Harga Komoditas Melambung, IHSG Tembus 7.000
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek jakarta (BEI) sempat menembus level psikologis 7.000 pada perdagangan Rabu (6/9/2023), ditopang melambungnya harga komoditas. Namun indeks akhirnya ditutup di level 6.995, seiring maraknya aksi profit taking ketika berada di level 7.044. Dalam jangka pendek, analis memprediksi IHSG menguji rentang area 7.025-7.070. Selain harga komoditas, indeks mendapatkan angin segar dari data perekonomian nasional yang sesuai ekspektasi pasar. "Secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguat. Namun, demikian yang perlu diperhatikan, dalam jangka pendek penguatan IHSG akan cenderung terbatas untuk menguji rentang area 7.025-7.070," kata Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Investor Daily, Rabu (06/09/2023). "Dengan demikian, indeks dalam jangka pergerakan IHSG lebih cenderung limited upside dengan range antara 6961 hingga 7044 sehubungan dengan indikator RSI yang hampir menyentuh area overbought," jelasnya kepada Investor Daily. (Yetede)
Konektivitas Asean Jadi Kunci Pengembangan Ekosistem EV
JAKARTA,ID-Konektivitas antar negara anggota Asean menjadi kunci dalam mewujudkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Pengembangan ekosistem kendaraan listrik serta kapasitas produksi tidak akan dapat terwujud tanpa konektivitas antar negara anggota Asean. Pernyataaan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala Nugraha Mansury saat memberikan sambutan pada The Asean Indo-Pacific Forum Day 2 di Jakarta, Rabu (6/9/2023). Wamenlu menuturkan bahwa Indonesia telah meluncurkan dan membangun ekosistem mobil listrik dan kendaraan listrik. Dengan kekayaan alamnya yang memiliki total sekitar 26% sumber daya dunia berupa nikel, Indonesia memiliki rencana ambisius untuk dapat menjadi bagian dari rantai pasok global dalam ekonomi sistem EV. Pahala mengatakan, negara-negara anggota Asean lainnya juga memiliki potensi yang besar, seperti Filiina yang sebenarnya juga memiliki potensi yang sangat signifikan dalam pengembangan nikel. "Di Indonesia, kita juga mempunyai sumber daya yang lebih dari sekedar nikel." ucap dia. (Yetede)
Merger Garuda-Pelita Air Dinilai Jadi Opsi Terbaik
JAKARTA,ID-Rencana penggabungan usaha (merger) antara maskapai penerbangan milik PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dengan Pelita Air yang dimiliki PT Pertamina yang diharapkan bisa menghasilkan opsi terbaik yang dapat mengakselerasi kinerja bisnis kedua BUMN tersebut ke depannya. Rencana merger yang menyeruak sejak 21 Agustus 2023 itu bahkan sukses mengangkat harga saham Garuda di lantai bursa hingga 40%. "Kami sedang telpon dengan beberapa teman konsultan, dan bersama teman-teman Pertamina mencari cara atau opsi yang terbaik untuk kami berdua, baik secara komersial maupun legal," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra pada acara Berita Satu Spesial BTV, Rabu (6/9/2023). Irfan mengatakan, wacana penggabungan masakapai milik Garuda Group dengan Pelita Air telah muncul sejak proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Garuda masih berlangsung. Rencana itu mencuat sebagai opsi apabila Garuda tidak lolos PKPU dan dinyatakan pailit. Irfan kembali menegaskan, pada waktu itu pesannya sudah sangat jelas, rencana menghidupkan penerbangan berjadwal dilakukan untuk mengantisipasi bila garuda tidak lolos PKPU. (Yetede)
Terganjal Sertifikasi Sebelum Beroperasi
Tak sampai setengah jam, Perdana Menteri Cina Li Qiang sudah bisa bolak-balik antara Stasiun Halim dan Stasiun Karawang yang berjarak sekitar 41 kilometer dengan menumpang kereta cepat. Orang nomor dua di Cina itu menjajal sepur berkecepatan 350 kilometer per jam tersebut bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Li Qiang juga meninjau kesiapan sarana dan prasarana moda transportasi tersebut sebelum mulai beroperasi komersial pada Oktober mendatang. "Di kereta api, kami banyak berdiskusi mengenai detail kereta ini dan merasakan bersama bahwa kualitas keretanya cukup bagus. Kami merasakan kecepatan hingga 326 kilometer per jam," ujar Luhut setelah menjajal kereta cepat. Namun Luhut belum memastikan kapan kereta cepat Jakarta-Bandung bakal diluncurkan. Ia hanya mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo ingin masyarakat di sekitar jalur kereta cepat menjajal lebih dulu kereta berteknologi anyar tersebut sebelum masuk tahap komersial. (Yetede)
Gugatan Ketiga Penentang Tambang
JAKARTA – Tiga puluh warga Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tengah duduk meriung di musala Dusun Kali Gendol, Wadas, Selasa lalu. Mereka tengah merumuskan gugatan terhadap pemerintah yang tetap memaksakan menambang andesit di Wadas. Ikut bersama mereka sejumlah advokat dari Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik Pengurus Pusat Muhammadiyah. Penentang tambang andesit ini akan menggugat pemerintah yang diduga menyebarkan informasi keliru tentang sikap warga Wadas. Informasi keliru itu adalah berita yang diunggah Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah di situs web Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Berita berjudul “Musyawarah Terakhir, Warga Wadas Akhirnya Setujui Pembebasan Lahan” itu memuat pernyataan Wakil Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah, Sumarsono, bahwa semua warga Wadas yang hadir dalam pertemuan di balai desa menyepakati bentuk ganti rugi tanah berupa uang. Pertemuan yang dimaksudkan adalah musyawarah antara pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan warga Wadas di Balai Desa Wadas pada Kamis, 31 Agustus lalu. Anggota Kawula Muda Desa Wadas (Kamudewa), Talabudin, menegaskan bahwa isi berita tersebut keliru dan menyesatkan. “Padahal warga penolak penambangan tak menyepakati pelepasan tanah dalam pertemuan itu,” kata Talabudin, Rabu, 6 September 2023. (Yetede)
Setengah Hati Tinggalkan Dolar
JAKARTA — Aktivitas perdagangan dan transaksi internasional masih sangat bergantung pada dolar Amerika Serikat. Bukan hal mudah menurunkan penggunaan dolar AS atau "dedolarisasi" di tengah posisinya sebagai mata uang utama dunia saat ini. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro mengatakan, saat ini mayoritas pelaku usaha sudah kelewat nyaman dengan dolar AS, meski upaya menerapkan kebijakan penggunaan mata uang lokal atau local currency transaction sudah dimulai. Indonesia saat ini memang telah mengimplementasikan kerja sama LCT dengan Malaysia dan Thailand yang dimulai sejak 2018, lalu dengan Jepang pada 2020, dan dengan Cina pada 2021. Adapun eksposur penggunaan LCT paling banyak dilakukan dengan baht Thailand dan yuan Cina. “Tapi memang belum banyak karena bagaimanapun dolar masih jadi mata uang dunia," kata Toto, kemarin, 6 September 2023. Sering kali para pengusaha menerima pembayaran dalam mata uang lokal. Namun mereka harus kembali menggunakan dolar saat harus membeli bahan baku dari negara lain. Kurangnya sinkronisasi kebutuhan penggunaan mata uang lokal dengan dolar AS menjadi salah satu tantangan utama penerapan kebijakan LCT. Hal ini pada akhirnya justru berpotensi kian membebani pelaku usaha. “Supplier kami misalnya ada juga yang belum berkenan dengan mata uang lokal, mintanya dolar. Ya ini membebani kami karena ujungnya harus bayar selisih kurs dobel,” kata Toto. Menurut dia, penerapan kebijakan ini harus dilengkapi dengan implementasi kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha. "Misalnya dalam melakukan transaksi di bank devisa, kami bisa mendapatkan kurs tengah yang lebih kompetitif. (Yetede)
Stagnasi Reformasi TNI dan Pembenahan Peradilan Militer
Belum selesai kasus keterlibatan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam dugaan korupsi di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), kini muncul kasus penculikan dan pembunuhan yang diduga dilakukan prajurit TNI juga, tepatnya oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan dua kesatuan lainnya. Kasus korupsi Basarnas ini bukan hanya kembali membuka mata publik mengenai urgensi reformasi TNI, tapi juga mengafirmasi banyak kritik masyarakat terhadap lambatnya reformasi TNI dalam dua lokus, yakni reformasi peradilan militer dan penempatan TNI di jabatan sipil.
Berbagai masalah TNI belakangan ini mengingatkan agar penyelenggara pemerintahan melihat kembali pentingnya implementasi Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri dan Undang-Undang TNI yang mengamanatkan agar prajurit TNI tunduk kepada kekuasaan peradilan militer dalam hal pelanggaran hukum militer dan tunduk kepada kekuasaan peradilan umum dalam hal pelanggaran hukum pidana umum. Namun ketentuan tersebut dan realitas pemisahan yurisdiksi peradilan menjadi hambatan serius dalam upaya penerapannya dalam reformasi TNI.
Selain itu, kasus Basarnas memperlihatkan secara gamblang bagaimana penempatan TNI di jabatan sipil yang belum diimbangi infrastruktur hukum yang memadai dalam menjaga reformasi TNI, yakni revisi Undang-Undang Peradilan Militer. Dalam kasus ini, TNI menyatakan keberatan terhadap penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi yang melibatkan prajurit TNI di Basarnas dengan landasan bahwa prajurit TNI tunduk pada peradilan militer, bukan peradilan umum. (Yetede)
Tenang, Masih Ada Dividen yang Akan Lewat
Bagi investor saham, keuntungan bukan cuma berasal dari kenaikan harga. Dividen juga sumber cuan yang menggiurkan bagi investor saham.
Reuters
menyebut, ada potensi perusahaan di seluruh dunia bakal membayar dividen ke investor hingga US$ 1,64 triliun di tahun ini. Jika dirupiahkan dengan kurs Rp 15.260 per dollar AS jumlahnya Rp 25.026 triliun.
Terlebih, ada data dari
fund manager
Janus Henderson yang memperkirakan ada 88% perusahaan di seluruh dunia mengerek dividen atau mempertahankannya.
Saat ini masih ada sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan membagikan dividen interim. Salah satu yang terbesar adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
Sebelumnya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) juga telah membagikan dividen interim senilai Rp 986,8 miliar.
Pengamat pasar modal dan Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat menilai, puncak pembagian dividen sudah terjadi tahun lalu. Kondisi ini tidak terlepas dari
booming
harga komoditas yang menyebabkan harga batubara pecah rekor. Kemudian mendorong kinerja emiten pertambangan dan bermuara pada kenaikan pembagian dividen.
Namun ia melihat prospek pembagian dividen di sektor lain masih menjanjikan, misalkan perbankan. Laba bersih emiten perbankan di tahun ini masih akan bertumbuh sehingga ekspektasi dividen yang dibagikan pun masih tinggi.
Di sektor konsumer, Teguh menduga kinerja yang dibukukan emiten akan bervariasi. Misal, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang laba bersihnya mulai
rebound.
Head of Business Development
FAC Sekuritas Indonesia, Kenji Putera juga melihat pembagian dividen dari sektor pertambangan akan menyesuaikan dengan kondisi laba bersih. Kemudian
dividend payout ratio
di sektor keuangan khususnya perbankan juga masih cukup baik.
Hitungan Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, dividen BBCA untuk kloter kedua biasanya lebih kecil dibanding kloter pertama. Hitungannya estimasi dividen interim BBCA di kloter kedua Rp 35 per saham. Estimasi dividen yield 0,4%.
Mengandalkan Tarif dan Trafik Data
Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) punya prospek yang positif pada sisa tahun 2023. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis memprediksi, pendapatan EXCL potensial tumbuh dua digit pada tahun ini.
Menurut Niko, EXCL secara konsisten membukukan peningkatan trafik data setiap kuartal dengan rata-rata 78,5 petabyte pada kuartal ketiga, dan rata-rata 90,0 terabyte pada kuartal keempat dalam lima tahun terakhir. Ia mengasumsikan pertumbuhan rata-rata sebesar 3,4% secara kuartalan dalam enam kuartal ke depan.
Oleh karena itu, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan EXCL pada 2023 akan tumbuh sekitar 10% yoy menjadi Rp 32,08 triliun, lebih tinggi dari panduan EXCL yang sebesar satu digit.
Berdasarkan riset tanggal 4 September 2023, Analis BCA Sekuritas Mohammad Fakhrul Arifin mengatakan, upaya migrasi BTS 3G EXCL akan memberikan pencapaian operasional yang lebih baik pada semester 2 2023. Sisa aset BTS 3G EXCL hanya sekitar 0,8% pada kuartal II-2023, dari 2,8% pada kuartal II-2022.
Pengamatan kualitatif BCA Sekuritas, pengguna EXCL secara acak, khususnya Gen Z dan millennial di kota-kota tier 1 menunjukkan hasil yang positif. Sebagian besar responden mampu melewati kenaikan harga sebesar 10%-20% demi kualitas jaringan yang lebih baik.
Dalam riset yang dirilis 5 September 2023, Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi mengatakan, operator-operator Indonesia akan terus berupaya meningkatkan average revenue per user (ARPU) basis pelanggannya untuk meningkatkan kinerja.
Sinarmas Sekuritas dalam riset 2 Agustus 2023 mencatat, masih ada potensi EXCL menaikkan harga di semester II 2023 karena tren trafik dan pelanggan yang positif. Oleh karena itu, Sinarmas memperkirakan ARPU akan tetap berada di kisaran Rp 42.000-Rp 43.000 di kuartal III 2023.
SOLIDITAS KEMITRAAN ASEAN
Misi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Association of Southeast Asian Nations (Asean) untuk menjadikan kawasan ini sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi dunia bukan angan belaka. Buktinya, secara bertahap, sejumlah kerja sama strategis yang mencakup investasi hingga perdagangan, berhasil dicapai. Dus, kerja sama baik bilateral maupun multilateral itu pun digadang-gadang makin mengokohkan pilar penopang pertumbuhan ekonomi Asean. Termutakhir, dalam forum Asean Indo-Pasifik atau Asean Indo-Pacific Forum (AIPF), Selasa, (5/9), Presiden Joko Widodo, mengumumkan adanya kesepakatan antara anggota Asean dan mitra lainnya senilai US$38,2 miliar yang mencakup 93 proyek dan 73 proyek potensial senilai US$17,8 miliar. Ada beberapa sektor yang akan dikembangkan oleh negara-negara Asean dalam kesepakatan jumbo itu, antara lain ekonomi digital dan pengembangan energi terbarukan. Optimalisasi peluang kerja sama dalam KTT Asean kali ini juga dilakukan Indonesia yang menyandang status keketuaan. Secara bilateral, Indonesia, menjajaki kerja sama dengan negara dari kawasan lain seperti peningkatan transaksi perdagangan dengan Serbia, dan kerja sama sektor energi serta perniagaan dengan Bangladesh. Selain negosiasi bilateral, Indonesia juga mendapatkan suntikan modal untuk mendanai megaproyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hingga kemarin, Otorita IKN telah menerima letter of intent (LOI) sebanyak 270. Dari jumlah tersebut, 202 di antaranya adalah perusahaan Asean.
Presiden Joko Widodo, mengatakan hasil nyata ini membuktikan bahwa KTT Ke-43 Asean memiliki sinergisitas yang tinggi untuk kepentingan bersama. Kontribusi yang terkumpul ini juga mencerminkan komitmen setiap anggota untuk membangun Indo-Pasifik secara damai, stabil, dan makmur. "Asean Indo-Pacific Forum hadir untuk mengubah rivalitas menjadi kerja sama bermanfaat serta membangun kebiasaan koperatif dengan win-win for all, tanpa satu pun merasa dikucilkan," kata Kepala Negara, kemarin. Presiden menambahkan, Asean Indo-Pacific Forum memiliki tiga agenda utama. Pertama, infrastruktur hijau dan rantai pasok yang resilient, penghiliran industri, dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik. Kedua, merumuskan pembiayaan berkelanjutan dan inovatif Asean yang membutuhkan dana US$29,4 triliun untuk transisi energi dan skema pembiayaan yang inovatif melalui kemitraan yang profitable dan sustainable. Ketiga, transformasi digital dan ekonomi kreatif digital di Asean yang pada 2030 diperkirakan tumbuh US$1 triliun, sehingga dibutuhkan penguatan adopsi inovasi digital. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, menambahkan perusahaan pelat merah telah memasang kuda-kuda untuk menindaklanjuti komitmen investasi di 93 proyek tersebut. Selain itu, Serbia juga telah menandatangani Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan menjadi negara ke-52 yang mengaksesi perjanjian tersebut dengan Asean. Adapun dengan Bangladesh, selain kerja sama perdagangan, juga dilakukan penandatanganan MoU kerja sama energi antara kedua negara yang diharapkan dapat mendorong investasi di sektor energi. Ketua Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) Arsjad Rasjid, mengatakan AIBN menjadi inisiatif lanjutan dalam Keketuan Asean Indonesia 2023. Menurutnya, ada banyak bisnis dan inspirasi yang berdampak ke perekonomian Indo-Pasifik lewat jaringan ini. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, mengatakan kolaborasi memang sangat dibutuhkan di tengah pemulihan ekonomi yang terbilang cukup rentan.









