2023 sekaligus data penjualan ritel April 2023 penjualan Mobil Mei. Pelaku pasar, kata dia, juga menanti data neraca perdagangan yang diproyeksi surplus sepanjang Mei 2023. "Surplus neraca perdagangan menandakan perekonomian nasional resilent terhadap faktor eksternal yang belakangan ini cenderung tidak pasti," jelas Nafan kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede).
Risiko Terhadang Stasiun Padalarang
RANGKA baja yang membentuk struktur utama Stasiun Padalarang di Bandung Barat, Jawa Barat, sudah berdiri sempurna. Saat disambangi Tempo, Sabtu lalu, 10 Juni 2023, bentuk fisik stasiun dengan atap yang membentuk gelombang itu sudah terlihat dari susunan rangka baja yang menjadi struktur bangunan tersebut. Namun rangka-rangka baja itu mayoritas belum berlapis dinding.
Stasiun yang digarap kontraktor China Railway Group Limited (CREC) Indonesia itu memanjang dari area kedatangan penumpang hingga menutupi rel. Bisingnya aktivitas yang terdengar sedari pintu masuk menandakan proses konstruksi perhentian kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut belum rampung. Pada tengah hari, Tempo sempat melihat uji coba rangkaian kereta cepat di jalur khusus Padalarang tersebut. Seorang petugas kebersihan membenarkan bahwa pengujian itu berjalan beberapa kali sehari. “Tidak menentu lewatnya. Kadang sehari dua atau tiga kali,” ujarnya.
Area konstruksi stasiun sepur kencang itu mencakup lahan seluas 12.748 meter persegi, mencakup gedung utama, dua peron, dan empat jalur yang melintasinya. Stasiun anyar itu dibangun bersebelahan dengan stasiun kereta api Padalarang yang pernah melayani rute Padalarang-Cianjur, sebelum berhenti beroperasi pada 2013. Kedua stasiun ini hanya dipisahkan oleh sebuah bangunan yang akan dijadikan ruang tunggu penumpang. (Yetede)
Kejar Tayang Kereta Cepat
Jokowi Menempati Posisi Sentral
Pengaruh Presiden Jokowi tengah diperebutkan Ganjar Pranowo, capres dari PDI-P, dan Prabowo Subianto, capres dari Gerindra. Di tengah kondisi itu, Golkar dinilai juga bisa menentukan. Pengaruh Presiden Jokowi yang juga kader PDI-P ini tengah menempati posisi sentral. Dukungan itu penting bagi bakal calon presiden Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Di beberapa kegiatan keduanya, Presiden Jokowi menempati posisi penting, atau setidaknya kedua bakal capres itu menampilkan dirinya sebagai replika politik Jokowi. Tujuannya, untuk memperoleh keuntungan elektoral. Di hadapan para sukarelawan, Ganjar, bakal capres dari PDI-P, memunculkan nama Presiden Jokowi dan sepak terjangnya di pemerintahan. Hal itu ia sampaikan saat menerima dukungan dari sejumlah purnawirawan TNI AD dan TNI AU serta Polri di acara deklarasi Relawan Gapura Nusantara (RGN), di Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (10/6).
Ganjar menyampaikan apresiasinya terhadap rekam jejak Presiden Jokowi yang disebutnya sebagai mentor dalam pemerintahan. Bahkan, menurut Gubernur Jateng ini, kekalahan di sejumlah daerah saat pilpres lalu tak mengubah sikap Jokowi saat menjadi presiden. ”Pak Jokowi sudah mewujudkan mimpi pendiri bangsa agar ekonomi kita betul-betul berdikari,” kata kader PDI-P ini. Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina RGN Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh menyatakan, Ganjar mampu melanjutkan program Jokowi. Lewat deklarasi, ia mengajak para sukarelawan memenangkan Ganjar. Pelibatan Presiden Jokowi dalam pengusungan Prabowo sebagai bakal capres pun diungkap Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, seusai acara konsolidasi saksi tempat pemungutan suara Partai Gerindra di Jaktim, Sabtu.Menurut dia, pada Jumat (9/6) Prabowo menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan untuk membahas pemerintahan, khususnya terkait tugas Prabowo sebagai Menhan. Dasco mengatakan tidak menutup kemungkinan di pertemuan itu keduanya juga membahas soal pilpres. (Yoga)
Korban TPPO Enggan Melapor
Berdasarkan investigasi Serikat Buruh Migran Indonesia, intimidasi hingga lambannya penanganan kasus membuat korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO enggan melapor. Tanpa perbaikan penegakan hukum, TPPO sulit diberantas. Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Hariyanto Suwarno menyebut, terdapat lima faktor penyebab korban TPPO enggan melapor. ”Kebanyakan korban tidak melapor karena pelakunya adalah orang dekat, seperti keluarga,” ujarnya saat dihubungi dari Indramayu, Jabar, Sabtu (10/6). ”Akhirnya, korban TPPO tidak mau melapor karena khawatir keluarganya diproses hukum. Jadi, orang dekatnya juga rentan,” katanya. Selain intimidasi melalui orang dekat, pelaku juga acap kali menawarkan uang ”damai” agar korban tidak melapor atau mencabut laporannya di polisi. Faktor kedua adalah penanganan kasus yang berbelit-belit dan lama. Korban pun menjadi jenuh karena harus menjalani pemeriksaan berkali-kali. SBMI mencatat, terdapat 18 laporan pengaduan terkait TPPO di sejumlah daerah dengan 109 korban mandek di kepolisian.
Alasan ketiga adalah perspektif sejumlah penegak hukum yang tak responsif terhadap korban. Sering kali, katanya, korban dipojokkan penyidik. Akhirnya, korban, terutama pada kasus pemerkosaan, memutuskan tidak melanjutkan pelaporannya karena trauma. ”Faktor keempat, ada dugaan, penyidik ’bermain-main’ dengan kasus TPPO ini. Temuan SBMI di lapangan, banyak pelaku yang dilaporkan berusaha menghambat proses hokum melalui penyidik,” kata Hariyanto. Terakhir, ujarnya, penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim, belum sepenuhnya memahami UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO. Aparat, misalnya, tidak menerapkan aturan itu pada kasus TPPO. Padahal, korban direkrut secara ilegal dan tereksploitasi. Oleh karena itu, Hariyanto mendorong para penegak hukum menerapkan UU No 21 Tahun 2007 terhadap pelaku TPPO. Ia juga berharap penanganan kasus TPPO tidak lagi berjalan lamban dan mengutamakan perspektif korban. (Yoga)









