;

Ikhtiar Dorong Populasi Mobil Listrik

Yoga 05 Jan 2024 Kompas

Kehadiran mobil listrik di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir disambut baik publik Tanah Air, namun belum tecermin dari populasi mobil tanpa bahan bakar itu. Jumlahnya masih kecil di jalanan. Pemangku kepentingan harus mengatasi sejumlah tantangan untuk bisa mendorong kencang laju populasi mobil listrik di tahun 2024. Mengutip data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil listrik periode Januari-November 2023 mencapai 13.873 unit., baru 1,50 % dari total penjualan mobil, sebanyak 920.518 unit. Namun, angka itu bertumbuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari-November 2022, total penjualan mobil listrik 10.183 unit, atau 1,08 % total penjualan mobil, sebanyak 942.886 unit.  Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, ada sejumlah tantangan yang menahan pertumbuhan penjualan dan populasi mobil listrik di Tanah Air.

Pertama, harga jualnya relatif mahal untuk konsumen Indonesia. Mobil yang laku keras di pasaran harganya di bawah Rp 300 juta per unit. Sementara harga mobil listrik dari berbagai merek kebanyakan masih di atas Rp 700 juta. ”Harga yang lebih mahal dibandingkan kemampuan rata-rata pasar Indonesia ini menjadi disinsentif populasi mobil listrik,” ujar Kukuh, akhir Desember lalu. Tantangan kedua adalah soal teknologi baru, konsumen butuh penyesuaian saat beralih ke kendaraan listrik. Perlu edukasi lebih luas lagi mengenai perbedaan mengemudi mobil listrik dengan bahan bakar. Dari sisi produsen mobil, pabrikan harus menyiapkan sistem manufaktur mobil yang baru, menyiapkan bahan baku produksi mobil listrik, seperti baterai yang menjadi 40-60 % dari total komponen. Mereka perlu terus berinovasi untuk menciptakan kendaraan yang bisa diandalkan dan lebih terjangkau. Mengingat harganya yang relatif lebih mahal dan menggunakan teknologi yang baru, membuat mobil listrik di Indonesia kebanyakan bukan dibeli konsumen yang baru pertama kali beli mobil (first time buyer) tapi konsumen yang sudah punya mobil lainnya.

Di 2024, Kukuh optimistis industri mobil listrik Tanah Air akan terus berkembang dan penjualannta bertumbuh karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik sehingga menopang konsumsi dalam negeri, termasuk permintaan mobil listrik. ”Untuk meningkatkan populasi mobil listrik, para pemilik merek mobil listrik ini perlu impor dulu ke Indonesia. Agar harganya kompetitif, pemerintah memberikan insentif pajak ini,” ujar Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin pada jumpa pers pertengahan Desember lalu. Rachmat menjelaskan, insentif itu untuk mendorong pengembangan pasar yang belum terbentuk. Karena itu, pemerintah memberi peluang kepada investor untuk membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia. (Yoga)

PERPAJAKAN, Gol ”Hattrick” dan Rasio yang ”Tengkes”

Yoga 05 Jan 2024 Kompas

Sudah tiga tahun berturut-turut, setoran pajak selalu melampaui target alias mencetak hattrick. ”Penerimaan pajak ini istilahnya hattrick. Tiga kali gol berturut-turut sejak 2021 sampai 2023, semuanya di atas 100 % (dari target). Ini akhir perjalanan sejak pandemi yang ditutup dengan husnul khatimah (akhir yang baik),” kata Menkeu Sri Mulyani pada konferensi pers APBN Kita, di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Pada 2020, setoran pajak jeblok akibat pandemi. Saat itu, pajak tumbuh minus 19,6 % atau hanya 89,4 % target. Rasio perpajakan (tax ratio) pun anjlok ke 8,33 % dari 9,77 % pada 2019, jauh di bawah level ideal negara berkembang sebesar 15 %. Pada 2021, setoran pajak kembali tumbuh positif 19,3 %, terbantu oleh efek basis pertumbuhan yang rendah di tahun sebelumnya. Bahkan, pertama kalinya dalam 12 tahun, capaian pajak berhasil melampaui target, yaitu 104 % di atas target APBN 2021. Pada 2022, penerimaan pajak kembali tembus target untuk kedua kalinya, yakni 115,6 % berkat harga komoditas dunia yang naik tinggi, hingga tumbuh dua digit sebesar 34,3 %.

Kinerja pajak juga terbantu oleh Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Program Pengampunan Pajak jilid II dan kenaikan tarif PPN yang menambah setoran pajak. Pada 2023, penerimaan pajak kembali melampaui target untuk ketiga kalinya. Setoran pajak mampu melampaui batas konservatif dan tumbuh 8,9 % sebesar Rp 1.869,2 triliun, alias 102,8 % di atas target. Target penerimaan berhasil dilampaui tanpa berkah momentum musiman, seperti ledakan harga komoditas, pengampunan pajak, dan kenaikan tarif PPN, seperti tahun 2022. Tak ada pula efek basis pertumbuhan rendah yang mendongkrak kinerja pajak seperti pada 2021. Menurut Sri Mulyani, kinerja pajak 2023 didorong oleh peningkatan pengawasan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap wajib pajak terdaftar. Pemerintah juga mengoptimalkan perluasan basis pajak, terutama di sektor ekonomi digital, serta membenahi pelayanan pajak bagi masyarakat. (Yoga)

Rezeki Mengalir dari Rumah Tua di Tepian Sungai Musi

Yoga 05 Jan 2024 Kompas (H)

Rumah ataupun bangunan tua di tepian Sungai Musi, Palembang, bukan sekadar benda usang. Kalau dikelola dengan serius, jejak perdagangan masa lampau itu bisa menjadi tempat wisata yang mengalirkan rezeki. Keberkahan tersebut dirasakan pasangan Budiman (56) dan Ani Srimayanti (50) serta tiga anak mereka yang menghuni Rumah Baba Ong Boen Tjit, rumah peninggalan saudagar rempah asal China, Ong Eng Twan, di tepian Sungai Musi di Kelurahan 3-4 Ulu, Palembang, Sumsel. Budiman adalah generasi keenam dari Ong Eng Twan. ”Rumah ini didirikan Ong Eng Twan lebih kurang 300 tahun lalu. Namun, kami memilih menamakan rumah ini dengan Ong Boen Tjit, salah satu dari tiga anak Ong Eng Twan yang sukses meneruskan usaha tersebut,” ujar Ani saat dijumpai, Rabu (20/12/2023). Rumah Baba Ong Boen Tjit tetap menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga Budiman. Rumah itu terus berdiri kokoh dan bentuknya tidak pernah berubah karena terbuat dari kayu unglen atau kayu besi berkualitas tinggi.

Rumah yang memadukan arsitektur Palembang dan China itu turut memberikan manfaat lebih untuk kebutuhan hidup keluarga Budiman. Enam tahun terakhir, mereka mendapat tambahan rezeki setelah rumah itu sukses menyedot turis sebagai salah satu destinasi wisata Palembang. ”Mungkin ini berkat harapan leluhur yang tertulis di rumah ini. Tulisan beraksara China di pintu depan artinya masa berjaya dan sepanjang tahun, sedangkan tulisan beraksara China di pintu tengah artinya paviliun panjang usia dan hutan rezeki,” kata Ani, perempuan asal Pacitan, Jatim, yang ikut bermukim di rumah tersebut sejak 1999. Ani mengisahkan pada November 2017, Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Sumsel mengajak berkolaborasi untuk membentuk Pasar Baba Boen Tjit sebagai ruang diskusi komunitas dan berjualan penganan khas Palembang yang memberdayakan masyarakat sekitar. Setelah sembilan bulan atau pada Agustus 2018,

Genpi Sumsel menganggap Budiman dan Ani mampu berdikari dalam mengelola potensi wisata. Dengan beragam inovasi, Budiman dan Ani mengembangkan usaha wisatanya dari sekadar menjual rumah sebagai tempat berfoto hingga menjadi wisma tamu (guest house). Seusai itu, Budiman dan Ani mencoba usaha kuliner. Mereka menerima pesanan makanan khas Palembang dan bisa makan di tempat dengan minimal pesanan 20 porsi per kelompok. Pelan tetapi pasti, konsep yang melibatkan para tetangga itu diterima wisatawan dalam dan luar Sumsel. Kini, dalam sebulan, mereka bisa menerima 12 kelompok. Harga kuliner itu beragam, seperti ragit Rp 15.000 per porsi, pindang Rp 35.000-Rp 80.000, serta nasi hainan dan fuyunghai Rp 35.000-Rp 40.000. Ada pula paket ngidang atau tradisi makan bersama khas Palembang dengan menu nasi ayam kecap seharga Rp 250.000 untuk empat orang. Usaha itu menambah pemasukan yang telah stabil dari kunjungan wisatawan dengan rata-rata 25 orang per hari. Adapun tarif karcis kunjungan Rp 10.000 per orang. ”Sejak ada tambahan penghasilan dari pariwisata, gaji suami sebagai wiraswasta bisa disisihkan untuk ditabung,” ujar Ani. (Yoga)

Industri Migas Siap Hadapi Era Transisi Energi

Yuniati Turjandini 05 Jan 2024 Investor Daily (H)
Energi fosil yakni minyak dan gas (migas) masih memiliki peran strategis dan akan terus dikembangkan di era transisi energi. Meski demikian, pelaku industri migas tetap menyesuaikan diri dengan mengaplikasikan teknologi agar bisa menekan emisi lebih ramah lingkungan. "Tentu saja kita (industri migas) inline dengan program pemerintah untuk menurunkan emisi karbon. Dan kami memiliki beberapa low carbon imititives," kata Sekretaris Satuan Kerja  Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Shinta Damayanti. Disebutkan bahwa terdapat sejumlah strategi untuk mereduksi emisi karbon dalam kegiatan eksplorasi dan produksi migas di Indonesia, yakni zero flare. Flare merupakan gas yang dihasilkan  oleh kegiatan eksplorasi dan produksi migas yang dibakar secara kontinyu maupun yang tidak kontinyu karena tidak dapat ditangani oleh fasilitas produksi atau pengolahan yang tersedia, atau belum bisa terjual secara ekonomis. (Yetede)

Ekspor Nonmigas Ditarget Rebound Tahun Ini

Yuniati Turjandini 05 Jan 2024 Investor Daily (H)
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan nilai ekspor  nonmigas tahun ini bisa tumbuh 2,5%-4,5%, meski masih ada sejumlah tantangan di pasar global, terutama terkait harga komoditas. Jika diasumkan target ekspor nonmigas tahun lalu sebesar US$ 289,76 miliar (Rp 4.497 triliun) tercapai , maka ekspor di 2024 diharapkan bisa mencapai US$ 297 miliar hingga US$ 302,7 miliar atau Rp4.611 triliun hingga Rp Rp4.700 triliun. Menteri Perdagangan (Kemendag) Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah optimistis dengan kondisi perekonomian global 2023. Dia menambahkan, Kemendag terus berupaya mendorong  kinerja ekspor  dengan memberikan  kemudahan dan kepastian hukum, sehingga nilai ekspor yang selama 2023 mengalami pelemahan, kembali tumbuh (rebound) pada tahun ini. (Yetede)

Satu Putaran Lebih Baik dari Segi Fiskal Tetap Memperhatikan Laju Industri

Yuniati Turjandini 05 Jan 2024 Investor Daily (H)
Ketua Umum Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Anggawira mengungkapkan, banyak keuntungan akan didapat oleh bangsa Indonesia jika Pemilihan Presiden  (Pilpres) 2024 dapat berlangsung hanya satu putaran. Keuntungan yang diperoleh tersebut akan datang baik dari segi fiskal maupun stabilitas politik yang lebih terjaga. "Tentunyanya keuntungan dari pelaksanaan Pilpres satu putaran. Pemerintah dapat menghemat anggaran negara sebanyak Rp 17 triliun untuk KPU dan Rp 10 triliun untuk mendukung keamanan serta biaya-biaya lainnya," ungkap Anggawira. Selain itu, kata Anggarwira, pilpres satu putaran dapat mencegah instabilitas politik dan kemandekan ekonomi, terutama dalam hal investasi karena investor akan  lebih bersikap menunggu (Wait and see). "Selain aspek finansial, manfaat lainnya adalah menghindari ketegasan idelogis yang dapat memolitisasi agama," papar dia. (Yetede)

Barito Renewables Diprediksi Masuk Indeks MSCI, Potensi Gain 25%

Yuniati Turjandini 05 Jan 2024 Investor Daily (H)
PT Barito Renewables Energi Tbk (BREN) diprediksi masuk sebagai salah satu konstituen kuat indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia. Masuknya BREN ke Indeks MSCI membuka peluang kenaikan (Potential gain) saham emiten energi baru terbarukan (EBT) ini hingga 25% oleh posisi saat ini Rp7.525.  Probabilitas emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu menjadi anggota indeks MSCI menyusul adanya penyesuaian (rebalancing) anggota MSCI  Indonesia yang dijadwalkan pada 12 Februari 2024 dan berlaku efektif 1 maret 2024. Indeks MSCI Indonesia merupakan  indeks yang didesain untuk mengukur kinerja segmen pasar Indonesia yang berkapitalisasi besar dan menengah. Beranggotakan sebanyak 22 konstituen, indeks ini mencakup sekitar 85% pasar saham Indonesia. (Yetede)

Ekstensifikasi Cukai Tetap Memperhatikan Laju Industri

Yuniati Turjandini 05 Jan 2024 Investor Daily (H)
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBK) Kementerian keuangan (Kemenkeu) menyatakan, kebijakan ekstensifikasi cukai akan dilakukan sejalan dengan kondisi ekonomi dan industri sebagai wujud optimalisasi penerima cukai 2024. Pada saat yang sama, DJBC utur melakukan pengawasan terhadap impor barang ilegal. Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani mengatakan, dari sisi pengawasan pihaknya akan menguatkan pengawasan pada tahap akhir administrasi (post clearance) dan objek kepabeanan cukai untuk mengoptimalkan  sumber potensi penerimaan. DJBC akan memperkuat pemeriksaan barang dan  dokumen ekspor impor dan mengatasi kegiatan ilegal bak impor maupun ekspor.  "Kami yakin upaya ini akan membantu penerimaan negara dan membuat competitivenes kegiatan ekonomi di Indonesia lebih fair," jelas Askolani. 

Gandeng Tangan Salurkan Pembiayaan Rp 174 Miliar

Yuniati Turjandini 05 Jan 2024 Investor Daily (H)
Komitmen perusahaan peer-to-peer (P2) lending Gandengtangan untuk mendukung pertumbuhan UMKM lewat pembiayaan yang lebih mudah dan cepat terus terwujud. Hal ini dibuktikan dengan capaian positif GandengTangan yang mampu menyalurkan  pendanaan hingga Rp174 miliar kepada 25.792 penerima dana sepanjang 2023. CEO GandnegTangan Jezie Setiawan mengatakan, tahun lalu GandengTangan mencetak rekor baru pendanaan besar tahunan sejak awal berdiri. Sementara hingga penyaluran pinjaman total sudah mencapai Rp 270 miliar. "Sementara dari laporan laba rugi, pertumbuhan pendapatan di 2023 meningkat sebesar 33% dibandingkan 2022," kata Jezzie. Pada 2024, GandengTangan berencana untuk terus tumbuh melalui prinsip cepat, nyaman, mudah yang siap diberikan baik kepada para lender maupun borrower. (Yetede)

Pemerintah Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5%

Yuniati Turjandini 05 Jan 2024 Investor Daily
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 dapat mencapai 5% ditengah tantangan global yang masih tinggi. Ditengah ketidakpastian dan pelemahan ekonomi global, perekonomian Indonesia cukup resilen. Pertumbuhan ekonomi sampai dengan kuartal III-2023 tercatat 5,07% secara year on date (ytd) terutama, terutama ditopang oleh  permintaan domestik  yang masih kuat dan inflasi yang terkendali serta didukung kebijakan fiskal Pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Aktivitas investasi juga dalam tren menguat, didukung oleh progres penguatan  penyelesaian proyek-proyek strategis  nasional (PSN). Dari sisi produksi sektor-sektor  utama tumbuh positif, terutama manufaktur yang tumbuh 5,2% pada kuartal III-2023, didukung kuatnya permintaan domestik.

Pilihan Editor