;

Kondisi Inflasi hingga Maret 2025 Masih Terkendali Sebesar 1,03%

Yuniati Turjandini 10 Apr 2025 Investor Daily (H)

Kondisi inflasi hingga Maret 2025 masih terkendali sebesar 1,03% secara year on year (yoy), setelah bulan sebelumnya mencatatkan deflasi. Pemerintah optimistis inflasi pada tahun ini berada di kisaran 2,5%, kurang lebih 1% dengan terus menjaga stabilitas harga bahan pangan. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, inflasi Maret 2025 terus dijaga agar terkendali, khususnya untuk harga pangan agar tetap stabil di masa Ramadan dan Idul Fitri. Langkah pemerintah menjalankan paket kebijakan pada Ramadan turut berkontribusi untuk menjaga stabilitas inflasi.

"Berbagai insentif yang diberikan seperti diskon tarif tol dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah DTP tiket pesawat di masa HBKN Ramadan dan Idul Fitri berkontribusi menahan kenaikan inflasi, sehingga diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1-2025," ucap Febrio. Berdasarkan komponen, inflasi inti tercatat pada level 2,48% (yoy). Sebagian besar kelompok pengeluaran meningkat, terutama kelompok pakaian dan alas kaki seiring meningkatnya permintaan jelang Idul Fitri. Komponen inflasi pangan bergejolak tercatat sebesar 0,37% yang didorong oleh penurunan harga beras dan produk unggas. Meskipun demikian, beberapa komoditas pangan tercatat meningkat secara bulan ke bulan  karena peningkatan permintaan menjelang Idul Fitri. (Yetede)

Menaksir Dividen Emiten MIND ID

Yuniati Turjandini 10 Apr 2025 Investor Daily (H)
Pergerakan harga komoditas yang berfluktuasi sepanjang tahun 2024, berimbas pada kinerja keuangan emiten anggota BUMN holding pertambangan MIND ID, yakni PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk (TINS), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Meski mencatatkan penurunan laba bersih 18,41% ke level Rp10,92 triliun pada 2024, emiten-emiten MIND ID diyakini akan tetap membagikan dividen dalam jumlah besar. Tahun lalu, jumlah dividen yang dibagikan  emiten MIND ID mencapai Rp 7,65 trliun, yang dikontribusi dari dividen Antam sebesar Rp 3,07 triliun dan Bukit Asam Rp4,58 triliun, sementara vale Indonesia dan Timah tidak membagikan dividen. Dividen yang dibagikan Antam mencapai 100% laba bersih 2023, dan Bukit Asam sebesar 75% dari total laba bersih perseroan. "Untuk dividen yield tahun buku 2024 yang akan dibagikan, kemungkinan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena emiten-emiten MIND ID ini masih memiliki komitmen kuat dalam membagikan dividen," kata senior Market Chartist Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily. Nafan meyakini. Walaupun kinerja laba secara keseluruhan mengalami penurunan, emiten-emiten anggota MIND ID tersebut cukup loyal dalam membagikan dividen kepada negara dan pemegang saham ritel. (Yetede)

Sinyal Tren Positif dari Manufaktur Indonesia

Yuniati Turjandini 10 Apr 2025 Investor Daily

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan  (Kemenkeu)  menyatakan aktivitas manufaktur Indonesia terus berada pada tren positif. Pada Maret 2025, PMI Manufaktur Indonesia berada pada level 52,4, melanjutkan tren ekspansif sejak Desember 2024. Kepala BKF Febrio Kacaribu menerangkan aktivitas menufaktur yang terus ekspansif didorong pertumbuhan produksi yang berlanjut dalam beberapa bulan terakhir, baik akibat peningkatan permintaan domestik selama bulan Ramadan dan Idul Fitri maupun permintaan ekspor. Selain itu, optimisme terhadao prospek ekonomi ke depan juga menjadi pendorong," ujar dia. Febrio mengatakan beberapa mitra dagang utama Indonesia seperti Tiongkok (51,2), India (58,1), dan Amerika Serikat (50,2) juga mencatatkan ekspansi menufaktur.

Kondisi ini memperkuat posisi Indonesia yang tetap stabil dan kompeititif di kawasan, di samping memperkuat permintaan ekspor dari negara-negara mitra utama tersebut. "Kinerja ini memberikan sinyak positif bagi prospek sektor manufaktur nasional ke depan dalam menghadapi dinamika perdagangan global yang diwarnai perang tarif," kata dia. dari sisi konsumen, ketahanan ekonomi tercermin dari indikator konsumsi yang masih berada pada level optimis. Indeks Kepuasan Konsumen pada Februari 2025 tercatat sekitar 126,4, menunjukkan peningkatan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi baik saat ini maupun prospeknya ke depan. (Yetede)

Efisiensi Anggaran Berimbas Terhadap Penurunan Penumpang Pesawat Domestik

Yuniati Turjandini 10 Apr 2025 Investor Daily
Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah berimbas terhadap penurunan penumpang angkutan udara. Pada periode Februari 2024 jumlah penumpang pesawat merosot 13,75% secara bulanan dan turun 2,19% secara tahunan. Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) M Habibullah mengatakan secara bulanan jumlah penumpang transportasi pengalami penurunan pada seluruh moda angkutan. Untuk angkutan udara domestik yang berangkat pada Februari 2025 tercatat sebanyak 4,4 juta orang atau turun turun 13,75% dibandingkan Januari 2025. "Sedangkan secara tahunan jumlah udara domestik pengalami penurunan sebesar 2,19% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," kata Habibullah. Berdasarkan data BPS, penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh bandara utama yang diamati, yaitu Bandara Ngurah Rai (Denpasar) sebesar 27,22%, Kualanamu (Medan) sebesar 24,55%, Hasanudin (Makassar) 16,47%, Juanda (Surabaya) sebesar 15,09%, dan Soekarno Hatta (Tangerang) sebesar 7,57%. Jumlah penumpang domestik terbesar terdapat pada bandara Soekarno Hatta yaitu 1,2 juta orang atau sebesar 28,06% dari total penumpang domestik, diikuti Juanda sebanyak 359,5 ribu orang atau sebesar 8,15% dari total penumpang domestik. (Yetede)

Perusahaan Software Lokal Berencana Untuk Pindah Kantor ke Singapura

Yuniati Turjandini 10 Apr 2025 Investor Daily
PT Bhumi Varta Technology (BVT), perusahaan pengembangan perangkat lunak (software) geospasial dan analitik lokasi asal Indonesia, tengah mempertimbangkan pemindahan kantor pusat ke Singapura. Langkah ini seiring meningkatnya kekhawatiran para investor terkait ketidakstabilan politik, pemberitaan negatif  terhadap eksositem startup di Indonesia, serta minimnya manfaat nyata dari pendirian kantor pusat di dalam negeri. "Kami telah mencoba menunjukkan apa yang kami kerjakan kepada pemerintah, bahkan mengundang menteri ke kantor kami, namun sangat sulit mendapatkan dukungan. Sementara itu, kami melihat beberapa pihak mendukung perusahaan-perusahaan lain yang kini tengah mengalami krisis finansial," kata Pendiri BTV Martyn Terpilowski. Menurut dia, membangun perusahaan perangkat lunak global pertama dari Indonesia adalah impian utamanya. Terpilowski mengaku selama ini menolak berbagai saran untuk pindah, namun kini menyadari bahwa waktunya mungkin sudah tiba. "Sayangnya, meskipun banyak pembicaraan dan acara besar, kami tidak merasakan manfaat nyata sebagai perusahaan 100% lokal di sini. Mungkin karena saya orang asing, saya tidak tahu. Tapi dengan pertumbuhan dan ekspansi kami, bantuan yang kami terima sangat minim, padahal kami bisa benar-benar membawa nama Indonesia ke panggung global," ujar  Terpilowski. (Yetede)

Maksimalkan Serapan Gabah dan Beras Petani

Yuniati Turjandini 10 Apr 2025 Investor Daily
Pemerintah telah merilis Inpres No 06 Tahun 2025 sebagai intrusmen pelindung dalam memaksimalkan penyerapan gabah/beras petani. Dalam beleid itu ditegaskan target pengadaan beras dalam negeri di 2025 sebanyak 3 juta ton, Di sisi lain, pemerintah melalui Perum Bulog menyerap hasil panen petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP) pengadaan beras domestik Bulog itu berdasarkan penugasan Badan Pangan Nasional yang diputuskan dalam rapat koordinasi bidang pangan. Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) Arief Prasetya Adi mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menasbihkan penghargaannya kepada petani pangan Indonesia sebagai tulang punggung bangsa dan negara. Menurut Kepala Negara, tanpa pangan maka tidak ada negara. Untuk itu, Presiden Prabowo sebagai RI-1 telah mendekretkan arahannya dalam Inpres No 06 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP). "Alhamdulillah, Bapak Presiden Prabowo telah mengeluarkan Inpres No 06 Tahun 2025. Tentu itu akan menjadi pedoman bersama pemerintah dengan Bulog   agar bagaimana dapat menyerap hasil panen petani kita secara maksimal," jelas Arief. (Yetede)

Tekanan dan Ancaman Tarif Trump Dilawan Oleh China

Yoga 09 Apr 2025 Kompas (H)

Presiden AS Donald Trump akan menambah bea masuk impor produk China, kalau China berkeras mengenakan tarif serupa untuk barang-barang AS yang masuk ke China. Trump mengumumkan, China akan dikenai bea masuk impor tambahan 50 % lagi, jika sampai Selasa (8/4) China tidak membatalkan BMI 34 % untuk seluruh impor dari AS. Trump juga mengancam akan membatalkan semua rencana perundingan dagang dengan China. Namun, China tidak mau menyerah pada tekanan atau ancaman Trump dan akan tetap jalan terus dengan rencana balasannya. Jika AS hendak bekerja sama dengan China, bukan dengan cara menekan, apalagi mengancam.

”Kami akan melindungi hak dan kepentingan kami yang sah. Langkah hegemonik AS atas nama ’timbal balik’ melayani kepentingan egoisnya dengan mengorbankan kepentingan sah negara lain dan mengutamakan AS daripada aturan internasional. Ini khas unilateralisme, proteksionisme, dan intimidasi ekonomi,” kata jubir Kedubes China untuk AS, Liu Pengyu. Jika Trump memberlakukan tarif tambahan 50 %, berarti perusahaan-perusahaan AS akan membayar tarif total sebesar 104 % atas impor dari China. Totalnya menjadi 104 % Karena tariff tersebut merupakan tambahan dari tarif 20 % pada Maret lalu dan tambahan 34 % yang diumumkan pekan lalu. Para pejabat Kemendag China sudah bertemu perwakilan dari 20 bisnis AS, termasuk Tesla dan GE Healthcare. Pada pertemuan itu, China mendesak perusahaan-perusahaan AS untuk mengambil tindakan konkret mengatasi masalah tarif. (Yoga)


Anjloknya Pasar Saham dan Rupiah di Perdagangan Perdana Pasca-Lebaran

Yoga 09 Apr 2025 Kompas (H)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 7,9 % ke level 5.996,14 pada perdagangan perdana pasca libur panjang, Selasa (8/4) seiring tekanan sentimen global yang menggoyahkan kepercayaan investor asing. Di sisi lain, langkah intervensi agresif BI belum cukup meredam gejolak di pasar valuta asing. Pelemahan IHSG sejalan dengan harga saham di seluruh sektor yang bergerak di zona merah. Saham dari perusahaan di sektor material dasar mengalami pelemahan terdalam sebesar 10,54 %, menyusul sektor teknologi yang minus 10,23 % dan sektor konsumsi siklikal yang minus 8,82 %. Sebelumnya, pada pembukaan perdagangan seusai libur panjang Lebaran, Selasa pagi, IHSG langsung jeblok hingga 9,12 % dari level 6.510,62 ke level 5.912.

Faktor kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump yang mendunia masih menjadi pemberat IHSG. Head Customer Literation and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi berpandangan bahwa tekanan yang masih cukup kuat mendorong IHSG stagnan di zona negatif dan gagal bertahan di atas level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan. Investor asing pada Selasa tercatat melakukan penjualan saham Rp 3,87 triliun. Di satu sisi, pergerakan IHSG relatif stagnan disebabkan perubahan kebijakan oleh BEI, berupa perubahan batas persentase penurunan harga saham atau auto rejection bawah (ARB) menjadi 15 % dari sebelumnya 35 %. ”Sementara itu, kami melihat pasar juga belum sepenuhnya merespons positif seiring penyampaian sikap pernyataan pemerintah  terkait tarif AS karena panic selling yang masih tinggi,” ujarnya.

Tekanan tersebut masih akan berlangsung dalam jangka waktu pendek dan menengah. Tekanan itu akan berkurang jika ada intervensi dari BI untuk menguatkan nilai tukar rupiah, strategi dan implementasi kebijakan pemerintah yang propasar, termasuk relaksasi suku bunga, serta rilis kinerja perusahaan di bursa yang masih resilien. Langkah intervensi secara agresif yang ditempuh BI belum cukup mampu meredam gejolak saat pasar valuta asing (valas) kembali dibuka pada Selasa. Nilai tukar rupiah dalam perdagangan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pun ditutup Rp 16.849 per dollar AS atau melemah 1,7 % dibanding perdagangan 27 Maret 2025. (Yoga)


Tarif Trump membuat Gusar Pengusaha AS

Yoga 09 Apr 2025 Kompas

Gugatan pada tarif bea masuk impor AS akan bertambah. Para konglomerat menyebut tarif yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump itu bisa memicu ”musim dingin nuklir ekonomi” global. Dilaporkan media AS, Fortune, pada Selasa (8/4) Kadin AS sedang mempertimbangkan gugatan terhadap keputusan Trump tersebut. Pertimbangan dilakukan selepas sejumlah perusahaan besar yang menjadi anggota Kadin AS keberatan dengan tarif baru bea masuk impor (BMI) AS. Perusahaan-perusahaan itu tidak berani maju sendiri ke pengadilan. Mereka takut menjadi sasaran kemarahan Trump dan para pendukung fanatiknya. Di sisi lain, mereka bisa sangat terpukul oleh tarif baru BMI. Biaya produksi meningkat sehingga potensi laba bisa terpangkas drastis.

BMI akan membuat harga semua produk impor ke AS melonjak. Sebagian bisa dua kali lipat dari harga sekarang. Sejumlah konglomerat AS juga menolak tariff itu. Elon Musk, yang mengucurkan ratusan juta USD untuk kampanye Trump, termasuk yang menolak. Ia secara personal menyerang penasihat perdagangan dan industri Trump, Peter Navarro. Ia menyebut pelajaran ekonomi di Harvard University, tempat Navarro belajar, tidak baik. Navarro membalas dengan mengatakan, Musk sebaiknya jualan mobil saja. Musk berharap setidaknya sebagian sekutu dan mitra AS tidak dikenai BMI. Sebaliknya, Navarro penyokong utama pemberlakuan tarif BMI pada semua mitra dagang AS.

Konglomerat lain yang juga donatur Trump dan Republikan, Bill Ackman, ikut memprotes kebijakan tarif Trump. Menurut dia, kebijakan itu bisa memicu ”musim dingin nuklir ekonomi” global. Tarif Trump, kata Ackman, memicu ”perang nuklir” ekonomi. Ia berharap Trump menunda pemberlakuan BMI sampai setidaknya tiga bulan mendatang. Dalam periode itu, AS bisa berunding dengan sejumlah negara untuk mencari solusi defisit neraca perdagangan barang AS. Tarif Trump bisa memicu perang dagang. Negara-negara saling menghambat ekspor. Dampaknya, perdagangan internasional terhenti. Padahal, perdagangan internasional menjadi salah satu penggerak utama perekonomian global. (Yoga)


Dibukanya Pelunasan Biaya Haji

Yoga 09 Apr 2025 Kompas

Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) reguler 1446 Hijriah/2025 kembali dibuka pada Selasa (8/4) seusai jeda libur Lebaran. Hingga penutupan hari ini, total 195.849 anggota jemaah telah melunasi biaya haji reguler. Tahap II pelunasan bipih reguler dibuka 24 Maret-17 April 2025. Proses pelunasan ini terhenti oleh jeda libur Lebaran pada 28 Maret-7 April 2025. Pada penutupan 27Maret 2025, sebanyak 192.427 anggota jemaah reguler telah melunasi biaya haji sebesar Rp 55.43 juta. Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Muhammad Zain menyampaikan, pada Selasa (8/4) terdapat 3.422 anggota jemaah yang melunasi biaya haji.

Jadi, total yang sudah melunasi biaya haji regular sampai 8 April 2025 mencapai 195.849 anggota jemaah atau sekitar 96,33 % dari total kuota. Tahun ini, Indonesia mendapat 221.000 kuota yang terdiri dari 203.320 kuota haji regular dan 17.680 kuota haji khusus. Khusus untuk kuota haji reguler terbagi atas 190.897 anggota jemaah haji regular yang berhak lunas sesuai urutan porsi; 10.166 anggota jemaah haji reguler prioritas lanjut usia; 685 pembimbing ibadah pada kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU); dan 1.572 petugas haji daerah (PHD). Mereka yang melunasi terdiri atas 175.812 anggota jemaah berhak lunas tahun ini, baik pada pelunasan tahap I maupun tahap II.

Selain itu, terdapat 18.611 anggota jemaah yang awalnya masuk dalam cadangan dan 1.426 PHD. Saat ini tercatat masih ada dua provinsi dengan serapan kuota belum mencapai 80 %, yakni Jakarta (79,30 %) dan Gorontalo (76,14 %). ”Serapan pada provinsi lain di kisaran 80-90 % dari masing-masing kuota di wilayahnya masing-masing. Kami harap sisa waktu pelunasan setelah Lebaran ini bisa dioptimalkan oleh jemaah untuk melunasi biaya haji regulernya sehingga seluruh kuota bisa segera terserap,” tutur Zain dalam keterangan tertulis, Selasa. (Yoga)


Pilihan Editor