Gelombang PHK di Start-up Diperkirakan Masih Berlanjut
JAKARTA,ID-Gelombang PHK pada usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) ditingkat global yang juga akan berimbas ke Indonesia diperkirakan masih mungkin berlanjut, bahkan hingga tahun 2024. Langkah ini terpaksa dilakukan oleh para pengelola start-up ditengah upaya mengefisiensikan bisnis, memperbaiki fundamental keuangan, serta karena kesulitan mencari pendanaan (fund-raising) untuk ekpansi bisnis. Bahkan tindakan ekstrim bisa dilakukan sampe menutup usaha. Seperti diberitakan, OLX Group baru saja mengumukan PHK terhadap 800 karyawan, Grab sebanyak 1.000 karyawan, dan Uber 200 karyawan. Sebelumnya, pada Maret lalu, Go To juga telah mengumumkan PHK terhadap 600 karyawan. Pada Desember 2022, JD.ID juga mengumumkan PHK terhadap 200 karyawan yang dilanjutkan dengan penutupan usaha di Indonesia dan Thailand pada Maret 2022. Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan star-up berkelas unicorn yang memilki valuasi minimal US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15 triliun. Selama ini, terutama sejak, berdiri hingga tahun 2021, mereka banyak ekpansi dan membesarkan skala bisnis dengan banyak 'membakar-bakar' uang dari investor. Mereka merasa saat ini menjadi momentum yang pas untuk menyehatkan bisnisnya yang dilakukan sejak 2022. (Yetede)
Tags :
#StartupPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023