SOLIDITAS KEMITRAAN ASEAN
Misi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Association of Southeast Asian Nations (Asean) untuk menjadikan kawasan ini sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi dunia bukan angan belaka. Buktinya, secara bertahap, sejumlah kerja sama strategis yang mencakup investasi hingga perdagangan, berhasil dicapai. Dus, kerja sama baik bilateral maupun multilateral itu pun digadang-gadang makin mengokohkan pilar penopang pertumbuhan ekonomi Asean. Termutakhir, dalam forum Asean Indo-Pasifik atau Asean Indo-Pacific Forum (AIPF), Selasa, (5/9), Presiden Joko Widodo, mengumumkan adanya kesepakatan antara anggota Asean dan mitra lainnya senilai US$38,2 miliar yang mencakup 93 proyek dan 73 proyek potensial senilai US$17,8 miliar. Ada beberapa sektor yang akan dikembangkan oleh negara-negara Asean dalam kesepakatan jumbo itu, antara lain ekonomi digital dan pengembangan energi terbarukan. Optimalisasi peluang kerja sama dalam KTT Asean kali ini juga dilakukan Indonesia yang menyandang status keketuaan. Secara bilateral, Indonesia, menjajaki kerja sama dengan negara dari kawasan lain seperti peningkatan transaksi perdagangan dengan Serbia, dan kerja sama sektor energi serta perniagaan dengan Bangladesh. Selain negosiasi bilateral, Indonesia juga mendapatkan suntikan modal untuk mendanai megaproyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hingga kemarin, Otorita IKN telah menerima letter of intent (LOI) sebanyak 270. Dari jumlah tersebut, 202 di antaranya adalah perusahaan Asean.
Presiden Joko Widodo, mengatakan hasil nyata ini membuktikan bahwa KTT Ke-43 Asean memiliki sinergisitas yang tinggi untuk kepentingan bersama. Kontribusi yang terkumpul ini juga mencerminkan komitmen setiap anggota untuk membangun Indo-Pasifik secara damai, stabil, dan makmur. "Asean Indo-Pacific Forum hadir untuk mengubah rivalitas menjadi kerja sama bermanfaat serta membangun kebiasaan koperatif dengan win-win for all, tanpa satu pun merasa dikucilkan," kata Kepala Negara, kemarin. Presiden menambahkan, Asean Indo-Pacific Forum memiliki tiga agenda utama. Pertama, infrastruktur hijau dan rantai pasok yang resilient, penghiliran industri, dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik. Kedua, merumuskan pembiayaan berkelanjutan dan inovatif Asean yang membutuhkan dana US$29,4 triliun untuk transisi energi dan skema pembiayaan yang inovatif melalui kemitraan yang profitable dan sustainable. Ketiga, transformasi digital dan ekonomi kreatif digital di Asean yang pada 2030 diperkirakan tumbuh US$1 triliun, sehingga dibutuhkan penguatan adopsi inovasi digital. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, menambahkan perusahaan pelat merah telah memasang kuda-kuda untuk menindaklanjuti komitmen investasi di 93 proyek tersebut. Selain itu, Serbia juga telah menandatangani Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan menjadi negara ke-52 yang mengaksesi perjanjian tersebut dengan Asean. Adapun dengan Bangladesh, selain kerja sama perdagangan, juga dilakukan penandatanganan MoU kerja sama energi antara kedua negara yang diharapkan dapat mendorong investasi di sektor energi. Ketua Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) Arsjad Rasjid, mengatakan AIBN menjadi inisiatif lanjutan dalam Keketuan Asean Indonesia 2023. Menurutnya, ada banyak bisnis dan inspirasi yang berdampak ke perekonomian Indo-Pasifik lewat jaringan ini. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, mengatakan kolaborasi memang sangat dibutuhkan di tengah pemulihan ekonomi yang terbilang cukup rentan.
Tags :
#UmumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023