;

Mendongkrak Ketahanan Pangan Asean

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Meski mayoritas negara-negara Asean adalah negara agraris dengan lahan pertanian yang luas, namun indeks ketahanan  pangan kebanyakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini justru di bawah rata-rata indeks dunia maupun Asia Pasifik. Ketersediaan pasokan (availabality) dan kualitas nutrisi (qualitity and safety), menjadi dua di antara masalah paling utama yang memicu indeks ketahanan pangan kebanyakan negara Asean masih dalam kondisi cekak. Oleh karena itu, kerja sama dalam upaya penguatan ketahanan pangan akan menjadi salah satu topik pembahasan prioritas dalam konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke43 yang akan dilangsungkan di Jakarta, 5-7 September 2023. Dalam Keketuaan Asean Indonesia tahun ini yang mengusungkan tema Asean Matters Epicentrum of Growth, kerja sama penting lainnya yang juga didorong adalah bidang ketahanan energi, kesehatan, dan stabilitas keuangan. "Poin-poin (problem utama ketahanan pangan Asean) itu yang kita masukkan, ya yang mengenai availability, kemudian quality. Itu memang di Indonesia sedang pararel dilakukan (diatas)," kata Kepala Badan Pangan nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi kepada Investor Daily, Jumat (01/09/2023). (Yetede)

Harga Komoditas Seret Turun Laba Emiten MIND ID hingga 46%

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Laba bersih emiten-emiten yang tergabung dalam MIND ID anjlok 46,58% pada semester I-2023 menjadi Rp 4,08 triliun dibanding periode sama tahun lalu Rp8,76 triliun akibat turunnya  harga komoditas baru. Penurunan laba terutama dialami oleh PT Timah Tbk (TINS) yang mencapai 98,49% dan PT Asam Tbk (PTBA) sebanyak 54,92%. Sementara PT Aneka tambang Tbk (ANTM) mempu mencatatkan kenaikan laba bersih 23,84% pada semester I-2023 dibanding periode sama 2022. mengatakan, laba periode berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan pada paruh pertama 2023 turun 98,49% menjadi Rp16,29 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp1,08 triliun. Anjloknya laba bersih tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan sebanyak 39,9% dari Rp7,47 triliun menjadi Rp4,57 triliun. Penurunan pendapatan itu dipengaruhi  merosotnya harga komoditas logam timah dunia. "Penurunan sebagian harga logam pada akhir semester I-2023 ditengah permintaan global yang lemah dan peningkatan persediaan logam timah di gudang LME mengakibatkan harga logam timah bergerak fluktuatif cenderung menurun," kata Fina dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (1/9/2023). (Yetede)

Menakar Potensi Ekspor Hybrid

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Pelan tapi pasti kendaraan Hybrid Elctric Vehicle (HEV) mulai diterima konsumen Indonesia. Tak hanya domestik, mobil hybrid buatan Indonesia juga mulai diekspor oleh pabrikan otomotif seperti Toyota dan Suzuki. Indonesia mempunyai keunggulan dibandingkan negara kompetitif seperti Thailand dari sisi  penjualan domestik  yang lebih banyak, yang membuat harga mobil hybrid ekspor menjadi lebih ekonomis. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menerapkan, pada tahun ini mobil hybrid mulai banyak peminat didalam negeri dan menjadi landasan yang cukup kuat untuk potensi buat ekspor. "Pada saat yang sama  negara-negara lain juga perlu hybrid. Harusnya bisa kita rebut itu, jadi dalam negeri bagus dan ekspor juga bagus," kata dia kepada Investor Daily, Jakarta, Jumat (1/9/2023). Kukuh mengungkapkan, sebenarnya mobil hybrid sudah muncul di Indonesia sejak 10 tahun lalu, hanya saja harganya yang mahal membuatnya tidak banyak dilirik konsumen. Baru ketika banyak masyarakat mulai peduli akan isu emisi dan lingkungan, mobil hybrid mulai menjadi pilihan apakah tetap mau mobil konvensional atau mobil listrik. (Yetede)

Manufaktur Zona Euro dan RRT Siap Bangkit

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Investor Daily (H)

LONDON,ID-Penurunan aktivitas manufaktur di zona euro mereda pada bulan lalu, sehingga mengindikasikan bahwa masa terburuk telah berakhir bagi pabrik-pabrik di blok mata uang tunggal Eropa tersebut. Sementara itu, rebound tak terduga aktivitas manufaktur di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memberikan harapan bagi negara yang tergantung pada ekspor tersebut. Demikian berdasarkan survei swasta yang dirilis pada Jumat (01/09/2023). Data Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur zona euro terbaru yang dikeluarkan HCBO dan disusun oleh S&P Global menunjukkan kenaikan ke level tertinggi dalam tiga bulan. Sebagai informasi ambang batas PMI di bawah 50 poin menunjukkan kontraksi. Indeks pengukur output-dimasukkan ke dalam PMI komposit- yang dijadwalkan diriliss pada Selasa (05/09/2023) dan dipandang sebagai tolok ukur yang baik untuk kesehatan ekonomi, naik 42,7 menjadi 43,4. "Posisi kita sekarang lebih baik daripada perkiraan banyak orang, mengingat suku bunga telah naik cukup tinggi dan pesat. Hal ini (akan) membuat Bank Sentral Eropa (ECB) jeda sejenak untuk berpikir karena tidak ingin terlalu kuat mengendalikan  inflasi tetapi akan merugikan perekonomian,"' kata Craig Erlam, analis OANDA, yang dilansir Reuters. (Yetede)

Naik 22,54%, Penumpang Udara Domestik Capai 36,4 Juta

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Badan Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik kumulatif jumlah penumpang angkutan udara domestik kumulatif Januari-Juli 2023 mencapai 36,4 juta atau tumbuh 22,54% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan jumlah penumpang pada Juli 2023 tercatat sebanyak 6 juta atau masih meningkat 9,11% dibandingkan bulan sebelumnya (month to month). "Jumlah penumpang terbesar tercatat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang yang mencapai 10,6 juta orang atau sebesar 8,41% dari keseluruhan penumpang domestik," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi rilis berita statistik di jakarta, Jumat (01/09/2023). Pudji Ismartini menuturkan, selama Januari-Juli 2023, jumlah penumpang internasional sebanyak 8,4 juta orang atau melonjak tajam 258,55% dibanding realisasi pada periode  yang sama tahun 2022. Adapun jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) pada Juli 2023 turun 5,51% menjadi 1,3 juta orang dibanding bulan sebelumnya. (Yetede)

Potensi Ingkar Janji Anggaran IKN

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Tempo

JAKARTA – Komisi Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat bakal menagih laporan realisasi anggaran infrastruktur dasar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara selama beberapa tahun terakhir dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Anggota Komisi V DPR, Suryadi Jaya Purnama, mengatakan pemakaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk proyek ibu kota baru di Kalimantan Timur itu sudah memasuki tahun ketiga. Jumlah pagu yang diusulkan kementerian bidang infrastruktur itu pun terus meningkat. “Banyak sekali anggaran PUPR yang masuk ke sana. Tentu kami ingin mendetailkan penyalurannya,” kata dia kepada Tempo, kemarin, 1 September 2023. Sebelumnya, dalam rapat bersama DPR pada 30 Agustus lalu, Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono mengungkapkan sebanyak 24 persen dari rencana anggaran Kementerian PUPR pada tahun depan akan mengalir ke megaproyek IKN Nusantara. Porsi itu setara dengan dana sebesar Rp 35,37 triliun dari total pagu Kementerian Rp 146,99 triliun pada 2024. (Yetede)

Menjaga Stok Beras sampai Tahun Depan

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Tempo

JAKARTA – Pemerintah diminta mempersiapkan stok beras hingga Maret 2024 karena masa tanam padi yang biasanya dilakukan pada Oktober akan mundur lantaran fenomena El Nino berlangsung lebih lama. Akibat kondisi tersebut, guru besar pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas Santosa, memperkirakan panen raya pun bakal mundur ke kisaran April dan Mei 2024. "Jadi, kalau stok, biasanya diamankan sampai Februari karena Maret mulai panen. Sekarang harus sampai Maret karena puncak panen bisa April atau Mei," ujar Andreas kepada Tempo, kemarin.

Prediksi Andreas tersebut didasarkan pada laporan terbaru mengenai musim kering El Nino dari Climate Prediction Center Amerika Serikat. Agustus lalu, lembaga tersebut memperkirakan terjadi El Nino kategori kuat yang berlangsung pada November mendatang hingga Januari 2024. Dampak dari El Nino kategori kuat ini akan memundurkan musim hujan yang biasanya dimulai pada September. Kalaupun ada hujan, intensitasnya diperkirakan masih rendah. "Bukan berarti kering sampai Januari. Hujan mungkin akan turun juga di Oktober, tapi intensitasnya masih rendah sehingga petani belum bisa mulai menanam," kata Andreas. (Yetede)

Demi Merebut Suara Nahdlatul Ulama

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Tempo

JAKARTA – Satu per satu petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tiba di Grha Gus Dur, Jalan Gayungsari Timur VIII-IX, Surabaya, Jumat sore, 1 September 2023. Area parkir yang biasanya lengang dalam sekejap dipenuhi mobil. Petang itu, pengurus PKB memiliki agenda penting. Mereka akan membahas tawaran kerja sama dari Partai NasDem untuk menduetkan Anies Baswedan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam kontestasi pemilihan presiden 2024.

Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid mengatakan, pada Jumat pagi, pengurus pusat sebenarnya sudah menggelar rapat pleno di Jakarta untuk membahas tawaran NasDem. Namun rapat itu hanya meminta agar keputusan diambil dalam rapat pleno gabungan Dewan Pengurus Pusat PKB yang melibatkan seluruh jajaran pengurus internal partai. "Jadi, bukan hanya Dewan Syuro PKB dan Tanfidz, tapi juga seluruh badan otonom diundang, seluruh anggota fraksi diundang, bahkan pimpinan pengurus wilayah atau DPW PKB juga diundang," ujarnya

Rapat pleno gabungan itulah yang digelar di Grha Gus Dur, yang sehari-hari menjadi kantor Dewan Pengurus Wilayah PKB Jawa Timur. Adapun keputusan rapat adalah menerima tawaran NasDem. Keputusan ini didukung oleh seluruh pengurus yang hadir dalam rapat. Begitu juga dengan kiai. "Kami menerima dan menindaklanjuti tawaran NasDem pada ketua umum kami, Gus Muhaimin Iskandar," kata Hasanuddin. (Yetede)

Berpeluang jadi Lumbung Pangan Dunia

Yuniati Turjandini 02 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Asean berpeluang besar menjadi lumbung pangan dunia karena  potensi produksi yang dimilikinya. Meskipun Asean sering menemui masalah terkait ketahanan pangan, namun negara-negara di kawasan Asia Tenggara itu memiliki potensi produksi yang lebih baik dari negara-negara di kawasan lain. "Negara-negara di Asean memiliki potensi sebagai lumbung pangan dunia karena potensi yang dimilikinya," tutur pengamat ekonomi Universitas Indonesia  Fitrah Faisal Hastiadi kepada Investor Daily, baru-baru ini. Ia menjelaskan salah satu kekuatan yang dimiliki Asean adalah dari sisi ketahanan pangan yang bisa dimaksimalkan untuk tujuan  jangka pendek maupun menengah. Apalagi pada saat situasi seperti ini ketika negara-negara di Amerika dan Eropa mengalami inflasi pangan yang sangat siginifikan. Ia mencontohkan di inggris inflasi yang tinggi membuat banyak anak-anak sekolah dikabarkan terpaksa tidak sarapan karena harga makanan yang sangat tinggi. "Kita lihat tren, setelah Covid-19, banyak suplai atau produksi bahan makanan yang pertumbuhannya tidak secepat laju permintaan. Gap ini yang akan memunculkan naiknya harga-harga komoditas pangan. Pada sisi lain, Asean bisa dibilang sebagai lumbung pangan. Negara-negara Asean memang sering punya masalah  dengan ketahanan pangan tapi potensi produksinya jauh lebih baik dan lebih besar dibanding negara-negara di kawasan Amerika dan Eropa tadi," papar Fitrah. (Yetede)

Waspadai Inflasi Pangan akibat El Nino

Yoga 01 Sep 2023 Kompas

Kekeringan akibat El Nino diperkirakan dapat membuat Indonesia kehilangan produksi  beras hingga 1,2 juta ton. Fenomena iklim itu berpotensi menekan produksi pangan dunia dan membuat pemerintah sejumlah negara produsen mengutamakan kebutuhan domestik mereka. Pemerintah diingatkan untuk mewaspadai inflasi pangan. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2023 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/8) Presiden Jokowi mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mewaspadai potensi lonjakan inflasi pangan akibat El Nino. Fenomena yang melanda dunia ini akan memaksa negara-negara pemasok pangan menghentikan ekspor karena memilih untuk mengamankan pasokan bagi kebutuhan dalam negeri terlebih dulu.

”El Nino mengakibatkan kekeringan ekstrem dan diprediksi berlangsung hingga awal 2024.Kalau semua negara mengerem ekspor, apa yang bisa menyelamatkan negara kita, ya, diri kita sendiri. Minta bantuan atau beli beras atau gandum ke negara yang sudah stop ekspor, ya, tidak bisa,” ujar Presiden. Gejala kenaikan harga pangan tecermin pada komoditas beras. BPS mencatat, beras menyumbang inflasi 0,38 % secara tahunan pada Juli 2023. Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR, Rabu (30/8) menyebutkan, El Nino akan menggerus produksi beras nasional. ”Analisis kami, kita akan kehilangan 380.000 ton beras karena El Nino sedang. Kalau El Nino sangat kuat, kita kehilangan 1,2 juta ton beras. Itu (analisis kehilangan beras) yang membuat kita harus menyediakan penanaman baru 500.000 hektar (ha),” kata Syahrul. (Yoga)


Pilihan Editor