;

Mendadak Pertamax

Yoga 06 Sep 2023 Kompas

Persoalan polusi udara di Jakarta dan sekitarnya belum berhenti menjadi perbincangan publik. Transportasi menjadi sumber utama polutan. Kenyataannya, BBM yang paling banyak digunakan masyarakat saat ini, belum ramah lingkungan. Pertalite, dengan nilai oktan (research octane number / RON) 90, ialah produk BBM PT Pertamina (Persero) yang paling banyak digunakan masyarakat. Kuota jenis BBM khusus penugasan (JBKP) atau yang dikompensasi pemerintah itu 32,56 juta kiloliter (kl) pada 2023 atau naik 8,9 % dibandingkan kuota pada 2022.Dalam rapat dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, Rabu (30/8) Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengungkap rencana menghapus pertalite pada 2024 dan menggantinya dengan Pertamax Green 92, yang dihasilkan dengan mencampur BBM RON 90 dengan bioetanol sebanyak 7 %.

Dimana pemenuhan ethanol fuel grade diusulkan dengan impor. Tetapi, Nicke menekankan, rencana tersebut sebatas kajian internal Pertamina dan baru akan diusulkan kepada pemerintah. Keesokan harinya, Kamis (31/8), Menteri ESDM Arifin Tasrif justru balik bertanya jika rencana itu dilaksanakan, siapa yang akan membiayai ongkosnya? Kenyataannya, selama ini, terutama saat harga komoditas bergejolak, APBN kerap ”megap-megap” dalam membiayai subsidi dan kompensasi energi. (Yoga)


Jaminan Sosial Belum Optimal

Yoga 06 Sep 2023 Kompas

Kemenaker mengeluhkan jumlah kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan yang belum kunjung mencakup seluruh penduduk bekerja. Padahal, program jamsostek diyakini memiliki manfaat besar bagi pekerja. Salah satunya, dapat menurunkan angka kemiskinan. ”Begitu besarnya manfaat dari jamsostek, tetapi belum diimbangi dengan jumlah kepesertaan yang ada,” ucap Menaker Ida Fauziyah dalam siaran pers pembukaan Forum Komunikasi Jamsostek, Senin (4/9) malam, di Jakarta. Dari data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS per Februari 2023, menurut Ida, jumlah penduduk usia kerja di Indonesia 211,59 juta orang. Penduduk yang bekerja 138,63 juta orang.

Sesuai data BPJS Ketenagakerjaan hingga Juli 2023, jumlah kepesertaan baru 37,40 juta penduduk bekerja. Terdiri dari peserta penerima upah (31,05 juta orang), peserta bukan penerima upah (6,35 juta orang), peserta pada sektor jasa konstruksi (7,40 juta orang), dan pekerja migran Indonesia (391.344 orang). Artinya, dari semua penduduk bekerja yang telah terlindungi jamsostek sebanyak 26,97 %, dan 7,61 persen di antaranya merupakan pekerja sektor informal. ”Kondisi seperti itu perlu didiskusikan tentang bagaimana memastikan seluruh penduduk bekerja bisa mendapatkan pelayanan jamsostek. Saya rasa semua pemangku kepentingan di ketenagakerjaan harus berkolaborasi dan bersinergi,” kata Ida. (Yoga)


KENDARAAN LISTRIK, Publik Pertanyakan Efektivitas Program

Yoga 06 Sep 2023 Kompas

Berdasarkan studi Center of Economic and Law Studies atau Celios tentang program kendaraan listrik di Indonesia, sebagian publik masih mempertanyakan efektivitas program ini. Selain belum mampu mengatasi kemacetan, kendaraan listrik tak optimal mengurangi emisi selama sumber energi primernya adalah pembangkit listrik tenaga uap yang membakar batubara. Dalam penelitian Celios (media monitoring) pada periode 1 November 2022 sampai 1 Mei 2023, ditemukan bahwa mayoritas berita daring memberitakan tentang perubahan iklim dan subsidi kendaraan listrik. Dari 2.271 berita yang dipublikasikan lima portal media daring, isu yang paling banyak diangkat adalah tentang mobil listrik dan kendaraan listrik yang masing-masing porsinya 24 % dan 22 %.

”Yang menjadi perbincangan (di media daring dan media sosial), sebagian masyarakat masih skeptis. Misalnya, buat apa beli mobil listrik jika menambah kemacetan,” ujar Direktur Celios Bhima Yudhistira dalam diskusi publik ”Menuju Transisi Energi: Pesan Rakyat untuk Presiden Masa Depan” yang diselenggarakan secara daring, Selasa (5/9). Selain itu, imbuh Bhima, masyarakat mempertanyakan stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik yang masih bersumber dari batubara. Ada pula laporan sejumlah lembaga swadaya masyarakat terkait praktik kotor proses pengolahan nikel (bahan baku baterai kendaraan listrik) yang ternyata berdampak buruk bagi lingkungan. (Yoga)


Kolaborasi Perluas Pasar Kosmetik Lokal

Yoga 06 Sep 2023 Kompas

Kolaborasi antarpihak perlu dilakukan untuk mendorong perluasan pasar kosmetik lokal lewat ritel. ”Menggunakan toko (ritel) sebagai etalase untuk produk kosmetik penting sebagai strategi bisnis,” kata Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Solihin dalam siaran pers yang diterima, Selasa (5/9/2023). (Yoga)

Indonesia Bentuk Satgas Dorong LCT

Yoga 06 Sep 2023 Kompas

Indonesia membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nasional untuk mendorong peningkatan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi Indonesia dengan negara mitra (local currency transaction/LCT). ”Bank Indonesia meyakini bahwa Satgas Nasional LCT akan menjadi wadah koordinasi yang semakin memperkuat sinergi kebijakan antar-instansi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (5/9/2023). (Yoga)

Kemenparekraf Dukung Bali Pungut 10 Dollar AS

Yoga 06 Sep 2023 Kompas

Pemerintah Provinsi Bali bakal memungut Rp 150.000 atau sekitar 10 dollar AS per orang bagi wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali sebagai upaya perlindungan alam dan budaya Bali berkelanjutan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatak hal itu dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, secara daring, Senin (4/9/2023). Acara itu dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dari Denpasar. (Yoga)

Kesetaraan Value Utama Asean

Yuniati Turjandini 06 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Kesetaraan akan menjadi nilai (value) utama yang harus dihormati bersama oleh Perhimpunan  Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Asean. Bahkan, nilai kesetaraan  akan tetap dijunjung bersama dalam bingkai  persatuan dan kebersamaan, meski nilai tersebut saat ini terlihat telah menjadi barang langka di dunia. "Tapi di Asean berbeda, kesetaraan justru menjadi value utama yang kita hormati dan kita junjung bersama dalam bingkai persatuan dan kebersamaan, sehingga kapal besar Asean dapat terus melaju," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato pada Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean di Jakarta, Selasa (05/09/2023). Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin Asean itu, Presiden cukup intensif memberikan penekanan terhadap isu kesetraan, meski tidak menjabarkan lebih rinci terkait kesetraan yang terjadi di dunia saat ini. Dalam pidatonya yang berlangsung sekitar lima menit 21 detik itu, Jokowi menyebut kata 'setara' atau 'kesetaraan' hingga sebanyak lima kali. Bahkan, Presiden pun menyebutkan, bahwa banyak persoalan yang yang mencuat di dunia selama ini bermula dari adanya ketidaksetaraan. "Banyak ketidakadilan dan konflik terjadi akibat tidak adanya kesetaraan," ucap Jokowi. (Yetede)

Penaikan Subsidi Bunga Genjot Penyaluran KUR

Yuniati Turjandini 06 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Pemerintah menaikkan subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) super mikro menjadi 15%. Kebijakan ini diyakini dapat menggenjot penyaluran KUR pada umumnya, terutama super mikro, "kata pengamat perbankan Paul Sutaryono di Jakarta,Selasa (5/9/2023). Selain itu, kata dia, penurunan bunga KUR dapat mengerek pertumbuhan kredit perbankan secara umum. Derasnya pertumbuhan kredit perbankan akan menggairahkan pertumbuhan ekonomi nasional. Tetapi, ia menilai, bank juga harus meningkatkan kehati-hatian dalam penyaluran kredit, termasuk KUR, Tujuannya agar bank dapat menjaga kualitas kredit untuk memitigasi risiko. "Pada prinsipnya, bisnis harus lancar, ekonomi harus lebih subur, dan NPL di perbankan tetap terjaga di ambang batas aman sebesar 5%," kata dia. Diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan No 317/2023 tentang Besaran Subsidi Bunga/Subsidi Margin KUR. Dalam keputusan itu, besaran subsidi bunga KUR penempatan pekerja migran Indonesia dikurangi menjadi 13,5%. (Yetede)

Laba Emiten Bank Tembus Rp105 T, Saham Berpotensi Naik 20%

Yuniati Turjandini 06 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Emiten perbankan berhasil mencatatkan kinerja moncer selama tujuh bulan 2023 dengan raihan laba bersih mencapai Rp 105 triliun, atau tumbuh 18,7% dibanding periode sama tahun lalu. Kenaikan yang didorong penurunan biaya provisi ini, berpotensi berlanjut seiring likuiditas perbankan Indonesia yang masih cukup besar. Kondisi tersebut membuka peluang  peningkatan harga sahamnya di lantai bursa dengan potensi kenaikan harga 20%. "Sejumlah bank yang kami pantau telah merilis kinerja bank-onlynya di Januari-September 2023, dengan laba bersih gabungan sebesar Rp105,6 triliun atau tumbuh 18,7% year on year (yoy)." kata Analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi, dan Brandon Boedhiman dalam riset yang dikutip Selasa (5/9/2023). Bank-bank tersebut membukukan angka kredit gabungan sebesar Rp4,0 triliun atau naik 0,9% yoy pada Juli kemarin. Likuiditas perbankan Indonesia juga masih cukup besar, dengan LDR gabungan sebanyak 83,5% pada Juli, dengan total simpanan gabungan mencapai Rp4,8 triliun. "Yang menarik, kami melihat adanya peningkatan performa  BBNI setelah kuartal II-2023 yang cenderung lemah, didukung oleh ekspansi NII yang kuat, yang mendorong ekpansi NIM pada bulan Juli 2023," ujar Prasetya. (Yetede)

5PC Tetap jadi Pedoman Utama Asean

Yuniati Turjandini 06 Sep 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Masalah Myanmar dan Asean Outlook in Indo-Pasific (AOIP) menjadi dua fokus pembahasan dalam Reatreat Session pada konferensi tingkat tinggi (KTT) ke-43 Asean yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo di Jakarta, Selasa (05/09/2023). Dalam kesempatan itu, ia mengingat bahwa Lima Poin Konsensus (5PC) akan tetap menjadi pedoman utama Asean dalam menyelesaikan krisis Myanmar. "Terkait implementasi 5PC, saya ingin ingatkan bahwa 5PC adalah upaya kolektif Asean sebagai keluarga, yang telah disepakati para pemimpin Asean di Jakarta pada 24 April 2021. Dan 5PC akan tetap jadi pedoman utama Asean," ujar dia. Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi, diskusi mengenai masalah dilakukan dengan sangat terbuka dan para pemimpin me-review implementasi dari 5PC sesuai mandat KTT 40 dan 41. "Kesimpulannya, tidak ada kemajuan yang signifikan dalam implementasi 5PC. Semua memahami situasi yang sangat pelik, complicated, dan tidak mudah untuk diselesaikan. Dan semua,  pemimpin tadi sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Indonesia," kata dia. (Yetede)

Pilihan Editor