;

Berharap Harga Mobil Listrik Lebih Terjangkau

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan (H)

Beragam insentif yang ada saat ini dinilai belum optimal memacu penjualan kendaraan listrik. Pemerintah pun berencana memangkas tarif pajak atas impor mobil utuh atau completely built up (CBU) listrik. Rancangan insentif ini disebut-sebut bakal membawa angin segar bagi penjualan kendaraan listrik di tanah air. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik di Indonesia hingga semester I-2023 sebanyak 5.849 unit. Sedang pada tahun lalu, mobil listrik yang terjual hanya 10.327 unit. Salah satu penyebab yang membuat penjualan mobil listrik di tanah air kalah jauh dengan mobil berbahan bakar bensin adalah harga jual. Saat ini, mobil listrik dengan harga jual termurah adalah Wuling Air Ev yang senilai Rp 243 juta per unit. Mobil serupa di Thailand, harganya lebih murah, yakni Rp 169 juta saja. Demikian pula Hyundai Ioniq 5, ada gap harga antara Indonesia dan Thailand. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sedang menggodok regulasi yang mengatur calon investor yang akan membawa investasi mobil listrik ke Indonesia. Presiden Joko Widodo, menurut Agus, pada prinsipnya sudah menyetujui adanya kebijakan fiskal untuk mobil listrik yang lebih kompetitif dari negara lain. Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai, insentif pajak CBU bagi mobil listrik bisa membuat harga mobil listrik turun sekitar 10%. Penurunan harga ini bisa membuat pilihan mobil listrik di konsumen makin beragam. Kepala Ekonom BCA David Sumual menyarankan pemerintah membuat peta jalan ekosistem kendaraan listrik secara holistik demi mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Timbul Tenggelam Rencana Cukai Minuman

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan

Pemerintah kembali merilis rencana pengenaan cukai produk minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di tahun 2024. Rencana yang timbul tenggelam sejak beberapa tahun terakhir ini, tengah dibahas pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pelaksana Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Boy Riansyah mengatakan, penerimaan negara dari cukai minuman berpemanis dalam kemasan akan digunakan untuk kegiatan pencegahan dan penanggulangan akibat minuman berpemanis. "Dari cukai MBDK, konsepnya earmarking, artinya sebagian penerimaan cukai MBDK akan diperhitungkan sebagai dasar perhitungan alokasi anggaran untuk kegiatan mengatasi dampak negatif MBDK yang dikonsumsi masyarakat," kata Boy dalam Sosialisasi CEFU, belum lama ini. Konsep earmarking juga telah diterapkan untuk cukai hasil tembakau (CHT). Saat ini, pungutan cukai rokok di Indonesia bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal positif, seperti pembangunan fasilitas kesehatan. Dia menilai, pengenaan cukai minuman berpemanis dalam kemasan itu sangat penting mengingat pertumbuhan tingkat obesitas di Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di ASEAN pada rentang waktu 2010-2014. Boy memaparkan, Indonesia menghadapi potensi kerugian total US$ 4,47 triliun dari tahun 2012 sampai 2030 yang disebabkan penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengusulkan tarif cukai MBDK sebesar 5%-10% pada tahun depan. Sebab, beberapa negara berkembang juga mengenakan besaran tarif tersebut sehingga bisa dijadikan best practice bagi Indonesia.

Sinyal Kuat Emiten Telekomunikasi

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan

Kinerja emiten telekomunikasi pada separuh pertama tahun ini cukup beragam. Kendati laba bersih masih turun, pemulihan sektor ini ini mulai terlihat  dari kinerja operasional yang kompak menguat. PT XL Axiata Tbk (EXCL) misalnya, berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 15,76 triliun per Juni 2023. Nilai itu naik 12% secara tahunan atau year on year (yoy). Meski tak setinggi EXCL, pendapatan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga tumbuh 2,08% yoy menjadi Rp 73,47 triliun. Sedangkan pendapatan PT Indosat Tbk (ISAT) naik 9,54% yoy menjadi Rp 24,67 triliun dari Rp 22,52 triliun pada semester I-2022. Kinerja pendapatan ini salah satunya didorong oleh peningkatan average revenue per user atau ARPU. Presiden Direktur EXCL, Dian Siswarini mengatakan, industri telekomunikasi pada semester I-2023 sudah kembali pulih seperti pra-pandemi. Meskipun pendapatannya sudah naik 12% di semester I-2023, EXCL masih mempertahankan target pendapatan high single digit, di kisaran 6%-10% hingga akhir 2023. Research Analyst NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi menilai, potensi peningkatan konsumsi data diharapkan bisa meningkatkan ARPU emiten telekomunikasi. Tak hanya itu, layanan fixed mobile convergence (FMC) juga bakal jadi mesim baru sektor ini. Analis Panin Sekuritas, Aqil Triyadi juga menilai, layanan FMC bakal memperkuat margin pemain telekomunikasi. Aqil menyarankan beli TLKM dan EXCL. dengan target masing-masing Rp 4.800 dan Rp 2.730. Lalu, Leonardo merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp 5.000.

Suku Bunga Tinggi, Utang Emiten Naik

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan

Kebijakan sejumlah bank sentral, menimbulkan era suku bunga tinggi. Contohnya Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang kembali mendongkrak suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,25%-5,50% pada Rabu (26/7). Sehari berselang, giliran European Central Bank (ECB) mengerek naik suku bunga acuan Eropa 25 bps jadi 3,75%. Pasar masih melihat kemungkinan The Fed maupun ECB kembali mengungkit suku bunga acuan, demi mengejar target penurunan inflasi. Pelaku pasar dinilai perlu menakar dampak suku bunga tinggi bagi kinerja emiten, terutama yang memiliki utang dalam mata uang asing. CEO Pinnacle Investment Indonesia, Guntur Putra mengingatkan, kenaikan suku bunga bisa menyebabkan beban bunga naik dan berpotensi mengurangi profit emiten. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengamati, sejumlah emiten yang memiliki utang obligasi dalam dolar AS. Pada periode yang sama, sejumlah emiten properti punya utang obligasi dollar AS setara lebih dari Rp 3 triliun. Yakni, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) setara Rp 6,4 triliun dan PT Modernland Realty Tbk (MDLN) Rp 5,4 triliun. CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo menambahkan, secara tidak langsung biaya bunga tinggi dalam valuta asing membuat pencatatan dalam rupiah menurun dan memangkas margin. Jadi, laba bersih akan tampak merosot dibandingkan periode sebelumnya. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta sepakat, naiknya utang dollar AS bisa menggerus net profit margin emiten. "Emiten harus bisa menjalani mitigasi risiko dengan baik," katanya.

Bisnis Nikel Jadi Daya Ungkit Baru

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan

Penurunan harga batubara global masih membayangi kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR). Kendati begitu, prospek UNTR masih positif didukung ekspansi di sektor non-batubara. Salah satu ekspansi yang cukup gencar dilakukan UNTR adalah investasi di sektor pertambangan nikel. UNTR telah melakukan share subscription agreement pengambilan 19,99% kepemilikan saham di Nickel Industries Limited (NIC) yang tercatat di Australian Securities Exchange Ltd (ASX). Analis Sucor Sekuritas, Yoga Ahmad Gifari mengatakan, akuisisi pertambangan nikel senilai US$ 1,43 miliar akan menguntungkan UNTR. Apalagi, Stargate memiliki total sumber daya 146,7 juta ton dan sedang membangun proyek rotary kiln electric furnace (RKEF) dengan kapasitas produksi nickel pig iron (NPI) sebesar 130.000 ton. Sementara, Nickel Industries punya sumber daya bijih nikel sebesar 300 juta ton dan smelter RKEF yang memproduksi 65.336 ton NPI dan 4.743 ton nikel matte. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta juga sepakat, ekspansi ini dapat berkontribusi positif ke kinerja UNTR. Selain itu, bisnis alat berat UNTR masih akan bertumbuh. Terlihat dari kinerja alat berat yang positif, dengan penjualan 3.145 unit, naik 9,46% secara tahunan. "Sektor alat berat masih memberikan keuntungan," ujarnya, Senin (31/7). Di sisi lain, analis Maybank Sekuritas Indonesia Richard Suherman dan Jeffrosenberg Chenlim masih yakin kinerja UNTR relatif tangguh sejalan penjualan operasional yang tumbuh. Richard memperkirakan, pendapatan UNTR tahun ini bisa mencapai Rp 117,98 triliun dengan laba bersih Rp 17,44 triliun.

Penurunan Biaya Kredit Dongkrak Laba Bank

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan

Kinerja bank-bank besar di Tanah Air kompak melanjutkan pertumbuhan solid hingga semester pertama 2023. Meski basis pembandingnya tahun lalu sudah tinggi, namun laba bersih bank masih naik tinggi di enam bulan pertama tahun ini. Ini juga terlihat pada kinerja kelompok bank modal inti (KBMI) 4. Selain karena kenaikan pendapatan bunga, faktor pendorong pertumbuhan laba bank KBMI 4 adalah turunnya biaya kredit atau cost of credit (CoC), sejalan dengan perbaikan kualitas aset. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya, mencatat penurunan biaya kredit 23 basis poin dari paruh pertama tahun lalu jadi 1,19% pada Juni 2023. Rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) bank ini memang turun signifikan dari 2,42% ke 1,64%. Dengan perbaikan NPL yang terjadi, Bank Mandiri merevisi target biaya kredit jadi 1,1%-1,3% tahun ini. Sebelumnya, bank berlogo pita emas ini menargetkan CoC di kisaran 1,3%-1,5%. Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menyebut, tren penurunan biaya kredit masih akan terjadi, sejalan dengan perbaikan NPL. Kualitas aset diperkirakan akan semakin membaik, seiring dengan semakin kondusifnya kondisi ekonomi makro. Alhasil, BMRI melakukan mitigasi risiko dengan mengevaluasi tingkat pencadangan. Sebagai contoh, kami sudah meningkatkan coverage untuk debitur Wijaya Karya dan Waskita Karya, ujar Siddik, Senin (31/7). Per Juni 2023, Bank Mandiri memupuk pencadangan jadi 304%. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mencatat penurunan biaya kredit. Ini mendorong laba bersih perusahaan ini tumbuh 17%, di saat pendapatan operasional hanya naik 1,34%.

HRTA Optimistis Capai Target 2023

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berhasil melanjutkan peningkatan kinerja all time high di kuartal II 2023. Manajemen HRTA optimistis kinerjanya akan terus meningkat, sejalan dengan pertumbuhan bisnis ritel di pasar domestik dan pengembangan pasar ekspor. Director Investor Relations Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda mengatakan, pendapatan perseroan bertumbuh sebesar 91,96% menjadi Rp 6,17 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu. Tak hanya itu, hingga kuartal II-2023, HRTA juga telah membuka total 76 gerai milik sendiri. Tahun ini, perusahaan juga menargetkan penambahan toko emas milik sendiri menjadi 100 toko. HRTA menargetkan, ekspansi gerai di wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Lebih lanjut, hingga kuartal II-2023, HRTA juga telah merealisasikan belanja modal atawa capital expenditure (capex) 45% dari total alokasi di tahun ini yang sebesar Rp 50 miliar. Tahun ini, HRTA menargetkan pendapatan di kisaran Rp 9,5 triliun hingga Rp 10 triliun. Perusahaan ini juga membidik perolehan laba bersih di angka Rp 360 miliar hingga sebesar Rp 400 miliar di tahun ini. HRTA juga terus memperluas pasar ekspor perhiasan. Pada akhir Juni lalu (28/6), HRTA telah menandatangani memorandum of understanding (MOU) ekspor perhiasan emas dengan Bright Metal Refiners (BMR). Menurut Thendra, HRTA sejauh ini telah menggaet tiga partner ekspor dari India untuk diajak bekerjasama. Mereka adalah Kundan Care Product LTD (Kundan), BMR dan LP Commodities.

PERAN BESAR DUNIA USAHA

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Bisnis Indonesia (H)

Upaya pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan nasional hingga menuju level negara maju tidaklah mudah. Beragam tantangan baik global maupun domestik menuntut kolaborasi solid berbagai elemen, salah satunya dunia usaha yang menjadi pilar penting ekonomi nasional. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ada dua hal penting yang bisa membawa Indonesia melompat menjadi negara maju. Pertama, pengembangan sumber daya manusia (SDM) merujuk kondisi demografi Indonesia dengan populasi 276 juta jiwa atau menempati posisi keempat terbesar dunia. Kedua, program penghiliran untuk semua komoditas mineral strategis, perkebunan hingga produk perikanan. “Kalau hitungannya McKinsey, World Bank, IMF dan OECD, di 2040-2045 saya yakin ini bisa maju,” katanya dalam Sambutan Pengukuhan Dewan Pimpinan Na­­sional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta, Senin (31/7). Oleh karena itu, Kepala Negara menegaskan kebijakan penghiliran tetap dilanjutkan meskipun dihadapkan pada berbagai rintangan termasuk dari lembaga internasional, seperti sengketa larangan ekspor bijih nikel dengan Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), serta imbauan International Monetary Fund agar Indonesia membuka kembali ekspor sejumlah konsentrat tambang.Kepala Negara berkeyakinan program penghiliran memberikan jalan lempeng bagi Indonesia meraih kesejahteraan. Dia pun berharap, dunia usaha berperan lebih besar dalam program penghiliran komoditas lain seperti komoditas perkebunan hingga perikanan.

Gaspol ! Kredit Bank Mandiri Tembus Rp 1.272,07 Triliun di Kuartal II 2023

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. secara konsolidasi menyalurkan kredit senilai Rp1.272,07 triliun pada kuartal II/2023 atau bertumbuh 11,8% year on year (YoY).Realisasi tersebut pun jauh di atas pertumbuhan industri perbankan pada Juni 2023 sebesar 7,8% YoY. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menilai, peningkatan kredit perseroan tidak terlepas dari fundamental ekonomi Indonesia yang kian solid. Penyaluran kredit Bank Mandiri merata di seluruh segmen. Emiten perbankan berkode saham BMRI ini menyalurkan kredit komersial senilai Rp15,7 triliun atau tumbuh 18,9% YoY, kredit SME (small medium enterprise) Rp72,3 tirliun (11,7% YoY) dan kredit segmen konsumer Rp106 triliun (11,3% YoY).Sejalan dengan pertumbuhan kredit, laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi bertumbuh 24,9% YoY menjadi Rp25,2 triliun per Juni 2023. Adapun, return on equity (ROE) Tier-1 bank only perseroan telah menyentuh 25,8% atau naik 275 basis poin (bps) secara YoY, sedangkan net interest margin (NIM) bank only terjaga pada level 5,30%. Sementara itu, layanan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri telah berhasil mengelola Rp9.262 triliun transaksi hingga kuartal II/2023 atau tumbuh 8,6% YoY. Pertumbuhan pengguna Kopra by Mandiri, yang kini telah hadir dalam versi mobile app, juga meningkat 123,2% YoY menjadi 123.000 pengguna.

Memperkuat Sinergi Penguasa-Pengusaha

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Bisnis Indonesia

Selama periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo, kalangan pengusaha di Tanah Air relatif mendapatkan tempat yang terhormat. Bahkan boleh dikata sebagian besar kebijakan pemerintah bertumpu pada filosofi semangat kewirausahaan guna memajukan ekonomi. Oleh karena itu, baik penguasa maupun pengusaha selama ini dapat bersinergi dengan baik. Sinergi antara penguasa dan pengusaha pada dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi ibarat ikan dan air. Tak terpisahkan, saling mengisi, dan melengkapi. Namun, ketika memasuki tahun politik seperti saat ini, ketika periode kepemimpinan Presiden Jokowi akan berakhir pada 2024, hubungan mesra antara pengusaha dan pemerintah seharusnya tak mengalami gangguan. Justru kedua pihak bisa lebih erat bergandengan tangan dalam menghadapi tantangan ke depan yang makin kompleks dan penuh ketidakpastian. Namun, pada sisi lain, tahun politik juga bisa menjadi vitamin baru bagi pemulihan ekonomi. Hal ini karena belanja politik akan turut mendorong daya beli masyarakat yang diperkirakan terjadi pada kuartal IV/2023. Sejalan dengan itu pula, kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga berkomitmen untuk terus proaktif mengajak pemerintah dan pelaku usaha mendorong kemajuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Apindo menginisiasi kerja sama strategis UMKM binaan dengan 33 pemangku kepentingan di bidang UMKM. Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menilai pengembangan UMKM yang inklusif dan kompetitif menjadi tujuan utama agar sektor UMKM nasional dapat berkembang tak hanya berdaya saing nasional tetapi juga global.

Pilihan Editor