Sasaran Pembangunan Jadi Fokus Penyusunan RAPBN
DPR resmi menyetujui asumsi dasar ekonomi makro dalam penyusunan RAPBN 2024, tetapi terdapat sejumlah catatan soal sasaran pembangunan ekonomi yang menantang. Struktur belanja dalam desain fiskal tahun depan akan dikerucutkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Dalam rapat kerja pemerintah dengan Komisi XI DPR, Kamis (31/8) seluruh fraksi di DPR menyetujui asumsi dasar ekonomi makro sesuai usulan pemerintah yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato nota keuangan dan RAPBN 2024. Penetapan asumsi dasar ekonomi makro menjadi langkah awal paling penting dalam proses penyusunan anggaran negara karena berfungsi sebagai landasan menyusun APBN. Penyusunan RAPBN 2024 itu akan dilakukan selama tiga bulan ke depan oleh DPR dan pemerintah sebelum disahkan pada Oktober 2024.
Asumsi dasar ekonomi makro untuk 2024 yang disepakati pemerintah dengan Komisi XI DPR itu adalah pertumbuhan ekonomi 5,2 % secara tahunan, tingkat inflasi tahunan 2,8 %, nilai tukar rupiah Rp 15.000 per USD, dan tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun sebesar 6,7 %. Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Hasan, mengatakan, fraksinya tidak keberatan dengan asumsi dasar ekonomi makro yang diusulkan pemerintah. Tantangan ke depan adalah menyusun struktur belanja RAPBN agar benar-benar bisa mencapai target sasaran pembangunan, seperti menekan kemiskinan, menurunkan tingkat pengangguran, mengecilkan rasio gini, serta membuka lapangan kerja baru. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023