MENYISIR CUAN SAHAM LIKUID
Peluang investor untuk mengoptimalkan portofolio lewat saham-saham likuid kian terbuka lebar. Apalagi, indeks LQ45 yang didominasi oleh saham-saham bluechips, diramal bakal melanjutkan apresiasi pada paruh kedua tahun ini, setelah mampu bertahan di zona hijau pada semester I/2023. Konstituen dari sektor konsumen, perbankan, dan otomotif dinilai bakal menjadi motor pendorong indeks yang berisi 45 saham paling likuid itu. Performa LQ45 yang menguat 0,91% sepanjang Januari-Juni 2023 mampu mengungguli indeks harga saham gabungan (IHSG) yang merosot 2,76% year-to-date ke level 6.661,88 pada akhir perdagangan Selasa (27/6). Kinerja LQ45 juga lebih moncer ketimbang IDX30 yang hanya naik tipis 0,64% pada semester I/2023. Jika ditelusuri, menghijaunya indeks LQ45 tak terlepas dari apresiasi harga saham konstituen berkapitalisasi jumbo, seperti BBRI naik 9,8%, ASII 18,9%, BBCA 7%, GOTO 20,9%, dan TLKM menguat 6,7% dibanding penutupan akhir 2022. Saat dimintai pendapat, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM mengatakan indeks LQ45 masih dapat mencatatkan pertumbuhan pada semester kedua ini. Menurutnya, beberapa hal yang menjadi indikator yaitu normalisasi harga komoditas dan pemilihan umum (pemilu). Sebab meskipun terjadi pelambatan, ujarnya, hajatan politik bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi. Hal itu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi dapat mencapai 4,8%—4,9%. Adapun untuk semester II/2023, Mirae Sekuritas merekomendasikan sektor perbankan, konsumer, dan otomotif.
Di sektor otomotif contohnya, ASII dinilai prospektif sejalan dengan potensi kenaikan penjualan mobil. Pandangan senada disampaikan oleh CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo. “Prospek LQ45 pada semester 2/2023 diperkirakan kembali menguat meskipun relatif terbatas dengan dukungan saham-saham dari sektor perindustrian, keuangan, energi, infrastruktur, dan barang baku,” ujar Praska kepada Bisnis, Kamis (29/6). Tim Analis JP Morgan yang dipimpin oleh Henry Wibowo menyoroti sejumlah saham konstituen LQ45 sebagai saham yang potensial pada semester II/2023. Sektor perbankan mendapat peringkat overweight sejalan dengan proxy terhadap aliran modal asing, pertumbuhan kredit, dan perbaikan kualitas aset. Meski begitu, JP Morgan lebih selektif terhadap emiten bank dan memilih saham BMRI sebagai top pick. Di sektor barang konsumen, dua saham Grup Salim INDF dan ICBP menjadi unggulan. Sektor tersebut dinilai JP Morgan dapat manfaat signifikan dari belanja pemilu, kenaikan uang beredar, dan penurunan harga komoditas yang dapat memperlebar margin.
Peluang Manis LQ45 di Paruh Kedua
Sampai saat ini, indeks LQ45—indeks yang berisi 45 saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BEI)—masih mencatatkan pertumbuhan 0,91% year-to-date (YtD). Catatan pertumbuhan itu terjadi saat IHSG melemah 2,76% sepanjang semester I/2023 ke level 6.661,88. Penguatan LQ45 pada paruh pertama 2023 didorong oleh apresiasi harga saham BBRI, ASII, BBCA, GOTO, TLKM, BBRI saat konstituen dari sektor energi merosot cukup tajam. Tekanan terhadap kinerja LQ45 pada semester I/2023 sempat datang dari koreksi harga saham ADRO, ITMG, dan EMTK. Namun, dengan kinerja indeks LQ45 yang secara umum masih relatif kuat pada paruh pertama 2023, sejumlah analis memprediksi Indeks LQ45 masih dapat mencatatkan pertumbuhan lebih baik pada semester II/2023. Mengawali paruh kedua 2023, kinerja LQ45 masih mungkin terstimulasi dari sektor konsumer dan perbankan. Kedua sektor ini memang diharapkan menjadi proksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diharapkan bisa mencapai 4,9%. Analis melihat harga-harga komoditas saat ini berangsur mengalami keseimbangan yang artinya terjadi normalisasi. Namun, hal ini belum cukup menopang kinerja LQ45 bisa melaju kencang. Ada satu faktor yang cukup menentukan kinerja LQ45 ke depan yaitu Pemilu 2024 yang persiapannya telah dimulai sebelumnya.
Sementara itu, sektor perbankan juga diharapkan tumbuh dengan baik seiring dengan potensi penurunan suku bunga acuan. Namun, perlu diingat bahwa kondisi pasar dapat berubah, dan kinerja sektoral dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan keuangan yang kompleks. Selain konsumer dan perbankan, perlu kiranya mencermati sektor teknologi. Cukup menarik untuk memantau perkembangan sektor ini meski kerap menunjukkan kinerja yang fluktuatif di antara zona merah dan hijau. Sebagian besar perusahaan energi di LQ45 terkait dengan sektor minyak, gas, dan batu bara. Jika harga minyak, gas, atau batu bara mengalami peningkatan yang signifikan, perusahaan energi tersebut dapat mengalami kinerja yang lebih baik. Sebaliknya, jika harga komoditas energi mengalami penurunan, perusahaan-perusahaan tersebut mungkin menghadapi tekanan. Selain itu, sektor energi sangat sensitif terhadap kebijakan pemerintah terkait energi, seperti regulasi, subsidi, dan insentif, yang dapat memengaruhi prospek sektor energi. Kebijakan yang mendukung investasi dan pertumbuhan sektor energi dapat memberikan dorongan positif, sedangkan kebijakan yang menghambat atau perubahan kebijakan yang tidak terduga dapat berdampak negatif.
LIBUR PANJANG IDUL ADHA : TRANSPORTASI UMUM MENGGELIAT LAGI
Masyarakat Transportasi Indonesia menyatakan bisnis transportasi umum menggeliat lagi, terdorong periode libur panjang Iduladha 1444 Hijriah yang berbarengan musim liburan sekolah. Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan periode libur panjang kali ini memicu peningkatan perjalanan baik menggunakan moda transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Libur nasional Hari Raya Iduladha pada tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan libur sekolah. Dengan infrastruktur pendukung moda transportasi yang makin baik, tegasnya, memberikan sentimen positif bagi perkembangan bisnis perjalanan. Djoko mencontohkan perjalanan Jakarta menuju Semarang, Jawa Tengah menggunakan kereta api kini hanya ditempuh 5 jam 15 menit dari sebelumnya di atas 6 jam. Biasanya, Djoko menambahkan libur sekolah yang berbarengan dengan libur keagamaan dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian ke objek wisata atau mengunjungi keluarga yang berjauhan. Djoko juga mengatakan kendaraan pribadi masih menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia selama masa libur sekolah. Dampak positif libur panjang juga dirasakan bisnis penerbangan. Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menyatakan 20 bandara yang dikelola perseroan telah mencatat kenaikan pergerakan penumpang hingga 7% menjadi 1,3 juta orang selama 22–26 Juni 2023 dibandingkan dengan periode 15—19 Juni 2023. Dia memproyeksikan jumlah penumpang pesawat pada libur panjang Iduladha akhir pekan ini hingga 6 Juli 2023 mencapai 3,62 juta penumpang.
KINERJA PERTAMINA HULU ENERGI : Hasil Manis Produksi Migas
Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi Arya Dwi Paramita mengatakan realisasi produksi migas perseroan sedikit di atas target yang telah ditetapkan. Sepanjang Januari—Mei 2023, Pertamina Hulu Energi berhasil memproduksi 1,05 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD).“Dibandingkan dengan produksi Mei tahun lalu, hasil ini naik 109% dari sekitar 966 MBOEPD pada saat itu,” katanya, dikutip Kamis (29/6). “Adapun, torehan produksi gas sepanjang Januari—Mei 2022 sebesar 2.599 MMscfd, sehingga tahun ini mengalami pertumbuhan,” ujarnya. Kajian perluasan itu dilakukan setelah kepastian pengeboran dua sumur migas nonkonvensional di Lapangan Rokan, Gulamo, dan Kelo pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini yang pengeborannya dilakukan oleh EOG Resources. “Selain pemboran dua sumur tadi, kami lewat Pertamina EP di 3 region itu sudah berkomitmen melakukan studi tahun ini,” kata Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng beberapa waktu lalu. Sementara itu, Kementerian ESDM memetakan terdapat 14 area yang berpotensi untuk dikembangkan kembali sebagai lapangan migas nonkonvensional. Rencananya, 14 kawasan itu dapat menyumbang produksi sekitar 75.000 bph pada 2030.
PENGEMBANGAN PANAS BUMI : KESEMPATAN KEDUA DARI WAY RATAI
Pengambilalihan pengelolaan wilayah kerja panas bumi Way Ratai oleh konsorsium Pertamina dan Chevron menjadi harapan baru dalam optimalisasi energi baru terbarukan di dalam negeri. Besarnya potensi yang ada di Way Ratai diyakini bisa menjadi salah satu jalan keluar untuk mempercepat transisi energi di dalam negeri. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) dan PT Jasa Daya Chevron atau Chevron Geothermal berhasil mengambil alih konsesi wilayah kerja panas bumi Way Ratai yang memiliki luas 70.710 hektare setelah ditinggalkan oleh konsorsium Enel Green Power SpA dan PT Optima Nusantara Energi 2 tahun lalu. Pengambilalihan konsesi Way Ratai jadi pembuka jalan untuk lebih banyak listrik hijau dari panas bumi masuk ke dalam sistem kelistrikan nasional, karena wilayah kerja tersebut diproyeksi memiliki potensi sebesar 100 megawatt (MW). Terlebih, PGEO dan Chevron Geothermal disebut-sebut bakal menyepakati tarif kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) senilai 7,59 sen dolar AS—9,87 sen dolar AS per kilowatt hour (kWh), lebih rendah dari yang diajukan oleh pemegang konsesi sebelumnya senilai 14,6 sen dolar AS per kWh. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, Way Ratai menjadi lelang wilayah kerja panas bumi pertama yang PPA-nya mengikuti rezim dan metode tarif dalam skema harga patokan tertinggi (HPT) dalam Perpres No. 112/2022. Menurut Dadan, Way Ratai menjadi angin segar bagi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri, karena listrik dari wilayah kerja geotermal tersebut belum masuk ke dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021—2030.
Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai hasil lelang Way Ratai sebagai babak baru dalam pengusahaan listrik geotermal yang sering kali terhalang oleh risiko eksplorasi dan tarif jual listrik dengan PLN beberapa tahun terakhir. Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa berpendapat, matriks harga yang disampaikan PLN di kisaran 7,59 sen dolar AS—9,87 sen dolar AS per kWh bakal menjadi ujian bagi pengembang dan implementasi rezim insentif baru Perpres No. 112/2022. Di sisi lain, hingga kini belum ada tren penurunan biaya pengembangan panas bumi, sehingga pengusahaan EBT itu terkesan jalan di tempat dari sisi peningkatan kapasitas produksi. Sementara itu, Direktur Utama PGEO Julfi Hadi mengatakan, konsorsiumnya bakal melakukan pengurusan sejumlah izin terkait untuk segera melakukan kegiatan eksplorasi. “Keputusan Kementerian ESDM menetapkan konsorsium Chevron-PGEO untuk mengembangkan WKP Way Ratai, mencerminkan kepercayaan pemerintah kepada kemampuan kami, dan menandai tonggak penting dari kelanjutan operasi Chevron di Indonesia,” kata Chevron Indonesia Country Manager Wahyu Budiarto lewat siaran pers. Di sisi lain, Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sempat meminta jaminan pembelian listrik panas bumi dari PLN. Pelaku usaha juga menagih dukungan insentif untuk menjaga keekonomian proyek panas bumi di dalam negeri yang berisiko tinggi.
PEMULIHAN PARIWISATA : JATIM BERSOLEK DESTINASI ALTERNATIF
Pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata di Jawa Timur didorong untuk terus berbenah dengan melakukan revitalisasi hingga pengembangan destinasi wisata baru di wilayah ini agar perekonomian pada sektor ini dapat bangkit lebih cepat.
Hal tersebut menyusul adanya pandangan bahwa pemulihan sektor pariwisata di wilayah ini belum mampu pulih secara optimal.Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Doddy Zulverdi mengatakan bahwa kondisi sektor pariwisata saat ini masih bergantung kepada kemampuan para pelaku sektor wisata yang sebelumnya sempat mati suri selama pandemi.“Pandemi Covid-19 memang sudah mereda, tetapi tentu saja ada dampak jangka panjang bagi pariwisata hingga saat ini. Mungkin infrastruktur yang tidak terpelihara, dan sudah tidak memadai. Jadi ini memang harus ada upaya ekstra dari pelaku usaha,” katanya kepada Bisnis, Rabu (28/6).
“Ketika permintaan pariwisata asing dan domestik itu meningkat, tapi kalau tidak diimbangi dengan perbaikan dan pemulihan, kinerja pariwisata itu akan turun lagi. Saat wisatawan datang, tapi infrastruktur tidak memadai, mereka akan kecewa,” katanya.Doddy mengatakan bahwa BI sendiri terus mendorong pelaku usaha wisata untuk melakukan kerja sama dengan perbankan, dan tentunya perlu mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan pusat untuk merevitalisasi.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofi fah Indar Parawansa mengatakan, Jatim saat ini secara masif menumbuhkan destinasi wisata di setiap kabupaten/kota guna mendongkrak ekonomi daerah. Terlebih, banyak desa berlomba mengangkat potensinya melalui sektor wisata demi mempercepat dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.“Kreativitas dan inovasi dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berwisata ke Jatim harus dilakukan lewat berbagai cara. Salah satunya melalui digitalisasi teknologi, seperti web eastjava.travel, yakni virtual tour 360 derajat yang memudahkan dan menjadi daya tarik awal.”
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim Hudiyono menambahkan, Jatim saat ini juga lebih giat melakukan pembinaan kepada desa-desa wisata di Jatim yang dianggap cukup berpotensi tinggi menjadi daya tarik wisata, sekaligus menghasilkan devisa daerah.
PASAR SUV : Astra Daihatsu Incar Pebisnis Sawit Riau
Kehadiran varian New Terios diyakini bakal memompa pangsa pasar mobil medium sport utility vehicle (SUV) PT Astra Internasional Tbk, lewat Daihatsu Sales Operation.Perseroan bahkan menargetkan bakal menguasai 42% pangsa kendaraan itu di wilayah Riau.Branch Manager Astra Internasional Daihatsu Sales Operation, Subono Lot To menjelaskan bahwa secara umum Daihatsu Terios telah menjadi mobil pilihan utama bagi penduduk Riau menyusul wilayah ini yang banyak memiliki perkebunan sawit yang dapat dijangkau dengan mudah oleh model mobil SUV Terios.”Kemampuan Terios untuk melintasi jalan-jalan di Riau yang banyak perkebunan sawit, menjadi salah satu alasan mengapa mobil ini sangat cocok untuk Riau. Saat ini kami menguasai market share 30,9%, kini dengan model terbaru New Terios kami targetkan bisa menguasai 42%,” katanya, Rabu (28/6).
Sementara itu, untuk pasar medium SUV diperkirakan menyumbang 30% total penjualan mobil, dan Terios sudah memegang 30,9% market share.
Kepala Cabang Astra Daihatsu Pekanbaru Sudirman Saulius Farlyan mengungkapkan bahwa selain model Terios, ada juga model lain seperti pikap Grand Max dan mobil LCGC Sigra Ayla yang mendukung penjualan Daihatsu di Riau.
Karpet Merah bagi Pengusaha Merah Putih
JAKARTA,ID-Para pengusaha nasional bakal berlari lebih kencang setelah Indonesia menyandang status endemi. Syaratnya, pemerintah menggelar 'karpet merah' bagi mereka. Sekedar menyegarkan ingatan, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-62, Rabu (21/06/2023), Presiden Jokowi mengubah status Indonesia dari pandemi menjadi endemi. Keputusan ini tidak diambil serampangan. Pertimbangan yang diambil pemerintah diantaranya angka-angka konfirmasi kasus harian Covid-19 yang mendekati nihi. Kecuali itu, hasil survei menunjukkan 99% mensyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19. "Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mencabut status public health emergency international concern pada 5 Mei 2023," kata Presiden. Tentu saja kalangan pengusaha menyambut perubahan status dari pandemi menjadi endemi, dengan suka cita. Maklum, masuknya Indonesia ke era pandemi membuka gerbang bagi para pengusaha di Indonesia untuk kembali memacu bisnis setelah terseok-seok selama hampir tiga tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Tak dapat dimungkiri, penetapan status peralihan dari pendemi ke endemi membawa dampak positif bagi operasional perusahaan. (Yetede)
Kualitas Inklusi dan Literasi Keuangan Syarat Capai Negara maju
JAKARTA,ID-Kualitas inklusi dan literasi keuangan harus ditingkatkan agar Indonesia dapat mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Sebab, sektor keuangan menjadi salah satu pendukung dalam perekonomian nasional dan menjadi penopang dari sektor riil. Pemerintah menargetkan inklusi keuangan dapat mencapai 90% pada 2024. Survey Nasional Literasi dan Inklusi keuangan (SNLIK) 2022 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,10% Sementara itu, pemerintah meluncurkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Dalam visi tersebut pemerintah menargetkan agar saat ualng tahun Indonesia ke 100 nanti Indonesia bisa keluar dari jebakan perangkap kelas menangah (middle income trap) dan menjadi negara maju. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Teguh Dartanto mengatakan, indeks literasi dan inklusi memang semakin membaik. SNLIK adalah survei 3 tahunan dimana pada 2019, indeks literasi keuangan hanya 38,03% sedangkan indeks inklusi sebesar 76,19%. "Inklusi yang sifatnya bebar-benar memanfaatkan layanan untuk kepentingan produktif itu belum banyak. Artinya, untuk ke depan sektor keuangan yang perlu didorong adalah financial inclusion yang lebih berkualitas. Bagaimana mendorong masyarakat ini bisa memanfaatkan layanan dan jasa keuangan formal itu untuk kegiatan produktif," jelas teguh dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (29/06/2026). (Yetede)
20 Saham Small Cap Pilihan 2023, Potensi Gain Minimal 14%
JAKARTA,ID- RHB Sekuritas Indonesia mengeluarkan daftar 20 saham berkapitaslisasi pasar (market cap) kecil, dibawah US$ 500 juta, namun berpotensi memberikan capital gain besar untuk tahun 2023. Tahun lalu, 20 saham small cap RHB rata-rata mencetak gain 20%, jauh mengungguli indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang naik 4,1%. Tren ini diprediksi terjadi lagi untuk saham kecil pilihan 2023. Merujuk harga penutupan 10 Mei, potensi gain 20 saham itu berkisar 14-154%. Potensi gain terendah diberikan saham WIIM terbesar 14%, sedangkan tertinggi SULI sebesar 154%. dari 20 saham itu, beberapa saham sudah menembus target RHB Rp 1.200. Andrey Wijaya, kepala riset RHB Sekuritas, menegaskan, ekonomi Indonesia mampu bertahan dari berbagai macam goncangan global, seperti ketegangan geopolitik dan resiko resesi global. Itu berkat kuatnya neraca perdagangan yang terjadi tahun lalu. "Kami juga memasukkan saham pertambangan dan energi kedalam daftar, yang memiliki fundamental kuat dan pertumbuhan laba bersih stabil, seiring kuatnya pendapatan," kata Andrey dalam riset, belum lama ini. (Yetede)









