;

Sinyal Kuat Emiten Telekomunikasi

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan

Kinerja emiten telekomunikasi pada separuh pertama tahun ini cukup beragam. Kendati laba bersih masih turun, pemulihan sektor ini ini mulai terlihat  dari kinerja operasional yang kompak menguat. PT XL Axiata Tbk (EXCL) misalnya, berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 15,76 triliun per Juni 2023. Nilai itu naik 12% secara tahunan atau year on year (yoy). Meski tak setinggi EXCL, pendapatan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga tumbuh 2,08% yoy menjadi Rp 73,47 triliun. Sedangkan pendapatan PT Indosat Tbk (ISAT) naik 9,54% yoy menjadi Rp 24,67 triliun dari Rp 22,52 triliun pada semester I-2022. Kinerja pendapatan ini salah satunya didorong oleh peningkatan average revenue per user atau ARPU. Presiden Direktur EXCL, Dian Siswarini mengatakan, industri telekomunikasi pada semester I-2023 sudah kembali pulih seperti pra-pandemi. Meskipun pendapatannya sudah naik 12% di semester I-2023, EXCL masih mempertahankan target pendapatan high single digit, di kisaran 6%-10% hingga akhir 2023. Research Analyst NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi menilai, potensi peningkatan konsumsi data diharapkan bisa meningkatkan ARPU emiten telekomunikasi. Tak hanya itu, layanan fixed mobile convergence (FMC) juga bakal jadi mesim baru sektor ini. Analis Panin Sekuritas, Aqil Triyadi juga menilai, layanan FMC bakal memperkuat margin pemain telekomunikasi. Aqil menyarankan beli TLKM dan EXCL. dengan target masing-masing Rp 4.800 dan Rp 2.730. Lalu, Leonardo merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp 5.000.

Suku Bunga Tinggi, Utang Emiten Naik

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan

Kebijakan sejumlah bank sentral, menimbulkan era suku bunga tinggi. Contohnya Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang kembali mendongkrak suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,25%-5,50% pada Rabu (26/7). Sehari berselang, giliran European Central Bank (ECB) mengerek naik suku bunga acuan Eropa 25 bps jadi 3,75%. Pasar masih melihat kemungkinan The Fed maupun ECB kembali mengungkit suku bunga acuan, demi mengejar target penurunan inflasi. Pelaku pasar dinilai perlu menakar dampak suku bunga tinggi bagi kinerja emiten, terutama yang memiliki utang dalam mata uang asing. CEO Pinnacle Investment Indonesia, Guntur Putra mengingatkan, kenaikan suku bunga bisa menyebabkan beban bunga naik dan berpotensi mengurangi profit emiten. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengamati, sejumlah emiten yang memiliki utang obligasi dalam dolar AS. Pada periode yang sama, sejumlah emiten properti punya utang obligasi dollar AS setara lebih dari Rp 3 triliun. Yakni, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) setara Rp 6,4 triliun dan PT Modernland Realty Tbk (MDLN) Rp 5,4 triliun. CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo menambahkan, secara tidak langsung biaya bunga tinggi dalam valuta asing membuat pencatatan dalam rupiah menurun dan memangkas margin. Jadi, laba bersih akan tampak merosot dibandingkan periode sebelumnya. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta sepakat, naiknya utang dollar AS bisa menggerus net profit margin emiten. "Emiten harus bisa menjalani mitigasi risiko dengan baik," katanya.

Bisnis Nikel Jadi Daya Ungkit Baru

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan

Penurunan harga batubara global masih membayangi kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR). Kendati begitu, prospek UNTR masih positif didukung ekspansi di sektor non-batubara. Salah satu ekspansi yang cukup gencar dilakukan UNTR adalah investasi di sektor pertambangan nikel. UNTR telah melakukan share subscription agreement pengambilan 19,99% kepemilikan saham di Nickel Industries Limited (NIC) yang tercatat di Australian Securities Exchange Ltd (ASX). Analis Sucor Sekuritas, Yoga Ahmad Gifari mengatakan, akuisisi pertambangan nikel senilai US$ 1,43 miliar akan menguntungkan UNTR. Apalagi, Stargate memiliki total sumber daya 146,7 juta ton dan sedang membangun proyek rotary kiln electric furnace (RKEF) dengan kapasitas produksi nickel pig iron (NPI) sebesar 130.000 ton. Sementara, Nickel Industries punya sumber daya bijih nikel sebesar 300 juta ton dan smelter RKEF yang memproduksi 65.336 ton NPI dan 4.743 ton nikel matte. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta juga sepakat, ekspansi ini dapat berkontribusi positif ke kinerja UNTR. Selain itu, bisnis alat berat UNTR masih akan bertumbuh. Terlihat dari kinerja alat berat yang positif, dengan penjualan 3.145 unit, naik 9,46% secara tahunan. "Sektor alat berat masih memberikan keuntungan," ujarnya, Senin (31/7). Di sisi lain, analis Maybank Sekuritas Indonesia Richard Suherman dan Jeffrosenberg Chenlim masih yakin kinerja UNTR relatif tangguh sejalan penjualan operasional yang tumbuh. Richard memperkirakan, pendapatan UNTR tahun ini bisa mencapai Rp 117,98 triliun dengan laba bersih Rp 17,44 triliun.

Penurunan Biaya Kredit Dongkrak Laba Bank

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan

Kinerja bank-bank besar di Tanah Air kompak melanjutkan pertumbuhan solid hingga semester pertama 2023. Meski basis pembandingnya tahun lalu sudah tinggi, namun laba bersih bank masih naik tinggi di enam bulan pertama tahun ini. Ini juga terlihat pada kinerja kelompok bank modal inti (KBMI) 4. Selain karena kenaikan pendapatan bunga, faktor pendorong pertumbuhan laba bank KBMI 4 adalah turunnya biaya kredit atau cost of credit (CoC), sejalan dengan perbaikan kualitas aset. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya, mencatat penurunan biaya kredit 23 basis poin dari paruh pertama tahun lalu jadi 1,19% pada Juni 2023. Rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) bank ini memang turun signifikan dari 2,42% ke 1,64%. Dengan perbaikan NPL yang terjadi, Bank Mandiri merevisi target biaya kredit jadi 1,1%-1,3% tahun ini. Sebelumnya, bank berlogo pita emas ini menargetkan CoC di kisaran 1,3%-1,5%. Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menyebut, tren penurunan biaya kredit masih akan terjadi, sejalan dengan perbaikan NPL. Kualitas aset diperkirakan akan semakin membaik, seiring dengan semakin kondusifnya kondisi ekonomi makro. Alhasil, BMRI melakukan mitigasi risiko dengan mengevaluasi tingkat pencadangan. Sebagai contoh, kami sudah meningkatkan coverage untuk debitur Wijaya Karya dan Waskita Karya, ujar Siddik, Senin (31/7). Per Juni 2023, Bank Mandiri memupuk pencadangan jadi 304%. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mencatat penurunan biaya kredit. Ini mendorong laba bersih perusahaan ini tumbuh 17%, di saat pendapatan operasional hanya naik 1,34%.

HRTA Optimistis Capai Target 2023

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berhasil melanjutkan peningkatan kinerja all time high di kuartal II 2023. Manajemen HRTA optimistis kinerjanya akan terus meningkat, sejalan dengan pertumbuhan bisnis ritel di pasar domestik dan pengembangan pasar ekspor. Director Investor Relations Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda mengatakan, pendapatan perseroan bertumbuh sebesar 91,96% menjadi Rp 6,17 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu. Tak hanya itu, hingga kuartal II-2023, HRTA juga telah membuka total 76 gerai milik sendiri. Tahun ini, perusahaan juga menargetkan penambahan toko emas milik sendiri menjadi 100 toko. HRTA menargetkan, ekspansi gerai di wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Lebih lanjut, hingga kuartal II-2023, HRTA juga telah merealisasikan belanja modal atawa capital expenditure (capex) 45% dari total alokasi di tahun ini yang sebesar Rp 50 miliar. Tahun ini, HRTA menargetkan pendapatan di kisaran Rp 9,5 triliun hingga Rp 10 triliun. Perusahaan ini juga membidik perolehan laba bersih di angka Rp 360 miliar hingga sebesar Rp 400 miliar di tahun ini. HRTA juga terus memperluas pasar ekspor perhiasan. Pada akhir Juni lalu (28/6), HRTA telah menandatangani memorandum of understanding (MOU) ekspor perhiasan emas dengan Bright Metal Refiners (BMR). Menurut Thendra, HRTA sejauh ini telah menggaet tiga partner ekspor dari India untuk diajak bekerjasama. Mereka adalah Kundan Care Product LTD (Kundan), BMR dan LP Commodities.

PERAN BESAR DUNIA USAHA

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Bisnis Indonesia (H)

Upaya pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan nasional hingga menuju level negara maju tidaklah mudah. Beragam tantangan baik global maupun domestik menuntut kolaborasi solid berbagai elemen, salah satunya dunia usaha yang menjadi pilar penting ekonomi nasional. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ada dua hal penting yang bisa membawa Indonesia melompat menjadi negara maju. Pertama, pengembangan sumber daya manusia (SDM) merujuk kondisi demografi Indonesia dengan populasi 276 juta jiwa atau menempati posisi keempat terbesar dunia. Kedua, program penghiliran untuk semua komoditas mineral strategis, perkebunan hingga produk perikanan. “Kalau hitungannya McKinsey, World Bank, IMF dan OECD, di 2040-2045 saya yakin ini bisa maju,” katanya dalam Sambutan Pengukuhan Dewan Pimpinan Na­­sional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta, Senin (31/7). Oleh karena itu, Kepala Negara menegaskan kebijakan penghiliran tetap dilanjutkan meskipun dihadapkan pada berbagai rintangan termasuk dari lembaga internasional, seperti sengketa larangan ekspor bijih nikel dengan Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), serta imbauan International Monetary Fund agar Indonesia membuka kembali ekspor sejumlah konsentrat tambang.Kepala Negara berkeyakinan program penghiliran memberikan jalan lempeng bagi Indonesia meraih kesejahteraan. Dia pun berharap, dunia usaha berperan lebih besar dalam program penghiliran komoditas lain seperti komoditas perkebunan hingga perikanan.

Gaspol ! Kredit Bank Mandiri Tembus Rp 1.272,07 Triliun di Kuartal II 2023

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. secara konsolidasi menyalurkan kredit senilai Rp1.272,07 triliun pada kuartal II/2023 atau bertumbuh 11,8% year on year (YoY).Realisasi tersebut pun jauh di atas pertumbuhan industri perbankan pada Juni 2023 sebesar 7,8% YoY. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menilai, peningkatan kredit perseroan tidak terlepas dari fundamental ekonomi Indonesia yang kian solid. Penyaluran kredit Bank Mandiri merata di seluruh segmen. Emiten perbankan berkode saham BMRI ini menyalurkan kredit komersial senilai Rp15,7 triliun atau tumbuh 18,9% YoY, kredit SME (small medium enterprise) Rp72,3 tirliun (11,7% YoY) dan kredit segmen konsumer Rp106 triliun (11,3% YoY).Sejalan dengan pertumbuhan kredit, laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi bertumbuh 24,9% YoY menjadi Rp25,2 triliun per Juni 2023. Adapun, return on equity (ROE) Tier-1 bank only perseroan telah menyentuh 25,8% atau naik 275 basis poin (bps) secara YoY, sedangkan net interest margin (NIM) bank only terjaga pada level 5,30%. Sementara itu, layanan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri telah berhasil mengelola Rp9.262 triliun transaksi hingga kuartal II/2023 atau tumbuh 8,6% YoY. Pertumbuhan pengguna Kopra by Mandiri, yang kini telah hadir dalam versi mobile app, juga meningkat 123,2% YoY menjadi 123.000 pengguna.

Memperkuat Sinergi Penguasa-Pengusaha

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Bisnis Indonesia

Selama periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo, kalangan pengusaha di Tanah Air relatif mendapatkan tempat yang terhormat. Bahkan boleh dikata sebagian besar kebijakan pemerintah bertumpu pada filosofi semangat kewirausahaan guna memajukan ekonomi. Oleh karena itu, baik penguasa maupun pengusaha selama ini dapat bersinergi dengan baik. Sinergi antara penguasa dan pengusaha pada dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi ibarat ikan dan air. Tak terpisahkan, saling mengisi, dan melengkapi. Namun, ketika memasuki tahun politik seperti saat ini, ketika periode kepemimpinan Presiden Jokowi akan berakhir pada 2024, hubungan mesra antara pengusaha dan pemerintah seharusnya tak mengalami gangguan. Justru kedua pihak bisa lebih erat bergandengan tangan dalam menghadapi tantangan ke depan yang makin kompleks dan penuh ketidakpastian. Namun, pada sisi lain, tahun politik juga bisa menjadi vitamin baru bagi pemulihan ekonomi. Hal ini karena belanja politik akan turut mendorong daya beli masyarakat yang diperkirakan terjadi pada kuartal IV/2023. Sejalan dengan itu pula, kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga berkomitmen untuk terus proaktif mengajak pemerintah dan pelaku usaha mendorong kemajuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Apindo menginisiasi kerja sama strategis UMKM binaan dengan 33 pemangku kepentingan di bidang UMKM. Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menilai pengembangan UMKM yang inklusif dan kompetitif menjadi tujuan utama agar sektor UMKM nasional dapat berkembang tak hanya berdaya saing nasional tetapi juga global.

PROSPEK BISNIS SEMESTER II/2023 : ADU KUAT ‘SINYAL’ EMITEN TELEKOMUNIKASI

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Bisnis Indonesia

Pemain industri telekomunikasi bakal memasuki periode menantang pada semester II/2023. Namun, sejumlah emiten tetap menyiapkan strategi ekspansif untuk memperkuat performa bisnis yang sempat tertekan pada awal tahun ini. Dari sejumlah emiten telekomunikasi yang merilis kinerjanya sepanjang 6 bulan pertama tahun ini, perolehan pendapatan masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik. Namun, laju laba bersih cenderung kontraksi, bahkan ada yang mencetak rugi.PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT Smarfren Telecom Tbk. (FREN) kompak membukukan pendapatan.Pendapatan EXCL naik paling tinggi sebesar 12,01% year-on-year (YoY) dari Rp14,07 triliun pada semester I/2022 menjadi Rp15,76 triliun pada 6 bulan pertama 2023. Di belakang EXCL, ISAT mengantongi pendapatan Rp24,67 triliun atau naik 9,54% secara tahunan. Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan bahwa kendati pendapatan XL Axiata atau EXCL tumbuh hingga 12% atau double digit pada semester I/2023, perseroan tetap mempertahankan target pertumbuhan high single digit pada akhir tahun. “Beberapa analis mengatakan semester II/2023 agak lebih soft market kita,” kata Dian, Senin (31/7).Menurut Dian, pada semester I/2023 dari sisi telekomunikasi cukup menggembirakan, karena semua operator mengalami pertumbuhan pendapatan. Artinya, ujar Dian, industri telekomunikasi kembali tumbuh seperti saat sebelum pandemi. Terpisah, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan performa pendapatan selama paruh pertama 2023 mengantarkan EBITDA perusahaan ke Rp11,38 triliun atau tumbuh 24% YoY. Dia mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi. Sementara itu, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan kinerja pendapatan perseroan pada paruh pertama 2023 tak lepas dari stategi utama Five Bold Moves. Telkom juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui pengembangan infrastruktur.Dari sudut pandang lain, analis Aldiracita Sekuritas Selvi Ocktaviani mengharapkan inisiatif FMC dapat mendorong performa TLKM pada semester II/2023. Pada 2023, TLKM diestimasi meraih pendapatan Rp150,35 triliun dan laba bersih Rp25,28 triliun. Saham TLKM direkomendasikan beli dengan target harga Rp4.200 per saham.

KETAHANAN PANGAN NASIONAL : Indonesia Siap Hadapi Dampak El Nino

Hairul Rizal 01 Aug 2023 Bisnis Indonesia

Kepala Bapanas Arief Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap 2,4 juta ton beras petani dalam negeri untuk cadangan beras pemerintah (CBP). “Sumbernya utamanya dari produk dalam negeri, sehingga harus kita jaga di tingkat petani,” katanya, Senin (31/7). Berdasarkan paparan yang disampaikan Bapanas, stok beras saat ini tercatat sebanyak 806.682 ton. Jika diperinci, stok beras yang dikuasai Bulog secara total sebanyak 806.344 ton, yang berasal dari CBP 747.219 ton, dan komersil 59.125 ton. Sementara itu, stok beras milik ID Food sebanyak 338 ton. Dari stok yang ada, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Bapanas untuk meningkatkan stok beras dalam negeri menjadi di atas 1 juta ton dalam 1 bulan ke depan. Selain beras, stok pangan lainnya seperti daging ayam dan daging ruminansia sudah dimitigasi oleh Bapanas dengan memperpanjang umur simpannya, dan penggunaan cold storage agar bisa memastikan kebutuhan daging nasional sebanyak 700.000 ton terpenuhi. Stok gula pasir tercatat sebanyak 151.374,64 ton, dengan total kebutuhan per bulan 283.331 ton per bulan. Kemudian, stok daging sapi dan daging kerbau masing-masing sebanyak 2.452,06 ton dan 7.517,38 ton. Sementara itu, sejumlah stok pangan tercatat menipis. Stok jagung di gudang Bulog tercatat hanya 2.779,39 ton, kedelai 414,78 ton, bawang merah 0,18 ton, cabai 8,84 ton, daging ayam 15,41 ton, telur ayam 19,25 ton, minyak goreng 26.532,06 kl, dan ikan 477,72 ton.

Pilihan Editor