Produktivitas Lansia Munculkan Potensi Ekonomi Baru
Saat ini, kelompok lanjut usia atau lansia memiliki usia hidup yang lebih panjang seiring dukungan gizi dan akses kesehatan yang semakin baik. Usia hidup yang panjang ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih baik untuk memunculkan aktivitas dan sektor ekonomi baru ke depan. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nunung Nuryanto mengemukakan, data pada 2021 menunjukkan, 1 dari 10 orang di seluruh dunia telah berusia 65 tahun. Sementara pada 2050, jumlahnya diprediksi meningkat menjadi 1 dari 6 orang telah berusia 65 tahun.
”Kondisi ini akan berimplikasi panjang. Jadi, kita harus mulai menggelorakan bonus demografi kedua,” ujarnya saat peringatan Hari Lansia Internasional 2023 di Jakarta, Jumat (20/10). Bonus demografi kedua atau silver economy telah menjadi bagian strategi pembangunan nasional. Silver economy terjadi ketika pengaruh pasar didominasi oleh kelompok lansia. Dalam silver economy, sistem produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa akan digerakkan dengan memanfaatkan kemampuan atau potensi penduduk lansia. ”Tambahan usia ini akan memberikan kesempatan yang lebih baik untuk memunculkan aktivitas dan sektor baru. Contohnya, sektor jasa untuk warga lansia juga akan berkembang. Laporan yang baru dirilis Bank Dunia, sektor jasa akan bisa menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tuturnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023