Meningkatkan Partisipasi Investor dalam Hilirisasi Komoditas SDA
Yusril: MK Tidak Bisa Melakukan Pembatasan Usia Maksimal Capres
Gurih Pendanaan Teknologi Kesehatan
Harga Emas Capai Rp 1,1 Juta Per Gram
Dukungan Bengkel Pesawat Penting
Setelah pandemi Covid-19 berlalu, industri penerbangan kembali menggeliat. Namun, permintaan yang meningkat itu tak dibarengi dengan kesiapan bengkel pesawat atau fasilitas perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan pesawat. Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan kelaikan pesawat serta kemudahan impor suku cadang untuk menjawab persoalan ini. Menurut Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia Alvin Lie, sebagian bengkel pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO) berjatuhan terdampak pandemi Covid-19. Saat bersamaan, maskapai-maskapai penerbangan akan mengaktifkan kembali pesawat-pesawat yang diparkir lama selama pandemi.
”Akibatnya, antrean panjang sehingga maskapai terdampak tak dapat cepat naikkan kapasitasnya,” ujar Alvin saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (19/10). MRO asing terdekat saat ini berada di Singapura. Alhasil, maskapai yang akan memeriksakan pesawatnya harus mengantre panjang di sana. Kondisi serupa terjadi secara global. Selain itu, kelangkaan pasokan suku cadang juga dialami MRO dalam negeri. Indonesia telah memiliki sejumlah MRO, di antaranya PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), anak usaha Garuda Indonesia, serta Batam Aero Technic (BAT) di bawah naungan Lion Air Group. Kesulitan mendapat suku cadang membuka celah bagi vendor-vendor atau distributor untuk menjual barang palsu. Beruntung, vendor-vendor tersebut telah masuk daftar hitam MRO Indonesia. (Yoga)
PAMERAN PERDAGANGAN, TEI Jadi Upaya Redam Penurunan Ekspor
Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 merupakan salah satu upaya pemerintah meredam penurunan kinerja ekspor nasional setelah tren kenaikan harga komoditas berakhir. Melalui pameran perdagangan internasional itu, pembeli dari negara lain didatangkan baik langsung maupun tidak langsung atau secara daring. TEI 2023 juga menjadi ajang bagi pemerintah memperkuat ekosistem perdagangan dan industri nasional dengan mendorong pengembangan pendidikan vokasi di kedua sector tersebut. Kemendag menggelar ajang itu secara luring pada 18-22 Oktober 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Adapun secara daring, TEI akan diselenggarakan dengan konsep laman interaktif berbasis katalog elektronik melalui www.tradexpoindonesia.com.
Kemendag menargetkan TEI 2023 dapat menjaring 25.000 pengunjung secara luring dan 33.000 pengunjung secara daring. Transaksinya diharapkan dapat mencapai 11 miliar USD atau Rp 173,4 triliun (kurs Rp 15.731 per USD). Pada hari pertama pameran tersebut, 99 kontrak dagang senilai 4,9 miliar USD telah diraih dari misi pembelian pelaku usaha dari 18 negara. Lima transaksi terbesar berasal dari India dengan nilai kontrak 3,3 miliar USD, Belanda 630,71 juta USD, Jepang 326,90 juta USD, Malaysia 232,69 juta USD, dan AS 220 juta USD. Terdapat juga kontrak dagang dengan pembeli dari negara ekspor nontradisional, seperti Brasil senilai 11,2 juta USD, Afsel 4,37 juta USD, Mesir 553.440 USD, dan Hongaria 80.000 USD. Komoditas Indonesia yang termasuk dalam kontrak dagang itu, antara lain, minyak sawit, makanan dan minuman, kertas, furnitur, panel surya, produk perikanan, batubara, produk kelapa, produk perawatan pribadi, dan kopi. (Yoga)
Status Pelayanan RSUD Ditingkatkan
Suhita, Pembuka Akses Ekonomi dan Wisata Jawa Timur
Pemprov Jatim baru saja meresmikan bus Trans Jatim Koridor III Mojokerto-Gresik, Rabu (18/10). Bus tersebut diuji coba hingga 31 Oktober 2023 sebelum beroperasi secara komersial. Adapun rute perjalanan yang ditempuh, mulai dari Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto, hingga Terminal Balongpanggang, Gresik. Sepanjang perjalanan, bus akan melewati Jalan Jayanegara, Jalan Majapahit, dan Jalan Gajah Mada di wilayah Kota Mojokerto. Selanjutnya, bus berkapasitas 20 tempat duduk dan 10 tempat untuk penumpang berdiri itu, akan melewati Kecamatan Jetis, Gedeg, dan Dawarblandong di wilayah Kabupaten Mojokerto, serta Kecamatan Balongpanggang, Gresik. Layanan di koridor terbaru Trans Jatim ini dinamai Suhita, dari nama Ratu Majapahit ke enam yang memerintah pada tahun 1429-1447 Masehi.
Suhita juga kependekan dari sarana angkutan umum yang hebat, inovatif, tepat, dan akurat. Kehadiran bus Trans Jatim Koridor III ini melengkapi layanan angkutan umum massal yang beroperasi sebelumnya, yakni Koridor I Sidoarjo-Gresik-Surabaya dan Koridor II Mojokerto-Sidoarjo. Dengan adanya layanan transportasi umum massal ini, koneksi kota-kota di Jatim semakin kuat, terutama di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Mojokerto. Pakar transportasi yang juga dosen Teknik Sipil Unika sekalius Wakil Ketua Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Soegijapranata Djoko Setijowarno menilai, angkutan umum mampu memangkas pengeluaran masyarakat di sektor transportasi hingga 50 %. Rata-rata biaya perjalanan masyarakat menghabiskan 30 % pengeluaran mereka. Dengan angkutan umum, biaya perjalanan hanya 15 %. (Yoga)
PAJAK KARBON, Pelaku Industri Butuh Regulasi yang Matang
Pengusaha berharap rencana pemerintah menerapkan pajak karbon dilakukan secara matang. Kematangan aturan pajak karbon, yang berperan meredam aktivitas ekonomi penghasil emisi, akan melengkapi upaya sektor industri yang saat ini berada dalam tahap transisi penggunaan sumber energi yang lebih bersih dan terbarukan. Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bobby Gafur Umar mengatakan, pada dasarnya sebagian besar pelaku industri, terutama di sector energi dan manufaktur, telah menyiapkan diri terhadap rencana pengenaan pajak karbon. Kendati demikian, pengusaha berharap pemerintah bisa mematangkan regulasinya terlebih dahulu. Sejumlah hal yang perlu dimatangkan adalah penetapan besaran tarif pajak karbon, tata cara penghitungan, pemungutan, pembayaran atau penyetoran, pelaporan, hingga mekanisme pengenaan pajak karbon.
Diharapkan juga ada kematangan dalam target sasaran pajak karbon semestinya diarahkan pada sektor dan subsektor penyumbang utama emisi karbon. ”(Implementasi pajak karbon) Perlu kepastian baik itu dari peraturannya, penghitungannya, maupun standardisasi dari karbon kredit ini. Artinya, regulasinya harus benar dulu baru kami siap terapkan pajak karbon,” ujar Bobby, Kamis (19/10/2023). Momentum penerapan pajak karbon pada dasarnya dinilai tepat dengan upaya transisi industri menuju energi ”hijau”. Saat ini, rata-rata industri di Tanah Air masih minim dalam penggunaan sumber energi baru terbarukan, yakni 12,4 %. ”Kami dari bidang industri manufaktur sedang menjalani transisi energi menuju green certified sehingga pemerintah harus konsisten dan tepat dalam mengimplementasi peraturan pajak karbon,” kata Bobby. (Yoga)
Investasi Hotel Mewah Terus Bertumbuh
Seiring kinerja sektor perhotelan yang semakin membaik, investasi hotel diproyeksikan terus meningkat. Hotel kelas mewah, yakni bintang 4 dan 5, kini mendominasi investasi baru sektor perhotelan. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengemukakan, penambahan hotel bintang 4 dan 5 terus berlangsung. Sebagian besar investasi itu dilakukan oleh pengusaha lokal. Ia menambahkan, konsumen kini cenderung memilih hotel dengan fasilitas yang lengkap, layanan baik, dan kenyamanan. Hal itu umumnya disediakan hotel berbintang. Preferensi pasar itu turut mendorong investasi hotel bergeliat. ”Hotel bintang lebih banyak dipilih masyarakat karena preferensi konsumen sekarang seperti itu,” ujarnya, saat dihubungi, Kamis (19/10).
Laporan ”Jakarta Property Market Update Triwulan III-2023” yang dirilis konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) mencatat, volume investasi hotel di Indonesia diperkirakan mencapai 220 juta USD atau Rp 3,46 triliun (kurs Rp 15.731 per USD). Menurut Senior Vice President Investment Sales Hotels & Hospitality Group JLL Asia Pacific Julien Naouri, investasi perhotelan terus tumbuh seiring dengan fundamental sektor hotel yang kuat. Investasi senilai 220 juta USD tahun ini lebih tinggi ketimbang 2022 yang sekitar 174 juta USD. Ia menambahkan, investasi itu didominasi oleh investor asal Indonesia, yakni individu dengan kekayaan bersih tinggi (high net worth individual). Pada tahun 2024, nilai investasi hotel diprediksi lebih tinggi lagi, yakni mencapai 265 juta USD. Peningkatan investasi itu menyasar pada hotel kelas mewah. Investasi itu terutama menyasar Jakarta, Bali, dan destinasi wisata kunci. (Yoga)









