DEFISIT ANGGARAN DAERAH Rp 121 Miliar demi Kantor Baru Pemprov Sultra
Pemprov Sultra kembali mengalokasikan Rp 121 miliar untuk melanjutkan pembangunan kantor baru. Sebagian kalangan menganggap program itu mencederai kepentingan publik. Selain banyak kebutuhan dasar masyarakat belum tercapai, Sultra juga terlilit defisit anggaran Rp 355 miliar. Kadis Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra Martin Effendi Patulak mengatakan, tahap kedua pengerjaan kantor gubernur segera dimulai seiring selesainya tahap lelang. Anggaran yang dialokasikan Rp 121 miliar.”Menurut rencana, pekan depan mulai pengerjaan. Pada tahap kedua ini akan dibangun delapan lantai dari total 23 lantai perencanaan,” kata Effendi di Kendari, Rabu (21/6).
Pembangunan pada 2023 merupakan lanjutan pengerjaan awal tahun lalu. Saat itu, pengerjaan tiang pancang telah dilakukan. Anggarannya Rp 27 miliar. Pada tahap awal dilakukan pemancangan 341 titik dari total 652 titik. Tekniknya menggunakan hidrolik yang dianggap minim gangguan. Effendi menyebutkan, gedung itu akan menjadi kantor baru untuk semua dinas di Pemprov Sultra. Dengan demikian, pelayanan warga akan terpusat di satu tempat. Meski gedung lama masih layak ditempati, ia mengeklaim, gedung baru juga bisa menghemat anggaran. Saat ini, banyak kantor dinas rusak dan butuh perbaikan. Adanya gedung bersama berarti tidak perlu memperbaiki gedung dinas yang rusak satu per satu. (Yoga)
Hadapi Tantangan Pertanian dengan Teknologi dan Inovasi
JAKARTA,ID-Sektor pertanian menghadapi tantangan untuk mewujudkan rencana strategis (Renstra) 2020-2024. Ancaman El Nino, pembatasan ekspor beras beberapa negara serta kasus hukum yang tengah dihadapi Kementrian Pertanian diharapkan bisa diantisipasi dengan baik. Berbagai kalangan mengingatkan pemerintah harus fokus merealisasikan sasaran Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020-2024. Fokus ini diharapkan bisa mewujudkan visi peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pangan serta mencukupi kebutuhan dalam negeri (pangan mandiri) sekaligus mendongkrak pendapatan petani. Kinerja pertanian dinilai masih jauh dari tujuan Rensta. Peningkatan ketahanan pangan, dengan indikator seperti ketersediaan beras ditarget 46,8 juta ton pada 2024 atau bertambah sekitar 1,9 juta ton (4,8%) setiap tahun dari sasaran 39,2 juta ton tahun 2020. Hal ini harus diperkuat dengan DPR serius melakukan pengawasan, tidak lalai ditengah ingar-bingar tahun politik menjelang pilplres dan pileg. Bila pemerintah bergegas meningkatkan teknologi dan inovasi serta menyalurkan subsidi pupuk tepat sasaran, produksi pertanian bisa ditingkatkan sekitar 30%. (Yetede)
Endemi, Momentum Kebangkitan Dunia Usaha
JAKARTA,ID-Pemerintah akhirnya mencabut status pandemi Covid-19 yang berlangsung selama tiga tahun dan resmi memasuki masa endemi. Kadin Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengapresiasi kebijakan tersebut dan menilai status endemi sebagai momentum kebangkitan dunia usaha di Indonesia. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Sarman Simanjorang mengatakan, pengumuman resmi Presiden tentang status endemi menandakan bahwa Indonesia sudah memasuki fase normal yang sesungguhnya. "Artinya tidak lagi ada pembatasan-pembatasan dalam aktivitas sehari-hari maupun aktivitas dunia bisnis dan ekonomi. Dengan demikian seluruh pergerakan dari bisnis dan ekonomi sudah normal kembali seperti dulu," kata sarman kepada Investor Daily, Rabu (21/06/2023). Keputusan memasuki endemi diumumkan bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Joko Widodo ke-62, Rabu (21/06/2023). Jokowi menegaskan, keputusan ini diambil pemerintah setelah dipertimbangkan angka-angka konfirmasi harian Covid-19 mendekati nihil. Hasil survei menunjukkan 99% masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19. (Yetede)
Manufaktur Bakal Jadi Game Changer Ekspor Nasional
JAKARTA,ID- Peta ekspor nasional diperkirakan berubah pada 2035 seiring habisnya kontribusi dari komoditas berbinis berbasis sumber daya alam (SDA), bersamaan dengan selesainya bonus demografi. Dalam kondisi tersebut, industri manufaktur dipandang akan menjadi game changer aktivitas ekspor dan menjadi kunci dalam membawa Indonesia menuju negara maju pada 2024. "Pada 2035 bonus demografi akan habis, dan SDA juga sudah habis. Itu tinggal manufaktur yang jadi game-nya," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Sutrisno dalam acara diskusi Gambir Trade Talk di Jakarta, Rabu (21/06/2023). Pada Januari-Mei 2023, ekspor produk Industri pengolahan mencapai US$ 76,22 miliar atau 70,54% dari total ekspor yang sebesar US$ 108,06 miliar. Sisanya sebanyak US$ 23,48 miliar (21,72%) dikontribusi dari produk pertambangan, US$ 6.59 miliar (6,10%) dari Migas (1,64%) dari produk pertanian, kehutanan, dan perikanan. Meski demikian, menurut benny, industi manufaktur masih menghadapi beberapa tantangan untuk mengoptimalkan ekspornya. (Yetede)
Indometer; Jokowi Jadi Faktor Penentu dalam Pilpres 2024
Survei Indometer menunjukkan kepuasan terhadap Jokowi tembus 81,4%. Capres dan Cawapres akan berlomba-lomba ingin mendapatkan berkah elektoral dari dari tingginya kepuasan publik terhadap Jokowi. Untuk itu, capres ataupun cawapres yang ingin berlaga harus memperhitungkan faktor Jokowi. Hal ini ditegaskan Direktur Eksekutif Lembaga survey Indometer Leonard SB dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (20/06/2023). "Tingginya tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi menjadi tantangan tersendiri ketika ingin menawarkan program kepada publik," lanjut Leonard. Dia menjelaskan, dalam survey tersebut, hanya 17,8% yang merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi, dan diantaranya sebesar 1,0% yang menyatakan tidak puas sama sekali. Sisanya menjawab tidak tahu/tidak jawab sama sekali 0,8%. Survei Indometer dilakukan pada 5-10 Juni 2023 terhadap 1.200 responden diseluruh provinsi di Indonesia yang dipilih secara acak bertingkat survei (multistage random sampling) Margin of error survei sebesar kurang lebih 2,98% dan pada tingkat kepercayaan 95%. (Yetede)
Libur Idul Adha Tiga Hari untuk Dorong Ekonomi
BOGOR,ID-Presiden Jokowi mengatakan penambahan libur atau cuti bersama pada Hari Raya Idhul Adha 1444 Hijriah/2023 Masehi dilakukan demi mendorong roda ekonomi di tengah masyarakat. "Ya, itu kan terutama harinya memang memerlukan waktu yang lebih untuk mendorong ekonomi utamanya di daerah yang lebih baik," kata Presiden Jokowi di Pasar Parungpung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/06/2023). Menurut dia, penambahan hari libur pada Idhul Adha ini bisa meningkatkan kegiatan pariwisata di daerah. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengatakan, harga bahan pokok masih stabil atau tidak mengalami lonjakan menjelang perayaan Idhul Adha 1444 Hijriah/2023 Masehi. "Stabilitas harganya masih baik. Ini yang saya cek terus," kata Jokowi. Jokowi juga meninjau harga bahan pokok di Pasar Parung, Kabupaten Bogor sebelum ke pasar Parungpung. Dia menjelaskan stabilitas harga bahan pokok masih terjaga seperti daging ayam dan minyak goreng. Kemudian, kata Jokowi, harga bawang juga menurun sedikit. "Bawang merah turun sedikit, daging ayam juga harganya baik, baik untuk peternak maupun untuk konsumen masyarakat. Saya kira stabilitas harga masih bisa. Minyak juga masih sama tadi masih Rp 14 ribu harga baik," kata Jokowi. (Yetede)
Asing Masih Gencar Lepas Saham, Net Sell Sentuh Rp 3,5 Triliun
Pemodal asing terus melepas asset saham di BEI selama 11 hari beruntun. Selama 5-12 Juni 2023, jual bersih (net sell) asing di saham Rp 3,5 triliun, merujuk data BEI dan RTI. Kemarin, asing masih sell Rp 53,54 miliar ditengah kenaikan IHSG 0,6 % ke level 6.702. Net sell terbesar asing terjadi di saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 75,92 miliar. Sebaliknya asing memborong lima saham, yakni PT Ace Hardware Tbk (ACES) dengan net buy Rp 68,09 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 42,92 miliar, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp 42,34 miliar, PT Indofood CBP Sukses MAkmur Tbk (ICBP) Rp 36,09 miliar dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 31,4 miliar.
Masifnya aksi net sell asing membuat indeks sulit bergerak dan menembus level 7.000. Dalam sebulan terakhir, indeks malah terpangkas 0,4 % dan secara year to date (YTD) turun 2,16 %. Sehingga IHSG menjadi terburuk ke 2 di dunia setelah FTSE/BM KLCI Malaysia yang turun 7,1 %. Nikkei menjadi indeks terbaik di dunia dengan kenaikan 29,17 %. Hingga kemarin asing masih net buy saham Rp 16,95 triliun, namun turun jauh dibanding awal juni, yang mencapai Rp 20 triliun lebih. (Yoga)
Celah Penyalahgunaan Data Kesehatan
Koalisi masyarakat sipil mengkritik sejumlah pasal tentang pengelolaan data kesehatan dalam draf final Rancangan Undang-Undang Kesehatan. Pasal-pasal itu dianggap menjadi celah untuk mengumpulkan informasi dan data genetik (genom) penduduk Indonesia, yang rentan disalahgunakan. Anggota koalisi masyarakat sipil, Wahyudi Djafar, menyebutkan, pada beberapa pasal dalam draf final RUU Kesehatan, ada peluang terjadinya penyalahgunaan data kesehatan. Misalnya, Pasal 346 ayat 7 RUU Kesehatan yang mengatur bahwa penyelenggara sistem informasi kesehatan dapat memproses data dan informasi kesehatan di luar wilayah Indonesia.
Pada bagian penjelasan dari ayat tersebut disebutkan bahwa transfer data dan informasi kesehatan itu untuk kepentingan penanggulangan kejadian luar biasa, wabah, ibadah haji, perjanjian alih material, dan kerja sama internasional di bidang kesehatan. Transfer data ini dapat berbenturan dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). "Transfer data batas lintas negara ada prasyaratnya, salah satunya ada kesetaraan hukum PDP di negara tujuan transfer dengan Indonesia," kata Wahyudi, yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat, Rabu, 21 Juni 2023. (Yetede)
Digitalisasi Bisnis Pertambangan, Hillcon Group Gandeng SAP Indonesia
PT Hillcon Tbk., perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pekerjaan sipil dan pertambangan, mengumumkan kerja sama dengan SAP Indonesia dan TMS Consulting. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi, dan menjadikan Good Corporate Governance (CGG) bisnis Hillcon semakin baik. Untuk memuluskan kerja sama ini, Hillcon dan TMS Consulting telah melakukan pertemuan pada 19 Juni 2023. Turut dihadiri Head of Mid market SAP Indonesia, Anastasia Siada. Chief Commercial Officer of TMS Consulting, Albert Juanda, mengatakan kerja sama ini mencakup pembelian lisensi dan implementasi serta support teknologi RISE with SAP S/4 HANA Mining Package on Cloud4C yang nantinya akan di implementasikan seluruh anak usaha Hillcon
Untuk jangka pendek, Hillcon akan menerapkan di anak usahanya, PT.Hillconjaya Sakti yang bergerak di sektor kontraktor pertambangan. Proses implementasi teknologi ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan ditambah extra 1 bulan berupa dukungan (support) dari SAP Indonesia, dengan TMS Consulting sebagai implementator. Dengan penerapan teknologi SAP, Hillcon berharap bisa mencapai perkembangan standar operasional yang efisien dan berkelanjutan. Sistem SAP ini diyakini juga memperkuat Hillcon di bisnis sektor pertambangan. "Kami yakin melalui penerapan solusi teknologi SAP ERP dengan bantuan TMS, HILLCON dapat melangkah dan berinovasi lebih jauh, dalam meningkatkan efisiensi sistem operasional secara berkelanjutan. Apalagi, TMS telah berpengalaman dengan klien dari sektor tambang," ucap Direktur Hillcon, Stanley Qiu. (Yetede)
Proyek PLTA Batang Toru Berpotensi Tarik Minat Investor ke Sumut
PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, memantik kedatangan investor lain pada bidang energi baru terbarukan (EBT) untuk berinvestasi pada wilayah Sumut, ditengah upaya pemerataan konsumsi setrum pada wilayah tersebut. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, PLTA Batang Toru menjadi contoh keberpihakan Pemda pada investasi berbasis EBT dalam memenuhi kebutuhan energi Sumut. “PLTA Batang Toru ini kami harapkan dapat mendatangkan investor-investor lain masuk ke daerah Sumut,” kata dia. Di sisi lain, PLTA Batang Toru diharapkan menjadi sumber energi baru untuk memenuhi kebutuhan listrik warga Sumut, sehingga perlu dukungan kuat bersama-sama dalam pengembangan proyek pembangkit ramah lingkungan itu. “Saya berharap proyek ini berjalan dengan baik. Potensi energi PLTA Batang Toru itu tinggi, jadi bersama-sama harus mendukung,” ujarnya.
Dengan adanya PLTA Batang Toru ini, Edy berharap kebutuhan listrik di wilayah Sumut dapat terpenuhi, terutama pada saat beban puncak listrik terjadi. Dengan begitu, aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan normal selama 24 jam tanpa kendala suplai listrik.“Kita masih kekurangan energi. Padahal listrik ini sangat dibutuhkan di daerah kita, kalau tidak (terpenuhi), baru sedikit-sedikit mati lampu dan kebutuhan-kebutuhan penerangan terganggu,” kata Edy. Berdasarkan data Kementerian ESDM, bauran EBT di wilayah Sumut baru mencapai 43,47 persen. Sedangkan, kapasitas sumber energi listrik yang berasal dari PLTA baru menyumbangkan sekitar 10 MW. PLTA Batang Toru merupakan salah satu program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan listrik ramah lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan kapasitas mencapai 510 MW. PLTA Batang Toru dikembangkan dan dikelola oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) pada wilayah seluas 122 hektare di Tapanuli Selatan. Nilai investasi proyek pembangkit ini diperkirakan Rp 21 triliun.
(Yetede)









