;

Sasaran Pembangunan Jadi Fokus Penyusunan RAPBN

Yoga 01 Sep 2023 Kompas

DPR resmi menyetujui asumsi dasar ekonomi makro dalam penyusunan RAPBN 2024, tetapi terdapat sejumlah catatan soal sasaran pembangunan ekonomi yang menantang. Struktur belanja dalam desain fiskal tahun depan akan dikerucutkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Dalam rapat kerja pemerintah dengan Komisi XI DPR, Kamis (31/8) seluruh fraksi di DPR menyetujui asumsi dasar ekonomi makro sesuai usulan pemerintah yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato nota keuangan dan RAPBN 2024. Penetapan asumsi dasar ekonomi makro menjadi langkah awal paling penting dalam proses penyusunan anggaran negara karena berfungsi sebagai landasan menyusun APBN. Penyusunan RAPBN 2024 itu akan dilakukan selama tiga bulan ke depan oleh DPR dan pemerintah sebelum disahkan pada Oktober 2024.

Asumsi dasar ekonomi makro untuk 2024 yang disepakati pemerintah dengan Komisi XI DPR itu adalah pertumbuhan ekonomi 5,2 % secara tahunan, tingkat inflasi tahunan 2,8 %, nilai tukar rupiah Rp 15.000 per USD, dan tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun sebesar 6,7 %. Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Hasan, mengatakan, fraksinya tidak keberatan dengan asumsi dasar ekonomi makro yang diusulkan pemerintah. Tantangan ke depan adalah menyusun struktur belanja RAPBN agar benar-benar bisa mencapai target sasaran pembangunan, seperti menekan kemiskinan, menurunkan tingkat pengangguran, mengecilkan rasio gini, serta membuka lapangan kerja baru. (Yoga)


Kinerja Industri Manufaktur Melambat

Yoga 01 Sep 2023 Kompas

Indeks Kepercayaan Industri Agustus 2023 berada di posisi 53,22, lebih rendah 0,09 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sekretaris Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Yan Sibarang Tandiele, Kamis (31/8/2023), mengatakan, subsektor yang mengalami kontraksi adalah subsektor industri logam dasar serta industri reparasi, pemasangan mesin dan peralatan. (Yoga)

BEI Terapkan ARB dan ARA Simetris

Yoga 01 Sep 2023 Kompas

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan kembali kebijakan batas auto rejection bawah (ARB) dan auto rejection atas (ARA) secara simetris mulai 4 September 2023. Dengan pengembalian aturan itu, pergerakan harga saham ke atas ataupun ke bawah dapat mencapai 35 persen. ”Kebijakan ini selaras dengan upaya bursa global,” kata Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, Kamis (31/8/2023). (Yoga)

Dominasi Sektor UMKM, Perempuan Hadapi Sederet Tantangan

Yoga 01 Sep 2023 Kompas

Perempuan mendominasi sektor UMKM di Indonesia. Namun, mereka sebagai pelaku usaha masih menghadapi sejumlah hambatan dalam pengembangan usahanya, mulai dari minimnya dukungan keluarga hingga sulitnya akses perizinan. Kepala Grup Pengembangan UMKM dan Keuangan Inklusi BI, Elsya MS Chani mengatakan, perempuan merupakan kelom pok penting dalam perekonomian Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan menunjukkan, terdapat 65 juta pelaku UMKM pada 2019. Dari jumlah tersebut, 64,5 % di antaranya perempuan.

”Kiprah perempuan dalam perekonomian sudah membuktikan banyak hal. Mereka mendominasi sektor potensial, seperti sektor ekonomi kreatif,” ujar Elsya dalam peluncuran program literasi keuangan Ibu Berbagi Bijak 2023 yang digelar PT Visa Worldwide Indonesia secara daring, Kamis (31/8). Meski demikian, banyak perempuan yang menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan usahanya. Beberapa di antaranya kurangnya dukungan keluarga atau pasangan, masalah perizinan, serta minimnya kemampuan mendapat akses pasar. Elsya menambahkan, BI memberikan dukungan lewat berbagai kebijakan, serta mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit yang lebih besar bagi UMKM. Selain itu, BI juga menetapkan kebijakan pemberian diskon giro wajib minimum serta pengadaan sistem pembayaran ritel nasional (BI Fast dan QRIS). (Yoga)


Kuota Elpiji Bersubsidi Terus Membengkak

Yoga 01 Sep 2023 Kompas

Pemerintah mengusulkan kuota elpiji bersubsidi 3 kg sebanyak 8,03 juta ton dalam RAPBN 2024. Tambahan kuota akan disertai rencana transformasi distribusi yang tepat sasaran. Sejumlah fraksi di Komisi VII DPR mengusulkan kuota ditambah lebih banyak menjadi 8,5 juta ton. Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/8) mengatakan, usulan itu disertai kebijakan pendistribusian elpiji tepat sasaran pada 2024. ”(Dengan) melanjutkan upaya transformasi subsidi elpiji 3 kg menjadi berbasis orang dan terintegrasi dengan data penerima manfaat yang akurat,” ujarnya. Dalam upaya transformasi subsidi itu, pendataan pengguna elpiji 3 kg telah dilakukan pada 2023 berbasis teknologi.

Transformasi elpiji bersubsidi itu, ujar Arifin, mempertimbangkan kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat. Merespons usulan tersebut, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Mukhtarudin, mengatakan, kuota elpiji 3 kg pada 2023 yang diperkirakan terlampaui menjadi sinyal meningkatnya perekonomian nasional. Oleh karena itu, volume 8,03 juta ton dalam Nota Keuangan RAPBN 2024 dinilai terlalu kecil. Sementara itu, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari, menuturkan, elpiji 3 kg selama ini menjadi tulang punggung sektor UMKM di Indonesia. ”Mulai dari UMKM makanan, ataupun lainnya. Bahkan, peternakan juga menggunakan elpiji 3 kg. Maka, kami mengusulkan (volume) 8,5 juta metrik ton,” katanya. (Yoga)


Layanan Tiga RS di Jayapura Terdampak

Yoga 01 Sep 2023 Kompas

Sebanyak 98 dokter spesialis dan subspesialis dari tiga RS pemerintah di Kota Jayapura, Papua, yaitu RSUD Jayapura, RSUD Abepura, dan Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura. untuk sementara tidak bertugas di pelayanan poli bagi pasien rawat jalan. Aksi yang dimulai sejak Kamis (31/8) itu sebagai bentuk protes karena Pemprov Papua tidak mengabulkan permintaan revisi kebijakan pemotongan tunjangan tambahan penghasilan pegawai hingga 72,5 %. Pelayanan poli RSUD Jayapura dan RSUD Abepura tetap berjalan seperti biasa. Dokter umum untuk sementara menggantikan dokter spesialis dan subspesialis serta pertugas melayani warga yang berobat di ruang layanan poli. Ketua Komite Medik RSUD Jayapura Yunike Howay mengatakan, pihaknya bersama Komite Medik RSUD Abepura dan RSJ Abepura telah sepakat bahwa dokter spesialis dan subspesialis tidak bertugas di layanan poli. Sebab, belum ada solusi dari Pemprov Papua untuk merealisasikan tuntutan mereka.

Yunike memaparkan, terjadi pengurangan pembayaran  tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) hingga 72 % sejak Januari hingga Agustus tahun ini berdasarkan Pergub Papua No 9 Tahun 2023. Ia menegaskan, pihaknya meminta Pemprov Papua merevisi kembali Pergub Papua No 9/2023. Sebab, regulasi ini bertentangan dengan Permenkes No HK 01.07/Menkes/545 Tahun 2019. Sesuai permenkes, dokter spesialis dan subspesialis yang bekerja di RS provinsi mendapat TPP senilai Rp 24 juta per bulan, dokter spesialis serta subspesialis yang bekerja di RS  rujukan regional senilai Rp 25,5 juta per bulan. Dokter spesialis dan subspesialis di RS pemerintah daerah lainnya Rp 27 juta per bulan. ”Saat ini para dokter hanya  mendapat tunjangan TPP Rp 3,9 juta hingga Rp 7 juta. Padahal, tugas kami bukanlah pegawai negeri sipil seperti biasanya dan waktu kerja yang panjang,” kata Yunike. (Yoga)


Berjaya dari Hasil Melepas Saham Perdana di Bursa

Hairul Rizal 01 Sep 2023 Kontan (H)

Bursa Efek Indonesia (BEI) kebanjiran emiten baru sejak awal tahun 2023. Dari deretan saham baru yang melantai di BEI, kekayaan sejumlah pengusaha semakin tinggi berkat kenaikan harga saham yang fantastis. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pendatang baru yang langsung tancap gas. Emiten tambang tembaga dan emas ini merangsek ke peringkat keenam kapitalisasi pasar terbesar di BEI, nilainya mencapai sebesar Rp 325,78 triliun. Sejumlah taipan langsung cuan. Lihat saja Agoes Prodjosasmito yang memiliki 9,35% saham AMMN, nilai kekayaan sahamnya naik dari Rp 11,39 triliun menjadi Rp 30,46 triliun. Sebelum IPO, nilai modal milik Agoes berdasarkan nominal saham tak sampai Rp 1 triliun. Di emiten saham lain, Prajogo Pangestu juga menjala cuan besar dari saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menghelat IPO pada Maret 2023. Taipan pemilik Grup Barito Pacific itu mencatatkan kenaikan nilai aset saham hampir 10 kali lipat di CUAN sejak IPO. Nama lain yang sukses membawa perusahaannya IPO tahun ini adalah Raam Jethmal Punjabi. Raam memegang 84,19% saham PT Tripar Multivion Plus Tbk (RAAM). Harga RAAM sudah menanjak 203,41% dari harga IPO yang sebesar Rp 234. Alhasil nilai aset saham Raam naik tiga kali lipat. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengamati mayoritas konglomerat atau grup bisnis besar terbilang sukses menggelar IPO. Pengamat Pasar Modal dan Founder WH-Project William Hartanto menyatakan, rekam jejak konglomerat atau grup bisnis emiten juga memegang peran penting. Dia mencontohkan saham CUAN milik Prajogo Pangestu, yang seperti mengulang laju saham BRPT dan TPIA beberapa tahun lalu.

Efek Bisnis Motor Listrik Bisa Sesaat

Hairul Rizal 01 Sep 2023 Kontan

Pemerintah telah memperluas penerima subsidi Rp 7 juta untuk pembelian motor listrik dengan bermodalkan nomor induk kependudukan (NIK). Kebijakan ini membawa dampak bervariasi bagi saham-saham emiten yang terkait dengan produk dan komponen motor listrik. Kemarin (31/8), saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) menguat 9,65% ke Rp 6.250. Namun saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) kendati sempat menguat, malah ditutup melemah 4,93% menjadi harga Rp 135. Begitu juga PT Indika Energy Tbk (INDY), yang punya lini bisnis kendaraan listrik, di akhir perdagangan malah turun 1,48% menjadi Rp 2.000. Sedangkan emiten komponen otomotif seperti PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) juga turun 1,23% ke harga 3.200. Begitu juga PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), melemah 4,55% ke harga Rp 1.470. Research Analyst Erdikha Elit Sekuritas, Ika Baby Fransiska mengamati perluasan subsidi menjadi angin segar untuk menghidupkan permintaan motor listrik, suku cadang atau produk penunjangnya. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengingatkan, kebijakan subsidi pemerintah untuk pembelian motor listrik berpotensi hanya menjadi sentimen sesaat. Pelaku pasar perlu mewaspadai fluktuasi saham. Namun, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek.

Terdorong Proyek Residensial Baru

Hairul Rizal 01 Sep 2023 Kontan

Emiten properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berpeluang membukukan kinerja positif di tahun ini, baik dari segi pendapatan maupun laba bersih. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei mengatakan, hal ini seiring dengan musim serah terima properti yang sudah terjual saat diluncurkan dua tahun lalu. CTRA mencatatkan marketing sales Rp 5,1 triliun pada semester 1 2023, nilai paling besar di antara emiten properti lain. "Realisasi ini menunjukkan kinerja CTRA akan kuat ke depannya," kata Jono, Kamis (31/8). Dibanding emiten properti lain, CTRA unggul karena memiliki neraca keuangan sehat, landbank yang tersebar di seluruh Indonesia, dan menggunakan skema kerja sama operasi untuk mengembangkan proyeknya. Alhasil, risiko dan modal kerja yang dikeluarkan CTRA lebih rendah. Dalam riset 2 Agustus 2023, Analis Maybank Sekuritas Jeffrosenberg Chenlim dan William Jefferson W. memprediksi, marketing sales CTRA akan lanjut bertumbuh pada semester II 2023. CTRA berencana untuk meluncurkan dua proyek besar pada separuh kedua tahun ini. Berdasarkan riset 11 Juli 2023, Analis Sucor Sekuritas, Benyamin Mikael mengatakan, CTRA berencana meluncurkan proyek residensial baru pada separuh kedua 2023 dengan potensi marketing sales Rp 1,3 triliun. Ini termasuk CitraLand Sampali Kota Deli Megapolitan dengan target Rp 450 miliar, Citra City Sentul Rp 400 miliar, CitraGarden Serpong-Diandre Cluster Rp 500 miliar. Di samping itu, CTRA akan berpartisipasi dalam proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pengembangan properti terintegrasi. Mulai dari perumahan, hotel, lapangan golf, MICE, dan kebun raya. "Kami melihat hal tersebut akan berdampak karena dapat mendorong marketing sales dan recurring income di masa depan," ucap Benyamin.

Simpanan Nominal Kecil dan Jumbo Konstraksi

Hairul Rizal 01 Sep 2023 Kontan

Simpanan nasabah di perbankan mengalami penurunan dari akhir tahun lalu. Penurunan terjadi pada kelompok nominal Rp 200 juta ke bawah dan simpanan nominal Rp 5 miliar ke atas. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), total simpanan di perbankan mencapai Rp 8.087 triliun per Juni 2023, turun 1,4% dari akhir tahun lalu. Namun, secara tahunan, jumlah simpanan masih naik 5,3%. Herman Suheru, Direktur Group Riset LPS, mengatakan, penurunan simpanan nasabah bukan lantas berarti ekonomi sedang tidak baik. "Terdapat beberapa penyebab. Salah satunya karena kondisi pandemi telah usai. Sebelumnya banyak nasabah menyimpan uangnya di bank, tapi  kini mereka kembali konsumtif," jelas Herman pada KONTAN, belum lama ini. Herman menjelaskan, mayoritas simpanan dengan nominal di atas Rp 5 miliar di perbankan berasal dari korporasi. Porsinya lebih dari 60%. Penurunan simpanan Rp 5 miliar ke atas menunjukkan korporasi kembali aktif ekspansi usaha dengan memakai dana simpanan di bank. Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menambahkan, simpanan nasabah turun juga karena pergerakan ekonomi yang belum kuat, sehingga dana simpanan tergerus. Apalagi, harga komoditas, sebagai salah satu penopang ekonomi dalam negeri, mengalami penurunan harga. Selain itu, menurut Trioksa, terjadi peralihan simpanan bank ke instrumen investasi non bank yang memberi imbal hasil lebih besar, seperti obligasi dan reksadana. Sedangkan sentimen tahun politik menurutnya belum ada kaitan dengan penurunan simpanan nasabah di bank. Senada, pengamat ekonomi dan pasar modal Budi Frensidy menyampaikan, simpanan nasabah tajir yang menurun sangat mungkin karena mereka memindahkan dananya ke instrumen investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Pilihan Editor